Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 210 — Serikat Petualang


"Ini enak, bahkan seorang koki masak pun kalah oleh masakanmu? Apa kau benar seorang pemburu?" Yue Lian tidak berhenti makan sampai habis daging di pegangnya.


"Aku menyukai memasak, sebagai pemburu aku harus bisa memasak agar makanan buruanku tidak terlalu hambar..."


"Kenapa kau tidak jadi koki saja, bukankah penghasilannya lebih besar?"


Jian Chen menggeleng, "Tidak juga, ketika aku menemukan hewan tertentu, penghasilan berburuku bisa lebih besar dari pendapatan jadi koki."


Yue Lian tidak berbicara lebih jauh, ia berterimakasih pada Jian Chen sebelum memilih tidur. Karena kelelahan akibat pertarungan sebelumnya gadis itu lebih cepat terlelap.


Jian Chen menggelengkan kepalanya, ia masih ingat kebiasaan kekasihnya itu setelah makan, Yue Lian akan mengantuk ketika perutnya sudah kenyang.


Jian Chen berusaha menahan emosinya sebaik mungkin ketika berbicara dengan Yue Lian kembali, bahkan kalau jujur ia ingin memeluk gadis itu dan mengatakan kerinduannya.


Setelah kehilangannya yang menyakitkan Jian Chen tidak menyangka bisa diberi kesempatan untuk melihat lagi bahkan sampai berbicara dengannya.


"Bukankah dia adalah orang yang kau cintai, kenapa kau bersikap biasa saja?" Lily bertanya dari dalam, gadis itu tampak keheranan.


Jian Chen menggeleng pelan. "Aku dan dia mempunyai status berbeda sekarang, bohong kalau aku tidak senang bertemu dengannya..."


"Oh, aku mengerti..."


Lily tidak membahasnya lebih jauh, ia menyadari Jian Chen tidak mau membahas itu lebih dalam bahkan Lily merasakan ada kesedihan dari nada bicara Jian Chen.


Sehabis matahari mulai terangkat, Yue Lian bangkit dari tidurnya dengan perasaan segar. Gadis itu sepertinya sudah beristirahat dengan cukup.


"Kau tidak tidur?" Yue Lian menyadari Jian Chen sudah dulu terbangun.


"Aku sudah tidur barusan," Jian Chen mengangguk pelan. "Kemana kau akan pergi?"


"Aku akan ke kota melaporkan tentang markas perampok di tengah hutan itu. Mereka harus diselesaikan oleh pemerintah..."


"Hm, kata pendekar yang membawamu markas perampok itu sudah dihancurkan, semuanya di bunuh oleh pendekar yang menyelamatkanmu..."


"Hah? Apa?" Yue Lian terkejut, ia mulai bertanya-tanya siapa pendekar yang menolongnya. "Kalau begitu aku akan ke kota dan melaporkan berita ini pada serikat petualang. Bagaimana denganmu?"


Jian Chen menggaruk kepalanya, "Aku akan ke kota juga."


"Kalau begitu kau bisa ikut denganku, apa kau bisa beladiri?"


"Sedikit, setidaknya kemampuanku bisa untuk melindungi diriku."


"Aku tidak yakin beladiri para pemburu seperti apa tapi sebaiknya kau tidak terlalu lama disini. Ada banyak orang jahat yang sekarang berkeliaran di hutan, markas perampok yang kubicarakan sebelumnya adalah contohnya."


"Aku mengerti, sebab itu aku harus bergegas ke kota sekarang."


Yue Lian yang ingin berkata sesuatu lagi mengurungkan niatnya, sebaiknya ia tidak banyak berbicara kepada orang asing seperti Jian Chen.


***


Untuk ke kota yang di maksud ternyata Yue Lian dan Jian Chen membutuhkan waktu enam jam hingga mereka sampai.


Kota yang dituju merupakan sebuah kota kecil yang bernama Kota Daguo, keduanya memasuki kota tersebut tanpa ada pemeriksaan lebih lanjut, terlihat keamanan kota ini sangat rendah.


"Kita akan berpisah disini, aku harus pergi ke serikat petualang terlebih dulu."


Jian Chen menggaruk kepalanya. "Sebenarnya aku juga ingin ke sana, ada tangkapan buruanku yang mungkin adalah misi di serikat petualang. Mungkin aku bisa mendapatkan uang..."


Yue Lian hanya ber'oh saja tanpa bertanya lebih lanjut, ia tidak memaksa Jian Chen tidak ikut bersamanya ke sana.


Di kehidupan pertama, Jian Chen dan Yue Lian bertemu di Provinsi Naga Bumi namun karena sekarang delapan bulan lebih cepat dari takdirnya, ia tidak yakin bertemu di tempat yang sama.


Kota Daguo merupakan kota yang subur yang masih terlihat hijau oleh banyaknya pohon dan berbagai tanaman di sepanjang bangunan dan rumah.


Di sekeliling kota tersebut ada tembok yang memisahkan kota dan hutan karena kota Daguo di bangun di tengah-tengah hutan.


