
Tangan Jian Chen yang mengelus pucuk kepala Jian Ya harus terhenti ketika tiba-tiba Miou Lin mendatangi keduanya.
"Sepertinya aku datang di waktu yang salah, kalau begitu aku akan kembali lain waktu..." Miou Lin tersenyum dengan canggung, ia merasa bersalah telah mengganggu aksi romantis keduanya.
"Nona Lin, ini tidak seperti yang kau pikirkan..." Jian Ya mencoba menjelaskan dengan terbata-bata namun penjelasannya justru membuat situasinya jadi lebih buruk.
Miou Lin tertawa kecil, tingkah Jian Ya yang salah tingkah membuat ia lupa bahwa perempuan itu masih terbilang seorang gadis polos mengecualikan aura kebangsawanannya.
Jian Ya mungkin adalah jenius di bidang beladiri maupun politik serta selalu bersikap dewasa setiap harinya namun dihadapkan dengan masalah cinta Jian Ya tidak memiliki pengalaman alias nol besar.
Setelah dipikir kembali Jian Chen juga hampir demikian, Miou Lin hanya bisa tertawa dalam hati saat menyaksikan kedua manusia itu sama-sama tidak bisa mengungkapkan perasaannya dalam bentuk kata-kata.
Tentu saja cinta tidak harus melulu dibuktikan dengan pengungkapan, cinta sesungguhnya justru berasal dari tindakan, bukan kata-kata manis atau hanya gombalan belaka.
"Nona Lin, apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?" Jian Chen mencoba mengalihkan topik, jujur saja ia tidak nyaman ketika Miou Lin membaca situasinya seperti buku.
"Oh, maaf aku hampir lupa dengan itu..." Miou Lin tersenyum lebar sebelum menyerahkan sebuah gulungan kertas pada Jian Chen. "Aku sebenarnya akan meninggalkan kertas itu didepan kamar Tuan muda tetapi karena anda sudah keluar, lebih baik aku memberikannya sekarang..."
Jian Chen membaca surat dari Miou Lin, surat tersebut di tulis oleh Kaisar Naga pada Miou Fan namun Miou Lin memberikannya pada Jian Chen karena menurutnya pemuda itu berhak untuk mengetahuinya juga.
"Pemerintahan provinsi Naga Angin telah dikuasi oleh Organisasi Shio Pemburu..." Jian Chen membaca surat tersebut. "Bagaimana Kekaisaran bisa tahu bahwa mereka adalah pelakunya?"
"Tuan muda Jian, informasi ini diambil oleh mata-mata Kekaisaran Naga, keakuratan informasinya tidak akan diragukan lagi..."
Miou Lin menjelaskan bahwa setiap provinsi mempunyai mata-mata yang dikirimkan pemerintah Kekaisaran, hal ini dilakukan agar Kaisar Naga dapat memantau seluruh 12 provinsi untuk memastikan semuanya baik-baik saja.
Jian Chen mengangguk mengerti, ia kemudian membaca lagi surat tersebut dan setiap informasi setelahnya akan lebih mengejutkan dari informasi sebelumnya.
Setidaknya sudah ada 3 provinsi yang telah dikuasai oleh Organisasi Shio Pemburu, Jian Chen memijat kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit, belum masalah Kekaisaran Qilin selesai, masalah lain bermunculan.
Meski Jian Chen telah berhasil membunuh 3 anggota mereka sepertinya tidak membuat para Shio itu berhenti bertindak.
Jian Chen menghela nafas, ia sadar masalah di Kekaisaran Naga tidak akan selesai sebelum ia menghancurkan dalangnya. Menurut Jian Chen sumber masalah di Kekaisaran Naga saat ini berasal dari para Shio tersebut.
Setelah menutup suratnya, Jian Chen kemudian menjelaskan tentang besok ia akan pergi bersama Jian Ya ke kota Donghu.
"Kalau begitu aku akan menyampaikan pada Ketua Fan, beliau berencana memberikan sesuatu padamu?"
Jian Chen ingin berkata untuk tidak perlu tetapi Miou Lin sudah pergi sebelum ia berkata-kata, benar saja, esok harinya ia di bawa keruangan khusus yang ada di bangunan klan Miou.
Mata Jian Chen terbuka lebar saat dihadapkan dengan pemandangan gunungan koin emas yang tinggi dan memiliki luas sejauh mata memandang di ruangan besar tersebut.
"Ini..."
