Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 82 — Organisasi 12 Shio Pemburu


“Akhirnya aku menemukan kalian…” Jian Chen tersenyum lebar setelah mencari kesemua lorong gua.


Jian Chen terlebih dahulu mengambil cincin ruang yang sempat dirampas oleh para perampok, setelahnya dia mengintrogasi salah satu dari mereka hingga akhirnya Jian Chen menemukan tempat dimana bos perampok itu ada.


Bos perampok terlihat begitu tenang atau tepatnya berusaha tetap tenang setelah mendengar laporan dari bawahannya, mendengar pembantaian yang telah terjadi di markasnya sungguh membuat hatinya gelisah.


Jika bukan karena laporan itu keluar dari mulut tangan kanannya mungkin ia akan menganggap laporannya kebohongan.


Jian Chen melirik pada seorang pemuda yang sebelumnya menghianati Jian Ya dan dirinya, pemuda itu terlihat ketakutan menatap dirinya sambil bersembunyi di belakang bosnya.


Pemuda itu jelas tidak menyangka akan menangkap serigala ke kandang dombanya, pikirnya Jian Chen hanyalah sosok anak remaja biasa yang baru menginjak dunia persilatan, tanpa tahu yang dilakukannya hanya akan membinasakan dirinya.


“Anak muda, apa yang kau inginkan dariku hingga kau harus melakukan seperti ini, harta, para gadis, jika kau bekerja sama denganku. Kau bisa mendapatkannya?” Bos perampok tersenyum lebar memberikan sebuah tawaran.


Jian Chen tersenyum tipis, dia bisa merasakan bos perampok itu berusaha tenang berhadapan dengannya, kekuatan bos perampok berada di Alam Kehidupan tahap 1, bagi Jian Chen mudah untuk membunuhnya.


“Tidak ada, seharusnya kau tahu jika aku membunuh bawahanmu maka alasanku kesini juga sama. Bekerja sama? Maap tapi aku tidak tertarik.”


Ekpresi bos perampok berubah tegang meski senyumannya masih terukir, ia tidak ingin hal ini berujung dengan bertarung.


Bos perampok yakin Jian Chen merupakan orang yang sama-sama jahat dengannya mengingat pembantaian yang telah dilakukannya jadi dia mencoba bernegosiasi lagi.


“Aku adalah perampok yang terhubung dengan organisasi jahat tingkat kekaisaran yaitu 12 Shio Pemburu. Aku akan menutup mulut tentang perihal tadi jika kau mau berhubungan dengan organisasi tersebut.”


“Hm… Dua Belas Shio Pemburu? Aku tidak mengenalnya?” Jian Chen menggeleng pelan, melangkah maju lalu menarik pedang taring putih keluar.


Bos perampok itu sedikit panik, dia pikir Jian Chen akan senang mendengar dirinya mempunyai hubungan dengan organisasi yang dikatakannya, tidak disangka Jian Chen tidak mengenalnya.


“Mereka adalah organisasi tersembunyi yang terkuat dari yang paling kuat, mempunyai anggota 12 orang dimana setiap anggota mempunyai kekuatan diranah Alam Langit, organisasi jahat manapun pasti mengenal dan takut pada mereka.”


Langkah Jian Chen terhenti, dia tidak pernah mendengar organisasi sekuat itu di kehidupan pertamanya. Jian Chen sadar bos perampok itu tidak sedang membual.


Melihat Jian Chen sepertinya tertarik bos perampok itu melanjutkan ceritanya,


“12 Shio Pemburu dikatakan organisasi yang misterius karena cara kerja serta tujuan organisasi mereka tidak diketahui namun satu hal, mereka adalah organisasi terjahat sekaligus terkejam, siapapun yang menyinggungnya akan diburu sampai mati. Salah satu yang membuat mereka terkenal adalah disetiap anggota 12 Shio Pemburu mempunyai tato hewan ditubuhnya.”


“Sebuah tato? Apakah tato hewan itu ada yang bergambar babi dan ular?” Jian Chen bereaksi tajam.


“Oh, kau pernah bertemu dengannya. Ya, memang ada, keduanya juga adalah salah satu dari 12 anggota Shio Pemburu tersebut.”


Nafas Jian Chen tertahan, jika dugaannya benar maka 12 Shio Pemburu adalah organisasi yang sedang dicarinya di kehidupan kedua ini.


Alasan kematian Jian Chen meninggal diusia muda karena dirinya bertarung dengan 5 orang yang berada di alam langit setelah menyinggung sebuah organisasi misterius, diketahui 2 diantara lawannya memiliki tato babi dan ular.


