
Jian Chen mulai terbang memasuki lautan yang luas, ia menyadari akan terbang cukup lama di atas air tersebut belum lagi kesunyian akan menemaninya di sana.
Setidaknya itu yang Jian Chen pikirkan saat Lily memintanya untuk keluar dari alam dantian.
"Ah, ini baru namanya surga..." Lily tersenyum lebar, ia menarik nafas yang dalam lalu menghembuskan keluar, gadis itu benar-benar seperti burung yang bebas dari sangkarnya.
"Apakah ada sesuatu, kau-..."
"Sstt, diam, aku hanya ingin keluar, apa itu tidak boleh?" Lily meletakkan jarinya pada bibir Jian Chen.
Jian Chen melirik Lily sesaat dari atas sampai bawah, ia merasa gadis itu terasa berbeda namun tidak tahu apa yang berbeda tersebut.
Lily mendengus kesal melihat lirikan Jian Chen, matanya berputar dengan malas.
"Gaunku yang berbeda, dasar laki-laki, tidak ada yang peka..."
Jian Chen baru sadar saat gadis itu mengatakannya, ia nyengir lebar dan merasa sangat bodoh.
Lily memang merubah penampilannya, bila diringkas secara jelas gadis itu lebih ke titik yang anggun bagai seorang Tuan Putri istana.
Sebelumnya Lily cenderung berpenampilan ke sisi feminim, Jian Chen sudah menduga ketika gadis itu berpenampilan anggun seperti ini, Lily memiliki aura kharismatik seperti Jian Ya.
Orang-orang yang melihat Lily pertama kali akan menganggap gadis itu sebagai keluarga dari kerajaan berkat aura kebangsawanan yang terpencar dari tubuhnya.
Jika saja saat ini Jian Chen tidak mengenal Lily sejak lama mungkin dia akan menundukkan kepalanya pada gadis itu, tidak berani menatap paras Lily yang begitu anggun dan memancarkan ketenangan.
Jian Chen mengangguk pelan sebelum melanjutkan laju terbangnya, gadis itu mengikuti tak lama kemudian.
Lily banyak bermain saat terbang, ia kadang-kadang terbang di dekat air laut lalu mencelupkan jarinya saat melaju. Kadang-kadang gadis itu juga mendekati burung camar yang terbang di dekatnya.
Melihat tingkah gadis itu Jian Chen hanya menggelengkan kepala, terlepas wajah cantiknya yang tidak terlukiskan Lily memang mempunyai sikap kekanakan.
Dua jam berlalu keduanya terbang di lautan, Jian Chen baru menyadari ada yang janggal dari Lily, seharusnya dengan tempo waktu selama itu gadis itu sudah kembali ke Alam dantiannya.
Hal itu membuat Jian Chen menghentikan laju terbangnya kembali dan bertanya pada gadis itu.
"Oh, kupikir kau akan lambat menyadarinya..." Lily tertawa kecil, yang terlihat lebih imut di hadapan Jian Chen. "Sekarang aku tidak mempunyai batas waktu untuk berada di dunia luar semenjak kau menerobos kultivasimu..."
Lily menjelaskan ketika kekuatan Jian Chen bertambah otomatis gerbang dimensi yang dibuatnya juga meningkat, salah satunya Lily sekarang tidak memiliki batas waktu saat berada di dunia luar.
"Itu berarti kau sekarang sudah bebas?"
"Tidak, aku belum bebas, kenyataannya aku tak bisa berjauhan denganmu..."
Jian Chen menatap gadis itu dengan perasaan campur aduk, ia tentu senang dengan Lily yang muncul secara fisik seperti ini namun disisi yang berbeda ada yang ia khawatirkan.
"Tenang saja aku tidak akan membahayakanmu..." Lily berdecak kesal. "Kau masih ragu aku orang yang akan mencelakaimu?"
"Tidak, hanya saja aku khawatir kau sedang merencanakan sesuatu."
Lily meletakan tangan di pinggangnya, menghela nafas. "Terserah, aku tidak mempunyai rencana atau apapun itu, aku hanya ingin keluar dari sana." Lily menunjuk tubuh Jian Chen.
