Kultivasi Cahaya

Kultivasi Cahaya
Eps. 225 — Organisasi Pedang Darah VIII


Jian Chen menuruti keinginan Lily dan menyerap kultivasi Yun Luo dan Xin Tian, setelah itu ia beranjak masuk ke dalam markas.


Markas Pedang Darah memiliki luas hampir seperti desa kecil, lini markas yang biasanya ramai menjadi sunyi setelah semua penghuninya kabur.


Jian Chen sedikit kesulitan mencari tempat dimana para tahanan berada karena banyaknya bangunan, barulah ketika satu jam mencari ia menemukannya di sebuah bangunan bertingkat.


Bangunan itu di kunci oleh sebuah rantai besi, Jian Chen mengayunkan tangannya untuk melepaskan rantai tersebut. Ketika ia melangkah masuk, suara riuh banyak orang memenuhi udara.


Suara itu berasal dari orang yang diculik, beberapa dari mereka meminta di lepaskan karena ingin kembali ke keluarganya.


Jian Chen terdiam beberapa saat, ia melihat begitu banyaknya orang yang di culik oleh Organisasi Pedang Darah sampai bertingkat-tingkat seperti ini. Jumlah yang di culiknya bahkan lebih dari seribu orang.


"Tenang semuanya, aku akan membebaskan kalian..." Jian Chen memperkenalkan bahwa dirinya ke sana memang ingin melepaskan orang yang di culik, berharap menenangkan semuanya namun kondisinya justru sebaliknya.


Para tahanan semakin menggila ketika Jian Chen berkata demikian, mereka berteriak untuk terlebih dulu di keluarkan dari sel penjara.


Jian Chen memijat kepalanya yang terasa sakit, ia bisa saja langsung melepaskan semuanya namun itu akan mengakibatkan kerusuhan yang tidak perlu.


"Kau sepertinya tidak terlalu handal menjadi pembicara di depan umum?" Lily terkekeh dari dalam.


Jian Chen menghela nafas, perkataan Lily memang ada benarnya. Karena keriuhan semakin menjadi dan menggila, Jian Chen akhirnya menggunakan cara kasarnya yaitu melepaskan aura kematian yang mencekam.


Aura kematian itu segera membuat mulut para tahanan bungkam dan berubah menjadi ketakutan yang mendalam, sebagian yang mempunyai mental lemah langsung tak sadarkan diri sementara yang bertahan akan jatuh berlutut.


Jian Chen tersenyum canggung ketika ruangan tahanan itu menjadi hening, bahkan jarum yang di jatuh pun akan terdengar jelas.


"Ini lebih baik, setidaknya kalian harus rukun ketika aku membebaskan kalian..."


Para tahanan mengangguk patah-patah, mereka tidak berani membantah Jian Chen bahkan hanya menatapnya saja. Tidak ada yang pernah terpikirkan bahwa sosok yang hendak menyelamatkan mereka merupakan orang yang amat luar biasa berbahayanya.


Jian Chen kemudian melepaskan jeruji mereka satu persatu, Jian Chen tidak banyak berbicara, ia menyuruh mereka berbaris saat keluar markas.


***


Yue Lian sudah memberitahu markas Organisasi Pedang Darah pada walikota yang segera di sebarluaskan berita ini ke pemerintahan provinsi.


Mengetahui dalang penculikan yang merajalela ini ternyata adalah organisasi yang mereka incar, pihak pemerintahan provinsi segera mengerahkan pasukannya untuk bergerak ke markas lokasi Pedang Darah.


Dalam dua hari sudah banyak pasukan yang terkumpul, beberapa pendekar juga ikut di dalamnya untuk menumpas markas penculik besar tersebut, salah satu diantara pendekar tersebut adalah Yue Lian.


Yue Lian bersama yang lain mulai menyelusuri hutan, beberapa Pendekar Alam Langit yang bisa terbang juga di kerahkan untuk melihat keadaan hutan dari atas agar tidak ada yang tersesat.


Perjalanan menggunakan jalur darat memang terkesan lambat dan membutuhkan waktu berjam-jam, beberapa kali rombongan itu beristirahat.


Sebelum mereka sampai pada tujuannya, Yue Lian dan lainnya di kejutkan oleh banyak anggota organisasi Pedang Darah yang berlarian ke arah mereka seperti lari dari sesuatu.


Pasukan pemerintah dan pendekar langsung menghadang mereka serta melakukan perlawanan keras, pada akhirnya anggota organisasi Pedang Darah yang kabur tidak ada yang tersisa sedikitpun, semuanya terlalu marah untuk membiarkan mereka hidup.


