
Jian Chen terdiam, dia tentu langsung mengerti perkataan dari orang bertopeng itu, penyerangan ini sepertinya adalah sebuah kudeta.
“Merasa takut?” Pria bertopeng tersenyum mengejek pada Jian Chen yang masih menindihnya, “kalau begitu berlututlah maka aku tidak akan mem…”
Sebelum dia menyelesaikan ucapannya Jian Chen sudah mengayunkan tangannya dengan kuat membuat ia langsung tak sadarkan diri.
“Saudara Jian, mungkinkah anda tahu maksud dari perkataannya?” Ziyun melihat pria bertopeng yang sudah pingsan.
“Ini sebuah kudeta! Kakak kandung dari Ketua klan sepertinya akan melakukan penyerangan pada pemerintahan klan Niu.”
“Apa yang akan mereka lakukan? Mengusir Paman Zen keluar kawasan pemerintahan.”
Jian Chen tersenyum tipis, Ziyun jelas masih naif dengan dunia politik maupun dunia persilatan. Jian Chen kemudian menjelaskan seharusnya mereka akan membunuh seluruh keluarga Meily beserta semua yang mendukungnya, bahkan para penjaga, dayang, kasim, akan dibunuh juga.
Wajah Ziyun memucat, ia mulai teringat kalau Meily ada disana dan bisa-bisa sahabatnya itu akan…
“Selama ada Ketua klan disana seharusnya mereka akan aman, mungkin Meily akan disembunyikan disana.” Jian Chen mengerti kekhawatiran Ziyun. “Untuk sekarang sebaiknya Nona Ziyun harus bersembunyi?”
“Tapi aku harus kesana membantu mereka?”
“Nona Ziyun, dunia persilatan orang dewasa jauh berbeda dengan dunia persilatan di Akademi. Ini bukan perebutan poin seperti kompetisi sebelumnya melainkan perebutan tahta, selama seseorang bisa mendapatkan apa yang diinginkan maka mereka akan melakukan apapun untuk meraihnya termasuk membunuh saudara kandung sendiri.”
Jian Chen menghela nafas lalu menunjuk orang bertopeng yang pingsan tadi, “Lihatlah bahkan mereka tidak ragu untuk membunuhmu sebelumnya terlepas apakah kau wanita atau seorang puteri klan Ye.”
Dengan aksi pembunuhan tadi jelas orang-orang bertopeng akan membunuh semuanya tanpa pandang bulu di kawasan pemerintahan klan. Niu Zuan pasti sudah merencanakan ini dari jauh.
Jian Chen kemudian menyuruh Meily untuk bersembunyi, dirinya akan membawanya kesuatu tempat yang aman setelah keluar dari restoran.
Suara gaduh penduduk klan Niu semakin terdengar riuh ketika ada bunyi ledakan dari tempat pusat klan ditambah orang-orang bertopeng semakin banyak yang bermunculan.
Penduduk yang ingin mencari tahu apa yang terjadi dengan masuk ke kawasan pusat dihalangi oleh orang-orang bertopeng yang berbaris di pagar pembatas.
“Apa yang kalian lakukan? Siapa kalian?” seorang penduduk klan Niu bertanya pada orang bertopeng yang menghalanginya masuk.
“Kami adalah pasukan Tuan Zuan, kami tidak berniat jahat disini dan kalian mohon tidak ada yang masuk jika tidak mau terlibat!” kata orang bertopeng tegas.
“Yang kalian lakukan disini sudah melanggar aturan, aku tak percaya biarkan kami masuk!”
Para penduduk mulai berteriak keras bahkan hendak menerobos paksa orang-orang bertopeng itu.
“Apa kalian tuli! Ini adalah perintah dari Tuan Zuan. Jika kalian berani menerobos masuk kami tidak segan-segan melaporkan pada Tuan Zuan untuk menghukum kalian. Tuan Zuan berpesan siapapun yang masuk kedalam akan dihukum mati beserta keluarganya tanpa ampun.”
Penduduk-penduduk klan Niu mulai ragu saat mendengar ancaman pada keluarganya, jelas orang bertopeng itu tidak sedang becanda sekarang. Mereka tentu amat menghormati Niu Zuan dan tak ada keberanian untuk membantah.
Disaat kericuhan itu terjadi Jian Chen dan Ziyun sudah mulai bergerak. Jian Chen membawa Ziyun kesebuah toko Asosiasi milik klan Miou yang memang ada cabang disini.
Meski sedang terjadi kericuhan Asosiasi klan Miou tetap terbuka oleh umum, seolah mereka tidak terganggu atas situasi yang janggal sekarang.
“Tuan Muda, Nona Cantik, selamat datang di toko kami.” Seorang pelayan wanita menyambut kedatangan keduanya dengan ramah.
“Aku ingin bertemu dengan menajermu…” Jian Chen tidak punya waktu basa-basi jadi dia mengeluarkan liontin giok yang diberi Miou Fan waktu lalu. “Berikan ini padanya dan dia akan mengerti.”
