Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 140 — Kota Daiji


Beberapa hari berlalu sejak Jian Chen dan rombongan Mu Yuan berpisah, kini ia telah tiba di salah satu kota yang harus dilaluinya.


'Hm, mungkin kota ini yang dimaksud Kepala Toko?' Jian Chen melihat gerbang kota itu yang lebih lebar dan gagah, menandakan kota di hadapannya merupakan kota besar.


Sebelumnya Kepala Toko Asosiasi di kota Shanwei sudah memberitahu bahwa jika menuju ibukota Jian Chen akan bertemu dengan salah satu kota terbesar di Provinsi Naga Angin yaitu Kota Daijing.


Jian Chen menebak kota ini adalah yang dimaksud Kepala Toko itu.


"Tunggu dulu, tunjukkan identitasmu!"


Seorang penjaga menghentikan langkah kuda Jian Chen yang hendak melewati gerbang. Jian Chen memberikan sebuah tanda pengenal yang berwarna emas.


Tanda pengenal tersebut adalah tanda pengenal yang sama dengan Meily dulu, bisa digunakan dimana saja selama ia berada di Kekaisaran Naga. Jian Chen diberi oleh Miou Lin sebelum dirinya berangkat.


Penjaga itu terkejut saat melihatnya, ia menatap tanda pengenal itu lalu memandang Jian Chen bergantian, merasa tidak percaya. Tak lama kemudian senyum terukir di penjaga itu, menunjukkan hormat pada Jian Chen.


"Maaf, aku tidak tahu identitas Tuan, silahkan masuk..."


Penjaga itu kemudian menyuruh penjaga yang ada di bagian memeriksa untuk memperbolehkan Jian Chen lewat tanpa pemeriksaan lebih lanjut.


Melihat kuda putihnya yang terlihat mahal dan indah membuat penjaga semakin menyakini Jian Chen bukanlah sosok orang biasa.


Jian Chen menatap kartu emas yang diberikan Miou Lin sesaat sebelum tersenyum geli. "Aku tidak tahu kartu apa ini tetapi sepertinya mereka yang memegangnya adalah orang yang sangat penting."


Melihat penjaga di provinsi lain menunjukkan hormatnya hanya sebuah kartu menandakan bahwa kartu yang di pegang Jian Chen bukan kartu sembarangan.


Jian Chen mulai melangkahkan kudanya memasuki gerbang kota, hal pertama yang disambutnya di sana adalah pemandangan keramaian kota tersebut.


Kota Daijing mempunyai luas hampir menyamai ibukota Qianshan, merupakan kota yang padat oleh banyaknya penduduk.


Jian Chen harus lebih berhati-hati menaiki kudanya karena banyak orang berlalu lalang, Ia bahkan sedikit kesulitan untuk maju apalagi ketika melewati beberapa pasar.


'Ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama..." Jian Chen menggaruk kepala melihat sekeliling kota yang luas namun tidak menemukan Asosiasi klan Miou.


Di tengah jalan Jian Chen sempat melihat kerumunan penduduk sedang memberi hormat ketika ada rombongan kereta lewat. Selain hormat, mereka bahkan terkesan takut pada rombongan kereta itu.


Kereta itu terlihat mewah, di dalamnya ada seorang pemuda berwajah dingin sedang duduk bersama seorang berjubah hitam.


Pemuda yang ada di kereta memiliki paras yang tampan, tetapi Jian Chen menebak pemuda itu memiliki status besar di belakangnya.


Kereta yang di tungganginya saja merupakan kereta bangsawan kelas tinggi, para pengawal disekitarnya bahkan memiliki kultivasi di Alam Kehidupan puncak sementara pemuda itu telah mencapai Alam Bumi.


'Kekuatan dia memang tinggi di usia yang begitu muda namun pondasinya sangat rapuh, laki-laki itu jelas dibesarkan oleh sumber daya yang melimpah...'


Kira-kira pemuda didalam kereta berusia 24 tahunan namun sudah di Alam Bumi, di dunia persilatan hal tersebut bisa dikatakan jenius.


Yang membuat Jian Chen tertarik adalah seseorang yang duduk bersama pemuda itu, Ia harus menggunakan mata langitnya untuk melihat kultivasinya.


Jian Chen begitu terkejut saat mengetahui orang memakai jubah itu berada di Alam Hampa.


Jian Chen terus melangkahkan kaki kudanya setelah rombongan kereta itu sudah menjauh. Ia tak berminat mencari tahu lebih dalam rombongan mereka.


