
Lily pernah membaca sebuah buku kuno di dunianya sebelum ia di segel dalam tubuh Jian Chen, salah satu buku itu menjelaskan bahwa ada elemen yang paling kuat dan sebab asal muasal dari semua elemen.
Sayangnya elemen itu bisa dikatakan hanya catatan kosong belaka, tertulis dalam satu halaman di buku yang sudah tua dan hanya menjelaskan bahwa elemen waktu sejatinya pernah ada.
Dalam catatan itu menjelaskan bahwa elemen waktu pernah dimiliki oleh seseorang, dia yang memilikinya mempunyai potensi tak tertandingi yang bisa menaklukan starfeild dunia.
Elemen waktu telah hilang dari catatan sejarah atau ingatan manusia karena itu sudah sangat lama.
Seperti yang dikatakan Lily, dari catatan itu elemen waktu terakhir terdengar saat seratus ribu tahun lalu. Jika bukan karena Lily tidak sengaja membaca buku itu mungkin ia juga tidak akan mengetahuinya sekarang.
Pandangan Lily jatuh pada kristal hijau yang melayang di alam dantian Jian Chen, kristal itu kini bersinar kehijauan.
Lily dapat memahami semuanya dan ia cukup yakin kristal itu adalah sebab Jian Chen mempunyai elemen waktu, Kristal Penembus Waktu jelas adalah pusaka kuno yang sebenarnya.
Di sisi yang sama Lily akhirnya mendapatkan jawaban, tidak mengherankan ia bisa tersegel di kristal itu.
Lily kemudian melihat Liu Zhi dan dua pendekar Alam Langit nya yang masih berusaha melukai Jian Chen dari jarak jauh.
"Jangankan melukai, membunuh saja mereka tidak akan bisa..." Lily menggelengkan kepalanya.
Tubuh Jian Chen tidak akan merasakan sakit karena luka yang di torehkan mereka, Jian Chen bisa mengambil tubuhnya di masa lalu atau masa depan yang baru sebelum menariknya ke masa kini.
"Apa-apaan, semua serangan kita tidak yang melukainya!"
Liu Zhi dan kedua pendekar bersamanya sudah melepaskan tebasan pedang ke arah Jian Chen beberapa kali dan tebasan terakhir adalah yang terkuatnya namun pemuda itu justru masih baik-baik saja di tempat berdirinya.
"Kalian akan aku bunuh..." Jian Chen akhirnya bersuara.
Liu Zhi tercengang mendengarnya, bukan karena ia mendengar Jian Chen akhirnya berbicara melainkan ucapan Jian Chen tidak terdengar seperti manusia.
Suara Jian Chen seperti dua orang yang berkata secara bersamaan, salah satu dari suara itu adalah suara Jian Chen sendiri sementara suara yang satunya lagi terdengar lebih dingin.
"Kau telah menyerang orang tuaku... Menghancurkan klanku... Mengambil yang kumiliki... kalian harus mati disini..." Jian Chen kembali bersuara kali ini ia telah mengalir tenaga dalam pada pedangnya.
Pedang Asura tiba-tiba terselimuti cahaya kehijauan, Jian Chen kemudian mengayunkan pedangnya dengan gerakan sederhana.
Tidak ada yang mengerti kenapa Jian Chen menebas pedangnya ke ruang kosong dengan pelan namun tidak lama jawaban yang dicari akhirnya terjawab.
Salah satu dari kedua pendekar Alam Langit yang bersama Liu Zhi tiba-tiba mengalami sayatan pedang di punggungnya tanpa sebab di mengerti.
Sebelum mereka mencerna situasi Jian Chen sudah mengayunkan pedangnya lagi dengan pelan, sebuah tebasan kembali terukir di pendekar Alam Langit yang sebelumnya.
"Hah? Apa yang terjadi?" Liu Zhi memandang sekitar pendekar itu dan masih tidak memahami alasannya terluka.
Ketika pandangannya sampai ke arah Jian Chen ia kemudian baru menyadari hal tersebut karena ulahnya, meski tidak terlalu mengerti kerjanya namun ia melihat setiap kali pedang Jian Chen terayun, maka akan tercipta luka yang baru di tubuh rekannya.
Lily menyaksikan itu sedikit terkejut, berkat mata perinya ia dapat memahami cara kerja elemen waktu yang Jian Chen gunakan.
"Serangannya menembus ruang dan waktu, tebasan itu seharusnya tercipta di masa depan di tubuh lawannya namun Jian Chen secara paksa menariknya ke masa kini..."
