Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 154 — Segel Kutukan


Segel Kutukan adalah sebuah formasi tenaga dalam yang biasanya digunakan oleh seorang pendekar kepada yang lain dengan menuliskan sebuah simbol formasi ditubuhnya.


Segel Kutukan mempunyai beberapa jenis kegunaan di dunia persilatan, ada yang digunakan ketika menginterogasi seseorang agar tidak berbohong, ada yang digunakan kepada para tahanan penjara supaya mereka tidak kabur, dan ada juga digunakan para penguasa agar bawahannya menurut kemauannya.


Meski banyak kegunaan, membuat formasi Segel Kutukan bukanlah hal yang mudah untuk mempelajarinya, setidaknya mereka harus seorang pendekar yang ada di Alam Kehidupan.


Tingkatannya juga bertahap tahap tergantung kesulitanya, dari formasi yang mudah dibuat hingga formasi tersulit namun paling tinggi pengaruhnya.


Salah satu formasi Segel Kutukan yang sulit dan harus mempunyai keahlian tinggi dalam membuatnya adalah Segel Kutukan yang menjadikan orang lain sebagai kontrak hidupnya.


Segel Kutukan kontrak ini bisa dibilang adalah menyerahkan hidup mereka pada majikannya, ketika mereka sudah terjalin kontrak antara majikan dan seorang kontrak hidup, maka sang bawahan tersebut sudah terhubung kehidupannya pada majikannya.


Jelasnya andai nanti si majikan meninggal dunia maka yang di kontrak hidupnya tersebut juga akan ikut langsung meninggal. Belum lagi sang majikan bisa membunuh kontrak hidup mereka hanya dengan pikirannya saja.


Kebanyakan orang-orang lebih baik mati dari pada menjadi kontrak hidup seperti itu karena boleh jadi, menjadi bawahan akan lebih buruk dari kematian apalagi khususnya adalah seorang perempuan.


Di beberapa kasus, ada yang sanggup menerima kebebasan mereka dengan menyerahkan hidupnya seperti kelima gadis kembar tersebut.


Kelima gadis itu siap tidak siap menukarkan hidupnya untuk Jian Chen, mereka yang seperti ini mempunyai alasan hidup yang kuat .


Kelima gadis itu berjejer rapih dengan posisi memunggungi Jian Chen sebelum mereka melorotkan gaun di punggungnya, memperlihatkan kulit mereka yang putih dan halus.


Jian Chen kemudian mendekatkan jari telunjuknya pada salah satu gadis kembar tersebut lalu mulai membuat sebuah tulisan formasi yang mempunyai bentuk lingkaran sedang.


Formasi Segel Kutukan untuk menjadikan seseorang menjadi kontrak hidup tidak bisa terlaksana oleh persetujuan satu pihak saja. Baik itu calon bawahannya atau majikannya harus menyetujui kontrak tersebut.


Yang pertama Jian Chen segel adalah punggung Lan Qiaoqiao terlebih dahulu, Lan Qiaoqiao memejamkan matanya lalu berucap dengan sepenuh hati. "Aku Lan Qiaoqiao, bersedia menjadi bawahan Tuan Jian Chen dan menyerahkan seluruh hidupku padanya..."


Setelah mengucapkan demikian, formasi yang dibentuk Jian Chen di punggungnya bersinar keunguan. Lan Qiaoqiao merasakan sensasi panas sesaat ketika simbol itu bersinar.


Formasi tersebut kini seperti sebuah tato dipunggung Lan Qiaoqiao yang tak bisa dihapus, menandakan bahwa orang tersebut telah menjalin kontrak khusus pada orang lain.


Jian Chen kemudian melakukan hal yang sama pada keempat saudarinya, kelima gadis itu menunduk terdiam usai formasi tersebut telah ditanamkan ke tubuh mereka.


Walaupun mereka bisa bertahan hidup tetapi kini kehidupan mereka tidak sebebas dulu lagi, memilih salah satu keputusan tidak membuat mereka bahagia lagi.


Kelimanya hanya bisa menyesali telah berurusan dengan sosok seperti Jian Chen, seharusnya mereka tidak mengusik atau menjadikannya musuh.


Sekarang setiap perintah Jian Chen adalah mutlak, mereka tak bisa membantah atau rasa sakit yang hebat akan dirasakan tubuhnya. Kelimanya adalah wanita yang cantik, menjadi bawahan seorang lelaki asing tentu tau apa yang akan terjadi setelahnya.


Perlahan-lahan air mata jatuh dari kelopak mata mereka, gadis-gadis itu tak kuasa menahan tangisan melihat nasib malangnya sekarang. Walaupun mereka kuat kenyataannya mental mereka masih remaja, banyaknya tekanan dipikiran membuat mereka tak kuasa membendung emosi sedihnya.


