Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 243 — Kembang Api Malam


Pertarungan Jian Chen hampir merusak sekitarnya, bukan hanya tanah yang di pijak, beberapa bangunan juga mengalami kerusakan termasuk restoran sebelumnya.


Jian Chen kembali ke restoran dengan melompat dan mendarat di lantai lima, Meily dan Ziyun langsung memeluknya secara bersamaan.


"Kenapa? Apa ada yang membahayakan kalian?" Jian Chen mengelus rambut keduanya secara bergantian.


Meily menggeleng pelan dalam pelukannya, "Aku hanya khawatir padamu..."


Jian Chen tersenyum hangat, sepertinya meski ia unggul dalam pertarungan barusan Ziyun dan Meily tetap mempunyai kekhawatiran tersendiri.


Jian Chen kemudian mengajak keduanya pergi meninggalkan restoran, pandangan para pelayan serta para warga yang lain menjadi berubah usai Jian Chen memperlihatkan kekuatannya.


Jian Chen tidak peduli dengan hal itu, sebelum ia pergi Jian Chen memberikan kantong uang sebagai ganti rugi pada restoran karena kerusakan yang ia buat.


"Saudara Jian kita akan pergi kemana?" Ziyun bertanya di tengah perjalanan, Jian Chen membawanya dan Meily ke tempat yang berbeda.


"Situasi kota akan dalam bahaya malam ini, ada sekelompok orang yang akan menyerang kota." Jawab Jian Chen tanpa menyembunyikannya lagi.


Raut wajah Meily dan Ziyun berubah, berharap semua itu hanya candaan namun pertarungan Jian Chen barusan menunjukkan keseriusan situasinya.


Jian Chen membawa keduanya ke cabang asosiasi yang sebelumnya ia tempati, kedatangan Jian Chen segera di sambut oleh Pengurus Yuan.


"Tuan Muda, anda kembali?"


Pengurus Yuan membungkuk hormat pada Jian Chen, ia juga sempat melirik dua gadis di belakangnya yang berpikir bahwa mereka adalah kekasih dari tuan mudanya.


Jian Chen mengangguk pelan. "Aku ingin berbicara penting, bisakah kau memberikan satu ruangan khusus."


"Tentu Tuan muda, silahkan..." Pengurus Yuan membawa Jian Chen ke ruangan pribadinya sementara Meily dan Ziyun mengikuti.


"Aku akan berbicara secara langsung, situasi yang kau ceritakan ternyata lebih cepat dari semestinya, penyerangan kota akan terjadi malam ini..."


Jian Chen menjelaskan situasi bahwa dalang dari berkumpulnya pasukan musuh memang berkaitan dengan Organisasi Shio Pemburu, tepatnya ada dua anggota yang ada disekitar kota ini sekarang.


Dua anggota Shio itu mengumpulkan banyak organisasi di bawahnya dan melakukan aliansi untuk menyerang Kota Anshan, masalahnya mereka juga membawa pendekar-pendekar yang sudah lama pensiun di bawahnya.


Ekspresi Pengurus Yuan berubah tegang, sebagai bagian penting dari asosiasi bisa di bilang ia telah menerima banyak informasi para kriminal termasuk para Shio tersebut.


Pengurus Yuan memahami, satu Shio saja sudah cukup membuat orang-orang di sekitarnya kerepotan apalagi jika sekarang ada dua. Kini ia bisa membayangkan situasi gawat Kota Anshan.


"Tuan muda, jadi apa yang harus kita lakukan?" Pengurus Yuan meminta saran pada Jian Chen, situasi seperti ini terlalu tiba-tiba dan membuatnya tidak bisa berpikir jernih.


"Aku mempunyai rencana tetapi tidak untuk berperang..."


Jian Chen menjelaskan bahwa Pengurus Yuan harus mengerahkan semua pendekar asosiasi untuk menyelamatkan orang-orang di sekitar kota.


Kota mungkin bisa hancur beberapa namun nyawa para warga adalah prioritas utama. Jian Chen juga meminta Pengurus Yuan agar menjaga Meily dan Ziyun disini.


Usai menyampaikan urusannya Jian Chen bergegas pergi, tujuan selanjutnya adalah tempat kediaman Walikota.


"Apakah anda akan pergi?" Meily bertanya saat Jian Chen melangkahkan kakinya keluar.


"Kota ini membutuhkan kekuatanku, aku tak bisa berdiam diri atau nyawa para warga dalam bahaya..." Jian Chen mengelus pucuk kepala Meily, ia bisa merasakan gadis itu mengkhawatirkannya.


Kalau boleh memilih, Ziyun dan Meily ingin bersama Jian Chen untuk menumpas para kriminal tersebut namun mereka sadar, dengan kekuatannya yang sekarang keduanya tidak cukup membantu.


