Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 136 — Kelompok Organisasi Tiba


Jian Chen kembali menghindari tebasan golok Xin Yan yang begitu cepat, setiap ayunannya di penuhi tenaga dalam yang besar.


Xin Yan mengerahkan seluruh kemampuan goloknya sekuat tenaga, tak membiarkan Jian Chen memberikan serangan balik tetapi setelah beberapa gerakan tidak ada tebasan yang mengenai lawannya.


"Apa? Bagaimana bisa?!"


Xin Yan begitu terkejut karena Jian Chen seolah mengetahui gerakan-gerakannya selanjutnya, sebelum dia melakukan serangan susulan, Jian Chen sudah terlebih dahulu balik menyerang menggunakan ilmu tangan kosong membuat Xin Yan berubah diposisi bertahan hingga salah satu tendangan Jian Chen mengenai perutnya.


Tendangan itu begitu keras membuat Xin Yan hampir memuntahkan darah, Jian Chen memutar tubuhnya lalu kembali mengayunkan tendangan tetapi kali ini ia mengenai wajah Xin Yan.


Xin Yan terpental kuat hingga mengenai dahan pohon, ia mengelus pipinya yang di tendang Jian Chen sebelum meludahkan sesuatu dari mulutnya. Xin Yan tersentak kaget ketika gigi-giginya sudah terlepas dari tempat asalnya.


Amarah Xin Yan memuncak tetapi ia tak berani mengutarakannya, ia menoleh ke lima orang yang menontonnya sejak tadi lalu melotot.


"Apa yang kalian tunggu! Serang dia!"


Kelima orang itu meneguk ludah tetapi tak berani membantah Xin Yan yang merupakan Tetua organisasinya. Mereka takut Xin Yan akan memberi perhitungan pada mereka setelah semua ini.


Xin Yan buru-buru menyembuhkan luka dalamnya saat kelima bawahannya menyibukkan Jian Chen. Setelah itu ia langsung berbalik dan berlari tanpa peduli lima orang bawahannya yang masih bertarung.


Xin Yan menyadari kalau Jian Chen bukan lawannya, kekuatan ia dengan Jian Chen terlalu berbeda jauh.


"Tetua Xin, apa yang kau lakukan?"


"Tetua Xin, tolong bantu kami?!"


Lima orang yang sudah terlibat dengan Jian Chen begitu terkejut dengan tingkah Xin Yan yang begitu mendadak dan di luar dugaan mereka sekalipun.


Mereka kini mulai menyesali terlibat bertarung dengan Jian Chen setelah atasannya saja langsung berlari terbirit-birit.


Jian Chen tersenyum tipis, ia melirik sekilas Xin Yan yang lari sebelum mengalirkan tenaga dalam.


Jian Chen menghilang dalam satu gerakan lalu muncul di depan lawannya, ia memberikan satu pukulan kuat ke perut orang itu membuatnya refleks melepaskan golok.


Sebelum golok itu jatuh ke tanah Jian Chen mengambilnya lalu memotong kepala salah satu lawannya.


Semua begitu cepat, keempat orang yang tersisa ingin kabur namun terasa lemas melihat temannya terbunuh dengan kejinya.


Jian Chen tersenyum lebar lalu segera bergerak cepat menghabisi keempatnya dalam sekali ayunan pedang pada setiap nyawa.


Xin Yan yang sempat melirik kebelakang langsung berkeringat dingin menyaksikan bawahannya terbunuh demikian mudah.


Ia langsung mempercepat langkahnya sembari berharap Jian Chen tidak mengejarnya, namun baru ia menoleh ke depan Jian Chen sudah berada di sana menghadang langkahnya.


Wajah Xin Yan memucat dipenuhi rasa takut, tubuhnya gemetar ketika menatap Jian Chen yang masih tersenyum lebar padanya.


"Kau, kau, kau tak boleh membunuhku! Jika kau berani membunuhku maka Organisasi Gagak Besi akan mengejar dan mengincarmu sampai kau mati!"


Xin Yan mengeluarkan sisa keberaniannya dengan mengancam Jian Chen. Berharap nama organisasinya bisa membuat Jian Chen tidak berani membunuhnya.


"Oh, menarik, apakah kau Ketua organisasi itu?"


Xin Yan mencoba menakuti Jian Chen dengan posisi Tetua di organisasinya. "Selain itu aku adalah adik dari Ketua Organisasi Gagak Besi, membunuhku tidak berbeda jauh dengan mengantarkan nyawamu!"


Jian Chen mengelus dagunya, "Kau ternyata orang penting juga tetapi seharusnya dibanding menakutiku, di situasimu sekarang kau lebih baik memohon dari pada mengancam... "


Jian Chen tertawa kecil sebelum mengangkat goloknya, berniat menghabisi lawannya namun sebelum ia melakukannya ada sebuah pisau terbang yang melesat cepat kearahnya.


