Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 338 — Rencana Kekaisaran Feniks


Ekspresi anggota organisasi pedang tampak terkejut melihat aura Jian Chen, aura itu terlihat lebih kelam dari aura pembunuh pada umumnya dan mereka baru pertama kali merasakan aura sepekat itu.


Gong Yao selaku pemimpin dari Organisasi Pendekar 7 Pedang tidak lepas merasakan intimidasi dari aura yang dilepaskan Jian Chen, nafasnya bahkan terasa menjadi sedikit sulit.


"Kau, siapa kau sebenarnya?!" Gong Yao berteriak lantang, ia yakin Jian Chen bukan berasal dari Kekaisaran Naga melainkan dari kekaisaran Feniks.


Jian Chen mendengus, tidak menjawabnya, ia menghunuskan pedang asura ke arah mereka. "Tidak perlu berbasa-basi lagi, mengingat kalian telah menyerangku diam-diam, aku tak bisa membiarkan kalian lolos dari sini."


Gong Yao mengerutkan dahinya, ia bisa melihat Jian Chen begitu percaya diri melawan keenamnya sekaligus. Gong Yao sadar Jian Chen mempunyai kekuatan yang lebih di atasnya namun melawan mereka sekaligus jelas adalah perkara berbeda.


Gong Yao memberi instruksi pada anggota yang lain untuk bersiap, ia menggenggam dua pedang pusakanya lebih erat sebelum menatap Jian Chen sambil tersenyum lebar.


"Aku akui kau memiliki kekuatan yang cukup untuk menghadapi salah satu diantara kami, kau mungkin berada di pendekar Alam Dewa namun itu tidak cukup untuk melawanku..."


Gong Yao dan kelima anggotanya kemudian melepaskan aura pertarungan, mereka bersiap untuk melakukan formasi.


"Aku akan melihat apakah kau bisa bertahan dalam formasi pedang kami, sudah banyak pendekar Alam Dewa mati dalam formasi ini."


Tanpa basa-basi, Gong Yao dan kelima anggotanya bergerak menyerang Jian Chen dan mengurungnya dalam formasi pedang.


Jian Chen melihat formasi pedang tersebut yang memiliki gerakan rumit dan sulit di tebak, meski mereka kehilangan satu orang anggotanya, formasi itu tetap mematikan bagi lawan-lawannya.


Enam organisasi pedang menyerang Jian Chen dari berbagai arah, tidak membiarkan lawannya mengambil nafas atau menemukan celah untuk menyerang balik.


Jian Chen menerima puluhan serangan dalam waktu singkat namun semuanya bisa di ditahan dengan pedangnya. Jian Chen tidak langsung menyerang balik, ia memikirkan cara untuk menghancurkan kurungan formasi pedang tersebut.


Seumur hidupnya Jian Chen baru pertama kali melihat formasi serumit itu, mereka saling mengisi posisi yang kosong sehingga membuatnya tak bisa menemukan tempat untuk menyerang.


Di saat Jian Chen masih memikirkan cara untuk keluar dari formasi tersebut, disisi yang berbeda Gong Yao dan kelima anggotanya di penuhi keterkejutan melihat Jian Chen bisa menahan semua serangan mereka.


Formasi pedang mereka tidak hanya sebatas teknik pedang saja melainkan melibatkan ilusi yang dapat menipu mata lawan, namun tidak peduli mereka menggunakan ilusi sebanyak apa Jian Chen dapat mudah melihat tipuan lawan-lawannya.


Gong Yao tidak habis pikir, Jian Chen benar-benar seperti bisa melihat masa depan, setiap serangan yang menuju ke arahnya hampir semuanya sempurna di hindari atau di tangkis dengan pedang pemuda itu.


Shio Naga yang melihatnya dari jauh sampai sulit berkata-kata, awalnya ia menganggap kekuatannya sudah sangat tinggi setelah mencapai Alam Raja sampai tidak ada yang menandinginya namun melihat pertarungan di depannya, membuat pandangannya terbuka.


Dalam waktu belasan menit Jian Chen masih tetap di posisi bertahan dan tidak mengalami luka sedikitpun sementara formasi yang mengurungnya mulai mengendur bersamaan dengan tenaga dalam mereka yang terus berkurang.


Tidak membutuhkan waktu lama hingga Jian Chen akhirnya menemukan celah, Jian Chen memanfaatkan kondisi tersebut untuk menyerap cahaya di sekelilingnya yang membuat lingkungannya menjadi gelap gulita.


Kegelapan itu hanya bertahan sebentar dan tidak terlalu berguna bagi keenamnya karena mereka sudah terbiasa bertarung tanpa cahaya namun kegelapan tersebut cukup untuk membuat Jian Chen keluar dari formasi mereka.


Gong Yao dan lima anggotanya tampak kebingungan melihat Jian Chen tiba-tiba menghilang, saat mereka melihat ke atas Jian Chen sudah melayang di atasnya.


Jian Chen kemudian menggunakan teknik pedang pernafasan yang membuat tubuhnya berpecah menjadi dua belas tubuh.


Dengan teknik yang sama ia mulai menyerang balik, posisi seketika berubah dengan Organisasi Pendekar 7 Pedang yang ada di posisi bertahan.