Jian Chen mengangguk, mengelus kepala keduanya dengan lembut sebelum pergi dengan melayang di udara.


Jian Chen tidak punya waktu untuk berjalan kaki sehingga ia terbang untuk menuju kediaman Walikota. Kedatangan Jian Chen yang tiba-tiba membuat Walikota buru-buru keluar dari kediamannya.


Walikota menahan nafasnya saat melihat Jian Chen melayang di udara, ia sudah menduga pemuda yang terlihat belasan tahun itu di Alam Langit namun melihatnya secara langsung jelas terkesan berbeda.


Jian Chen terlebih dulu bertanya tentang keberadaan Lun Zhi namun ternyata Lun Zhi sudah lama pergi dari kediaman Walikota.


Jian Chen hendak menjelaskan tentang pasukan musuh yang bersiap akan menyerang kota ini tetapi ternyata Walikota sudah mengetahuinya.


"Pendekar, beberapa jam lalu saat kau pergi dari kediamanku, ada kabar dari para prajurit bahwa ada pasukan besar di luar perbatasan kota, sebab itu Pendekar Lun sekarang tidak ada disini karena dia sedang berada di perbatasan."


Walikota mengatakan beberapa berita lain termasuk kabar positif tentang kedatangan pasukan Kekaisaran yang baru datang tak lama setelah kabar penyerangan tersebut.


Pasukan Kekaisaran ini membuat jumlah pasukannya lebih unggul dari aliansi yang dibentuk Organisasi Shio Pemburu namun tetap saja, di dunia persilatan jumlah bukanlah penentu kemenangan.


"Bagaimana dengan para warga, apa kau sudah memikirkan cara untuk mengungsikan mereka?"


"Itu... Kami sedang berusaha melakukannya namun akan membutuhkan waktu yang lama. Aku tidak yakin semua bisa diungsikan." Walikota menggigit bibirnya, jumlah penduduk Kota Anshan sangat banyak sekitar sejuta lebih. Mustahil jumlah tersebut diungsikan selama beberapa jam saja.


Jian Chen menghela nafas, ia tak bisa berkata apa-apa karena seperti itulah keadaannya. Belum lagi Walikota harus memprioritaskan tentang serangan di luar perbatasan kota.


"Sebaiknya kau umumkan terlebih dahulu penyerangan ini ke warga kota, semuanya belum terlambat. Aku juga akan-..."


Jian Chen belum selesai berbicara saat suara ledakan terdengar keras di luar perbatasan kota, Jian Chen dan Walikota sama-sama menoleh, ia bisa melihat yang meledak tersebut adalah kembang api.


Kembang api yang meletus berwarna merah, terlihat indah ketika di ledakan di gelapnya malam namun semua pendekar di kota bereaksi buruk saat melihat kembang api tersebut.


Jian Chen, Walikota serta para petugas kota menyadari bahwa kembang api itu tanda penyerangan Aliansi organisasi musuh mulai bergerak.


Jian Chen berdecak kesal dan mengepalkan tangannya keras, ia menoleh pada Walikota dan meminta sesuatu padanya.


"Aku punya rencana untuk memukul mundur mereka, apa kau punya ruangan yang siap untuk dirusak?"


Walikota tampak kebingungan dengan permintaan Jian Chen namun ia tidak bertanya lebih jauh.


Melihat Jian Chen begitu percaya diri dengan perkataannya barusan, Walikota percaya bahwa Jian Chen bisa menyelamatkan kotanya.


Ia kemudian menuntun Jian Chen ke sebuah ruangan sebelum meninggalkannya sendiri.


"Jika kau membutuhkan bantuanku, kau bisa memintanya sekarang..." Lily tiba-tiba bersuara dari pikirannya.


Jian Chen menaikan alisnya, tidak seperti biasanya gadis cantik itu menawarkan bantuan terlebih dulu.


"Jangan salah paham, aku hanya tidak mau menerima sesuatu yang gratis darimu. Aku membantumu asal kau harus menyerap pendekar dengan kekuatan Alam Langit..."


Jian Chen batuk pelan, "Kenapa kau tidak bilang, aku lupa untuk menyerap pendekar Alam Langit tadi?"


"Tidak apa, kau bisa melakukan nanti. Sekarang kau mau dibantu atau tidak?" Lily melipat tangannya di dada.


Jian Chen sebenarnya tidak terlalu membutuhkan bantuan Lily tetapi ia penasaran bentuk bantuan dari gadis itu. Jian Chen akhirnya menerima tawaran tersebut.


Lily tersenyum lebar. "Kau mungkin akan menyukainya, akan kuperlihatkan kekuatan dari Tuan Puteri ini..."