Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 314 — Pasukan Bergerak


Di saat Jian Chen dan Lily dalam perjalanan, di tempat yang jauh dari sana pasukan Kekaisaran Qilin sudah mulai bergerak ke wilayah kawasan Kekaisaran Naga, tepatnya mereka menggunakan jalur Provinsi Naga Pasir untuk melewatinya.


Saat kasus istana misterius yang berada di Provinsi Naga Pasir sedang terkenal, Kekaisaran Qilin memanfaatkan kondisi tersebut untuk menyusupkan empat puluh ribu pasukannya ke sana.


Pasukan-pasukan tersebut bergerak atas perintah Kaisar Qilin, empat pilarnya dan ia juga ikut dalam pasukan tersebut.


Bisa dibilang mereka bergerak dengan kekuatan penuh untuk menyerang Kekaisaran Naga.


Dengan adanya kasus istana gurun tersebut, Kaisar Qilin yakin Kekaisaran Naga tidak menyadari kedatangan pasukannya yang berjumlah besar itu apalagi provinsi ini bisa dibilang terbengkalai oleh pemerintahan Kaisar Naga.


Lagi pula meski pihak kekaisaran Naga mengetahuinya mereka tidak akan sanggup melawan pasukannya.


"Yang Mulia, bukankah ini sesuatu yang melanggar dalam peraturan peperangan?" Salah satu Tetua menyampaikan keberatannya.


Jumlah mereka kini sedang bergerak pelan di padang gurun, semuanya menuju ke tempat pelabuhan Provinsi Naga Pasir berada sebelum nanti empat puluh ribu pasukan itu menuju ke Provinsi Kekaisaran.


"Kita tidak melanggar, Tetua Lin, dalam peperangan besar tidak ada yang namanya peraturan, selama kita menang maka itu lah yang dia akui orang-orang." Kaisar Qilin tampak tidak peduli dengan kekhawatiran Tetuanya.


"Yang Mulia, aku..."


Tetua yang bernama Lin itu ingin mengatakan sesuatu tetapi urung setelah melihat tatapan dingin Kaisar Qilin.


Tetua Lin memang bimbang soal keputusan Kaisar Qilin yang menyerang Kekaisaran Naga secara diam-diam, padahal jadwal peperangan mereka sudah di tentukan sebelumnya setelah membuat kesepakatan bersama dengan Kaisar Naga.


Nyatanya Kaisar Qilin membuat kesepakatan itu sebagai jebakan, Kaisar Qilin mulai bergerak lebih cepat dari jadwal perang yang seharusnya demi mencapai kemenangan yang manis.


Pasukan yang berjumlah empat puluh ribu orang itu berencana akan menghancurkan pemerintahan Kekaisaran Naga sebelum mereka menyiapkan pasukannya.


Walupun terkesan curang namun Kaisar Qilin tampak tidak peduli dengan hal itu, yang penting dalam pikirannya sekarang kekaisaran ini berhasil dikuasai dan menjadi kekuasan kekaisaran Qilin sepenuhnya.


Kaisar Qilin sekarang berada di posisi barisan paling depan pasukannya bersama para tetuanya sementara kuda-kuda mereka terus perlahan bergerak.


Seekor merpati tiba-tiba datang dan hinggap di pundak Kaisar Qilin, merpati tersebut adalah burung pengirim surat.


Kaisar Qilin membaca surat tersebut beberapa saat sebelum wajahnya tersenyum lebar, dalam surat itu dikatakan bahwa dalam puluhan kilometer lagi ada sebuah kota terakhir yang mereka temui sebelum tiba di pelabuhan.


Kaisar Qilin menyampaikan berita surat tersebut pada Tetua tertingginya juga, mereka tampak senang karena akhirnya perjalanan di gurun bisa berakhir setelah sekian lama mereka berlari di atas padang pasir yang panas.


"Yang Mulia, apakah kita akan menghindari kota ini seperti kota sebelumnya?" Tanya Tetua Lin lagi.


Kaisar Qilin memang memerintahkan pasukannya untuk menghindari jalur kota atau kota itu sendiri. Alasannya cukup sederhana, Kaisar Qilin menghindari kontak dengan penduduk Kekaisaran Naga karena dikhawatirkan salah satu dari mereka ada mata-mata yang bisa memberitahu pergerakan pasukannya.


