
Jian Chen sebenarnya tidak punya urusan untuk memasuki ruangan pribadi milik Ketua klan Niu tetapi setelah mendengar kabar Niu Yuan tak sadarkan diri membuat ia reflek mengikuti Miou Lin.
Jian Chen akhirnya sampai diruangan itu dan mendapati ada dua orang disana, salah satunya adalah Meily yang tengah menangis didekat tempat tidur sedangkan disisi lainnya seorang pria berusia 30-an yang terisak sambil memegang tangan Niu Yuan.
Jian Chen menebak pria itu adalah ayah dari Meily sekaligus Pemimpin klan Niu saat ini yaitu Niu Zen.
Pandangan Jian Chen jatuh pada Niu Yuan yang sedang berbaring di tempat tidurnya, Niu Yuan memiliki wajah yang cantik seperti puterinya Meily walau saat ini wajahnya terlihat pucat, nafasnya terdengar lemah dan keringat dingin mengucur di tubuhnya.
Miou Lin segera memeriksa kondisi Niu Yuan dan begitu terkejutnya saat mengetahui tubuh Niu Yuan sangat panas serta kondisinya jadi kritis.
Niu Yuan memang mengalami demam tak wajar sejak 2 tahun yang lalu, demam ini bukanlah demam biasa yang pada umumnya dialami manusia. Ada berbagai keanehan tapi yang pasti Niu Yuan selalu batuk darah disetiap harinya.
“Kak Miou… Meily punya anggrek emas tolong sembuhkan ibuku…” Meily menyeka air matanya dan berusaha memberikan anggrek emas yang dipetik sebelumnya.
Miou Lin tersenyum tipis, Meily jelas menganggap bahwa ibunya hanya terkena demam biasa namun Miou Lin tak berbicara banyak dan tetap menerimanya.
Setelah setengah jam berlalu, Niu Yuan kembali membuka matanya dengan lemah, bertepatan dengan itu Miou Lin sudah menyelesaikan racikan obatnya dan segera memberikan pada Niu Yuan.
Racikan obat yang diminum tidak banyak membantu kondisi Niu Yuan yang menandakan bahwa penyakitnya memang sudah sangat parah. Hal ini membuat Meily dan ayahnya menangis.
“Suamiku, maap membuatmu repot selama dua tahun terakhir ini, kau pasti lelah harus menjagaku dan klan secara bergantian. Setelah ini kamu tidak perlu khawatir… Tolong jaga Meily anak kita…” Niu Yuan berusaha tersenyum, ia paling mengerti kondisi tubuhnya saat ini.
“Yuan’er, kau jangan berkata seperti itu. Kita pasti bisa melewatinya, kau akan sembuh, bertahanlah…”
Niu Yuan mengelus air mata suaminya sebelum beralih menatap Meily. “Sayang, kau benar-benar sudah besar sekarang, sudah menjadi puteri cantik kami tapi ibu minta maap, ibu tak bisa melihat kau tumbuh lebih dari ini…”
“Ibu… Jangan berkata demikian, ibu pasti akan sembuh…” Meily memegang tangan ibunya erat.
Miou Lin dan Ye Ziyun tak kuat menahan air matanya mendengar percakapan mereka, Miou Lin juga menyadari bahwa memang kondisi Niu Yuan sudah tak tertolong.
‘Sepertinya memang sudah sampai disini…” Miou Lin menutup matanya, setelah dua tahun merawat Niu Yuan bisa dibilang hubungan mereka jadi dekat.
Saat itulah ketika tidak ada harapan lagi, Jian Chen yang masih dalam keadaan tenang tiba-tiba membuka suaranya. “Ehm… maap, sepertinya aku bisa menyembuhkan penyakit itu.”
Semua orang yang ada di ruangan itu menoleh pada Jian Chen, Miou Lin sedikit tidak mengerti apa yang dimaksud. “Tuan Muda Jian, apakah yang anda maksud menyembuhkan penyakit Nyonya Yuan?”
Jian Chen mengangguk. “Mungkin aku bisa menyembuhkannya.”
Niu Zen berdiri dari duduknya lalu menatap Miou Lin untuk menjelaskan siapa anak muda ini, Miou Lin tak bisa bercerita lebih jauh jadi dia menjelaskan bahwa Jian Chen adalah rekan bisnisnya.
Pandangan Niu Zen kembali pada Jian Chen, “Anak muda, apakah kau sungguh bisa menyembuhkan istriku?”
“Aku sepertinya tahu penyakit Nyonya Yuan, aku mengenalnya jadi mungkin aku bisa menyembuhkannya.”