"Apa yang sebenarnya terjadi di markas mereka?" Yue Lian terheran-heran karena anggota organisasi itu terlihat ketakutan saat menuju pasukannya.


Rombongan Yue Lian bergerak kembali setelah menumpas anggota organisasi yang mencoba kabur dari hutan. Tidak berangsur lama, mereka kemudian menemukan kembali orang-orang yang menghampiri rombongannya.


Yue Lian dan lainnya awalnya menganggap bahwa mereka adalah anggota organisasi yang lain namun setelah jarak keduanya mendekat, ternyata mereka adalah para tahanan Pedang Darah yang telah di bebaskan.


Mata Yue Lian berair ketika melihat seorang perempuan seumurannya ada di rombongan tersebut, dia adalah sahabatnya yang pernah di culik.


Yue Lian berhambur memeluk gadis itu, begitu juga dengan pendekar yang lain ketika berjumpa dengan keluarganya kembali.


"Aku pikir kita tidak akan bertemu lagi, Yin'er..." Yue Lian masih memeluk sahabatnya sambil menangis bahagia.


Lin Yin, nama sahabat dari Yue Lian hanya mengangguk pelan sembari membalas pelukan sahabatnya. Meski selamat ia tidak merasa terlalu bahagia terutama setelah melihat pemandangan mengerikan yang membuatnya jadi terbayang-bayang.


"Apakah para penculik itu melakukan sesuatu padamu?"


Yue Lian menyadari ekspresi sahabatnya, bukan hanya Lin Yin namun para tahanan yang lain juga berekspresi serupa, mereka seperti melihat sesuatu yang mengerikan dan Yue Lian berpikir bahwa itu semua karena ulah organisasi Pedang Darah.


"Aku tidak apa-apa, hanya saja aku terkejut saat pemuda yang menyelamatkan kami melakukan sesuatu yang lebih mengerikan dari para anggota organisasi itu sendiri..."


Lin Yin tidak menceritakan lebih jauh, ia masih ingat aura kematian yang terpencar dari pemuda yang menyelamatkannya serta pembantaian di sekitar depan markas. Butuh waktu yang lama agar ia bisa melupakan hal tersebut.


Yue Lian langsung mengerti orang yang di maksud Lin Yin adalah Jian Chen, jika sahabatnya dapat diselamatkan serta markas organisasi itu hancur olehnya sendiri maka Jian Chen mempunyai kekuatan yang lebih tinggi dari dugaannya.


Yue Lian semakin penasaran dengan identitas Jian Chen karena pertemuan ia dengannya bisa dibilang hanya kebetulan. Belum lagi Yue Lian melihat Jian Chen seperti telah mengenalnya sejak lama.


Ketika Yue Lian bertanya keberadaan Jian Chen pada Lin Yin, ternyata sahabatnya itu tidak mengetahuinya.


"Setelah dia membebaskan kami, dia tiba-tiba menghilang seperti hantu. Aku tidak tahu kemana dia pergi namun dia menyuruh kami agar terus berjalan maju hingga akhirnya kami bisa berjumpa dengan rombonganmu, Lian'er."


Yue Lian terdiam, jika seperti itu maka ada kemungkinan dirinya juga tidak bisa bertemu lagi dengan Jian Chen.


Pasukan pemerintahan kemudian di bagi dua tugas, tugas pertama yang di utus untuk melihat situasi markas Pedang Darah sementara pasukan lainnya membawa para tahanan keluar dari hutan. Pasukan pemerintahan ingin melihat situasinya lebih jauh.


***


"Apa kau yakin tidak akan menghampiri mantan kekasihmu itu?" Lily bertanya pada Jian Chen kesekian kalinya.


Tanpa ada yang mengetahui, Jian Chen saat ini sedang melayang di atas langit sambil melihat Yue Lian yang berpelukan dengan sahabat berharganya.


"Tidak perlu, aku tidak mau terlibat lebih lama di hidupnya saat ini. Kuharap setelah organisasi terbesar di provinsi ini hancur, dia bisa hidup bahagia dan aman..."


Sampai sekarang Jian Chen masih menyalahkan dirinya atas kematian Yue Lian di kehidupan lalu.


Jian Chen tidak ingin Yue Lian dalam bahaya jika terus bersamanya, disisi lain ia ingin memberikan kehidupan yang layak bagi Yue Lian sebagai penebus kesalahannya.


Walaupun Jian Chen berkata demikian namun Lily merasa Jian Chen memendam kesedihannya. Lily memilih diam dan tidak membicarakan itu lebih jauh, sebagai orang yang bersama Jian Chen sejak kecil, gadis itu lebih memahami perasaan Jian Chen dibanding siapapun.