
"Sepertinya kau yang membuat keributan di lantai bawah bukan?" Shio Tikus tak kalah dingin menatap Jian Chen.
"Itu bukan sesuatu yang harus kita bahas sekarang..." Jian Chen menggeleng pelan. "Kebetulan aku sedang mencarimu, aku ingin bertanya sesuatu tentang lokasi organisasi kalian?"
"Oh, menarik..." Shio Tikus melihat Jian Chen sudah mengetahui informasi tentang dirinya yang merupakan bagian Organisasi para Shio.
Melihat pemuda itu tidak ketakutan saat mengetahui tentang dirinya membuat Shio Tikus mengerti situasinya.
Shio Tikus tiba-tiba muncul di hadapan Jian Chen dan memberikan pukulan yang kuat, tidak seperti harapannya, Jian Chen dapat mudah menangkap pukulan tersebut.
Jian Chen kemudian memberikan serangan lutut pada perut Shio Tikus yang membuat pria itu terdorong beberapa langkah, sebelum ia berdiri tegap Jian Chen mengayunkan tendangan pada wajahnya membuat pria itu terlempar menembus tembok hingga ke luar bangunan.
Gadis penghibur yang sebelumnya bersama Shio Tikus tampak ketakutan melihat Jian Chen, ketakutan gadis-gadis itu membuat mereka tidak bisa bergerak saat Jian Chen melewati mereka.
Jian Chen kemudian melompat dari lubang Shio Tikus terlempar, pria itu meski jatuh dari lantai lima ia bisa mendapatkan keseimbangan ketika jatuh ke tanah.
Para warga di sekitar kota tampak terkejut dengan jatuhnya Shio Tikus dari lantai tinggi, sesaat ketika datang Jian Chen, mereka menyadari apa yang sedang terjadi sebenarnya.
Tanpa disuruh, para warga sekitar segera mengambil jarak dari keduanya, apalagi mereka melihat Shio Tikus memancarkan aura pembunuh.
"Kau, siapa dirimu sebenarnya!?" Tanya Shio Tikus dengan tatapan tajam.
Biarpun Shio Tikus tidak mengalami luka saat menerima serangan dari Jian Chen, tapi tetap saja pria itu menyadari ada perbedaan kekuatan antara ia dan lawannya.
"Hm, apakah mengetahui identitasku penting?" Jian Chen mengangkat alisnya. "Di situasimu yang sekarang, kau sebaiknya pentingkan keselamatanmu."
Menanggapi hal tersebut Shio Tikus tertawa lantang. "Menarik, baru kali ini ada seorang pendekar yang berani meremehkanku!"
Shio Tikus mengalirkan tenaga dalam pada seluruh tubuhnya yang membuat tubuh pria itu bersinar selama beberapa detik. Tidak lama kemudian tiga gelang yang ada di masing-masing lengan Shio Tikus juga ikut bersinar keemasan.
Jian Chen menyipitkan matanya, ia melihat gelang-gelang itu bukan aksesoris belaka melainkan sebuah pusaka.
Shio Tikus tersenyum lebar, suhu tubuhnya kini terasa mendidih diikuti dengan kekuatannya yang meningkat. Shio Tikus kemudian bergerak cepat menyerang Jian Chen dengan ilmu tangan kosongnya.
"Hm, ilmu tangan kosongmu tidak buruk?"
Sambil menghindar, Jian Chen sedikit terkejut ketika Shio Tikus menyerang menggunakan beladiri tangan kosong. Di Kekaisaran Naga, hanya segelintir pendekar yang bisa menggunakan ilmu tangan kosong sebagai kekuatannya.
Bukan hanya cepat tetapi serangan Shio Tikus juga sulit di tebak, Jian Chen sedikit mengagumi gerakan Shio Tikus yang mempunyai variasi gerakan.
"Hmph! Aku ingin lihat apa kau bisa tenang setelah aku melakukan ini!" Shio Tikus berkata geram.
Gelang-gelang yang ada di tangan Shio Tikus kembali bersinar, kekuatan dan kecepatan serangannya kini meningkat beberapa kali lipat.
"Menarik, pusaka gelang itu membuat yang memakainya mengalami peningkatan kekuatan fisik..." Jian Chen masih tenang menghindar atau menahan serangan Shio Tikus.
Jian Chen bisa merasakan setiap ayunan tinju yang dilepaskan Shio Tikus kini meningkat pesat. Tentu saja meski kuat tetapi tidak cukup untuk membuat Jian Chen terluka.
"Kau..." Shio Tikus terkejut ketika setiap serangannya tidak berdampak besar pada Jian Chen.
