
Dalam surat tersebut Miou Lin memang tidak mengatakan sesuatu kabar yang buruk namun kondisi klannya jelas sedang tidak baik-baik saja.
Aliansi organisasi yang menyerang klan Jian sudah di ketahui oleh Miou Lin lewat mata-mata yang di tanam di organisasi tersebut. Jian Chen mengenal semua organisasi-organisasi itu melalui ingatan di kehidupan pertama.
Merpati Merah, Kuil Kuno, Bulu Agung serta Raja Tengkorak merupakan organisasi besar di provinsi Naga Petir, Jian Chen mengenal mereka karena dirinya lah yang menghancurkan organisasi-organisasi itu di masa depan.
‘Tidak heran klan Jian terhapus dalam sejarah, melawan mereka sekaligus jelas sebuah kemustahilan…’ Jian Chen menghela nafas pelan.
Satu yang Jian Chen syukuri, kemampuan keempat organisasi itu pasti belum sekuat yang di lawannya dulu, Jian Chen menghancurkan organisasi itu di usia 27-an, itu berarti 11 tahun lagi dari waktu sekarang.
Adanya Niu Qisha, Niu Zen serta bantuan dari klan Miou membuat Jian Chen sedikit tenang, belum lagi kini klan Jian juga sudah melakukan persiapan terlebih dahulu.
Karena demi keselamatan, Miou Lin berpesan agar Jian Chen tetap di ibukota dan tak kembali ke klan, Jian Chen jelas tak akan menurutinya.
Mungkin bagi yang lain memukul mundur pasukan yang menyerang klan Jian sudah cukup tetapi bagi Jian Chen yang pernah merasakan kesedihan yang mendalam di tinggal ibu dan ayahnya, tak bisa memaapkan mereka.
Jian Chen akan pastikan sebagian dari mereka tidak akan pernah kembali selamanya.
***
Jian Fengxa adalah ayah dari Jian Ya sekaligus ketua klan Jian di generasi sebelumnya. Jian Fengxa menyerahkan kepemimpinannya pada puteri pertamanya di usia remaja, sengaja agar Jian Ya bisa belajar di usia yang lebih dini.
Selama kepemimpinan puterinya, klan Jian memiliki berbagai kemajuan dan Jian Fengxa cukup puas mendengar itu.
Sudah hampir 5 tahun Jian Ya menjabat disaat usianya masih 17 tahun, tidak ada masalah yang terjadi namun belakangan ini ada musibah serius yang akan di alami klan Jian.
Jian Fengxa tak menduga bahwa klannya akan di serang, setelah mengetahuinya, ia langsung mengambil alih kepemimpinan Jian Ya olehnya karena puterinya itu belum siap menerima masalah seserius ini.
Dengan kepemimpian Jian Fengxa, berbagai keputusan bijak telah di ambil untuk klannya. Salah satunya adalah rapat besar di istananya sekarang.
Rapat itu dihadiri orang-orang penting klan Jian dan para tetuanya, belum lagi ada tamu terhormat yang datang dari dua klan besar membuat rapat tersebut diyakini sebagai rapat terbesar klan Jian.
Dua tamu tersebut yang pertama adalah seorang wanita muda dari klan Miou yaitu Miou Lin, dan kedua adalah Ketua dari klan Niu yaitu Niu Zen.
Jian Fengxa masih sulit menerima kenyataan dua klan besar bisa duduk bersamanya apalagi Niu Zen.
Semua orang tahu bahwa klan Niu adalah klan tertutup, bisa bekerja sama dengannya adalah sebuah keajaiban.
Menurut puterinya, kedua klan ini bersedia membantu sebab adanya seseorang, Jian Ya tidak menceritakan orang yang di maksud itu karena sudah berjanji untuk tidak memberitahukan pada siapapun.
“Ketua Jian, ini adalah informasi yang kukumpulkan dari asosiasi selama beberapa bulan belakangan ini, berisi tentang data musuh, kekuatan, serta orang-orang di dalamnya…”
Miou Lin memberikan lembaran kertas pada Jian Fengxa, lalu membagikan kertas lainnya pada yang lain.
“Nona Lin, ini… bagaimana anda bisa mengetahui semua ini?” Jian Fengxa terkejut setelah membacanya.
