
Penginapan yang Jian Chen datangi merupakan penginapan yang sama dengan Luo Bai dan Lian Yi berteduh. Jian Chen tidak menduga ia akan bertemu keduanya kembali disini.
"Pendekar Jian, senang bisa bertemu denganmu kembali..." Luo Bai memberikan rasa hormatnya pada Jian Chen begitu juga Lian Yi. Ketiganya duduk di salah satu meja.
"Hm, bukankah kalian berjalan ke arah sebaliknya sebelumnya, kenapa ada disini?" Jian Chen kembali teringat dengan keduanya saat melihat wajah mereka kembali, setahunya keduanya berjalan ke arah berbeda saat terakhir bertemu.
Luo Bai tersenyum tipis. "Itu sudah lima hari yang lalu Pendekar Jian, banyak hal yang telah berubah termasuk tujuan kami."
Luo Bai mengatakan saat ini ia sedang kembali usai menyelesaikan misi sektenya, kebetulan ketika hujan mereka berdua tidak punya pilihan lain selain berteduh di penginapan ini.
Jian Chen batuk pelan, ia lupa hal tersebut, saking fokusnya berkultivasi ia sampai lupa pada waktu yang berjalan.
"Pendekar Jian, kulihat anda mempunyai arah yang sama, kalau aku boleh mengetahui kemana tujuanmu?"
"Ah, aku berencana pergi ke Provinsi Naga Pasir, ada sesuatu yang harus kucari di sana."
Luo Bai dan Lian Yi saling pandang, tidak menduga Jian Chen mempunyai tujuan yang begitu jauh padahal ia melihat Jian Chen terlihat lebih muda dari mereka bahkan seperti pemuda belasan tahun.
Provinsi Naga Pasir berada di pulau seberang dekat dengan Provinsi Naga Air, masalahnya pergi ke sana harus menggunakan kapal besar dan itu juga memerlukan waktu berhari-hari. Setidaknya bagi Luo Bai dan Lian Yi membutuhkan pembimbing untuk pergi sejauh itu.
Tentu saja Jian Chen menyadari pikiran keduanya namun ia tidak berbicara lebih jauh.
"Pendekar Jian, apakah anda tahu apa yang terjadi belakangan ini di provinsi itu?" Ujar Liu Bai tiba-tiba.
"Hm, apakah ada sesuatu?" Tanya Jian Chen balik.
"Karena anda akan ke sana sebaiknya anda harus mengetahui hal ini, mungkin berita ini juga penting untukmu..." Liu Bai kemudian menjelaskan apa yang dimaksudnya.
Di Provinsi Naga Pasir, belakangan ini banyak di datangi oleh pendekar kekaisaran lain, bukan hanya Kekaisaran Qilin saja yang memang bertetangga dengan Kekaisaran Naga tetapi Kekaisaran Kura-kura dan Kekaisaran Foeniks juga berdatangan ke sana.
Menurut cerita yang beredar, di provinsi yang memiliki tanah tandus tersebut tiba-tiba muncul sebuah istana di tengah gurun secara misterius.
Tidak diketahui istana itu muncul dari mana tapi yang pasti keberadaannya segera menarik perhatian yang lain di luar provinsi bahkan kekaisaran lain.
Belakangan ada rumor yang mengatakan bahwa didalam istana tersebut ada sebuah harta karun yang tersimpan, beberapa pendekar mencoba memasuki istana tersebut namun tidak ada yang pernah berhasil keluar kecuali sedikit.
"Mereka yang pernah masuk ke istana di padang gurun dan berhasil selamat mengatakan ada banyak jebakan didalam istana tersebut, mungkin alasan jebakan itu orang-orang mengira bahwa ada harta karun didalamnya..."
Jian Chen menggaruk kepalanya, ia belum pernah mendengar sebuah istana muncul di Provinsi Naga Pasir, atau memang mungkin dirinya yang tidak mengetahui berita tersebut di kehidupan pertama.
"Kau bilang disana ada banyak pendekar dari kekaisaran lain, bagaimana nasib mereka ketika masuk ke sana?" Jian Chen cukup yakin pendekar-pendekar di kekaisaran lain sangat kuat, tidak mungkin mereka terbunuh.