Kaisar Qilin menggeleng tegas, "Tidak perlu, karena ini adalah kota terakhir maka kita tidak perlu menghindarinya lagi. Sebaliknya kita membutuhkan banyak pangan dari kota tersebut untuk persediaan makanan kita yang mulai menipis..."


Mendengar pertanyaan tersebut Kaisar Qilin hanya tersenyum sinis, "Kenapa harus membeli, kita bisa menggunakan cara kasar, lagi pula kita tidak punya waktu untuk melakukan transaksi."


Kaisar Qilin memang sempat meremehkan daerah padang pasir ini, saat pasukannya bergerak kadang-kadang ada hewan buas atau siluman dari gurun itu yang menyerang pasukannya.


Biarpun bukan menjadi halangan, siluman-siluman itu cukup menganggu pasukan kekaisaran Qilin, akibatnya di suatu kejadian persediaan makanan mereka terbakar gara-gara serangan siluman gurun tersebut yang menyebabkan persediaan pasukan mereka menipis dari waktu yang seharusnya.


Kaisar Qilin kemudian memerintahkan salah satu regu pasukannya untuk berpencar dan bergerak terlebih dulu menuju kota yang terakhir tersebut dan memerintahkan mereka untuk menghancurkannya.


"Regu serigala putih, jika mereka menolak meninggalkan harta dan makanan mereka untuk kalian maka kalian boleh menghancurkan kota itu, aku akan memberikan kalian waktu dua hari, setelah itu kalian bawakan makanan-makanan yang ada di sana untuk perbekalan pasukan kita!"


"Yang Mulia, sebuah kehormatan bisa mendapatkan misi darimu langsung..." Ketua regu serigala itu putih tersenyum lebar, ia senang mendengar kata penyerangan.


Regu serigala putih kemudian mulai memisahkan diri dari pasukan utama Kaisar Qilin, mereka memacu kudanya lebih cepat sehingga bisa sampai pada kota itu lebih awal dari pasukan utama.


Setidaknya regu serigala putih membawa tiga ribu pasukan, demi misinya yang lancar mereka sengaja membawa pasukan yang lebih.


Usai regu serigala putih sudah menjauh, Kaisar Qilin menghentikan pasukannya untuk bermalam kembali.


Melihat kuda mereka sudah kelelahan ia memerintahkan agar pasukannya mulai membuat perkemahan dan perapian, apalagi perlahan-lahan matahari mulai tenggelam.


Kaisar Qilin kemudian berdiam di sebuah tenda khusus yang dibuatnya, ia tampak berpikir keras terhadap sesuatu hal yang mengganjal di pikirannya.


Kaisar Qilin sedikit khawatir tentang pasukan yang di bawanya sendiri, bukan jumlah mereka yang banyak melainkan pendekar-pendekar di dalamnya.


Tidak ada yang mengetahui saat ini di dalam pasukannya ada beberapa anggota organisasi kriminal yang bergabung.


Kaisar Qilin sengaja membuat kesepakatan dengan organisasi kriminal tingkat tinggi dalam penyerangan besar ini untuk menambal kekuatan 3 pilarnya yang telah di bunuh.


Tidak ia sangka, organisasi berbahaya itu menyimpan kekuatan hebat di dalamnya. Kaisar Qilin membuat kesepakatan yang besar agar mereka bisa turun tangan dalam peperangan kekaisaran ini.


Beberapa dari organisasi berbahaya yang ia kerjakan ada dari mereka yang menyamai kekuatan ayahnya, Yu Zhong, yang telah mencapai Alam Dewa.


Kaisar Qilin tidak pernah menduga bahwa di organisasi berbahaya yang ada di kekaisarannya bakal ada yang hampir menyamai kekuatan ayahnya padahal selama ini ia cukup percaya diri dengan kekuatan Yu Zhong yang merupakan pendekar terkuat.


Masalahnya yang ia membuat khawatir adalah organisasi kriminal tersebut akan melakukan pengkhianatan, tidak menutup kemungkinan karena dirinya sedang bekerja sama dengan orang-orang yang haus darah.


Sebenarnya Kaisar Qilin tidak akan melakukan tindakan beresiko ini jika tidak mendengar kabar ada pendekar misterius di Kekaisaran Naga yang berhasil membunuh tiga pilarnya di waktu yang bersamaan.


Kaisar Qilin sendiri tidak yakin bisa menang melawan pendekar misterius tersebut jika bertarung dengannya langsung.