Beberapa pukulan dan tendangan berhasil mendarat di tubuhnya, setiap serangan Jian Chen diselimuti tenaga dalam yang besar, seharusnya cukup membuat pria itu mengalami kesakitan hebat namun tidak seperti dugaannya, Shio Tikus tidak bergeming saat pukulan Jian Chen menghantam tubuhnya.
Shio Tikus seperti tidak merasakan rasa sakit, hal ini membuat Jian Chen merasa heran.
"Percuma seberapa kali kau memukulku, setiap seranganmu tidak akan terasa olehku..." Shio Tikus tertawa.
Jian Chen terlambat menyadari Shio Tikus memakai sebuah baju pelindung yang terselip di dalam jubahnya.
Baju pelindung yang berwarna emas milik Shio Tikus memang sangat istimewa, dia dapat menyerap setiap serang lawannya sekaligus membuat penggunanya tidak akan merasakan rasa sakit.
Jian Chen tidak bergeming meski Shio Tikus berkata demikian, sebaliknya ia meningkat kekuatan serangnya kali ini kedua tangannya diselimuti sisik-sisik perak transparan.
Shio Tikus terlempar beberapa meter sesudah Jian Chen memberikan pukulan kuat ke arah perutnya. Nyatanya meski dipukul sehebat itu, Shio Tikus tidak mengalami luka apapun.
"Benar-benar sebuah pusaka..." Jian Chen tersenyum lebar, ia mengerti baju pelindung yang di pakai Shio Tikus bukan baju pelindung biasa melainkan sebuah pusaka kelas dewa.
Shio Tikus berhasil menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terlempar begitu jauh, wajahnya tegang, meski tidak merasakan rasa sakit di tubuhnya namun pukulan Jian Chen tadi benar-benar kuat.
Andai tidak ada pusaka penemuannya, Shio Tikus yakin tulang rusuknya akan patah menerima pukulan sedahsyat itu.
Jian Chen menghela nafas saat melihat warga sekitarnya semakin banyak yang berkumpul. Jian Chen mengalirkan tenaga dalam pada tangannya sebelum merubahnya menjadi sebuah energi, tak lama kemudian percikan petir terkumpul di telapak tangan Jian Chen sebelum memadat dan membentuk sebuah pedang petir.
Wajah Shio Tikus menjadi pucat, Jian Chen benar-benar mengetahui kelemahan pusakanya yaitu elemen petir.
Walau tidak akan melukainya dari luar, elemen petir bisa merambat masuk ke dalam tubuhnya yang mengakibat cedera dalam. Baju pelindung Shio Tikus hanya bisa menahan hantaman luar saja tetapi tidak di bagian dalam.
"Kau... Kau seorang pengguna pedang?!" Shio Tikus menahan nafasnya.
Jian Chen menikmati ekspresi ketegangan Shio Tikus, ia kemudian menghilang dari pandangannya sebelum muncul di depannya.
Shio Tikus tidak bisa menghindar ketika pedang petir Jian Chen terayun ke arahnya, pedang petir tersebut menyetrum Shio Tikus hingga membuat tubuhnya bergetar hebat.
Tubuh Shio Tikus ambruk ke tanah, Jian Chen pastikan serangnya tidak akan membunuh lawannya karena ia membutuhkan pria itu untuk mengetahui informasi markas para Shio.
Para warga menjadi ketakutan menyadari kekuatan Jian Chen yang sangat tinggi, suasana berubah tegang dan hening tanpa suara sampai suara decakan dari langit membuat semua orang mendongak ke atas.
"Aku baru saja meninggalkanmu satu jam tapi kau sudah membuat masalah seheboh ini..." Lily mendarat di dekat Jian Chen, terlihat kesal. "Bisakah kau bersikap menjadi manusia yang normal tanpa menjadi sumber masalah?"
Jian Chen mendengus, ia menghiraukan ucapan gadis itu yang membuat Lily menggembungkan pipinya tambah kesal.
Jian Chen kemudian mengangkat tubuh Shio Tikus yang pingsan sebelum melayang di udara. "Kita keluar dari kota, tujuan kita disini sudah selesai."
"Eh, tapi aku belum jalan-jalan?" Lily tidak terima Jian Chen langsung pergi begitu saja padahal gadis itu berniat berkeliling di Kota Hene selama beberapa waktu mengingat tatanan kota Hene yang cukup unik namun sangat indah.
Jian Chen tidak menanggapi pertanyaan Lily dan segera melesat terbang ke luar kota. Lily sedikit menggerutu tetapi pada akhirnya ia hanya bisa pasrah lalu menyusulnya.
Para warga sejenak mengembuskan nafas lega ketika Jian Chen pergi dari mereka, walaupun sesaat mereka juga terpana atas kecantikan gadis yang bersamanya.