"Aku tidak mengetahui hal itu, hanya saja kedatangan mereka yang diberbagai kekaisaran kadang menyebabkan pertarungan..."
Hal ini menyebabkan Provinsi Naga Pasir satu-satunya provinsi yang berdiri sendiri, walaupun sulit kenyataannya provinsi itu bisa berdiri kokoh sekarang.
Ketika Provinsi Naga Pasir di datangi beberapa orang dari kekaisaran lain, Kekaisaran Naga tampak tidak peduli dengan kedatangan mereka. Kaisar Naga mungkin menyadari tidak ada barang berharga di wilayah gurun tersebut yang luas wilayahnya delapan puluh persen adalah gurun.
Liu Bai kemudian menambahkan dengan datangnya banyak pendekar dari luar kekaisaran membuat dampak buruk bagi Provinsi Naga Pasir.
"Dampak buruk?" Jian Chen mengerutkan dahi.
"Benar pendekar Jian, tepatnya situasi orang-orang pribumi di sana dalam kondisi yang memprihatinkan..."
Mereka yang berjiwa bisnis mulai berdatangan ke sana usai adanya istana tersebut.
Tidak peduli apakah itu pebisnis yang berada di kekaisaran Naga sendiri atau bukan, semuanya membuka lapangan usaha di sana ketika melihat banyaknya pengunjung ke provinsi tersebut.
Awalnya orang-orang pribumi Provinsi Naga Pasir menyambut kedatangan pebisnis itu dengan hangat, provinsi yang paling ramah itu tentu menganggap baik niat mereka tetapi situasi berubah sesudah beberapa bulan kemudian.
Para pedagang mulai banyak membeli tanah orang-orang pribumi, tidak masalah jika itu dilakukan baik-baik namun kenyataannya para pedagang itu memaksa para pribumi untuk menjual tanah mereka.
Para pribumi yang takut dengan pendekar bayaran yang disewa pedagang itu akhirnya mau tak mau menjualnya, akibatnya ketika mereka tidak mempunyai uang lagi dan tidak ada tempat tinggal, mereka mulai bekerja di para pedagang.
Akibatnya banyak para pekerja di sana adalah pribumi mereka sendiri, bahkan ada rumor mengatakan perbudakan di sahkan di sana karena ada beberapa orang pribumi yang berhutang pada pedagang asing sementara ia tidak bisa membayarnya.
"Itu benar-benar kondisi yang buruk, mendengarnya saja sudah membuatku prihatin..." Jian Chen menghela nafas usai mendengar cerita Luo Bai.
Luo Bai mengangguk pelan, setelah menceritakan hal tersebut tidak ada yang penting yang ketiganya bicarakan kecuali mengenai perjalanan Luo Bai dan Lian Yi serta cerita mengenai fenomena naga beberapa jam lalu.
Jian Chen tersenyum tipis, ia tidak terkejut mengenai cerita naga tersebut karena menyadari dirinya lah dalang dari fenomena itu.
Jian Chen juga melihat hubungan keduanya yang tidak biasa, setelah bercakap-cakap sebentar ia pergi ke kamarnya, Jian Chen tinggal di penginapan tersebut dalam beberapa hari untuk memulihkan semua tenaga dalamnya yang hilang.
Jian Chen berpesan pada pelayan itu untuk tidak mengganggunya selama beberapa hari, mereka tampak mengerti karena bukan kali ini mendapatkan seorang pelanggan yang merupakan seorang pendekar.
Di hari esoknya, Luo Bai dan Lian Yi sudah berpamitan pergi, keduanya harus bergegas ke sekte mereka takut ada yang membahayakan keduanya seperti yang beberapa waktu lalu.
Setidaknya Jian Chen membutuhkan waktu tiga hari penuh untuk mengisi seluruh tenaga dalamnya.
Ketika semua lingkaran tenaga dalamnya terisi semua perasaan Jian Chen terasa berbeda, kekuatan Jian Chen benar-benar berubah ke alam Alam Dewa.
Jian Chen kemudian mulai melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda, laju terbangnya juga meningkat usai ia telah berada di Alam Dewa.
"Hm, setidaknya aku akan sampai ke sana dalam waktu dua hari lagi..." Pikir Jian Chen saat merasakan kecepatan terbangnya yang meningkat pesat.