Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 266 — Pendekar Kekaisaran Qilin


Kekuatan pria berjubah serba hitam itu berada di Alam Langit Tahap 8, di Kekaisaran Naga hanya tiga orang saja yang mencapai kultivasi tersebut dan sepertinya pria itu bukan salah satu dari mereka.


Jian Chen mengetahui bahwa Kekaisaran Qilin memiliki ilmu beladiri yang lebih berkembang daripada Kekaisaran Naga, pendekar Alam Raja bukanlah hal asing di sana.


Meski begitu Alam Langit tahap 8 seharusnya masih merupakan pendekar tingkat tinggi di Kekaisaran Qilin, Jian Chen yakin pria paruh baya di depannya memiliki identitas yang tak biasa.


"Hm, aku tidak tahu cara apa yang kau gunakan sampai bisa melihat persembunyianku tetapi sepertinya kekuatanmu tidak terlalu buruk anak muda?" Pria itu tersenyum penuh makna pada Jian Chen.


"Aku hanya memiliki kemampuan yang cukup..." Jian Chen membalasnya dengan senyuman tipis. "Selain itu, apa tujuanmu kesini, kau sepertinya mata-mata dari Kekaisaran Qilin bukan?"


"Hm, apakah itu penting saat kau akan mati disini?"


"Setidaknya aku mati dalam pemahaman bukan menjadi hantu yang penasaran." Jian Chen mengangkat bahunya.


Berbeda dengan Jian Chen yang masih terlihat tenang, Miou Lin dan satu penjaga di dekatnya masih ketakutan melihat pria tua tersebut, mereka bahkan harus berhati-hati dalam mengambil nafas.


Ketakutan keduanya cukup diwajari karena pria tua itu memancarkan aura pembunuhnya yang pekat.


Dilihat dari ia menggerakkan pisau serta aura pembunuh yang milikinya Jian Chen menduga bahwa pria di depannya adalah seseorang yang berprofesi sebagai ahli pembunuh.


"Kau menebaknya dengan akurat, seperti yang kau bilang aku berasal dari Kekaisaran Qilin dan memata-matai pemerintah kalian, sejujurnya aku cukup terkejut ada asosiasi sehebat kalian yang dapat menyediakan pil berkhasiat tinggi disini..."


Resep pil yang dibuat Jian Chen pada asosiasi memang sangat berharga, di Kekaisaran Qilin pun tidak ada resep pil dengan kinerja setinggi itu.


"Aku akan memberikan kalian penawaran terutama untukmu nona, kau sepertinya mempunyai jabatan tinggi di asosiasi ini?" Pria itu beralih menatap Miou Lin. "Berikan semua resep pil yang ada pada asosiasi kalian lalu berikan padaku sekarang, maka akan kulepaskan kalian disini..."


Pria itu tidak segan-segan melepaskan aura pembunuhnya untuk Miou Lin seorang, namun sebelum aura itu sampai targetnya Jian Chen melepaskan sedikit aura kematiannya yang berhasil mendorong aura pembunuh tersebut.


Dahi pria itu berkerut ketika aura pembunuhnya tidak berhasil menyerang mental lawannya tetapi disisi yang sama ia juga menyaksikan Jian Chen melepaskan sesuatu yang tak kasat mata.


Pria itu melihat samar-samar ada aura kehitaman dari sekujur tubuh Jian Chen, seperti aura pembunuh namun terlihat lebih kelam dan gelap.


Meski sedikit terkejut pria tua itu tidak sama sekali ketakutan, sekali lagi ia tertawa bahkan sampai bertepuk tangan. "Kau lebih dari yang kuduga anak muda, kekuatanmu ternyata lebih kuat dari yang aku perkirakan. Sepertinya rumor itu memang benar bahwa asosiasi kalian memiliki kekuatan tersembunyi..."


Pria itu cukup percaya diri dengan aura pembunuh yang berhasil ia kumpulkan selama ini, banyak lawannya akan menyerah dengan pengendalian aura tersebut atau setidaknya menggoyahkan mental lawannya.


Baru pertama kali ini ada yang berhasil mematahkan aura pembunuh seperti yang Jian Chen lakukan.


Jian Chen memberi isyarat agar Miou Lin dan penjaga itu mengambil jarak sejauh mungkin, ia mungkin bisa melawan pria tersebut namun akan merepotkan jika harus melawan dan melindungi secara bersamaan.


"Nona, sekali lagi aku menawarkan padamu sebelum ini berakhir pada sesuatu yang tidak bisa kau harapkan, berikan semua resep pil yang kalian buat maka aku akan membiarkan kalian hidup?"


Jika pria itu mendapatkan resep pilnya maka ia tidak harus memata-matai Kaisar Naga lagi, resep pil Asosiasi sudah cukup membuat Kekaisaran Qilin jadi lebih berkembang pesat.


"Kau bilang akan membiarkan kami hidup tetapi kenapa aku merasa kau akan tetap membunuhku meski menuruti kemauanmu?" Jian Chen tersenyum penuh arti.


"Kau benar..." Pria itu tidak menyangkal dan malah tersenyum lebar. "Sampai sekarang ini aku tidak pernah membiarkan korbanku lolos, itu akan memperburuk identitasku sebagai pembunuh nomor dua di Kekaisaran Qilin."


Pria tua itu menghela nafas, "Sepertinya percuma bernegosiasi dengan kalian, kalau begitu lebih baik kita berbicara dengan tindakan dan kekuatan..."


Pria itu tiba-tiba bergerak ka arah Jian dengan dua pisau pusaka di tangannya, sambil tersenyum lebar dia berkata. "Aku ingin lihat, seberapa hebat kekuatanmu anak muda?"


