Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 74 — Pemulihan Klan


Pada akhirnya semua pasukan bertopeng yang ada di kawasan pemerintahan klan dibunuh tanpa menyisakan satu pun.


Pendekar-pendekar klan Niu terlalu murka untuk memaafkan kesalahan mereka, gara-gara kudeta ini hampir seratus lebih pasukan yang berjaga di kawasan pemerintahan terbunuh.


Bukan hanya para penjaga saja, pelayan-pelayan yang kebetulan berada disana pun ikut dibunuh juga. Pasukan bertopeng benar-benar berniat membasmi seluruh orang di kawasan pemerintahan klan tanpa pandang bulu sedikitpun.


Pendekar klan Niu bertekuk lutut ketika Niu Qisha muncul di bangunan paling tinggi sekaligus memberikan pengumuman agar mereka menyapu bersih pasukan bertopeng yang tersisa di luar kawasan pemerintahan klan.


Sayangnya sebelum pengumuman itu terjadi, pasukan bertopeng yang masih berceceran di klan Niu sudah terlebih dahulu meninggalkan klan.


Mereka sudah mengetahui sejak awal saat pendekar klan Niu berkumpul dan berniat menyerbu kawasan klan, melihat jumlahnya saja orang buta sekalipun bakal mengetahui bahwa kudeta ini pasti gagal.


Kegagalan kudeta segera terdengar keseluruh wilayah klan Niu, semua penduduk akhirnya bernafas lega mendengar kabar tersebut, mereka khawatir imbas dari penyerangan ini akan berdampak pada keselamatan semuanya.


Karena Niu Zen masih dalam kondisi tak sadarkan diri akibat luka dalamnya, Niu Qisha selama beberapa hari kedepan memimpin klan Niu.


Niu Qisha lebih dihormati dibanding Niu Zen sekalipun terutama karena dia adalah Ketua klan Niu sebelumnya sekaligus orang terkuat di klannya.


Alasan klan Niu diposisi rangking ketiga klan terkuat karena keberadaan dirinya, Niu Qisha sedang berada di Alam Hampa Tahap Sembilan dan kini dirinya sedang berusaha menerobos ke Alam Langit.


Jika cucunya tidak datang ke latihan tertutupnya mungkin saat ini ia masih melakukan percobaan penerobosan tersebut.


Niu Qisha maupun pendekar-pendekar klan Niu ternyata saling sepemahaman untuk tidak menceritakan kudeta ini ke dunia luar. Karena klan Niu adalah klan tertutup tidak sulit untuk menyembunyikan berita besar seperti ini.


Membutuhkan waktu seharian untuk membersihkan kawasan pemerintahan klan dari jasad dan banyaknya genangan darah. Meskipun mereka membantai pasukan musuhnya namun pendekar klan Niu tetap menguburi setiap jasad yang ada tak peduli itu musuh atau rekannya.


“Ini… Siapa yang melakukan hal sekeji ini?”


Salah satu penjaga klan yang ditugaskan untuk mengubur mayat menemukan banyak jasad tanpa kepala di salah satu tempat, beberapa darinya bahkan ada jasad dengan tubuh terpotong.


Yang membuat mereka terkejut sekaligus kebingungan adalah rata-rata dari jasad itu merupakan pasukan bertopeng.


“Menurutmu apakah ini ulah pihak kita? Aku tidak terlalu yakin kecuali pembunuh ini memang seorang pembunuh asli.”


“Aku tidak tahu dia lawan atau kawan tapi yang pasti sebaiknya kita cepat bereskan jasadnya, aku benar-benar tidak kuat melihatnya!”


Salah satu temannya hampir memuntahkan isi perutnya, jika bukan karena dari pengalamannya melihat jasad seperti ini mungkin ia sudah jatuh pingsan sekarang.


Disisi lain, Meily dan ibunya tidak langsung keluar dari persembunyiannya walau kudeta sudah selesai terjadi, tepat tiga hari berlalu dan memastikan semuanya aman barulah Niu Qisha mengizinkan keduanya keluar.


Ziyun adalah orang pertama yang menyambut Meily, ia langsung memeluk sahabatnya itu sambil menangis, selama malam kudeta terjadi Ziyun tidak merasa tenang meski di tempat yang aman.


Pikiran Ziyun selalu dipenuhi kekhawatiran pada Meily apalagi saat mendengar ratusan orang terbunuh di kudeta tersebut.