Menurut beberapa sumber, sekiranya ada sepuluh cabang Asosiasi di kota Daiji yang tersebar dibeberapa titik. Mendengar itu Jian Chen menjadi antusias jadi dia langsung menuju ke salah satu toko Asosiasi yang paling besar.


Bukan hanya toko sumber daya saja, Asosiasi di kota Daijing memiliki bermacam-macam toko, seperti penginapan, toko baju, serta restoran juga ada disini dan semua berasal dari klan Miou.


Jian Chen turun dari kudanya ketika telah sampai di toko, salah satu pelayan Asosiasi mengambil alih kuda Jian Chen untuk mengikatnya.


Jian Chen tidak berbasa-basi pada pelayan yang menghampirinya, ia mengeluarkan sebuah liontin lalu menyuruh pelayan itu agar membawanya ke atasannya.


Meski tidak mengenali liontin Jian Chen pelayan itu tetap memberikan pada manajernya tanpa tahu sang atasannya langsung berkeringat dingin ketika mengetahuinya.


"Dimana kau mendapatkan ini?!" Tanya manajer itu bangkit dari kursinya.


"Anu Tuan, di depan toko ada seorang pemuda yang menyuruhku untuk memberikan ini padamu..." Ungkap si pelayan.


Manager itu meneguk ludah, ia tidak menyangka akan bertemu sosok penting Asosiasi hari ini. Manager itu sempat menyesal karena tadi bermalas-malasan di ruangannya.


Manager itu langsung buru-buru ke depan toko, sebelum melangkah ia memberitahu pelayan sebelumnya agar mengumpulkan pelayan yang lain dan bersiap menyambut tamu yang sangat amat penting.


***


Jian Chen langsung disambut baik pengurus Asosiasi, manager toko yang selalu disebut Manager Li membawa Jian Chen keruangannya.


"Aku tidak menyangka klan yang ada di provinsi lain bisa berpengaruh sebesar ini, seberapa pentingnya Asosiasi klan Miou di kota Daiji?" Tanya Jian Chen sembari melihat sekeliling toko yang cukup besar.


"Cukup besar Tuan Muda, pemerintah kota serta klan-klan besar disini bahkan berusaha menjalin kerjasama pada Asosiasi kita. Terutama soal pil sumber daya..."


Jian Chen mengangguk-angguk mendengarnya, ia kemudian menyebutkan alasannya kesini yaitu ingin mengirim surat ke Miou Lin.


Manager Li segera menyiapkan keperluan Jian Chen, ia membawa kurungan hewan yang didalamnya ada sebuah merpati berbulu keemasan.


Merpati emas itu adalah transportasi pengirim surat yang biasanya digunakan Kekaisaran Naga untuk mengirim sebuah pesan bila jaraknya jauh. Selain cara ini sangat cepat, merpati juga cocok bagi Kekaisaran Naga yang memiliki daratan seperti 12 pulau yang besar dimana memang merupakan wilayah perairan.


Jian Chen ingin memberitahukan keberadaannya pada Miou Lin dan juga ingin melihat situasi di ibukota Qianshan sekarang.


Manager Li duduk di dihadapan Jian Chen yang sedang menulis surat tersebut dengan perasaan canggung.


"Oh ya, aku baru pertama kali ini ke kota Daiji, tadi aku melihat rombongan kereta yang..." Jian Chen menjelaskan dia melihat sebuah rombongan kereta mewah yang berjalan dan seperti ditakuti penduduk setempat, Ia juga melihat ada seorang pemuda di dalam kereta tersebut.


"Ah, pasti Tuan Muda bertemu dengan Pangeran Longxia, pangeran tersebut memang baru tiba di kota Daiji."


"Siapa dia, aku melihat penjaga mereka sangat kuat belum lagi ada satu pendekar hebat yang bersamanya. Apakah dia walikota ini?"


"Tuan Muda, status Pangeran Longxia lebih tinggi dari itu, dia adalah putera dari klan Yun yang menjabat pemerintah provinsi ini sekaligus kandidat yang akan memimpin provinsi nanti."


Jian Chen tersentak, "Maksudmu saudara kembar yang merebutkan tahta itu?"


"Benar Tuan Muda, dia adalah kakaknya, sedangkan nama adiknya Yun Longxua."


Tangan Jian Chen yang menulis terhenti, baru beberapa hari berita ini dijabarkan Mu Yuan tetapi tidak menyangka akan bertemu dengan salah satu dari mereka.