Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 137 — Menyaksikan Semuanya


Jian Chen bertarung melawan seluruh anggota organisasi itu tanpa gentar, pukulan atau tendangannya begitu cepat dan kuat, membuat semua anggota organisasi Itu kewalahan menyambutnya.


Usai sekelilingnya telah kembali terang, sekiranya Jian Chen sudah menghabisi beberapa dari mereka.


Dia mengambil salah satu golok yang di pegang lawannya lalu kemudian menggunakannya sebagai senjata. Serangan Jian Chen kini berubah menjadi mematikan.


Xin Guicun langsung ikut terlibat dalam serangan tersebut, ia mulai mengakui Jian Chen mempunyai kekuatan yang tinggi untuk mendukung ucapannya.


"Siapa sebenarnya dirimu, aku tidak pernah mendengar pengawal keluarga Mu ada yang kuat seperti kau?!" Xin Guicun bertanya.


"Hm, Apa itu penting? Tidak mengubah kalau sekarang kalian sudah bertarung denganku." Jian Chen tersenyum sinis.


Xin Guicun sebenarnya sedikit menyesal berurusan dengan Jian Chen, ia tak mempermasalahkan keselamatan dirinya tetapi sangat terpukul ketika satu persatu anggotanya terbunuh.


Xin Guicun kini bekerja sama dengan lima Tetuanya yang berada di Alam Kehidupan lalu menyuruh semua bawahannya untuk mundur dan menjauhi pertarungan.


Jika mereka yang berada di ramah Alam Jiwa terus menyerang Jian Chen, alih-alih membantu justru akan membuat mereka terluka atau yang paling parah bisa terbunuh.


Jian Chen menyadari siasat Xin Guicun itu dan ia tak membiarkannya terjadi. Jian Chen mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar lalu melakukan ayunan golok yang kuat.


Ayunan tersebut menimbulkan gelombang pedang yang dahsyat, memukul mundur Guicun dan lima Tetuanya hingga beberapa langkah.


Guicun dan kelimanya sama-sama merasakan sakit pada kedua tangannya akibat menahan gelombang pedang Jian Chen. Mereka tidak menduga Jian Chen akan menghabiskan tenaga dalam sebanyak itu dalam satu serangan.


Saat keenamnya berusaha menghentikan getaran tangannya yang memegang senjata, Jian Chen tidak memberikan serangan susulan pada mereka melainkan bergerak pada anggota-anggota lain yang tadi sempat mundur darinya.


Jian Chen berniat tidak membiarkan salah satu dari mereka yang tersisa, meski dirinya tidak pernah mempunyai urusan dengan kelompok organisasi itu, baik di kehidupan pertama atau sekarang tetapi setelah mendengar mereka berasal dari kelompok pembunuh, Jian Chen memutuskan memberantasnya.


Dimanapun dan kapanpun, organisasi pembunuh tetaplah orang jahat yang telah banyak menghabisi nyawa orang tak bersalah.


Alasan yang sama sudah cukup membuat Jian Chen bertekad menghancurkannya.


Dalam waktu relatif singkat Jian Chen sudah berada diantara tengah-tengah mereka, Jian Chen tersenyum dingin yang membuat puluhan anggota organisasi itu menjadi ketakutan.


Jian Chen tak membuang waktu, ia membelah dirinya menjadi lima lalu bergerak cepat menghabisi anggota organisasi yang tersisa. Dalam beberapa kedipan mata saja Jian Chen berhasil menghabisi lima belas orang lainnya lagi.


"Berhenti! Jangan membunuh semuanya!" Xin Guicun histeris melihat satu persatu bawahannya terbunuh di tangan Jian Chen.


Xin Guicun bersama lima Tetuanya buru-buru mengejar Jian Chen apalagi Ketua Organisasi itu melihat Jian Chen mendekati adiknya kembali.


Xin Guicun berhasil tepat waktu hanya saja saat sampai Jian Chen sudah menghabisi orang-orangnya dan hanya menyisakan 7 orang saja termasuk adiknya.


Amarah Xin Guicun memuncak. "Akan kubunuh kau menjadi beberapa bagian!"


Xin Guicun kembali menyerang dengan begitu buas, hatinya sudah tersayat-sayat ketika melihat puluhan anggotanya yang susah payah ia bentuk terbunuh begitu saja.


Jian Chen tersenyum tipis lalu menyambut serangan Guicun beserta lima Tetua lainnya, pertarungan sengit kembali terjadi dengan Jian Chen diposisi bertahan.


Keenamnya bertukar puluhan jurus, mengeluarkan teknik terbaik mereka dan juga senjata rahasia namun setelah beberapa kali serangan Jian Chen masih tenang menerima serangan keenamnya tanpa luka lecet sedikitpun.


