
Teknik Jian Chen langsung menyudutkan kelima gadis kembar itu, seumur hidup mereka, baru pertama kali ada musuh yang bisa membuat kelimanya kewalahan.
Jian Chen memberikan jeda setelah keempat tubuhnya kembali menyatu menjadi satu. Kelima gadis itu segera mengambil jarak sejauh mungkin dengan Jian Chen.
"Kak Qiaoqiao, dia terlalu handal, kita harus menggunakan formasi Teratai Lima Warna untuk mengalahkannya..." Lan Lingling yang paling terluka di antara mereka mendesak sepupu tertuanya.
Lan Qiaoqiao sebenarnya enggan untuk melakukan formasi itu karena tidak berniat membunuh atau melukai Jian Chen.
Namun setelah merasakan sendiri kekuatan pemuda itu harus dirinya akui mengepungnya saja tidak cukup untuk mengalahkannya.
"Kita gunakan formasi Teratai Lima Warna, dia terlalu kuat untuk kita hadapi!" Perintah Lan Qiaoqiao.
Keempat saudarinya mengangguk, mereka memasukan pedangnya ke dalam cincin ruang sebelum digantikan menjadi kedua pisau yang tajam.
Jian Chen menyipitkan matanya, ia tidak menyangka kelima gadis itu mempunyai keahlian lain dalam menggunakan senjata.
Jian Chen ingin melakukan sesuatu tetapi gadis-gadis itu sudah bergerak kearahnya dengan pergerakan berirama serta mempunyai pola yang rumit.
"Ini sebuah formasi?" Jian Chen langsung menyadarinya.
Kelima gadis itu segera berada di depan Jian Chen dan mengepungnya dalam formasi, Jian Chen tak tinggal diam dan menyambut serangan yang menghampirinya.
Keduanya bertukar beberapa jurus dan kali ini Jian Chen tak bisa melawan balik membuatnya harus menghindar atau menangkis serangan yang datang.
Jian Chen berdecak kesal, ia paling benci diserang menggunakan formasi, walau bisa mengatasinya namun itu cukup membuat dirinya kerepotan.
Pedang Jian menangkis semua serangan yang datang namun perlahan-lahan pedang yang di pegangnya muncul retakan halus setiap kali ia berbenturan dengan pisau terbang lawannya.
Selain formasi ini membuat kelima gadis itu diuntungkan dalam menyerang, kekuatan dan daya serangnya juga jadi meningkat.
Tidak membutuhkan waktu lama hingga benturan pedang Jian Chen ke sekian kalinya membuat pedangnya hancur berkeping-keping.
Kelima gadis itu berhenti menyerang ketika pedang Jian Chen hancur.
"Saudara Jian, menyerahlah, jangan sampai kami menggunakan formasi pembunuh untuk melawanmu..." Lan Qiaoqiao berkata dingin.
Jian Chen tersenyum sinis, "Jadi ini tujuan formasi kalian yaitu untuk menghancurkan pedangku?"
"Hmph! Tidak ada yang harus ditakuti seekor harimau jika kehilangan taring dan cakarnya." Lan Xiaxia tersenyum mengejek.
Jian Chen menggelengkan kepala, "Kalian sepertinya salah mengira, memang aku bisa menggunakan pedang tetapi titik kemampuan asliku bukan di sana..."
Alis kelima saudara Lan terangkat, ia bisa merasakan Jian Chen masih belum menggunakan seluruh kekuatannya.
"Akan kuperlihatkan kenapa dulu aku seorang pendekar tangan kosong yang hebat..." Jian Chen menyentil keningnya, seketika sebuah simbol berwarna emas muncul di kening Jian Chen.
Lima gadis kembar langsung terperanjat ketika melihat perubahan pada tubuh Jian Chen.
Kelima gadis itu menyadari kekuatan Jian Chen yang berbeda dari sebelumnya, ada perasaan takut ketika melihat Jian Chen dalam mode ini.
Sebelum kelima gadis itu bersiap-siap Jian Chen sudah menghilang dari pandangan mereka lalu muncul di depan salah satunya yaitu Lan Yueyue.
