
Di Ibukota Qianshan, malam itu begitu cerah dengan bintang dan bulan yang terlihat di langit sana, suasana juga terasa damai bersama angin malam yang begitu sejuk sampai suatu ledakan berdentum nyaring di perbatasan kota.
Sebelum warga atau petugas mencerna situasi, suara ledakan lain terdengar dari arah bangunan penduduk. Butuh beberapa saat sebelum para warga menyadari bahwa ledakan tersebut berasal dari bom api.
Keterkejutan nyatanya tidak sampai di sana, para warga dikejutkan dengan datangnya jumlah pasukan perjubah serba hitam yang datang menerobos pintu gerbang kota.
Barulah saat itu mereka menyadari ada sebuah serangan, kekacauan segera terjadi dimana-mana pasalnya pasukan berjubah hitam itu menghancurkan apapun yang mereka lihat termasuk bangunan, para warga dan petugas.
Yang paling terkejut dari semuanya adalah pemerintahan klan Chu, mereka tidak menduga bahwa akan ada serangan pada kota yang menurutnya paling aman.
Di kota Qianshan, selain klan Chu yang merupakan klan terkuat di Provinsi Naga Petir, ada juga klan-klan besar lainnya seperti klan Niu dan klan Ye. Tidak ada yang cukup gila untuk menyerang kota Qianshan.
Chu Di adalah Ketua klan Chu saat ini sekaligus orang yang memimpin Provinsi Naga Petir, saat suara ledakan bom api terdengar, ia sudah terbang ke atas langit dengan tinggi untuk melihat apa yang terjadi.
Chu Di menahan nafasnya saat melihat jumlah orang-orang berjubah hitam yang mulai memasuki kota dengan jumlah mengerikan.
"Siapa sebenarnya mereka, apa klan Liu menyerang lagi, tidak, seharusnya mereka tidak akan menutupi identitasnya dengan memakai jubah hitam..."
Klan Liu sudah tidak memiliki ambisi lagi untuk menjadi penguasa Provinsi semenjak klan mereka di campakkan oleh klan-klan sekutunya, ditambah Tetua mereka telah terbunuh saat penyerangan klan Jian.
Satu-satunya yang terbesit dalam pikiran Chu Di mengenai penyerangan ini adalah para organisasi kriminal, terbukti dengan tindakan orang berjubah hitam itu yang menyerang para warga.
Chu Di kembali mendarat tepat di kediaman klannya, beberapa pasukan serta tetua-tetuanya sudah menunggu di sana, menunggu perintah Chu Di mengenai penyerangan ini.
"Kerahkan separuh pasukan klan Chu ke perbatasan kota untuk menahan pasukan musuh sementara waktu sementara sisanya fokuskan untuk menyelamatkan para warga!" Titah Chu Di.
Chu Di kemudian menuliskan beberapa surat yang dikirimkan pada Ketua klan lain untuk meminta pertolongan, ia yakin dengan situasi seperti ini klan Liu dan klan Ye akan bersatu dalam menyelamatkan kota.
Usai mengucapkan perintahnya, pasukan dan tetua Chu langsung langsung pergi dan menyisakan Chu Di sendiri.
Chu Di mengepalkan tangannya keras, tidak menyangka semenjak ratusan tahun telah berlalu Kota Qianshan akan diserang besar-besaran.
Chu Di tidak memiliki waktu untuk memikirkan hal tersebut, ia mulai terbang ke arah perbatasan kota dan mulai menangani pasukan jubah hitam itu.
***
"Sudah lama sekali semenjak kita menyerang banyaknya pemukiman, tidak kusangka kota Qianshan akan menjadi incaran kita selanjutnya..." Yue Xia tertawa lebar melihat kota Qianshan yang mulai terselimuti api merah.
"Bagaimana menurutmu tentang ini, bukankah kau yang sudah lama ingin menguasai provinsi, dengan menyerang Ibukota kau secara jelas akan menjadi penguasa..." Lanjut gadis itu pada seseorang di sampingnya yaitu Hong Gao, pemimpin Organisasi Merpati Merah.
Yue Xia dan Hong Gao adalah dua pemimpin organisasi kriminal terbesar di Provinsi Naga Petir, bukan hanya keduanya tetapi Dong Xu dan Gu Bu juga ada di sana.
Memang untuk menaklukkan Kota Qianshan, Hong Gao selaku pelaku utama telah bekerjasama kembali dengan 3 organisasi lainnya seperti ia menyerang klan Jian dulu namun skalanya sekarang jauh lebih besar.
Keempat organisasi itu hampir mengerahkan semua anggotanya untuk menyerang ibukota provinsi, bisa dibilang mereka menggunakan kekuatan penuh untuk menaklukkan klan Chu dan klan-klan lainnya.