"Ini... Bagaimana bisa semuanya bukan ilusi?!" Gong Yao tampak tidak percaya dengan teknik pedang Jian Chen.


Dalam beberapa kali pertukaran jurus, perlahan tapi pasti pedang-pedang lawannya mengalami kerusakan. Tidak menunggu lama hingga ayunan pedang Jian Chen selanjutnya menghancurkan salah satu pusaka dari mereka.


Anggota pedang yang pusakanya telah hancur terkejut dan buru-buru mengambil jarak namun sebelum ia melakukannya Jian Chen sudah bergerak terlebih dahulu. Pedang Jian Chen terayun ke arah lehernya yang seketika membuat anggota itu terbunuh.


"Saudara Yi!"


Kelima anggota yang tersisa histeris melihat rekan mereka tewas secara mengenaskan, alih-alih takut mereka justru semakin diburu emosi dan menatap Jian Chen penuh kebencian.


"Kau harus mati di tanganku!"


"Aku akan membunuhmu menjadi beberapa bagian!"


Tanpa berpikir terlebih dulu, dua diantara mereka keluar dari formasi dan menyerang Jian Chen dengan nafsu membunuh yang kuat.


Jian Chen tersenyum sinis, ia melihat anggota pedang itu menjadi gelap mata ketika rekan mereka terbunuh. Keduanya tidak berpikir jernih untuk maju dan menghadapi Jian Chen secara langsung.


Gong Yao ingin menghentikan dua anggotanya karena menyadari mereka bukan lawan Jian Chen tanpa formasi pedang namun belum sempat ia mencegahnya Jian Chen memberikan kejutan yang lain.


Jian Chen mengalirkan tenaga dalam yang besar sekaligus menggunakan teknik pedang gerhana. Ayunan pedang selanjutnya adalah sesuatu yang tak bisa dilihat kedua musuhnya.


Pedang asura seketika membunuh dua lawannya dalam sekali ayunan, pedang itu hampir memotong tubuh anggota organisasi tersebut menjadi dua.


"Kenapa berhenti, bukankah kalian berkata ingin menghabisiku..." Jian Chen mengayunkan pedangnya untuk membersihkan darah yang menempel.


Gong Yao menelan ludah, nafsu membunuhnya telah hilang bercampur rasa takut dan bahaya. Jika berenam saja mereka tidak bisa melawan Jian Chen maka terus melawannya adalah tindakan bodoh.


"Kalian tidak mencoba lari bukan setelah apa yang kalian lakukan disini..." Jian Chen melepaskan hawa dingin ditubuhnya diikuti aura kematian yang lebih pekat dari sebelumnya.


Gong Yao dan dua anggotanya kesulitan bernafas, gerakan mereka seketika menjadi kaku dan sulit digerakkan, hawa dingin yang dilepaskan Jian Chen benar-benar menahan pergerakan mereka.


Pedang merah Jian Chen seketika berubah menjadi bercahaya keemasan, di waktu yang sama ia bergerak cepat dan muncul di dekat lawannya sambil mengayunkan pedangnya.


Dua anggota Gong Yao berusaha mengangkat pusakanya untuk menahan pedang Jian Chen namun tidak diduganya, pusaka mereka terpotong ketika pedang Jian Chen terayun, alhasil pedang itu segera menembus kulit mereka dan mencabut nyawanya.


Jian Chen tidak berhenti di sana, tangannya bergerak cepat mencekik Gong Yao yang hendak melarikan diri. Jian Chen mengangkat tubuh pemimpin organisasi itu yang membuatnya jadi kesulitan bernafas.


Tangan Jian Chen mencengkeram kuat leher Gong Yao, membuat pria itu meronta sekuat tenaga.


Gong Yao bisa merasakan kekuatan fisik Jian Chen sungguh sangat kuat, ia sadar kekuatannya tidak akan cukup untuk melepaskan diri dari cengkraman Jian Chen jadi dia tersenyum untuk terakhir kali.


"Kau mungkin akan selamat hari ini tapi dalam enam bulan ke depan kekaisaranmu akan hancur, Kekaisaran Feniks akan menyerang Kekaisaran Naga dan membunuhmu..."


Mendengar itu cengkraman Jian Chen sedikit mengendur. Tatapannya menjadi dingin. "Apa maksudmu? Jelaskan padaku!?"


Gong Yao tertawa melihat ekspresi Jian Chen, ia tertawa mengejek. "Tak lama lagi Kekaisaran Feniks akan melakukan rencana mereka setelah belasan tahun tertunda, peperangan. Mereka akan menaklukkan semua Kekaisaran di benua timur ini, Kekaisaran Kura-kura, Qilin, dan Naga akan tunduk di bawah kekaisaran Feniks. Kami akan melakukan peperangan dahsyat yang tidak akan ditemui dalam sejarah, penyatuan satu benua dalam satu perintah..."


Gong Yao semakin tertawa keras, Jian Chen mendengus sebelum mempererat cengkraman di lehernya, tak lama kemudian suara tawa Gong Yao tidak terdengar lagi diikuti dengan nafasnya yang ikut berhenti. Jian Chen telah mematahkan lehernya.