Yang awalnya mereka bernafsu ingin membunuh Jian Chen tetapi lama-lama Guicun baru memahami situasinya. Kemampuan Jian Chen memang berada di luar jangkauan mereka.


Serangan keenamnya tidak lagi sekuat dan sekompak sebelumnya hal ini menjadi peluang bagi Jian Chen menyerang balik.


Golok Jian Chen tiba-tiba menyala keemasan, ia mengayunkan tangannya dengan cepat lalu memotong senjata lawannya dalam sekali tebasan.


Jian Chen kembali mengayunkannya goloknya sebelum keenamnya bereaksi, tetapi kali ini senjatanya terarah pada leher lawannya. Tiga dari enam lawannya langsung terbunuh seketika.


Wajah Guicun memucat, sebelum serangan itu dilakukan ia sudah melompat lebih dahulu. Keringat dingin mulai membanjiri tubuhnya, kedua Tetua yang lain tidak berbeda jauh dengan reaksi Guicun yang ketakutan.


Xin Yan tak lama datang dan menghampiri Guicun. "Kakak, dia terlalu berbahaya, sebaiknya kita melarikan diri sebelum terlambat."


Jian Chen tidak membiarkan bisikan Xin Yan yang terdengar di telinganya menjadi terwujud, ia bergerak cepat menggunakan elemen cahaya lalu muncul di dua Tetua tersisa, dalam satu gerakan keduanya langsung terhabisi.


Xin Yan dan Guicun serta beberapa orang bawahannya yang tersisa meneguk ludah lalu tiba-tiba Guicun berteriak dengan lantang. "Semuanya, lari!"


Xin Guicun terlebih dahulu mendorong adiknya sebelum melompat dan melarikan diri. Beberapa bawahannya yang tersisa mengikutinya serupa.


"Kakak!" Xin Yan tidak menduga dirinya akan dijadikan tumbal untuk pelarian kakaknya, sebelum ia mengatakan sesuatu lagi Jian Chen sudah ada di dekatnya sambil mengayunkan goloknya.


Dalam sekali tebasan Xin Yan langsung terbunuh, Jian Chen tidak berhenti di sana dan langsung berlari mengejar Guicun.


Dalam beberapa tarikan nafas Jian Chen sudah menyusulnya.


"Apa? Bagaimana bi-..."


Guicun belum selesai menyelesaikan ucapannya saat tiba-tiba Jian Chen lebih dulu memotong lehernya, membuat Guicun terbunuh seketika dengan mata terbuka, pria botak itu tidak menyangka akan mati di misi ini.


Kini yang lari bersama Guicun sudah jatuh terduduk dengan wajah pucat serta putus asa, mereka mulai memohon ampunan pada Jian Chen tetapi sayangnya pemuda tersebut tidak peduli dengan ocehan mereka sehingga langsung menghabisinya.


Jian Chen menghembuskan nafas lega setelah semuanya sudah berakhir, ia hendak melakukan sesuatu tetapi Lily sudah berteriak dulu memerintahkan Jian Chen menyerap kultivasi orang-orang yang dibunuhnya.


Jian Chen menggaruk kepala, ia menghela nafas sebelum menuruti kemauan Tuan Puteri itu.


Lily meminta hanya di Alam kehidupan dan Alam Bumi saja yang diserap, meski tidak terlalu mengerti keinginannya Jian Chen tetap melakukannya.


Kultivasi Lily kemudian melonjak dengan signifikan setelah menyerap kultivasi Guicun yang berada di Alam Bumi. Gadis itu telah menyamai kultivasinya sekarang yaitu di ranah Alam Bumi tahap 3.


Jian Chen terkejut menyadarinya sedangkan Lily tertawa puas saat kekuatannya dengan Jian Chen hampir tersusul. Gadis itu melompat lompat saking bahagianya.


"Ehm, maksudku, tidak buruk juga..."


Lily menyadari tingkahnya yang kekanak-kanakan jadi buru-buru menganulir sikapnya dengan melipat tangan di dada dan berekspresi merendahkan.


"Bukankah seharusnya kau mengatakan sesuatu yang seharusnya?" Jian Chen menaikkan alisnya.


Lily berdecak kesal. "Iya, iya, terimakasih." Katanya dengan nada tepaksa lalu menjulurkan lidahnya pada Jian Chen.


Jian Chen menggelengkan kepala, ia ingin mengatakan sesuatu lagi pada Lily tetapi sesaat dirinya menyadari ada seseorang yang menontonnya sejak tadi.


Jian Chen menoleh lalu menemukan rombongan Mu Yuan tengah melihatnya dari jauh.