
Melawan tiga pendekar Alam Raja membuat Jian Chen sedikit kerepotan, apalagi permainan golok Xiao Yan dan Xiao Yun yang saling mengkoordinasi satu sama lain.
Kedua pria kembar itu jelas sangat berpengalaman dalam bertarung bersama, bukan hanya membuat Jian Chen diposisi bertahan tetapi juga membuatnya tak bisa menyerang balik.
Belum lagi teknik permainan tongkat Yang Tian yang tinggi, setiap ayunan tongkatnya seperti mengalir bagai air.
Serangan ketiganya cukup membuat Jian Chen diposisi bertahan, untungnya pedang Asura adalah pusaka kuat yang kokoh, meskipun beradu benturan beberapa kali pedang Jian Chen tidak mengalami kerusakan sedikitpun.
"Apa hanya segini kemampuan atau kau hanya ingin berkata mengejek lagi..." Xiao Yan berkata sinis, ia sangat dendam pada Jian Chen karena telah berhasil melukainya cukup parah.
Jian Chen mengerutkan dahi, ia bisa merasakan Xiao Yan amat percaya diri dengan dibantu dua alam raja disisinya.
Jian Chen tertawa mengejek. "Kupikir pendekar Kekaisaran Qilin sangat kuat dibandingkan dengan Kekaisaran Naga sebab itu aku sedikit khawatir dengan peperangan Kekaisaran ini tetapi sepertinya dugaanku salah, aku terlalu memandang tinggi kalian..."
Jian Chen menggeleng pelan dengan wajah seolah-olah menunjukkan kekecewaan, hal tersebut membuat Xiao Yan semakin diburu emosi, Yang Tian dan Xiao Yun juga bereaksi buruk mendengar penuturan Jian Chen.
Sepanjang hidup ketiganya, baru pertama kali ini ada seseorang yang memandang diri mereka rendah, memang yang dilakukan ketiganya termasuk mengeroyok lawan tetapi mereka tidak melakukan ini setiap pertarungan kecuali jika dalam keadaan terpaksa.
"Jangan terlalu arogan! Aku belum menggunakan kekuatan penuhku..." Xiao Yan merapatkan giginya kesal, pria itu semakin bernafsu untuk membunuh Jian Chen.
Xiao Yan dan Xiao Yun melakukan perubahan jenis pada senjata goloknya membuat pusaka mereka dialiri elemen petir yang ganas.
Setiap ayunan goloknya yang ditahan akan menimbulkan panah listrik yang menghujam pada tubuh Jian Chen.
Xiao Yan dan Xiao Yun mengerutkan dahi saat mendapati Jian Chen tidak bereaksi dengan panah listrik yang mengenai tubuhnya, seharusnya hal tersebut akan membuat tubuh lawannya tersengat atau setidaknya tidak bisa digerakan.
Jian Chen tersenyum sinis menyadari ke arah mana pikiran dua lawannya, ketika panah listrik mengenainya, Jian Chen akan melakukan perubahan jenis petir ke seluruh tubuhnya agar listrik itu tidak bereaksi.
Dengan mengalirkan tegangan listrik yang sama maka Jian Chen dapat menetralkan petir yang mengenai tubuhnya.
Jian Chen tiba-tiba mengalirkan tenaga dalam yang besar pada pedang asura yang membuat pedangnya semakin bercahaya keemasan.
Insting Xiao Yan dan Xiao Yun mendadak memberikan sinyal bahaya, mereka buru-buru mengambil jarak dengan Jian Chen tetapi Jian Chen tidak membiarkan itu terjadi, ia mengayunkan pedangnya yang menimbulkan gelombang cahaya yang lebih kuat dari sebelumnya.
Gelombang cahaya itu tidak bisa keduanya hindari karena jaraknya terlalu dekat sehingga mereka menahannya dengan pusaka golok mereka.
Biarpun berhasil tetapi mereka terdorong cukup jauh akibat gelombang cahaya Jian Chen. Kedua saudara kembar itu merasakan sensasi nyeri pada senjata goloknya akibat menahan serangan tersebut, belum lagi pusaka mereka mengalami retakan yang hebat.
Semua orang yang melihatnya membuka mulutnya tidak percaya, mereka yang berpikir Jian Chen akan tamat justru sekarang diposisi berbeda.
