
[*Sebelum baca episode ini, baca dulu episode 292 yang sudah di update, biar kalian lebih mengerti ceritanya*]
Pemilik toko terkejut dengan pernyataan Jian Chen, pasalnya peta yang dimaksud sangat tersembunyi dan rahasia di keluarganya, hanya beberapa orang saja yang mengetahui hal tersebut sehingga ia heran bagaimana Jian Chen bisa mengetahuinya.
"Tuan aku tidak tahu apa maksud anda tentang peta, aku adalah penjual pakaian..." Pemilik toko menepis pertanyaan Jian Chen.
"Tidak harus pura-pura, bukankah kau mempunyai peta yang menggambarkan seluruh benua daratan timur ini, aku ingin membelinya."
"Tuan, aku sungguh tidak mengerti dan untuk peta? Kami tidak jualan peta disini."
"Oh benarkah, bagaimana dengan ini..." Jian Chen mengeluarkan kantong kulit berisi koin emas yang cukup besar, "Aku ingin membeli peta itu dengan uang ini, jika uang itu kurang kau bisa meminta lebih."
Pemilik toko mematung, ia bisa melihat sinar emas yang tersorot ke arah matanya, ia melirik Jian Chen sekali lagi dan bertanya-tanya siapa pemuda itu sebenarnya.
"Peta itu tidak berguna meski anda menyimpannya, sebaliknya jika kau menjual padaku aku akan memberikan bayaran mahal untuk itu..." Jian Chen masih mencoba membujuk pemilik toko.
Pemilik toko jadi ragu, peta yang dimaksud adalah benda berharga yang diwariskan dari keluarganya secara turun temurun, menjualnya begitu saja terasa sangat berat untuknya tetapi disisi lain ia juga membutuhkan uang.
Beberapa minggu terakhir ini tokonya sangat sepi pembeli, Jian Chen mengetahui peta itu akan dijual di masa depan ditempat pelelangan dengan harga yang cukup fantastis.
Pemilik toko menjualnya karena sedang membutuhkan uang, di kehidupan lalu Jian Chen tidak berhasil mendapatkannya tetapi sekarang ia pastikan bisa memiliki peta benua tersebut.
Pemilik toko menghela nafas sejenak, ia melirik ke sekitarnya sebelum buru-buru menutup tokonya sehingga orang luar tidak bisa melihat kedalamnya. Pemilik toko kemudian menghadap Jian Chen.
"Tuan muda, berapa uang yang anda bayar untuk membeli peta itu?"
Jian Chen tertawa kecil sebelum bertanya balik. "Berapa banyak yang anda butuhkan, aku akan membayarnya."
Pemilik toko terdiam sebentar sebelum menyampai harganya. "Aku ingin dengan uang itu keperluan keluargaku terpenuhi sampai seumur hidupku."
Jian Chen mengangguk pelan, ia kemudian mengeluarkan beberapa kantong kulit lagi dan ukurannya jauh lebih besar dari yang pertama. "Uang itu lebih dari cukup sampai anak dan cucumu hidup mewah, jika kurang, kau bisa memintanya lagi..."
Pemilik toko menahan nafasnya dengan mata tak berkedip, ia mulai menganggap semua ini adalah mimpi saat melihat koin emas sebanyak itu.
Dengan jumlah uang yang Jian Chen berikan, pemilik toko memahami kondisi keluarganya akan membaik seratus delapan puluh derajat.
Pemilik toko kemudian memanggil istri dan putrinya untuk menyimpan kantong emas tersebut, reaksi keduanya tidak berbeda jauh dengan Pemilik toko.
Jian Chen kemudian memberikan cincin ruang pada pemilik toko untuk menyimpan kantong emas, akan lebih mudah jika disimpan di dalam sana dari pada memindahkannya.
"Tuan muda, silahkan duduk sebentar, aku akan menyiapkan peta yang tersimpan di dalam rumahku terlebih dulu..." Pemilik toko kini lebih menghormati Jian Chen, ia yakin seseorang yang dapat mengeluarkan uang sebanyak itu dengan mudah bukanlah orang biasa.
Istri dan putri kecilnya lalu menjamu Jian Chen dengan beberapa hidangan terbaik mereka, tak lama kemudian Pemilik toko datang kembali dengan sebuah peti kecil yang dibawanya. Peti itu dikunci oleh gembok baja yang kuat.
