Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 234 — Kota Anshan


"Saudara Jian, ini adalah kota Anshan, kota terbesar ketiga di Provinsi Naga Api..." Ziyun memperkenalkan kota besar yang ada di depannya.


Jian Chen tersenyum canggung, ia pura-pura mengangguk meski sebenarnya sudah mengetahuinya di kehidupan pertama.


Kota Anshan merupakan kota yang menyamai ibukota Qianshan di provinsi Naga Petir, baik dalam bidang penduduk ataupun luasnya.


Yang berbeda adalah kota Anshan lebih maju, ekonomi serta fasilitas kotanya lebih baik di banding Kota Qianshan


Setelah ketiganya meninggalkan desa, rombongan Jian Chen kemudian melanjutkan perjalanan kembali selama tiga hari hingga akhirnya ia tiba di Kota Anshan di depannya.


Jian Chen memang mengetahui kota tersebut tetapi ia belum pernah kesini, namun ada satu hal yang terlewat ketika nama kota itu disebutkan kembali hanya saja Jian Chen lupa mengingatnya.


'Kota Anshan... Kota ini akan terkenal di masa depan tetapi apa yang membuatnya terkenal?' Jian Chen menggaruk kepalanya namun masih tidak berhasil mengingat hal tersebut.


Jian Chen kemudian memberikan tanda pengenalnya pada petugas yang berjaga sebagai tanda bahwa ia bagian dari Asosiasi klan Miou, Ziyun dan Meily juga bertindak serupa, memperlihatkan tanda pengenalnya sebagi seorang murid akademi.


Mengingat hari sudah hampir gelap ketika mereka sampai di kota, Jian Chen berencana mencari tempat penginapan terlebih dulu.


Di perjalanannya, Jian Chen mendapati kota itu dipenuhi banyak pengunjung dari luar kota.


Sebenarnya hal itu adalah sesuatu yang wajar mengingat Kota Anshan merupakan kota besar namun berbeda kasusnya jika semua dari mereka rata-rata adalah pendekar.


Bukan hanya pendekar di ranah Alam Bumi kebawah saja tetapi Alam Hampa serta Alam Langit juga berkumpul disini.


"Cakar Besi, Golok Setan, Kalajengking Hitam, apa yang mereka lakukan disini!?" Dahi Jian Chen semakin berkerut ketika mengenal beberapa pendekar itu.


Pendekar yang disebutkan Jian Chen sebelumnya merupakan para kriminal yang menjadi buronan Kekaisaran sejak lama, kedatangan mereka bertiga sekaligus menandakan ada sesuatu yang janggal.


Ketika Jian Chen menoleh ke arah yang lain keterkejutannya semakin meningkat, para kriminal yang dikenalnya semakin banyak.


Di dunia para kriminal, ada sejenis tingkatan yang di tulis hukum sebagai tanda kejahatan mereka yang berbeda-beda, dimulai dari tingkatan D, C, B, A, dan terakhir kriminal Kekaisaran yang disebut kriminal tingkatan S.


Tingkatan D biasanya disematkan kepada para penjahat seperti para pencuri atau kejahatan ringan yang umum dilakukan, sementara tingkatan S adalah para kriminal tingkat tinggi yang telah mengambil banyak nyawa serta membahayakan pemerintahan.


Contoh kriminal di tingkatan S adalah Organisasi 12 Shio Pemburu, kejahatan yang mereka lakukan tidak bisa terbantah lagi, tidak hanya sekedar membunuh, mereka juga perlahan menghancurkan pondasi pemerintahan Kekaisaran secara keseluruhan.


Disisi lain bukan hanya para kriminal tingkat tinggi yang bermunculan di kota Anshan, ada juga pendekar-pendekar Alam Langit yang diketahui Jian Chen sebagai pendekar baik.


Meski begitu berkumpulnya para pendekar kuat ke suatu kota jelas sangat janggal, Jian Chen yakin ada sesuatu yang terjadi di Kota Anshan yang membuat mereka datang kesini.


"Saudara Jian, apakah ada sesuatu?" Meily melihat Jian Chen terus melihat sekitarnya.


"Tidak ada, aku hanya melihat-lihat kota ini..." Jian Chen tersenyum tipis sambil mengelus pucuk kepala Meily.


