Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 72 — Membalikan Situasi


Miou Lin bernafas lega setelah kekhawatirannya telah terselesaikan, andai tadi dirinya datang terlambat sedetik saja maka Jian Chen akan bernasib berbeda.


Saat penyerangan kudeta terjadi, Miou Lin sedang meminum teh dikediaman khususnya saat tiba-tiba salah satu pengawalnya mengatakan ada sebuah serangan.


Miou Lin ternyata sudah diincar sejak awal, banyak pasukan bertopeng langsung mengepungnya dan 2 orang diantaranya berada di Alam Kehidupan.


Pasukan bertopeng menganggap bahwa rombongan yang mengawal Miou Lin hanya pengawal rendah saja mengingat dirinya datang ke tempat yang aman.


Sayangnya mereka telah salah membuat kesimpulan, kemanapun Miou Lin pergi entah itu ke tempat paling sunyi sekalipun ia akan dilindungi oleh pengawal-pengawal yang kuat.


Lima pendekar diantara rombongan Miou Lin ada di Alam Kehidupan, Miou Lin sendiri sekarang berada di puncak Alam Jiwa.


Pada akhirnya mereka yang mengincar Miou Lin menjadi takut, siapa yang akan mencelakainya harus siap kehilangan nyawa.


Walaupun terdapat banyak pendekar di rombongannya, Miou Lin tidak memerintahkan mereka untuk membantu pemerintahan klan Niu. Yang pertama teringat dalam pikirannya adalah mencari dan memastikan keselamatan Jian Chen.


Miou Lin sedikit panik ketika Jian Chen tidak ada dalam kediamannya, ia berusaha mencari keberadaan Jian Chen hingga akhirnya ia menemuinya disini tepat waktu.


Miou Lin memberikan waktu Jian Chen untuk menyembuhkan lukanya, anak muda itu menelan pil penyembuh serta botol ramuan yang memulihkan sebagian tenaga dalam yang hilang.


“Saudara Jian apa yang terjadi sebenarnya, kenapa anda tidak bersembunyi disaat seperti ini?” Miou Lin bertanya setelah Jian Chen bangkit dari duduk silanya.


Sebenarnya Miou Lin lebih penasaran dengan pakaian Jian Chen yang bersimpah darah, awalnya dia pikir itu luka Jian Chen namun setelah dilihat lebih dekat ternyata salah.


“Aku tadi mencoba mengulur waktu untuk Nyonya Yuan dan Meily kabur, sayangnya aku bertemu dengan pendekar bertopeng yang lebih kuat.”


Jian Chen memandang sekelilingnya, masih banyak terjadi pertempuran dimana-mana dan pasukan bertopeng masih mendominasi kawasan pemerintahan klan Niu.


“Kak Miou kita harus membantu pasukan klan Niu untuk menghabisi orang-orang bertopeng ini sebelum matahari terbit.”


Miou Lin mengerutkan dahinya, ia pikir Jian Chen akan ketakutan atas situasi peperangan berdarah seperti ini namun lelaki remaja itu justru terlihat tenang seolah ini adalah hal yang biasa dilihatnya.


“Untuk sekarang Tuan Muda Jian sebaiknya memulihkan luka terlebih dahulu. Kalau soal menolong klan Niu kami pasti akan melakukannya dan sebentar lagi akan ada gelombang besar menyerbu kawasan pemerintahan klan.”


“Penyerbuan?”


Miou Lin mengangguk. “Aku mendengar pendekar-pendekar klan Niu sedang berkumpul dan bergerak ke arah sini. Mendengar bahwa klan Niu diserang membuat penduduk-penduduk disekitarnya tidak tinggal diam dan bersiap membela klannya.”


Baru beberapa detik Miou Lin menjelaskan demikian, gerbang pemerintahan klan secara tiba-tiba terbuka, memuntahkan ratusan orang didalamnya.


Orang-orang itu adalah pendekar-pendekar dari klan Niu yang menyerbu, setelah mereka mengetahui Niu Zuan berkhianat membuat semua pendekar itu marah dan berteriak untuk menggagalkan kudeta yang terjadi.


“Kenapa ini? Bukankah ada penjaga dari luar untuk mencegah mereka masuk, kenapa mereka bisa mengetahui penghianatan Tuan Zuan?”


“Sial-! jumlah mereka sangat banyak, bagaimana situasinya jadi seperti ini, bisa-bisa kitalah yang terbantai!”


Pasukan bertopeng mulai ketakutan melihat jumlah pendekar klan Niu yang membludak tak terkira, bukan hanya itu, pendekar klan Niu yang menyerbu juga langsung membunuh pasukan-pasukan bertopeng didekatnya.


Bukan hanya gerbang depan yang jebol, gerbang belakang juga sama, pendekar-pendekar klan Niu berdatangan silih berganti dan mereka tidak membiarkan ada pasukan bertopeng yang selamat.


Jian Chen menyaksikan itu semua tersenyum lebar, dia menduga kalau ini terjadi karena Bibi Xie telah menyebarkan rumor Niu Zuan berkhianat sesuai perintah dirinya.


Dengan melihat situasinya, Jian Chen yakin tidak ada harapan untuk Niu Zuan bisa memenangkan kudeta ini. Masalahnya terletak pada keselamatan Ketua klan itu sendiri, Jian Chen menoleh ke arah pertarungan Niu Zen dengan ketiga lawannya di atap bangunan paling tinggi.


