Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 334 — Paviliun Anggrek Malam


Dari gadis itu, Jian Chen mengetahui bahwa perempuan tersebut sedang diikuti oleh dua pemuda sebelumnya yang berniat jahat padanya.


Jian Chen memberikan tatapan tajam ke arah dua pemuda yang mengikuti gadis itu yang membuat mereka langsung ketakutan, kedua pemuda itu tak berani ambil resiko, mereka segera pergi ke arah yang lain.


"Kini kau sudah aman, mereka tidak akan mengikutimu kembali..." Jian Chen berkata pada gadis itu.


"Bagaimana, bagaimana mereka takut padamu?" Gadis itu terkejut dengan tindakan Jian Chen, hanya dengan tatapan mata saja, dua pemuda itu langsung tidak berani membututinya.


Jian Chen menjawabnya dengan senyuman tipis, ia sempat melepaskan sedikit aura kematiannya pada dua pemuda tadi yang membuat mereka ketakutan setengah mati.


Jian Chen kemudian bertanya pada gadis itu mengenai dua pemuda tadi dan alasan kenapa ia diikuti.


"Mungkin kau tidak percaya ini tapi aku berkata yang sebenarnya..." Gadis itu berbisik pelan. "Mereka berdua berasal dari Kelompok Kalajengking Merah."


Gadis itu berpikir Jian Chen akan terkejut mendengarnya namun di luar dugaannya, pemuda itu tetap berekspresi biasa saja.


"Kau tidak terkejut mereka berasal dari kelompok itu?" Tanya gadis itu heran.


"Aku baru saja datang ke kota ini, apa mereka kelompok yang cukup terkenal?"


Gadis itu batuk pelan, ia terlambat menyadari kalau wajah Jian Chen terasa berbeda dari penduduk warga gurun setempat. Gadis itu kemudian menjelaskan tentang kelompok Kalajengking Merah pada Jian Chen yang merupakan sebuah kelompok kriminal di Kota Hene.


"Aku sudah menyelidiki kelompok itu sejak lama dan baru-baru ini ketahuan oleh salah satu anggota mereka." Gadis itu mengeluarkan lencana yang menunjukkan bahwa ia adalah petugas dari pemerintahan walikota. "Aku harus bergegas melaporkan ini pada pemerintahan sebelum mereka bertindak lebih jauh..."


Gadis itu hendak pergi namun Jian Chen menahannya sesaat. "Bolehkah aku tahu dimana markas kelompok mereka berada?"


Gadis itu berpikir sebentar, ia sebenarnya tidak akan menceritakan informasi itu pada orang asing namun karena Jian Chen telah menolongnya ia akhirnya memberitahukan semuanya.


Ternyata sebelum gadis itu ketahuan oleh dua pemuda tadi, ia sempat mendapatkan informasi penting yaitu lokasi keberadaan markas mereka.


Tidak pernah gadis itu duga, Kelompok Kalajengking Merah yang merupakan kriminal paling dicari di Kota Hene itu memiliki markas di tengah kota.


"Setelah memata-matai mereka, aku akhirnya menemukan markas mereka yang berada di Paviliun Anggrek Malam." Ucap gadis itu memberitahukan lokasinya.


"Hm, Paviliun Anggrek Malam, aku tidak mengetahui lokasi tempat itu?"


"Tidak sulit mencarinya..." Gadis itu kemudian menunjuk salah satu arah tepat ke sebuah gedung yang memiliki lima lantai. "Paviliun Anggrek Malam adalah bangunan paling tinggi di Kota Hene, kau bisa melihatnya disini."


Jian Chen menoleh ke arah gedung yang ditunjuki gadis itu, memang benar yang dikatakannya, bangunan Anggrek Malam tampak menonjol dari bangunan yang lain karena tingginya bangunan tersebut.


Gadis itu kemudian berpamitan pada Jian Chen, ia harus buru-buru memberitahukan informasi ini pada walikota.


Setelah gadis itu pergi, Jian Chen segera melangkah menuju Paviliun Anggrek Malam.


***


Paviliun Anggrek Malam adalah sebuah tempat pertunjukan seni di kota Hene atau rumah hiburan yang dibuka setiap malam hari, sehingga ketika Jian Chen pergi ke sana, tempat itu tertutup rapat-rapat.


"Paviliun ditutup ketika siang, kembalilah saat malam hari tiba!" Salah satu penjaga langsung memelototi Jian Chen dengan wajah galaknya.