Informasi yang ditulis Miou Lin terlalu detail menurut Jian Fengxa, bahkan dalam laporan tersebut Miou Lin menyampaikan tentang jumlah musuhnya, strategi musuh, serta apa yang akan mereka rencanakan.
Gadis muda tersebut terlihat amat menikmati keterkejutan yang ada di ruangan rapat, ia merasa bangga memamerkan kekuatan klan Miou pada semua orang.
Niu Zen saja yang membacanya juga terkejut, harus Niu Zen akui klan Miou tak bisa di pandang remeh dalam mengumpulkan informasi.
“Dengan melihat data-data yang di tulis ini, setidaknya kita bisa mempunyai peluang menang lebih tinggi untuk mengalahkan mereka.” Niu Zen berujar.
“Tapi Ketua Zen, bagaimana dengan pemimpin empat organisasi ini, mereka jelas mempunyai kekuatan di ranah Alam Hampa, belum lagi bawahannya ada beberapa yang ada di Alam Bumi.” salah satu Tetua klan Jian membuka suara.
“Saat ini hanya ada satu orang di klan Jian yang berada di ranah Alam Hampa yaitu Ketua tertinggi klan Jian, Ketua Mo…” balas satu Tetua lainnya.
Jian Mo yang di maksud adalah kakek dari Jian Ya, saat ini orang yang dimaksud sedang melakukan pelatihan, dia sudah diberitahu dan akan ikut serta perang tersebut.
Sebelum Niu Zen berbicara, Jian Fengxa menjawab terlebih dahulu.
“Tentang ini klan Niu sudah sangat membantu kita, Ketua klan Niu generasi sebelumnya akan ikut dalam penyerangan ini…” Jian Fenxa memberi tahu.
“Ketua, siapa orang yang anda maksud?”
Jian Fengxa tersenyum tipis, “Orang nomor satu klan Niu sekaligus Ketua klan Niu sebelumnya, Niu Qisha.”
Wajah-wajah para Tetua itu seketika terkejut dan menarik nafas dingin, mereka jelas mengetahui Niu Qisha karena merupakan 10 jagoan terkuat di Provinsi Naga Petir.
Para Tetua klan Jian tidak menyangka akan diberi bantuan oleh orang besar seperti Niu Qisha.
Niu Zen melihat itu sambil tersenyum tipis, jika bukan karena jasa Jian Chen, ayahnya itu mungkin tidak akan mau pernah kesini.
Niu Qisha saat ini sudah ada di klan Jian beberapa hari lalu, Niu Qisha tidak ambil bagian dalam rapat ini karena menurutnya kedatangannya kesana juga tak akan membatu.
Nanti Niu Qisha akan bergerak di hari penyerangan akan tiba.
“Baik, kita pindah ke topik lain...” Jian Fengxa membuka peta wilayah klan Jian dan sekitarnya, setahunya peperangan akan terjadi di luar tembok klan Jian.
“Kita harus mencari cara agar dengan cepat bisa memukul mundur musuh, bagaimana caranya agar mereka tidak masuk ke wilayah klan Jian.” lanjut Jian Fengxa.
“Ehm! Ketua Jian, kita tidak berniat memukul mundur mereka melainkan harus mengalahkan mereka sekaligus. Bagaimanapun mereka adalah organisasi kriminal…” Ucap Miou Lin.
Miou Lin menjelaskan bahwa ini bukan sekedar tentang keselamatan klan Jian saja tetapi untuk menangani organisasi-organisasi jahat.
Bahkan pemimpin klan Chu yang merupakan Pemimpin Provinsi Naga Petir mendukung aksi ini. Menurut klan Chu, organisasi jahat seperti mereka tak bisa dibiarkan terlalu lama atau mereka akan menjadi ancaman di masa depan.
Klan Chu juga mengirim pasukannya ke klan Jian bersamaan dengan klan Miou.
Penjelasan tersebut cukup membuat ruangan rapat terkejut, jika pasukan klan Chu ikut terlibat maka keadaan ini bisa dibilang sangat serius.
“Tentang rencana, aku mempunyai strategi yang bagus untuk melawan aliansi mereka…” Miou Lin tersenyum sebelum menjelaskan rencana dari Miou Fan, Ketua klan Miou sekaligus sang ahli strategi.