Pelayan wanita menggaruk kepalanya menatap liontin giok itu, dia tidak mengenalinya namun sebab itu dia langsung menuruti permintaan Jian Chen.
“Tuan Muda, maapkan kelalaian ku yang tidak mengetahui kedatangan Tuan Muda…” ibu-ibu itu memperkenalkan namanya sebagai Miou Xie namun sering dipanggil Bibi Xie, dia adalah manager asosiasi toko ini.
Bibi Xie berkeringat dingin saat tiba-tiba pekerjanya membawa sebuah liontin giok. Bibi Xie tentu mengetahui liontin tersebut sebagai tanda yang memegangnya adalah orang penting tertinggi Asosiasi, setahunya hanya ada 11 liontin yang seperti ini dan sebagian besarnya dimiliki oleh Tetua-Tetua besar klan Miou.
Jian Chen dan Ziyun dibawa keruangan khusus setelah mengatakan dirinya ingin berbicara, Bibi Xie bahkan harus menggunakan tempat pribadinya untuk menyambut tamu penting seperti Jian Chen.
“Bibi Xie, aku akan terus terang saja alasanku kesini...” Jian Chen tidak punya waktu lagi atau memperkenalkan namanya karena sekarang kudeta sedang dimulai.
Singkatnya Jian Chen selain meminta Asosiasi melindungi Ziyun disini, dia ingin asosiasi juga membantu penyelamatan klan Niu dari kudeta Niu Zuan.
Jian Chen sudah mengetahui bahwa setiap toko asosiasi menyewa banyak pendekar didalamnya, dia ingin pendekar-pendekar itu ikut bergerak membantu klan Niu.
“Kudeta?!”
Bibi Xie terkejut, dia sudah menduga ada peristiwa besar di klan Niu namun yang tidak sangka bahwa ini adalah sebuah kudeta.
Jian Chen mengangguk, dia kemudian menjelaskan ada Miou Lin disana dan kemungkinan akan ikut dihabisi mengingat Ziyun saja tadi akan dibunuh tanpa peduli statusnya.
Wajah Bibi Xie memutih mendengarnya, Miou Lin adalah sosok besar di klan Miou yang mempunyai pengaruh besar didalamnya, menyelamatkannya adalah sebuah kewajiban.
Bibi Xie akan memenuhi permintaan Jian Chen secepat yang ia bisa. “Tuan Muda, ada tiga toko lagi milik Asosiasi di klan Niu apakah aku harus menghubunginya?”
“Gunakan seluruh kekuatan yang bisa dilakukan sekarang! Juga kalau bisa… sebarkan rumor pada penduduk klan Niu bahwa ini adalah sebuah kudeta. Aku berharap pendekar-pendekar klan Niu akan bergerak dan ikut membantu.”
Bibi Xie mengangguk, dia langsung berpamitan sebentar untuk mengirimkan surat pada ketiga toko asosiasi lainnya.
Tak lama Bibi Xie kembali lagi keruangan, dibelakangnya ada 5 pendekar di Alam Jiwa puncak. “Mereka adalah pengawal yang kebetulan ada didekat toko, untuk pendekar lainnya, aku membutuhkan waktu untuk memanggil semuanya kesini.”
Jian Chen tersenyum puas atas kinerja asosiasi yang cepat dan tanggap, dengan begitu dirinya tak harus menunggu lebih lama disini.
Disisi lain, Ziyun hanya terdiam mendengarkan semuanya, dirinya penasaran dengan status Jian Chen di Asosiasi klan Miou yang terlihat sangat dihormati bahkan oleh manajer toko seperti Bibi Xie.
“Saudara Jian, kau mau kemana?” Ziyun bertanya saat tiba-tiba Jian Chen berpamitan padanya.
“Aku akan pergi ke kawasan pemerintahan untuk membantu mereka, aku harus menolong pemerintahan Niu Zen agar tidak terguling.”
Ziyun terkejut dan ingin ikut bersamanya namun Jian Chen melarang itu, Ziyun tidak akan sanggup melihat peperangan diusianya sekarang. Akan banyak pembunuhan dan darah yang terlihat.
“Tuan Muda, izinkan mereka ikut bersama?”
Melihat Jian Chen akan kesana membuat Bibi Xie khawatir pada keselamatan Jian Chen jadi dia memerintah 5 pengawal ikut bersamanya mengingat Jian Chen terlihat sangat muda.
Jian Chen mengangguk, tidak masalah, saat dia hendak keluar toko Ziyun memeluknya dari belakang.
“Saudara Jian, tolong kembalilah dengan selamat dan bawa Meily kesini…” Suara Ziyun bergetar pelan, matanya berbinar hampir menangis.
“Tenang saja, aku akan menyelamatkan semuanya...” Jian Chen berbalik menghadap Ziyun sambil tersenyum lembut.
Ziyun mengangguk, ia akan menunggu kedatangan Jian Chen di asosiasi. Disisi yang sama Jian Chen dan 5 pendekar dibelakangnya mulai bergerak menuju kawasan pemerintahan klan.