Lily menarik nafas dingin sekaligus sedikit berdecak kagum, harus ia akui kekuatan elemen waktu benar-benar di luar pemahamannya.
Jian Chen terus menorehkan luka di tubuh lawannya dari jarak jauh. Beberapa sayatan terus terukir hingga Jian Chen mengayunkan pedangnya yang paling kuat terakhir kali, goresan luka kemudian tercipta dari leher lawannya yang mengakibat pendarahan hebat.
Luka yang di selimuti elemen waktu tidak dapat di sembuhkan oleh tenaga dalam.
Pendekar itu jadi panik melihat tenaga dalamnya tidak dapat menghentikan pendarahan hebat di lehernya, tidak membutuhkan waktu lama pandangannya menjadi buram sebelum tak sadarkan diri dan jatuh dari terbangnya
Ketinggian Jian Chen dan lainnya bertarung lumayan tinggi sehingga pendekar itu langsung berhenti bernafas ketika menghantam tanah
Liu Zhi terkejut bercampur rasa takut melihat rekannya mati dengan cara yang tidak ia mengerti, saat pandangannya jatuh ke arah Jian Chen, Ia menemukan pemuda itu sudah menatapnya dengan senyuman dingin.
Bulu kuduk Liu Zhi merinding hebat, nafasnya menjadi tidak beraturan saking takutnya.
Liu Zhi kemudian berbalik sebelum terbang dengan kecepatan tinggi, berniat untuk kabur namun ternyata gerakan tubuhnya tiba-tiba terasa melambat.
Liu Zhi tidak mengerti tetapi saat melirik rekan terakhirnya, pendekar Alam Langit itu mengalami kejadian yang sama.
Bukan hanya kecepatan terbang mereka menjadi sangat lambat namun gerakan serta kedipan mata keduanya juga ikut melambat.
Lily menyaksikan itu sampai sulit berkata-kata, ia sungguh tidak menyangka ada kekuatan yang seluar biasa ini di Alam semesta.
Tentu gadis itu melihatnya, sebagai pengendali elemen waktu, Jian Chen dapat mengontrol waktu sesuai kehendaknya yaitu bisa mempercepat dan memperlambat waktu.
Alasan itulah kenapa Liu Zhi di kondisi seperti itu, bukan karena ia tidak bergerak cepat tetapi Jian Chen memperlambat waktu pada tubuhnya.
Jian Chen tidak menunggu lagi dan langsung mempersingkat jarak antara keduanya, tidak membutuhkan waktu lama hingga ia berada di depan mereka.
"Aku tidak akan membiarkan kalian lari... Kalian harus mati disini..."
"Pendekar, aku..."
Sebelum pendekar itu menyelesaikan ucapannya Jian Chen sudah mengayunkan pedangnya ke arah lehernya dengan cepat, membuat ia langsung terbunuh seketika.
Jasad serta kepala pendekar itu jatuh ke tanah, kini yang tersisa adalah Liu Zhi.
"Aku tidak boleh mati disini!"
Liu Zhi tiba-tiba mengambil pil yang ada di bawah lidahnya sebelum menelannya. Pil itu merupakan sebuah obat terlarang yang ia simpan jika dalam bahaya.
Tidak berangsur lama Liu Zhi menelan pil itu seketika urat-urat di tubuhnya berwarna hitam disusul dengan kekuatannya yang meningkat cukup pesat.
Liu Zhi tidak menggunakan kesempatan ini untuk melukai Jian Chen melainkan berusaha lari darinya. Kecepatan terbang yang di keluarkan Liu Zhi sangat cepat, dalam kurun tiga tarikan nafas ia sudah berada di luar klan Jian.
"Kau harus mati disini..."
Ketika Liu Zhi merasa berhasil lolos dari Jian Chen, ia melihat pemuda itu sudah bergerak menyusulnya.
Liu Zhi panik, padahal ia sudah menggunakan kecepatan tertingginya dan menggunakan sebuah pil namun di tangan Jian Chen kecepatan itu tidak seberapa.
Ketika Liu Zhi sudah dalam jangkauannya, Jian Chen tiba-tiba melepaskan aura waktu membuat waktu di sekitarnya terhenti termasuk tubuh Liu Zhi yang tiba-tiba membeku di tempat.
Liu Zhi masih dalam keadaan sadar, terlihat dari gerakan matanya yang masih normal hanya saja ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.