Pasukan Kekaisaran Qilin tak kalah terkejut menyaksikan hal tersebut, mereka sudah mengetahui kekuatan Tetua Xiao bersaudara dan mereka yakin, di Kekaisaran Qilin sekalipun hanya sedikit yang membuat keduanya bisa terpojok seperti ini yaitu Yang Mulia Kaisar Qilin.
Apalagi mengingat tidak ada pendekar Alam Raja disini sementara di Kekaisaran Qilin pendekar di ranah tersebut bukanlah sesuatu kata yang asing.
Sebenarnya sejak awal ada konflik atau tidak, Kekaisaran Qilin memang sudah berniat menguasai Kekaisaran ini untuk menyatukan menjadi menjadi satu kekaisaran.
Namun rencana mereka harus dilakukan lebih cepat dari waktu yang seharusnya setelah mendengar Kekaisaran Naga mempunyai sumberdaya yang tinggi.
Kekaisaran Qilin takut Kekaisaran Naga menjadi ancaman jika dibiarkan terlalu lama, kekuatan mereka bisa jadi menyaingi Kekaisaran Qilin jika dibiarkan beberapa tahun saja.
Melihat perhatian Jian Chen sedang terfokus pada hal lain, Yang Tian tiba-tiba bergerak bagai teleportasi dan muncul di belakang Jian Chen.
Yang Tian melepaskan pukulan tongkat berkekuatan tinggi yang bisa menghancurkan tulang pendekar seperti mematahkan lidi.
Ayunan tongkat itu mengarah pada leher Jian Chen namun saat sesenti lagi mengenainya, Jian Chen tiba-tiba menahan tongkat itu dengan punggung tangannya.
"Serangan tongkat yang cukup kuat..." Jian Chen tersenyum tipis lalu melirik ke belakang, telapak tangannya sedikit sakit akibat menahan serangan tersebut. Jika bukan karena sisik naga langitnya mungkin tulang pergelangan tangannya akan patah.
Yang Tian terpana melihat kejadian tersebut, baru kali ini ada seseorang yang bisa menahan tongkatnya seperti Jian Chen lakukan, padahal ayunan tongkat Yang Tian terkenal dengan kekuatannya yang bisa meremukkan tulang.
Jian Chen membalikan badan sebelum memberikan serangan tendangan pada perut Yang Tian saat pria sepuh itu masih melamun.
Yang Tian merasakan organ tubuhnya pindah tempat ketika tendangan Jian Chen mengenainya, ia tidak menyangka Jian Chen akan memberikan serangan tendangan cukup tinggi.
Jian Chen mendengus sebelum kembali menggunakan ilmu tendangan lainnya, salah satu tendangan akhirnya berhasil mengenai dada pria itu, membuatnya meringis kesakitan.
Tendangan berbeda mengayun ke arah wajahnya, Yang Tian sama sekali tidak dapat menebak arah tendangan Jian Chen sehingga kaki Jian Chen dengan telak mengenai wajahnya.
Yang Tian terdorong beberapa meter, ia mengelus wajahnya yang di tendang Jian Chen sebelum meludahkan sesuatu dari mulutnya.
Yang Tian tersentak kaget ketika melihat gigi-giginya sudah terlepas dari tempatnya, saat melihat ke arah Jian Chen ia menemukan pemuda itu tertawa mengejek.
Emosi Yang Tian memuncak, matanya beringas diikuti nafsu membunuh yang kuat. Yang Tian ingin mencabik-cabik tubuh Jian Chen hingga sepuluh bagian sekarang juga.
Yang Tian memberikan instruksi pada empat pendekar Alam Langit yang semenjak tadi menonton.
Empat pendekar Alam Langit hanya bisa mengumpat dalam hati, ia sudah tidak memiliki keberanian melawan Jian Chen setelah melihat kemampuannya yang tinggi. Tapi disisi lain mereka juga tak bisa menolak perintah Yang Tian yang selaku petinggi dari pilar Kekaisaran Qilin.
Xiao Yan dan Xiao Yun sudah bergerak dan menyibukkan Jian Chen kembali, Yang Tian tidak menunggu lagi, ia dan beserta empat pendekar Alam Langit langsung menyerang Jian Chen bersama-sama.