Bukan hanya mereka tetapi ada juga organisasi-organisasi yang ikut gabung dalam penyerangan ibukota.
Setelah Hong Gao didukung oleh dua Shio Pemburu, ia telah berhasil mengumpulkan hampir sembilan puluh persen organisasi-organisasi yang ada di Provinsi Naga Petir untuk bergabung bersamanya.
Bukan hanya itu, dalam penyerangan kali ini Dua Shio yang merupakan pendekar tingkat tinggi akan turun tangan menangani klan Chu, hal ini membuat Hong Gao yakin bisa menaklukan kota besar tersebut.
Dengan persiapan yang matang semenjak beberapa tahun terakhir, di tambah dirinya dan ketiga ketua organisasi lain telah mencapai Alam Langit, Hong Gao percaya diri akan berhasil dalam penyerangan malam ini.
"Kita akan berhasil menaklukkan kota Qianshan saat matahari terbit, biarpun kemenangan bisa jadi di pihak kita, sebaiknya kita harus berhati-hati dalam penyerangan sebesar ini..." Hong Gao berkata demikian sambil melihat ke atas langit, biarpun tidak bisa melihatnya, ia yakin ada dua Shio Pemburu yang mengamati penyerangan tersebut dari jauh.
Yue Xia menghela nafas, tentu saja gadis itu memahami arah penglihatan Hong Gao namun ia tidak bertanya lebih jauh mengenai hal tersebut.
Yue Xia, Gu Bu dan Dong Xu menyadari alasan mereka beraliansi lagi dengan merpati merah karena adanya dua Shio itu.
Walaupun kekuatan ketiganya sudah sangat kuat semenjak beberapa tahun terakhir namun disandingkan dengan para Shio tersebut kekuatan mereka bukan apa-apa.
Bahkan jika ketiganya bertarung serius bersama-sama melawan dua shio itu, mereka tidak yakin akan keluar sebagai pemenang.
Jika tidak ada dua Shio tersebut maka sudah dari dulu Organisasi Kuil Hitam, Raja Tengkorak dan Bulu Agung tidak mau lagi bersekutu dengan Merpati Merah.
Disaat keempat pemimpin organisasi besar itu sedang berdiskusi, di atas langit dua Shio Pemburu tengah melakukan pembicaraan serius.
Walaupun mereka sedang menyaksikan penyerangan organisasi tetapi perhatian mereka tidak sedang ke sana.
Shio Babi dan Shio Ular sedang membicarakan hal lain mengenai organisasinya, dimana dalam tahun yang sama, tiga Shio mereka telah dibunuh oleh pendekar yang tidak ketahui.
Kematian Shio Kuda, Shio Kelinci dan Shio Macan adalah pukulan telak bagi organisasi Shio Pemburu setelah Shio Naga memberitahu kematian ketiganya pada mereka.
"Apa menurutmu dia akan datang kesini?" Tanya Shio Babi yang memiliki nama Yanba Hua.
"Siapa yang kau maksud, pendekar misterius itu, dia sedang ada di ibukota Kekaisaran, kalaupun ada kesini aku tidak takut padanya..." Shio Ular mendengus, tampak tidak peduli.
Yanba Hua menghela nafas, ia sebenarnya tidak terlalu peduli dengan pendekar misterius yang dikatakan Shio Naga, pemimpin Shio Pemburu namun sejak penyerangan ini dimulai ia merasakan firasat tidak enak.
Shio Naga sudah memerintahkan para Shio yang lain untuk menemukan dalang pembunuh Shio Kelinci dan Shio Macan karena dari yang diketahuinya, keduanya dibunuh oleh orang yang sama.
Dari informasi yang mereka dapatkan, pendekar misterius yang membunuh dua Shio itu mempunyai ikatan dengan asosiasi klan Miou namun informasi tersebut tidak terlalu kuat dan masih samar-samar.
Yang pasti Shio Naga memerintahkan anggota yang tersisa untuk mencari informasi mengenai pendekar misterius terlebih dulu sekaligus merekrut kandidat Shio baru untuk menduduki Shio yang telah dibunuh.
Organisasi Shio Pemburu tidak boleh diposisi ini terlalu lama, mereka harus segera memulihkan kekuatan mereka yang telah hilang apalagi setelah kematian Shio Kuda.
Shio Kuda merupakan pendekar tingkat yang mendekati kekuatan Shio Naga, apalagi dia memiliki dua pedang pusaka yang unik di tangannya.
Membunuh Shio Kuda jelas hal sulit bagi Shio Naga sekalipun, Shio Naga menyadari bahwa pendekar misterius tersebut memiliki kekuatan yang lebih tinggi di atasnya.