Gara-gara pertarungan itulah Jian Chen mengalami luka serius hingga meninggal di tanah merah.


Jian Chen menghilang dari pandangan musuhnya sebelum muncul di depan bos perampok itu, dia memberikan totokan yang cepat pada tubuhnya hingga bos perampok itu tak bisa bergerak dan jatuh berlutut.


Bos perampok meneguk ludah sedangkan pemuda dibelakangnya melompat mencoba menjaga jarak dengan Jian Chen sejauh mungkin. Bos perampok tidak menduga ia akan kalah dalam waktu sesingkat ini.


“Baik, baik, aku akan ceritakan padamu…” Bos perampok itu mengangguk sebelum menceritakan organisasi 12 Shio Pemburu pada Jian Chen.


Selain informasi yang umum seputar organisasi 12 Shio Pemburu, Bos perampok itu tidak mengetahui secara detail aslinya terutama tempat markas dan anggota-anggota lainnya, ini menunjukkan organisasi tersebut begitu tertutup dan rahasia.


Organisasi 12 Shio Pemburu bukan hanya organisasi jahat di Provinsi Naga Petir melainkan diseluruh Kekaisaran Naga ini.


Bercerita lebih lanjut, ternyata para tahanan yang di culik oleh perampok ini berhubungan dengan organisasi 12 Shio Pemburu.


Kelak saat waktunya tiba, para tahanan itu akan diserahkan ke anggota organisasi 12 Shio Pemburu sebagai persembahan, entah apa yang akan dilakukan mereka terhadap para warga namun yang pasti itu bukanlah hal baik.


Celakanya para perampok di gua ini hanyalah salah satunya, masih banyak cabang perampok lain yang diperintahkan sama.


Jian Chen termenung beberapa saat, pada akhirnya, mempunyai dendam atau tidak dengan organisasi tersebut dirinya tetap tetap akan berurusan dengan mereka.


“Hanya itu yang kuketahui mengenai mereka…” Bos perampok menyudahi ceritanya. “Tuan, sekarang apakah aku bisa bebas?”


“Kejahatan yang kau lakukan terlalu besar, mencuri, membunuh, membakar desa-desa, kematianpun tidak cukup untuk memaapkanmu..” Jian Chen mendengus, pedangnya sudah terayun memisahkan leher dan kepalanya.


Pandangan Jian Chen kemudian jatuh pada pemuda yang dikenalnya, membuat sang pemuda lemas sekaligus putus asa.


Sang Pemuda sebenarnya ingin memohon tetapi melihat Jian Chen sepertinya tak akan membiarkannya hidup ia hanya terdiam gemetaran.


“Bagus kalau kau menyadarinya lebih awal, kau tidak harus membuang ucapan untuk sesuatu yang pasti…” Jian Chen tersenyum lebar sebelum mengayunkan pedangnya sekali lagi.


***


“Apa yang Chen’er perbuat hingga seperti ini?”


Setelah Jian Ya melumpuhkan setiap penjaga dan memastikan para tahanan ditempat yang aman, dia pergi ke dalam gua lagi untuk mencari Jian Chen.


Setiap ia memasuki ruangan pasti ada jasad yang tergeletak, disatu tempat ketika Jian Ya masuk ke ruangan lainnya ia menjumpai ruangan yang dimana lantainya di penuhi genangan darah.


Ruangan itu adalah ruangan yang paling mengerikan sepanjang yang dirinya lihat, setiap jasad hampir tidak ada yang utuh.


Pandangan Jian Ya hampir kabur namun ia mempertahankan kesadarannya, Jian Ya terus melangkah untuk mencari keberadaan Jian Chen.


Jian Ya akhirnya tiba disalah satu pintu yang terhubung ke daerah luar, saat Jian Ya masuk kedalamnya ia menemukan Jian Chen sedang berdiri sambil menatap langit.


Mata emas Jian Chen bersinar ditengah gelapnya malam namun bukan itu yang membuat Jian Ya memandang Jian Chen melainkan sorot matanya.


“Ah, Ketua, maapkan aku membuatmu menunggu. Sepertinya aku terlalu lama disini…” Jian Chen tersenyum lembut sambil menggaruk kepalanya.


Jian Ya baru tersadar Jian Chen sudah menoleh kearahnya, ia batuk pelan, jantungnya berdetak cepat beberapa saat, sudah lama sekali perasaan ini tidak melanda hatinya. Perasaan asing yang tidak mau ia akui.