"Tuan muda, peta ini sebenarnya ada di dalam peti namun kuncinya sudah hilang sejak lama, aku tidak yakin bisa dapat dibuka lagi."
Pemilik toko kemudian memberikan peti itu pada Jian Chen.
Jian Chen melihat gembok itu sesaat sebelum menggenggamnya dengan kuat, tak lama kemudian suara besi patah terdengar, gembok itu telah berhasil Jian Chen rusak dengan tenaganya.
Pemilik toko beserta istri dan anaknya tampak terkejut dengan apa yang Jian Chen lakukan, kini keduanya memahami Jian Chen adalah seorang pendekar dan hal itu membuat keluarga kecil tersebut jadi sedikit ketakutan.
Jian Chen tidak peduli dengan reaksi mereka melainkan mengambil peta tersebut di dalamnya, ketika Jian Chen membentangkan kertas peta itu ia bisa melihat seluruh daratan benua timur.
"Ini benar-benar sangat luas..." Jian Chen menahan nafasnya, ia sangat terkejut melihat begitu luasnya benua daratan timur.
Jian Chen juga bisa melihat 4 Kekaisaran di dalamnya dimana Kekaisaran Naga memiliki wilayah paling kecil dibandingkan tiga Kekaisaran lain.
Disisi lain ia juga menyadari kenapa Kekaisaran Qilin selalu memandang Kekaisaran Naga dengan remeh, luas ukuran Kekaisaran Naga bahkan tidak setengahnya dari luas Kekaisaran Qilin.
Jian Chen kemudian memasukan peta benua itu kedalam cincin ruang, "Kalau begitu transaksi kita selesai, peta ini adalah milikku begitu juga dengan uang sebelumnya yang kini jadi milikmu."
Pemilik toko mengangguk dan mengucap rasa terimakasihnya pada Jian Chen, besok hari ia tidak perlu bekerja atau berjualan lagi untuk sepanjang hidupnya, ia akan menghabiskan waktunya untuk keluarganya.
Jian Chen selepasnya pergi dari toko tersebut lalu kembali ke penginapan, ia melipat peta benuanya menjadi ukuran yang lebih kecil lagi hingga tersisa hanya wilayah Provinsi Naga Petir saja.
"Hm, jika aku tidak salah lokasi markas organisasi-organisasi itu berada disini, disini dan disini..." Jian Chen tersenyum lebar, ia kini bisa mengingat jelas dengan melihat peta tersebut.
Berkat ingatannya di masa lalu, Jian Chen bisa dengan mudah menemukan lokasi markas-markas organisasi yang ia sempat hancurkan di kehidupan pertama, Jian Chen berencana akan menghancurkannya kembali seperti saat ia dulu.
Ketika Jian Chen sibuk menandai lokasi-lokasi markas itu dengan kuasnya, suara ketukan pintu terdengar.
Jian Chen membukanya lalu melihat Jian Ya yang sudah kembali dan telah menyelesaikan urusannya, Jian Chen mempersilahkan ia masuk.
"Chen'er, apa yang sedang kamu lakukan?" Jian Ya terkejut ketika sebuah peta terpampang di kamar Jian Chen.
"Ini adalah peta benua daratan timur, aku tadi membelinya di kota."
"Peta benua timur! Tunggu sebentar, apakah itu ada dan dijual!?"
Jian Chen tertawa kecil lalu mengelus rambut gadis itu, ia mengerti keterkejutan Jian Ya. "Tentu saja tidak, bahkan peta ini adalah satu-satunya yang ada di Kekaisaran Naga."
Jian Ya tidak menjawab, ia lebih mementingkan detak jantungnya yang meningkat setiap kali Jian Chen mengelus kepalanya, ia sangat senang dengan perlakuan tersebut.
Jian Ya bisa melihat Jian Chen mulai mendekatinya sebagai seorang pria, dan itu membuat Jian Ya senang.
Jian Ya kemudian melirik tanda silang yang Jian Chen tandai di peta itu, ia bertanya padanya, Jian Chen tidak menutupi rencana bahwa ia akan menghancurkan organisasi-organisasi yang ada di provinsi Naga Petir.
Pernyataan itu membuat Jian Ya terkejut, ia tidak menduga Jian Chen memiliki niat seperti itu meski ia memahami dengan kekuatannya yang tinggi, Jian Chen dapat melakukan hal tersebut dengan mudah.