Lily mengedipkan matanya berulang kali dengan manja, Jian Chen batuk pelan, ia mengalihkan pandangannya agar tidak terlalu terpesona pada kecantikan gadis itu.
"Fufufu... Sudah lama sekali aku tidak bermain seperti ini." Lily tertawa kecil melihat tingkah Jian Chen.
Jian Chen berdecak kesal, ia kemudian memilih melanjutkan perjalanannya kembali, Lily mengangkat bahu dan mengikutinya dari belakang.
Keduanya terbang beberapa jam sebelum akhirnya tiba di pelabuhan Provinsi Naga Pasir. Jian Chen sedikit naik ke atas langit lebih tinggi ketika berada di sana.
"Benar-benar padang gurun..." Jian Chen terpana melihat padang pasir yang luas dan seperti tidak memiliki batas.
"Hm, kalau kau terbang ke sana tanpa penunjuk arah kau bisa tersesat, peta tidak akan berguna ketika kau masuk ke dalamnya. Kau tidak bisa menemukan arah selatan, utara, timur dengan jelas."
Jian Chen mengangguk mengerti, sejak awal ia tidak berencana terbang di atas padang pasir tersebut. Jian Chen bisa melihat begitu banyak debu di sana yang menghalangi jarak pandangnya.
Belum lagi Jian Chen belum pernah pergi ke provinsi Naga Pasir, alangkah baiknya ia mengenal wilayah tersebut dengan tidak terburu-buru.
Lagi pula alasan Jian Chen kesini ingin mencari markas para Shio itu, jadi ia tidak bisa terburu-buru atau nanti ada informasi yang terlewat darinya.
Jian Chen dan Lily mendarat di dekat pelabuhan, sebelum ada orang lain yang melihat Jian Chen mengeluarkan pedang asura sebelum di sarungkan di pinggangnya.
"Kenapa kau bertindak demikian?" Lily bertanya heran pada tindakan Jian Chen.
"Untuk berjaga-jaga, ini adalah kawasan asing bagiku."
"Hm, bukankah kau orang terkuat di Kekaisaran ini, akan sulit menemukan orang yang bisa membunuhmu, bukan?"
"Aku akan berpikir demikian jika di provinsi lain namun di daerah ini aku tidak yakin..." Jian Chen menggeleng pelan, setelah mendengar cerita Luo Bai, Jian Chen yakin akan banyak orang-orang kuat yang berada disini terutama mereka yang berada di luar kekaisaran.
Lily mengangkat bahu, tidak bertanya lebih jauh. Ia berjalan di samping pemuda itu yang cukup menarik perhatian orang lain ketika berada di keramaian.
Jian Chen menemukan reaksi mereka berbeda dari pikirannya saat orang-orang menatap paras cantik Lily, mereka memang terbius oleh kecantikan gadis itu namun tidak sampai membuatnya tergila-gila.
Lebih-lebih orang-orang tersebut justru langsung menundukkan kepalanya setelah melihat gadis itu, aura bangsawan Lily memang membuat orang sekitarnya merasa kecil jika berhadapan dengannya.
"Kau sepertinya memang berasal dari keluarga kerajaan...", Jian Chen tersenyum tipis melihat reaksi orang-orang disekitarnya.
Beberapa dari mereka langsung jatuh hati pada Lily namun tidak berani mengungkapkan perasaannya, justru mereka terlihat sungkan.
"Aku memang dari keluarga kerajaan..." Lily mendengus sebal.
Jian Chen tertawa kecil lalu melanjutkan langkahnya, keduanya berhenti di salah satu restoran yang berada di pelabuhan tersebut. Tempat yang biasanya menjadi peristirahatan bagi mereka yang baru berlabuh di provinsi Naga Pasir.
"Kita akan mencari informasi terlebih dulu, siapa tahu ada petunjuk kecil mengenai markas Shio Pemburu."
"Terserah, aku tidak peduli dengan tujuanmu, aku hanya ingin berjalan-jalan disini."
Jian Chen menggaruk kepala, sedikit bingung harus bersikap seperti apa pada gadis itu.