Jian Chen menyaksikan tangisan perempuan-perempuan tersebut hanya mendengus dingin tidak peduli.


"Sepertinya kau adalah orang jahat disini..." Ucap Lily dari dalam. "Mereka masih anak-anak, bisakah kau sedikit lembut pada mereka..."


Wajah Jian Chen sudah tidak dingin lagi dan kali ini ia menunjukan senyumannya. "Bukankah kalian menginginkan ini?"


Tangisan kelima gadis kembar itu sejenak terhenti ketika melihat batu roh, mata mereka melebar seolah tak percaya dengan benda didepannya.


"Saudara Jian, aku..." Lan Qiaoqiao ingin mengatakan sesuatu tetapi Jian Chen memotongnya pelan.


"Tidak apa-apa, aku sudah tidak marah lagi. Ambillah..." Jian Chen mengulurkan telapak tangannya yang kini diatasnya ada batu roh.


Lan Qiaoqiao menyeka air matanya yang masih berkaca-kaca lalu memberanikan diri menatap wajah Jian Chen, ia kemudian menemukan pemuda itu tersenyum hangat padanya.


Tidak ada lagi wajah kemarahannya, pemuda itu justru terlihat ramah.


Lan Qiaoqiao kemudian teringat kalau selama ini sikap Jian Chen memang demikian, baik pada kelimanya, sebab karena ulah dirinya membuat pemuda itu harus bertindak seperti sekarang.


Lan Qiaoqiao selalu memandang Jian Chen sebagai laki-laki yang ia bisa manfaatkan seperti laki-laki pada umumnya yang terbius ketika melihat kecantikan dirinya.


Namun kali ini ketika ia menatap wajah Jian Chen dengan sungguh-sungguh, gadis itu kemudian menyadari bahwa Jian Chen adalah pemuda yang berparas tampan dan menawan, mata emasnya memancarkan ketenangan bagi yang memandangnya.


"Apa ada sesuatu yang salah?" Jian Chen menggaruk pipinya ketika Lan Qiaoqiao terus menatapnya tanpa berkedip.


Lan Qiaoqiao seketika tersadar, wajahnya langsung memerah sebelum buru-buru memalingkannya, gadis itu tidak mengerti kenapa dirinya demikian tetapi jantungnya berdetak lebih cepat.


Jian Chen menggaruk kepala tidak mengerti, ia akhirnya memberikan batu roh itu pada saudari kembar tersebut, ia memberikan waktu pada mereka untuk menyembuhkan diri akibat luka yang ditoreh olehnya.


Jian Chen juga menyempatkan waktu tersebut untuk memulihkan tenaga dalam yang sebelumnya hilang, tepat ketika ia bersila Jian Chen tiba-tiba merasakan rasa sakit yang hebat di dadanya.


Jian Chen mengigit bibirnya untuk menahan rasa sakit di jantungnya tersebut, seperti ada jarum kecil yang menusuk-nusuk dadanya, walau hanya satu menit tapi bagi jian Chen yang merasakannya itu bagaikan satu jam.


"Kupikir aku tidak akan mengalami efek samping di kultivasi yang sekarang, ternyata efeknya masih sama sakitnya..." Jian Chen tersenyum tipis.


Rasa sakit tersebut karena teknik Jian Chen sebelumnya yang membuat tubuhnya memancarkan aura keemasan. Teknik itu merupakan teknik tingkat tinggi yang dimiliki Jian Chen di kehidupan sebelumnya dan bahkan sampai sekarang ia baru separuh menguasainya.


Teknik yang bernama Tubuh Raja Cahaya adalah teknik dimana si pengguna menggunakan tenaga dalam dan elemennya pada ke seluruh tubuhnya.


Ada 7 gerbang didalamnya dimana satu gerbang tersebut andai terbuka, maka daya serangan Jian Chen akan meningkat sangat pesat.


Alasan Jian Chen terluka parah dan bisa lolos dari kepungan musuh di kehidupan pertamanya karena menggunakan teknik Tubuh Raja Cahaya ini, walaupun kuat tetapi menggunakannya secara terus menerus dapat menyebabkan efek samping yang kuat.


"Setidaknya aku harus di ranah Alam langit untuk menggunakan teknik ini lagi, menggunakannya di kultivasi sekarang rasanya mustahil walau hanya satu menit..." Jian Chen menghela nafas panjang.


Bagaimanapun keadaannya kekuatannya yang bertambah kuat ini masih belum sebanding dengan kekuatan Jian Chen di kehidupan sebelumnya.