
Biarpun di perintahkan untuk bernegosiasi dulu oleh Kaisar Qilin pada kota yang dituju nyatanya Regu Serigala Putih enggan melakukan cara demikian.
Alasannya sederhana karena mereka ingin menaklukkan kota tersebut dengan cara kekerasan.
Digaris bawahi bahwa Regu Serigala Putih bukanlah nama regu belaka melainkan nama organisasi kriminal yang ada di Kekaisaran Qilin.
Organisasi Serigala Putih adalah organisasi kelas tinggi di sana yang cukup terkenal, terutama dengan jumlah anggotanya yang banyak, bisa dibilang tiga ribu pasukan yang dibawa Regu Serigala Putih sekarang adalah jumlah seluruh anggotanya.
Ketika Kaisar Naga memberikan bayaran yang cukup tinggi, organisasi serigala putih tidak punya pilihan lain selain menunduk padanya dan mematuhi perintahnya tetapi tidak dengan cara mereka bekerja.
Ketika mereka sudah melihat kota yang dimaksud Kaisar Qilin, tanpa aba-aba beberapa dari mereka langsung melepaskan panah pada kota incaran tersebut.
Hujan panah segera menyerbu tembok pembatas kota Yanghai, petugas untungnya sudah menyadari rombongan mereka sejak awal karena suara gaduh kuda yang berlari sehingga mereka punya waktu untuk berlindung dari hujan panah tersebut.
Petugas segera menyembunyikan lonceng darurat sementara petugas yang lainnya buru-buru memberitahukan informasi ini kepada walikota Yanghai.
Gerbang kota segera di tutup tetapi para petugas kota sadar bahwa itu tidak akan menahan mereka terlalu lama mengingat jumlah Regu Serigala Putih yang mencapai tiga ribu orang.
Kekacauan terjadi dimana-mana di dalam kota, mendengar ada pasukan tak dikenal menyerang membuat penduduknya pontang-panting mencari tempat berlindung.
"Bos, dengan kekuatan kita, tidak sulit menghancurkan kota besar ini?" Salah satu pasukan dari regu serigala putih tersenyum lebar ketika mendengar suara riuh dari dalam gerbang.
"Kaisar memberi waktu kita dua hari dan itu berarti kita mempunyai waktu seharian bersenang-senang di sana, kita punya banyak waktu untuk menjarah semua harta didalam kota kecuali makanan..." Pemimpin regu serigala putih memerintah.
Pemimpin Serigala Putih merupakan pendekar yang telah berada di Alam Langit Puncak. Dengan kekuatan tersebut, tidak ada yang bisa mengalahkannya bahkan di kekaisaran Naga sekalipun akan sulit menemukannya.
Setidaknya itu yang ia pikirkan sampai sampai suara seseorang dari langit membuatnya menoleh ke atas dan menemukan seorang laki-laki yang melayang di udara.
***
Jian Chen dan Lily datang tepat waktu sebelum pintu gerbang di bobol atau di rusak. Ia kemudian melihat tak jauh dari tembok kota, ada pasukan yang hendak menerobos masuk.
Jian Chen mengerutkan dahinya saat menyadari pasukan itu memakai seragam prajurit, yang berarti mereka bukan kelompok organisasi pikirnya.
"Kau jaga disini, jangan biarkan orang-orang itu masuk ke dalam gerbang kota." Jian Chen memerintahkan Lily.
"Sejak kapan kau berani memerintahku, aku bukan pesuruhmu!" Gadis itu mendengus kesal.
Biarpun Lily berkata demikian nyatanya gadis itu berdiri di atas benteng, tidak mengikuti Jian Chen yang melayang menghampiri Regu Serigala Putih.
"Siapa kalian, aku belum pernah mendengar ada prajurit seperti kalian di Kekaisaran Naga ini?" Jian Chen mendaratkan tubuhnya di hadapan Regu Serigala Putih, berniat menghalangi mereka maju.
Jian Chen bisa melihat beberapa dari mereka berada di ranah Alam Langit bahkan yang memakai seragam berbeda memiliki kekuatan di Alam Langit puncak.
Berbeda dengan Jian Chen yang bisa melihat semua kultivasi lawannya, pemimpin Regu Serigala Putih mengerutkan dahinya saat tidak bisa membaca kultivasi pemuda itu.
"Kau bisa melayang berarti kekuatanmu tidak buruk, apakah kau penguasa kota ini?"