Pisau yang dilemparkan pada Jian Chen mengandung tenaga dalam besar sehingga tidak bisa ditahan goloknya yang berkualitas biasa.


Pisau-pisau kembali di terbangkan, Jian Chen berdecak kesal saat tak punya pilihan selain melompat mundur.


Kesempatan tersebut langsung diabadikan oleh Xin Yan dan segera menjaga jarak dengan Jian Chen.


Tak lama kemudian puluhan orang berdatangan, salah satu dari mereka yang berkepala botak menatap Jian Chen penuh kebencian setelah melihat saudaranya akan dibunuh.


"Kak Guicun!" Teriak Xin Yan saat mengenalinya.


Xin Yan bernafas lega setelah dikiranya tak akan lagi bernafas, puluhan orang itu yang tak lain adalah kakaknya, Xin Guicun beserta seluruh anggota Organisasi Gagak Besi yang baru datang.


Jian Chen mengerutkan dahinya, setidaknya hampir ada 40 orang di kelompok itu yang ada di depannya.


"Ah, jadi kalian sudah datang, kupikir aku akan menunggu lama tetapi baguslah, sekarang aku bisa menghabisi kalian semua di sini..." Jian Chen tersenyum lebar setelah melihat salah satu di antara mereka yaitu Xin Guicun berada di ranah Alam Bumi Tahap 2.


Selain pemimpinnya yang kuat, lima dari mereka berada di Alam Kehidupan sementara sisanya berada di Alam Jiwa.


"Siapa kau, berani berniat membunuh adikku akan kucincang tubuhmu hingga seribu bagian!" Xin Guicun menatap tajam Jian Chen penuh kemurkaan.


"Hah? Adikmu itu pembunuh tetapi kau tidak rela dibunuh, yang benar saja..." Jian Chen tertawa mengejek.


Xin Guicun bertepuk tangan, "Bagus-bagus, kau bisa tertawa di saat situasi seperti, kami adalah organisasi pembunuh, yang di hadapan kau sekarang semuanya adalah para pembunuh..."


"Lalu apa?" Jian Chen mengangkat alisnya, mulai merenggangkan tubuhnya untuk melakukan sedikit permanasan singkat. "Aku tidak peduli siapa kalian, mengingat kau tadi melemparkan pisau kepadaku jangan harap bisa selamat dariku!"


"Kau masih bisa mengancamku!" Xin Guicun menatap dingin Jian Chen. "Kalau aku tidak bisa membunuhmu disini maka namaku bukan Xin Guicun lagi."


Setelah teriakan Xin Guicun, puluhan orang mengeluarkan goloknya lalu melompat menyerang Jian Chen bersamaan.


Tatapan Jian Chen menjadi dingin seketika, ia mengambil nafas perlahan sebelum menyerap seluruh cahaya di sekelilingnya membuat lingkungannya menjadi gelap gulita.


Berbeda dengan Organisasi Gagak Besi yang tengah kebingungan dengan fenomena yang terjadi, Jian Chen langsung bergerak cepat menghabisi setiap lawannya.


***


Mu Yuan dan rombongannya sebenarnya sedang tertidur lelap namun suara keributan yang begitu keras membangunkan mereka.


Mu Yuan ternyata tidak bangun sendirian, para pengawal serta dayang bahkan sudah terjaga sejak tadi.


Mereka semua tampak kebingungan sembari menatap sumber suara dari dekat arah hutan, mereka yang mendengar menyadari kalau suara itu adalah suara pertarungan yang sedang berlangsung.


Mu Yuan langsung bertanya pada kepala pengawal untuk mencari tahu lebih lanjut.


"Nona, sepertinya dari pertarungan ini ada salah satu dari mereka yang datang berniat buruk kepada rombongan kita khusunya pada Nona. Apapun sebabnya mereka tidak ada alasan bertarung di dekat hutan seperti ini."


Mendengar itu Mu Yuan meneguk ludah, perasaan cemas menyelimuti hatinya. Ia kemudian melirik sekitar mencari keberadaan seseorang.


"Sebentar, dimana Pendekar Jian sekarang?"


Pertanyaan tersebut menyadarkan yang lain, mereka ingat bahwa Jian Chen sama sekali belum terlihat sejak tadi dan hanya kuda putihnya saja yang masih terikat.


Semua pandangan bergerak ke arah suara pertarungan yang semakin keras, Mu Yuan serta para pengawal memikirkan satu hal ketika Jian Chen tidak ada disini yaitu orang yang bertarung tersebut adalah dirinya.