Jian Chen lebih baik tidak menceritakan semua yang diketahuinya pada Ziyun atau Meily karena keduanya akan merasakan kekhawatiran yang tidak perlu.


"Aku akan pergi melihat lihat keadaan kota, kalian jangan pergi kemana-mana sebelum aku kembali. Jika membutuhkan sesuatu panggil para pelayan, aku sudah menyewa beberapa dari mereka agar hanya melayani kalian berdua saja..." Jian Chen tersenyum lembut ke arah Meily dan Ziyun.


"Aku mengerti Saudara Jian, aku tidak akan kemana-mana." Meily sedikit tersipu karena Jian Chen perhatian padanya.


"Aku akan menunggumu kembali, berhati-hatilah..." Ziyun tersenyum sebelum mengangguk pelan.


Setelah memesan tiga kamar masing-masing, Jian Chen keluar dari penginapan sementara Ziyun dan Meily beristirahat, mereka sudah kelelahan karena telah melakukan perjalanan panjang.


Disisi yang lain, ada hal yang membuat Jian Chen harus mencari tahu tentang kota Anshan dan ia yakin saat mengetahuinya infomasi itu sangat penting dan tidak boleh dilewatkan.


Satu-satunya cara untuk mencari informasi tersebut adalah mendatangi sebuah tempat umum seperti restoran, sebab itu Jian Chen sekarang berjalan ke arah restoran besar yang terkenal di kota ini.


Restoran yang Jian Chen datangi bernama restoran Walet Putih.


"Hm? Lebih banyak dari yang kuduga?"


Ketika masuk, Jian Chen mendapati sudah banyak pengunjung di sana, ia kemudian duduk di salah satu meja yang kebetulan ada yang kosong.


"Tuan muda, apakah anda ingin memesan sesuatu?" Salah satu pelayan menghampiri Jian Chen sambil tersenyum hangat.


Jian Chen mengangguk dan memesan makanan serta minuman saja, sebelum pelayan berbalik Jian Chen tiba-tiba memberikan kantong uang padanya.


"Ini ada hadiah kecil untukmu, kau bisa memilikinya selama menjawab perkataanku?" Jian Chen tersenyum penuh makna.


Mata pelayan itu membulat, ia mengintip isi kantong itu sebelum tersenyum antusias. "Tuan muda, jika anda sedang mencari informasi maka anda telah meminta pada orang yang tepat!"


Jian Chen mengangguk, ia kemudian bertanya alasan kenapa banyak pendekar berdatangan ke kota Anshan.


"Aku tidak terlalu jelas mendengarnya namun kudengar dari para pendekar yang mengobrol, mereka mengatakan sedang mencari sebuah kitab di kota ini. Semua yang datang kesini juga sering berkata demikian."


Jian Chen mengerutkan dahi, ia sama sekali tidak mengetahui ada sebuah kitab di Kota Anshan tetapi sesaat ia jadi teringat mengenai kota itu di masa depan.


"Aku ingat sekarang, saat aku keluar dari pelatihan dengan guru, kota ini sudah hancur akibat adanya serangan besar. Mungkinkah..."


Jian Chen menahan nafasnya sesaat sebelum digantikan dengan gelengan pelan, ia tidak terlalu yakin dengan pemikirannya.


Jian Chen kemudian bertanya lagi pada pelayan itu, sebagian besar ia dapat menjawabnya sementara sebagian yang lain belum pasti kebenarannya. Jian Chen kemudian membolehkan pelayan itu pergi, sepertinya ia harus mencari lebih jauh tentang kitab yang di maksud.


Pesanan makanan Jian Chen tak lama kemudian datang, saat ia mulai mengangkat sumpitnya tiba-tiba dari arah pintu restoran ada sekelompok orang berwajah kasar.


Gerakan sumpit Jian Chen terhenti ketika ia mengenal salah satu dari kelompok itu, tepatnya dia adalah pemimpin yang ada di kelompoknya.


"Kriminal tingkat S, pendekar yang dikenal dengan permainan pedangnya. Wu Yi Sang Pendekar Kematian..." Jian Chen mengenal orang tersebut.