"Kau tidak perlu mengetahui identitasku, lebih jelasnya aku ingin menyerang kota ini dan aku yakin kau akan menghalanginya jadi tidak perlu saling kenal bukan?" Pemimpin Serigala Putih menyeringai lebar.
Jian Chen menghela nafas, ia bisa merasakan pria yang berbicara dengannya itu ingin bertarung dengannya. Pemimpin Serigala Putih itu bahkan sudah mengalirkan tenaga dalam pada kakinya.
Benar saja, dalam waktu satu kedipan mata ia sudah berpindah dengan cepat saat tiba-tiba ada di depan Jian Chen.
Pemimpin itu menggunakan teknik pedang pendeknya yang menyerang dalam pertarungan jarak dekat, ayunan pedang pendeknya yang tipis sulit dilihat oleh mata lawannya tetapi tidak bagi Jian Chen.
Dengan mudah Jian Chen menghindari ayunan pedang itu, membuat Pemimpin Serigala Putih terkejut sebelum mengambil jarak.
Serangan barusan biasanya akan membunuh lawannya dalam sekali serangan, Pemimpin Serigala Putih cukup percaya diri dengan kecepatan ayunan pedang pendeknya, melihat Jian Chen menghindarinya dengan mudah membuat ia terkejut.
"Kemampuanmu tidak buruk, kau lebih hebat dari yang aku kira..." Pemimpin Serigala Putih tersenyum lebar untuk menyembunyikan kecemasannya.
"Ya, tidak sepertimu yang buru-buru menggunakan teknik andalan untuk menghabisiku dengan cepat..." Jian Chen berkata dengan nada mengejek.
Pemimpin Serigala Putih menggenggam pedangnya lebih erat, sedikit terprovokasi omongan Jian Chen tetapi ia tidak gegabah untuk menyerangnya langsung.
Dia kemudian bersiul untuk memanggil empat bawahannya yang telah mencapai Alam Langit. Pemimpin Serigala Putih tidak mau ambil resiko bertarung dengan Jian Chen sendirian.
"Aku ingin lihat apakah kau masih percaya diri melawan kami berlima..."
Pemimpin Regu Serigala Putih dan empat Alam Langitnya menyerang Jian Chen bersama-sama. Mereka menggunakan kekuatan asli mereka dan berniat menghabisi Jian Chen dengan cepat.
Biarpun di serang dari berbagai arah, Jian Chen menghindari serangan mereka dengan tenang tanpa kesulitan sedikitpun.
"Apa, bagaimana bisa..."
Pemimpin Regu Serigala Putih merapatkan giginya melihat semua serangannya tidak ada yang megenai lawannya, dia belum pernah merasakan situasi ini apalagi Jian Chen sepertinya belum menggunakan kekuatan sesungguhnya.
"Karena kalian ingin menyerang kota aku jadi tidak ragu lagi untuk membunuh kalian. Aku tau kalian adalah orang-orang yang haus akan pembunuhan..."
Jian Chen melihat beberapa prajurit di belakang mereka hampir semuanya sudah membentuk aura pembunuh, Jian Chen tidak membiarkan Regu Serigala Putih hidup lebih lama, di manapun mereka berasal Jian Chen yakin akan menimbulkan banyak korban.
Sesudah menghindari beberapa serangan, Jian Chen mencabut pedang asura dan mulai menyerang balik.
Serangan Jian Chen begitu cepat dan sulit dihindari, dalam waktu singkat ia membunuh empat Alam Langit yang menyerangnya dalam sekali ayunan pedang.
Keempat alam langit itu tidak bisa mengikuti kecepatan pedang Jian Chen dan pusaka mereka tidak cukup untuk menahan ayunan pedang asura sehingga dalam sekali serangan mereka langsung terbunuh seketika.
Pemimpin Regu Serigala Putih sampai kesulitan bernafas melihat tubuh bawahannya terbelah seperti tahu, yang membuat ia terkejut adalah ekspresi Jian Chen yang terlihat menikmati pembunuhan tersebut.
Pemimpin Regu Serigala Putih merupakan seorang pembunuh, walaupun ia telah mengambil banyak nyawa terkadang di dalam dirinya selalu timbul rasa ragu setiap kali membunuh orang.
Jian Chen berada di tahapan yang berbeda dari seorang pembunuh dan setahunya, sosok seperti Jian Chen tidak boleh disinggung oleh siapapun.