Jian Chen menemukan ada yang janggal di kota Daguo yaitu begitu sepinya orang-orang di sana. Di sepanjang perjalanan Jian Chen hanya menemukan sedikit orang saja yang berlalu lalang.


Disisi lain melihat begitu hijaunya kota ini serta lingkungan disekitarnya Jian Chen mendapati satu kesimpulan tentang keberadaannya sekarang yaitu berada di Provinsi Naga Tanah, salah satu provinsi yang terkenal dengan kehijauan tanahnya serta sering di sebut sebagai paru-paru Kekaisaran.


"Akhirnya kita sampai juga..." Yue Lian menyeka dahinya yang tidak berkeringat. Ia kemudian mengajak Jian Chen masuk.


Hal pertama yang Jian Chen temukan ketika di dalam adalah beberapa pandangan orang yang tertuju padanya, atau tepatnya ke arah Yue Lian.


Serikat petualang sendiri tidak berbeda jauh dengan kedai minum, ada beberapa meja di sekitarnya yang diisi oleh pendekar-pendekar yang tengah berkumpul dan mengobrol, kedatangan Yue Lian menghentikan pembicaraan mereka dan langsung menatapnya.


Sepertinya seorang wanita ke serikat petualang tampak asing di pandangan mereka, apalagi gadis itu semanis Yue Lian.


Yue Lian tampak tidak peduli dengan pandangan tersebut, ia berjalan ke meja administrasi dan melaporkan apa yang terjadi padanya sementara Jian Chen mengikuti dari belakangnya. Usai ia bercerita pengurus administrasi itu kemudian memberikan kantong kulit yang lumayan besar berisi koin emas.


"Tapi aku tidak membunuh mereka, ada seseorang yang menghancurkan markas itu.." Yue Lian merasa enggan karena misinya telah di selesaikan sebagian oleh orang lain.


"Tidak masalah, karena kau yang mengambil misi itu maka kau lah yang mendapatkannya."


Yue Lian tampak ragu tetapi pada akhirnya ia mengambil kantong tersebut, ketika kantongnya sedikit dibuka ia bisa melihat cahaya emas bersinar dari sana.


"Apa ini tidak terlalu banyak?" Tanya Yue Lian canggung.


Pengurus administrasi menggeleng pelan. "Para perampok itu sudah banyak melakukan kejahatan pada warga desa beberapa bulan lalu membuat sebagian warga desa menjadi geram sehingga mereka membuat harga yang di tawarkan jadi lebih tinggi."


Pengurus administrasi itu mengatakan bahwa misi membunuh para perampok ini sudah sejak lama ada namun tidak ada pendekar yang berani mengambil misi itu karena resikonya terlalu tinggi.


Yue Lian tampak senang mendengar hal tersebut namun ia juga sedikit ragu karena sebagian uang ini bukan miliknya.


Tanpa Yue Lian sadari, percakapan itu terdengar oleh beberapa pendekar yang sedang minum-minum, mereka tampak tertarik dengan koin emas yang di pegang gadis itu.


Jian Chen melihatnya namun tidak bereaksi apapun, sesudah Yue Lian menyelesaikan urusannya tinggal Jian Chen mengikuti giliran.


"Aku sebenarnya tidak mengambil misi apapun tetapi kuyakin hewan yang kubunuh ini merupakan salah satu misi dari serikat kalian." Jian Chen mengeluarkan sebuah ekor gorila berbulu perak, menandakan ia telah membunuh siluman yang berusia seratus tahun itu.


"Ah, kau bisa membunuhnya..." Pengurus administrasi itu tampak terkejut, termasuk Yue Lian dan para pendekar di sekitar.


'Apa seekor gorila termasuk buruan dari pemburu?' batin Yue Lian karena tidak memahami apa yang biasanya diburu oleh pemburu.


Jian Chen kemudian di beri kantong emas, ternyata ia secara tidak sengaja telah menyelesaikan sebuah misi yang ada di serikat petualang. Meski tidak seberapa dari pandangan Jian Chen namun ia tidak menolak menerimanya.


"Bagaimana kau bisa membunuh gorila itu, setidaknya kau harus berada di Alam Kehidupan jika kau membunuhnya? Apa kau benar seorang pemburu?" Yue Lian bertanya saat keduanya berjalan meninggalkan serikat petualang.


Jian Chen tersenyum canggung, "Aku tidak sengaja membunuhnya saat ia dalam keadaan terluka parah, karena berpikir gorila itu berharga jadi aku membawanya kesini."


Jian Chen sebenarnya sudah membunuh gorila perak itu ketika masih tersesat di hutan, dengan kemampuannya tidak sulit untuk membunuh pemimpin bahkan kelompok mereka.


Yue Lian disisi lain memandang Jian Chen dengan sejuta tanya namun Jian Chen pura-pura tidak melihatnya. Sederhananya ada sesuatu yang menarik perhatian Jian Chen yaitu anggota serikat petualang yang lain tampak tertarik dengan uang yang ia dan Yue Lian bawa.


"Hm, kita lihat saja nanti, apa yang mereka lakukan dengan uang-uangku..."Jian Chen tertawa kecil, ia yakin niat para petualang itu tidak berniat baik padanya.