"Cukup kuat untuk bisa membunuhmu..." Jian Chen kemudian mengalirkan tenaga dalam pada kedua tangannya lalu merubahnya menjadi sebuah energi.


Tak lama kemudian, tangan Jian Chen bercahaya kebiruan, dari sinar biru itu muncul serbuk es yang perlahan berkumpul dan memadat di telapak tangannya sebelum berubah menjadi pedang es.


Dengan pedang es tersebut Jian Chen melawan pria itu, ia bergerak dan menangkis serangan lawannya.


"Tidak buruk lalu bagaimana dengan ini..." Pria itu tidak menyerang Jian Chen dengan seluruh kemampuannya sehingga di awal pertukaran jurus dia hanya menggunakan lima puluh persen kekuatannya.


"Menarik, cukup menarik, kau bukan hanya terlihat muda tetapi kekuatanmu juga sangat tinggi. Sayangnya dengan kekuatan ini kau belum cukup untuk melawanku..."


Pria itu kini menggunakan tujuh puluh persen kekuatannya, setiap serangan pisaunya dialiri tenaga dalam yang besar.


Jian Chen menangkis sebagian serangan tersebut dan sebagian lainnya ia menghindar, serangan yang lolos membuat ruangan asosiasi mengalami kerusakan bahkan sampai rusak ke bagian luar.


Keterkejutan terlihat dari wajah pria itu saat menyadari Jian Chen mempunyai kekuatan di ranah Alam Langit. Ia belum pernah melihat seseorang yang begitu muda ada di ranah tersebut.


Miou Lin juga bereaksi sama, meski sudah mendengar kekuatan Jian Chen sangat tinggi namun melihat secara langsung tetap berkesan olehnya.


"Kau sepertinya monster tua yang menyembunyikan kekuatannya, kalau begitu kita akhiri saja disini..."


Pria itu kini menggunakan seluruh kekuatannya yang berada di ranah Alam Langit tahap 8.


Jian Chen merasakan peningkatan kekuatan pria bertambah, setiap ayunan senjatanya mengeluarkan pisau udara yang tajam.


Jian Chen berhasil mengimbanginya tetapi suara keras dan kerusakan yang ditimbulkan pria itu sudah tak terbendung lagi.


Ruangan asosiasi hancur separuhnya, para warga kota segera menyadari ada pertarungan di ruangan tersebut dan menarik perhatian sebagian yang lain.


Nafas pria itu tertahan saat Jian Chen masih bisa mengimbanginya meski telah mengeluarkan segenap kekuatannya, ia belum pernah diposisi demikian kecuali saat melawan sepuluh jagoan di Kekaisaran Qilin.


Merasa bakal jadi pertarungan yang lama jika terus melawan Jian Chen, di tambah para warga mulai berdatangan pria itu tidak punya pilihan lain selain mundur.


"Kau beruntung hari ini bisa selamat, pertemuan selanjutnya aku akan menyiksamu sampai berharap kau mati..." Pria itu mendengus kesal lalu terbang menjauh.


Meski berkata penuh percaya diri pria itu yakin Jian Chen adalah lawan yang sangat merepotkan, andai pertarungan terus berlanjut maka tangan atau kakinya boleh jadi akan hilang walau berhasil menang.


Pria itu terus terbang dengan kecepatan tinggi saat tiba-tiba ada suara yang memanggilnya dari samping.


"Kenapa kau kabur, kenapa harus menunggu pertemuan selanjutnya jika bisa dilakukan sekarang?" Jian Chen tersenyum lebar sambil terus terbang di sampingnya.


Pria itu menjerit tertahan, ia sama sekali tidak menyadari Jian Chen saat tiba-tiba pemuda itu bersuara didekatnya.


Jian Chen kemudian berhasil menyusulnya dan menghadang pria itu dari depan.


"Kau pikir bisa pergi dan datang sesukamu di kekaisaran lain. Kau harus melewatiku jika mau pergi dari sini..." Jian Chen tertawa kecil.


Jian Chen harus memastikan bahwa tidak ada pendekar Kekaisaran Qilin yang lain selain pria itu berada di ibukota, melihatnya bergerak sendiri Jian Chen tidak perlu lagi menahan kekuatannya.


Pria itu menahan nafasnya, ia masih tidak menduga Jian Chen merupakan pendekar tingkat tinggi apalagi melihat paras laki-laki itu yang terlihat begitu muda.


"Untuk sekarang aku tidak punya waktu meladenimu, ada hal yang harus aku urus..." Pria itu langsung terbang ke arah lain namun baru bergerak beberapa detik saja Jian Chen sudah terlebih dulu berdiri dan menghadang jalannya kembali.


"Kenapa harus terburu-buru, bukankah kau sudah lama disini, anggap saja Kekaisaran ini adalah rumahmu..."


"Kau ingin membawa ini ke pertarungan hidup dan mati?" Pria itu berkata dingin.


"Sejujurnya, ya, aku ingin bertarung serius denganmu disini dan tentu, sampai mati!"


Pria itu mengigit bibirnya, ia tidak takut pada Jian Chen hanya saja sedang menghindari pertarungan berat yang membuatnya bisa cedera serius.


Pria itu mengeluarkan dua pusaka pisaunya sementara Jian Chen juga melakukan hal yang sama, dia menciptakan pedang es yang kuat dan tajam.


Melihat pertarungan pasti akan terjadi, pria itu berinisiatif menyerang Jian Chen terlebih dulu, ia harus menggunakan semua teknik pembunuhnya agar bisa membunuh Jian Chen secepatnya.