***


Dengan menggunakan Teknik Pedang Rembulan, Niu Zen masih bisa mengimbangi ketiga lawannya meskipun tidak bisa menyerang balik.


Niu Zuan sebenarnya sedang geram karena Niu Zen sulit dihabisi meski menggunakan serangan gabungan sekalipun, apapun serangan yang mengarah padanya Niu Zen selalu bisa menghindar atau menahannya.


Teknik pedang klan Niu memang membuat penggunanya bisa bertarung disegala situasi termasuk digunakan untuk bertahan. Sama seperti Jian Chen, teknik pedang klan Niu juga dapat melawan lebih dari satu orang.


“Ketua, kami datang untuk membantumu!”


Dari jauh, tiba-tiba enam Tetua klan datang berniat membantu pertarungan Niu Zen yang berat sebelah tersebut.


Tindakan tersebut justru berdampak balik bagi Niu Zen, ia ingin mencegah mereka namun semuanya sudah terlambat.


Niu Zuan tersenyum lebar ketika melihat celah, dia menggunakan ilmu Pedang Rembulan jarak jauh namun serangannya bukan Niu Zen melainkan enam Tetua itu.


Sekali ayunan pedang itu tercipta energi pedang keperakan. Enam Tetua tidak menduga mereka akan diincar setelah tiba alhasil keenamnya tak mempunyai gerak untuk menghindar.


Niu Zen merapatkan giginya sebelum berpindah tempat dan muncul didepan Enam Tetua itu, ia menahan energi pedang tersebut dengan pedangnya namun tercipta ledakan yang besar.


Jarak Niu Zen dengan ledakan itu sangat dekat membuatnya mengalami luka yang berat, Niu Zen jatuh berlutut dengan darah segar muncul dari sudut bibirnya.


“Seperti biasa kau selalu mementingkan orang lain, Zen…” Niu Zuan tertawa mengejek melihat kondisi adiknya yang mengenaskan.


Liu Kai menggeleng pelan. “Kelemahan seseorang terletak dari apa yang mereka lindungi, sedangkan kelemahan dalam dunia persilatan adalah sebuah kecacatan.”


Liu Yanxi tak mengindahkan ucapan rekannya melainkan ia memikirkan yang lain. “Tuan Zuan, Kita habisi dia sebelum matahari terbit, kita tak bisa melakukan kudeta ini ketika matahari sudah muncul…”


Penyerangan ini sudah memasuki waktu dini hari, mereka tak dapat menunda lagi terlalu lama.


“Aku mengerti, tenang saja Saudara Yanxi aku akan membunuhnya sekarang…” Niu Zuan hendak berjalan mendekati Niu Zen namun baru satu langkah bergerak tiba-tiba terdengar suara riuh dari gerbang pemerintahan klan.


Niu Zuan begitu terkejut ketika penduduk klan Niu menyerbu kawasan kudeta, belum pulih rasa terkejutnya gerbang belakang juga ikut terbuka. Semua pendekar-pendekar klan Niu bermunculan mengelilingi pemerintahan klan.


Bukan hanya Niu Zuan, Liu Yanxi dan Liu Kai juga bereaksi demikian. Keduanya tidak menyangka situasi ini akan terjadi.


“Zuan, demi sebuah jabatan kau berani berkhianat dan bekerjasama dengan klan Liu melakukan kudeta! Kau sudah kelewatan!”


Dari ketiadaan muncul pria sepuh tak jauh dari mereka bertarung, dengan kemunculannya saja, pria sepuh itu langsung menekan ketiga lawannya sekaligus. Pria sepuh itu yang tak lain adalah Niu Qisha, Ketua klan Niu yang menjabat sebelumnya.


“Ayah! Apa yang kau lakukan disini!?” Wajah Niu Zuan memucat saat melihat ayahnya.


“Kau berani menyebutku Ayah disaat ingin membunuh adikmu? Kau memang tak termaafkan…”


Pria sepuh itu menghilang dari pandangan sebelum muncul didepan Niu Zuan dan memberikan pukulan keras ke arah perutnya. Niu Zuan terpukul mundur sambil memuntahkan darah segar dengan beberapa tulang rusuknya patah.


Niu Zuan berhasil mendapatkan keseimbangannya segera, raut wajahnya bercampur menahan rasa sakit tetapi pandangannya penuh dengan kebencian.


“Ini semua karenamu, Ayah, jika waktu itu kau memilihku dibanding dia mungkin aku tak akan melakukan ini!”


“Alasanku tak memilihmu karena ambisimu yang terlalu besar dan kasar, menjadi seorang pemimpin tidak pantas untuk seseorang yang menghalalkan berbagai cara demi tujuannya.”


Niu Zuan merapatkan giginya sebelum membanting bom asap, Liu Yanxi, dan Liu Kai bersamaan melakukan hal yang serupa. Ketika kepulan asap itu menghilang ketiganya sudah pergi menjauh.


Niu Qisha bisa saja mengejarnya namun ia tak melakukan hal tersebut, dia membalikan badannya lalu mengalirkan tenaga dalam pada Niu Zen untuk memberhentikan pendarahan yang ada.


Niu Zen mengalami luka parah, jika tidak segera diobati maka dirinya bisa saja kehilangan nyawa sekarang.