Jian Chen tersenyum tipis, ia melirik penjaga itu dari bawah sampai atas. "Sepertinya kau sudah begitu banyak membunuh orang, meski orang lain tak bisa melihatnya tetapi aku bisa merasakan aura pembunuh yang sedang kau sembunyikan saat ini."


Kedua penjaga itu terkejut, mereka langsung mewaspadai Jian Chen. "Kau, siapa kau sebenarnya?"


"Tidak harus bertanya siapa identitasku, ngomong-ngomong, kudengar markas Kelompok Kalajengking Merah ada disini. Sepertinya dugaan itu benar."


Tanpa ancang-ancang, kedua penjaga itu langsung menarik senjata dan bersiap menyerang Jian Chen namun sebelum mereka melakukanya, tiba-tiba tubuh Jian Chen menghilang di pandangan mereka sebelum muncul di dihadapan keduanya.


Jian Chen memberikan pukulan keras ke arah perut dua penjaga itu, pukulan yang terlihat pelan tersebut langsung membuat keduanya jatuh berlutut dan memuntahkan darah segar.


Kedua penjaga itu terkejut saat menyadari sesuatu, tenaga dalam yang ada di tubuh mereka secara perlahan-lahan mulai menghilang.


Pukulan Jian Chen langsung menghancurkan ilmu silat keduanya.


"Kau..." Penjaga itu ingin berkata-kata tetapi rasa sakit yang menyiksa di perutnya membuat ia tak bisa mempertahankan kesadarannya lebih lama.


Tatapan Jian Chen dingin, ia mulai melangkah memasuki Paviliun tanpa memperdulikan penjaga itu. Jian Chen mulai melumpuhkan semua anggota Kelompok Kalajengking Merah.


***


Shio Tikus adalah satu-satunya Shio yang tidak berkumpul saat rapat para Shio sedang berlangsung. Shio Tikus beralasan ia terlambat ke sana namun sebenarnya ia sedang bermalas-malasan di rumah hiburan bersama para gadis di dekatnya.


Shio Tikus merupakan seorang pria yang memiliki paras rupawan, orang-orang yang melihatnya akan beranggapan ia adalah pria yang baik dan lugu tanpa mengetahui bahwa pria tersebut memiliki kepribadian yang tidak berbeda jauh dengan monster.


Ketika Shio Tikus sedang malas dalam melakukan perjalanan misinya, ia akan pergi ke tempat rumah hiburan seperti sekarang ini.


Dengan wanita di sekelilingnya di tambah arak yang menemani, membuat Shio Tikus terlena dan merasa bahagia.


Kebahagiaan Shio Tikus tidak bertahan lama saat ada suara ricuh di lantai bawah, awalnya ia mencoba menghiraukannya namun semakin lama suara itu semakin keras yang akhirnya membuat Shio Tikus terganggu dan mengumpat kesal.


"Siapa yang berani-berani ribut di kediamanku!" Shio Tikus melepaskan aura pembunuh di tubuhnya yang membuat para gadis di dekatnya berubah pucat dan ketakutan.


Shio Tikus memanggil pelayan di rumah hiburan tersebut beberapa kali namun tidak ada respon dari mereka, hal itu membuat suasana hati Shio Tikus semakin buruk. Shio Tikus tidak akan segan-segan membunuh semua pekerja di rumah hiburan ini jika tidak memuaskannya.


Saat Shio Tikus sedang mengumpat kesal, pintu ruangannya tiba-tiba terbuka dari luar, Shio Tikus mengurutkan dahinya saat melihat seorang pemuda berdiri dan menatapnya dengan dingin.


Pemuda itu, Jian Chen, juga sama bereaksinya saat melihat Shio Tikus, sekejap senyuman terukir di bibirnya ketika menyadari orang di depannya memiliki kekuatan di Alam Langit.


"Ah, ternyata dugaanku benar bahwa ada salah satu dari kalian disini. Kupikir tempat ini hanya berisi kriminal rendahan..." Jian Chen tersenyum lebar.


Jian Chen sudah melumpuhkan semua anggota kelompok Kalajengking Merah. Meski tidak membunuhnya, Jian Chen telah menghancurkan setiap beladiri di tubuh mereka.


*Maaf tidak update 3 hari, saya sedang sakit waktu itu. Karena ingin cepat pulih saya memilih libur dulu untuk menulis... tapi tenang, sekarang saya sudah mendingan.