Lan Yueyue segera melemparkan pisau terbangnya tetapi Jian Chen dengan mudah menghindari serangan itu walau jarak keduanya sangat dekat, Jian Chen kemudian melepaskan serangan tapak pada perutnya membuat gadis itu langsung terlempar hingga mengenai dinding.
Dinding itu langsung retak, Lan Yueyue memuntahkan darah segar sebelum jatuh dengan lemas.
Melihat saudarinya langsung terluka seperti itu keempat saudarinya tak tinggal diam, mereka langsung menyerang Jian Chen lagi dengan formasi yang sama seperti sebelumnya walaupun tak sempurna.
Jian Chen tersenyum sinis sebelum menggunakan ilmu tangan kosongnya yang bagaikan tarian, berbeda dengan sebelumnya kini Jian Chen mengungguli mereka.
Kecepatan serta kekuatan Jian Chen meningkat beberapa kali lipat saat menggunakan mode ini, kelimanya tak bisa menghadapi Jian Chen sehingga dalam beberapa waktu beradu jurus kelimanya dalam posisi terdesak.
Jian Chen akhirnya berhasil mengalah 3 lawannya yang membuat mereka tak bisa lagi melanjutkan pertarungan, kini hanya Lan Qiaoqiao yang berhadapan dengan Jian Chen.
Jian Chen bergerak cepat lalu muncul di hadapan gadis itu, sebelum dia mengambil jarak, tangan Jian Chen sudah menangkap lehernya lalu mencekik dan mengangkatnya ke atas.
"Saudara Jian... Tolong lepaskan aku..."
Lan Qiaoqiao berusaha keras melepaskan cekikan Jian Chen tetapi pemuda itu merasa tidak peduli dan bahkan mengeraskan cengkraman tangannya.
"Kau bilang tak ingin membunuhku namun bagaimana jika posisinya terbalik, apa kau masih bisa berkata demikian?" Jian Chen tersenyum dingin.
Tubuh Lan Qiaoqiao seketika menjadi lemas, rasa takut mulai menyelimuti hatinya ketika melihat tatapan dingin Jian Chen, laki-laki itu sungguh berniat membunuhnya kapan saja.
Jian Chen memang berniat menghabisi kelimanya, tak peduli apa mereka laki-laki atau perempuan selama ada yang berniat jahat padanya, Jian Chen tidak akan membiarkannya.
Jian Chen ingin mencengkram leher Lan Qiaoqiao lebih erat tetapi sebelum melakukannya tiba-tiba keempat saudari Lan yang lain sudah ada didekatnya sambil memohon dan menangis.
"Saudara Jian, kumohon jangan bunuh saudari kami... Kami telah salah... kami minta maaf..."
"Saudara Jian, tolong ampuni saudariku, jika anda mau, kau bisa membunuhku sekarang dan bebaskan yang lain. Akulah yang selalu kasar kepadamu..."
"Saudara Jian, anda bisa meminta apapun yang kau mau padaku termasuk hidupku asal anda lepaskan Kak Qiaoqiao..."
Jian Chen bisa merasakan kepedulian mereka yang sangat besar serta tulus, "Saat ini aku tidak bisa membiarkan kalian, tidak ada alasan membuatku berpikir kalian harus hidup."
Jian Chen berpikir seandainya sekarang ia lemah maka kondisi pertarungan ini mungkin akan terbalik.
"Saudara Jian, jika anda membiarkan kami hidup, aku berjanji akan menyerahkan hidupku padamu. Aku akan membuat segel kutukan yang membuat hidup kami adalah milikmu seorang..." Lan Lulu berkata demikian diikuti tiga saudarinya yang mengangguk memohon.
Jian Chen kemudian akhirnya melepaskan cekikannya membuat Lan Qiaoqiao jatuh terbatuk-batuk, gadis itu kemudian meminta maaf padanya dan menyutujui apa yang dibicarakan Lan Lulu asal Jian Chen membiarkan ia dan saudarinya hidup.