“Kalau begitu apa nama penyakitnya, biar kami tahu cara mengobatinya.”
“Dibanding nama penyakit lebih tepatnya penjelasan dan itu akan membutuhkan waktu…” Jian Chen berjalan mendekati Miou Lin sambil berbisik sesuatu padanya.
Miou Lin mengangguk cepat dan segera mengikuti perintah Jian Chen meski dirinya sendiri tidak mengerti apa yang akan direncanakan Jian Chen selanjutnya.
Niu Zen sebenarnya ingin menolak karena tidak tahu asal-usul anak muda didepannya tetapi saat melihat kepercayaan diri anak muda itu membuat ia menurutinya.
Lagi pula saat ini istrinya sedang butuh pertolongan jadi bentuk apapun itu untuk menyembuhkannya maka akan ia turuti.
“Sudah kuduga, ini memang bukan demam…” Jian Chen bergumam pelan setelah memeriksa denyut nadi Niu Yuan. Tangan Jian Chen kemudian beralih kearah perut Niu Yuan lalu menaruh telapak tangannya diatas perut ibu muda itu.
“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Niu Zen.
“Aku akan menyembuhkannya, aku harus mengeluarkan racun itu ditubuhnya...”
“Racun?”
Jian Chen mengangguk sebelum memejamkan matanya dan mulai berkonsentrasi. Jian Chen kemudian mengalirkan tenaga dalamnya keseluruh tubuh Niu Yuan.
Niu Yuan secara perlahan merasakan kehangatan ketika Jian Chen menyentuhnya.
Kehangatan itu tak bertahan lama karena tiba-tiba Niu Yuan merasakan ada dorongan yang ingin keluar dari mulutnya, dia buru-buru bangkit dari tidurnya dan memuntahkan cairan hitam.
Tubuh Niu Yuan terasa panas namun disisi yang sama wajahnya tak pucat lagi seperti sebelumnya, Niu Yuan terlihat agak mendingan.
Sesuai arahan Jian Chen, Miou Lin kemudian memberikan obat yang sama pada Niu Yuan karena obat sebelumnya sudah termuntahkan saat keluarnya racun tadi. Kini Miou Lin mengerti alasan ia harus meracik kembali obat itu lagi.
Niu Zen tak bisa menahan kegembiraannya setelah melihat istrinya telah sembuh kembali, ia ingin mengucapkan terimakasihnya saat tiba-tiba Jian Chen yang berdiri kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh.
“Saudara Jian!”
“Saudara Jian!”
Meily dan Ziyun berkata bersamaan dan langsung menahan tubuh Jian Chen yang hampir ambruk ke lantai. Keduanya masing-masing memegang tangan Jian Chen.
“Anda tidak apa-apa?” Meily berkata cemas. Jian Chen adalah penolong ibunya ia tak bisa membiarkan Jian Chen kenapa-napa.
“Jangan khawatir, aku hanya terlalu banyak menggunakan tenaga dalam. Tubuhku hanya terasa lemas.” Jian Chen meminta diduduki disalah satu kursi yang ada.
Dengan pemahamannya yang tinggi menggunakan ilmu tenaga dalam membuat Jian Chen bisa mengeluarkan racun yang ada disetiap pembuluh darah Niu Yuan. Akibatnya tenaga dalam Jian Chen terkuras banyak setelah melakukan itu.
Alasan Miou Yue dan tabib lainnya tak bisa menyembuhkan Niu Yuan karena mereka tidak menyadari ada racun di tubuh pasiennya.
Tapi bukan karena kemampuan tabib itu yang kurang melainkan karena racun yang ada ditubuh Niu Yuan bukanlah racun biasa. Racun itu tersemat samar disekujur pembuluh darah Niu Yuan.
Jian Chen menjelaskan itu semua pada Miou Lin saat dia bertanya padanya.
“Jadi selama ini, demam yang diderita Nyonya Yuan bukan penyakit tetapi karena ada racun?” tanya Miou Lin.
Jian Chen mengangguk, sepengetahuannya hanya ada satu racun yang sulit dideteksi bahkan oleh ahli racun sekalipun, yaitu racun Mawar Bulan Hitam. Racun ini tidak akan membunuh langsung setelah diminum melainkan membutuhkan waktu lama hingga akhirnya ia bisa bekerja didalam tubuh seseorang.
Melihat ibu Meily diracun seperti ini membuat Jian Chen mengerti keadaannya kenapa Niu Meily bisa tewas diusia muda dikehidupan Jian Chen sebelumnya.