Jian Chen sampai sulit berkata-kata. Gunungan emas yang dilihatnya benar-benar mengejutkannya. Bahkan di mimpi sekalipun ia tidak membayangkan ada gunungan emas sebanyak ini.
"Jika uang asosiasi sebanyak ini kenapa tidak dimasukkan ke dalam cincin ruang?" Jian Chen batuk pelan sebelum menoleh pada Miou Lin.
Miou Lin tersenyum tipis lalu mengatakan klannya sudah banyak membeli cincin ruang berjenis emas untuk meminimalisir tempat tetapi tetap saja cincin-cincin itu tidak cukup menampung penghasilan Asosiasi.
Kalaupun klan Miou mempunyai cincin ruang jenis ametis dimana ruangannya tak terbatas mereka tetap memilih tidak akan menggunakannya.
Alasannya cukup sederhana, jika harta sebanyak klan Miou di kumpulkan pada satu cincin ruang maka andai cincinnya hilang maka harta kekayaan klan Miou akan hilang seluruhnya. Sebab itu klan Miou sengaja memisahkan harta penyimpanan mereka di ruang yang berbeda dan dalam bentuk gunungan seperti ini.
"Ketua Fan ingin memberikan hadiah pada Tuan muda tetapi karena tidak mengetahui harus menghadiahi sebanyak apa sehingga beliau mengatakan kau boleh mengambil koin emas sesuka anda..."
Jian Chen hampir tersedak nafasnya sendiri sebelum diganti dengan senyuman tipis.
"Nona Lin, apa anda tidak takut jika aku mengambil seluruhnya jika anda berkata demikian?"
Jian Chen menunjukkan cincin ruangnya berjenis mutiara hitam, dimana didalam cincin itu ia memiliki ruang tak terhingga seperti cincin ruang berjenis ametis.
"Aku tahu Tuan muda Jian akan berkata demikian dan aku juga tahu Tuan muda tidak akan melakukan yang barusan dikatakan..." Miou Lin tersenyum penuh makna.
Jian Chen tertawa kecil, jelas sekali gadis itu sudah mengenal baik tentang dirinya. Walaupun Jian Chen tetap tergiur dengan sebuah nilai uang tetapi tidak sampai membuatnya jadi rakus apalagi sampai gelap mata.
Bagi Jian Chen, sebanyak apapun kekayaan seseorang, baik itu kaya ataupun miskin mereka tetap makan satu piring. Tentu saja uang bukan hanya soal makanan saja, dengan uang kau bisa membeli barang yang diinginkan, status, juga harga diri.
Bahkan di dunia persilatan pun uang adalah salah satu faktor masalah dalam setiap kejahatan. Uang bisa juga menciptakan peperangan besar, salah satu contohnya adalah penyerangan terhadap klan Jian akibat tambang emas.
Jian Chen kemudian mulai melangkah ke gunungan emas itu, jumlah koin emas yang dikumpulkan sangat besar di bandingkan di makam Kuno dulu. Jika diperhitungkan, uang ini tidak akan habis sampai lima puluh keturunan sekalipun.
Jian Chen mulai menghisap gunungan cincin emas tersebut, setidaknya ia mengambil seperempat dari jumlah koin emas di ruangan itu.
Ekspresi Miou Lin campur aduk tetapi ia berusaha mempertahankan senyumannya, walaupun hanya seperempat yang diambil, Miou Lin yakin uang yang diambil Jian Chen lebih dari ratusan juta koin emas bahkan bisa jadi sampai satu milyar koin emas.
Miou Lin menelan ludah, uang yang sama bisa menafkahi sebuah kota menengah selama beberapa tahun.
Sesudah urusannya selesai Jian Chen berpamitan terakhir kali pada Miou Lin, Miou Fan serta para tetua yang lain sebelum ia pergi.
Jian Ya sudah menunggunya sejak tadi di perbatasan klan, kedatangan Jian Chen membuat gadis itu tersenyum lembut.
Jian Chen memperhatikan Jian Ya beberapa saat, gadis itu terlihat lebih cantik dari biasanya.
Pandangan Jian Chen membuat Jian Ya tersipu malu tetapi itu belum seberapa saat Jian Chen mengatakan sesuatu setelahnya.
"Kau tampak sangat cantik hari ini..." Jian Chen tersenyum hangat, mengelus pipi Jian Ya lembut.
Jian Ya mengangguk pelan sambil memainkan anak rambutnya, gadis itu tampak malu-malu saat ingin bertatapan mata dengan Jian Chen.