Melihat Meily baik-baik saja tanpa lecet sedikitpun membuat Ziyun bernafas lega sekaligus bersyukur.


Meily juga merasakan yang sama, awalnya dia pikir penyerangan ini melingkupi keseluruhan klan Niu dan setelah mengetahui sahabatnya berada di luar ia jadi khawatir.


“Aku tidak kenapa-napa, Mei’er! Saudara Jian telah membawaku ke tempat yang aman di awal kudeta terjadi.” Jelas Ziyun tersenyum.


Meily menatap sekitar mencari orang yang di maksud, “Kak Ziyun, dimana Saudara Jian sekarang?”


“Hm? Aku mau bertanya itu padamu?”


Ziyun keluar dari Asosiasi di hari yang sama dengan Meily hanya saja dia lebih awal, dirinya langsung bergegas ke pemerintahan klan untuk menemui Meily dan Jian Chen.


Awalnya dia pikir Jian Chen bersama Meily namun ternyata sahabatnya itu sama tidak tahunya.


***


“Apa kau yakin ini semua gratis, aku juga tidak keberatan kalau semuanya kubayar sendiri?” Jian Chen menatap meja yang dipenuhi banyak makanan diatasnya.


“Tuan Muda sungguh sangat baik, tapi ini semua adalah atas inisiatif kami, anda tidak perlu membayarnya…” Manager Ao begitulah namanya, ia adalah salah satu manager di penginapan Asosiasi yang ada di klan Niu.


Sudah tiga hari Jian Chen berada disini dan selama itu juga Manager Ao tak bisa tenang selain memberikan kepuasan atas pelayanannya pada Jian Chen.


Di pagi hari saat kudeta selesai, Pria berusia 40 tahunan itu dikejutkan dengan kedatangan Tetua klannya, Miou Lin yang ingin menetap disini sementara waktu.


Manager Ao berkeringat dingin dan andai ia tahu Miou Lin akan kesini mungkin ia akan menyiapkan sambutan terlebih dahulu.


Miou Lin datang bersama rombongan dan satu anak muda, namun setelah Manager Ao mengetahui anak muda itu adalah orang yang sama pentingnya dengan Miou Lin ia sungguh tak bisa diam diri selain membantu pekerjaan penginapannya langsung.


Manager Ao memerintahkan semua pekerja dan pelayannya untuk melakukan tugas terbaiknya dan tak boleh melakukan kesalahan sedikitpun karena didepannya merupakan orang-orang penting klan Miou.


Miou Lin sudah sehari yang lalu pergi karena ada urusan penting di klan Niu sehingga di penginapan itu hanya ada Jian Chen.


“Hm… Pemerintahan klan Niu pasti sedang kacau sekarang, penghianatan Niu Zuan jelas tidak ada yang menduganya, bukan?”


Jian Chen sedang duduk disalah satu meja restoran yang disediakan penginapan.


Di depan meja restoran tersebut ada sebuah panggung untuk pertunjukkan, karena sekarang ada tamu yang sangat penting mereka diperintahkan untuk menampilkan pertunjukkan terbaiknya.


Manager Ao berdiri didekat Jian Chen, sebagai penghormatannya dia tak berani duduk sepantar dengan Jian Chen.


“Benar Tuan Muda, kudengar mereka kini tengah berdiskusi tentang meja yang kosong atas hilangnya Niu Zuan, belum lagi di pemerintahan klan ada beberapa yang mendukung kepemimpinan Niu Zuan dan ikut kudeta sebelumnya. Hal ini membuat politik mereka sedikit kacau…”


Jian Chen mengangguk mengerti, alasan itulah kenapa sekarang ia berada di penginapan ini dan tidak dikediaman klan Niu.


Jian Chen sudah menebak pemerintahan klan Niu sekarang sedang tidak beres, mereka harus merombak ulang sistem yang dikerjakan Niu Zuan sebelumnya.


Disaat Jian Chen berpikir, ada seorang pelayan datang dan membisikkan pada Manager Ao, di tangan pelayan itu ada surat yang dibawanya.


“Tuan Muda, ini ada surat dari Tetua Miou Lin?”


Jian Chen tersenyum dan menerima surat tersebut, alisnya terangkat ketika membuka suratnya. Singkatnya ia harus ke pemerintahan klan lagi karena pemimpin klan Niu ingin bertemu dengannya.