
"Hm, walaupun di sebut kota kecil namun terlihat berbeda dari yang kubayangkan..." Gumam Lan Qiaoqiao pelan.
"Kota Xiawei mungkin masih terbilang kota kecil mengingat dari luas wilayahnya namun dari segi perekonomian kota ini sudah maju dan menyamai perkonomian kota-kota besar pada umumnya..."
Jian Chen menjelaskan bahwa kota Xiawei yang berdekatan dengan Gunung Langit bukanlah sebuah keburukan bagi orang-orang yang hidup di dekatnya melainkan anugerah.
Terlepas dari mitos keramatnya, gunung itu memiliki tanah yang subur untuk bercocok tanam sehingga kota Xiawei memiliki pertanian yang stabil dan berkembang.
Orang awam sekalipun akan menyadari Kota Xiawei memiliki masa depan yang cerah, hanya soal waktu kota ini berkembang dan menjadi sebuah kota besar.
Setahu Jian Chen tepatnya sepuluh tahun yang akan datang kota ini mengalami perkembangan pesat yang mengejutkan sampai masuk sebagai lima kota terbesar di Provinsi Naga Angin.
Tapi untuk sekarang kota Xiawei masih tampak biasa saja, tidak jauh berbeda dengan kota kecil pada umumnya terlepas dari banyaknya pendatang baru yang datang ke kota tersebut.
Jian Chen kemudian mengajak kelimanya untuk masuk ke dalam kota itu lebih dalam mengingat hari semakin gelap, mereka harus segera mencari tempat penginapan.
Jian Chen kemudian menemukan penginapan yang di maksud, wajahnya berubah cerah saat mengetahui penginapan itu berasal dari asosiasi klan Miou, ini menandakan ada toko asosiasi yang lainnya disini.
'Mereka cukup pintar menanamkan asosiasi disini sejak dini, mengingat kota yang semakin maju maka tidak mengherankan toko ini akan berkembang di masa depan...' batin Jian Chen sembari berdecak kagum.
Keenamnya turun dari kuda, Jian Chen meminta pada lima Lan bersaudara untuk memesan kamar di penginapan asosiasi, sementara Jian Chen akan pergi dulu ke toko asosiasi yang lain.
Tidak membutuhkan waktu lama hingga Jian Chen menemukan toko asosiasi yang menjual sumber daya, toko itu masih berukuran sedang untuk sebuah toko di kota Xiawei. Jelas mereka baru membuka cabang ini beberapa bulan sebelumnya.
Dengan Liontin yang diberikan Miou Fan, pandangan petugas semuanya pada Jian Chen langsung berubah di toko asosiasi tersebut, termasuk Manajer toko yang merupakan seorang pria berusia 40-an.
Jian Chen meminta pada Manajer toko itu bahwa ia membutuhkan sebuah kertas dan kuas untuk mengirimkan sebuah surat ke Miou Lin namun permintaan itu ternyata tidak bisa terpenuhi.
"Tuan Muda, bukannya aku tidak mau tetapi toko kami tidak memiliki merpati pengiriman surat untuk sekarang..."
Alasan toko Asosiasi itu tidak memiliki merpati pengirim surat karena toko asosiasi di kota Xiawei masih tergolong baru dan masih belum genap satu tahun.
Manajer toko berkeringat dingin saat menolak permintaan Tuan mudanya namun disisi lain ia tidak bisa berkata bohong ketika itu sesuai faktanya.
Jian Chen menghela nafas, sepertinya ia tidak punya pilihan lain selain pergi ke Kota besar untuk menulis surat pada Miou Lin.
Karena tidak ada yang harus ia lakukan Jian Chen memutuskan untuk kembali ke penginapan.
"Tuan muda bagaimana aku bisa mencarimu jika anda berada di kota ini?"
"Tidak perlu mencari, aku hanya disini tidak akan lama selain itu, aku berada di penginapan asosiasi kalian..."
Melihat Jian Chen akan ke penginapan asosiasi, Manajer toko memilih untuk ikut dan memberitahukan pada Manajer penginapan tentang kedatangan sosok penting seperti Jian Chen.
Jian Chen memasuki penginapan asosiasi namun yang dilihatnya pertama kali adalah adanya antrian di penerima meja tamu.
Antrian itu menunjukkan begitu banyaknya pendatang baru yang memasuki Kota Xiawei, Jian Chen yakin salah satu di antara mereka adalah pengusaha atau pedagang yang hendak membuka usaha di kota ini.
Perhatian Jian Chen tertuju pada lima gadis kembarnya, wanita itu kini menjadi pusat perhatian karena parasnya yang menarik perhatian semua orang.
Jian Chen menepuk jidat, harusnya ia menyuruh mereka menggunakan topeng sebelum ke keramaian seperti ini, lihatlah kini mereka mulai di goda laki-laki di sekitarnya.
"Saudara Jian!" Kelima gadis itu serempak berantusias saat melihat Jian Chen.
Kelimanya langsung buru-buru menghampirinya dan berlindung dari tubuh pemuda itu, mereka tampak tidak menyukai di kerumun banyak lelaki.
"Bukan itu saja laki-laki itu mempunyai hubungan dekat dengan kelimanya!"
"Apa pemuda itu kekasihnya, dia bisa mendapatkan gadis secantik mereka dan pemuda itu mendapat kelima-limanya." Orang itu menggeleng pelan sambil berdecak kagum.
Semua orang yang ada di penginapan mulai berbisik-bisik dan melihat ke arah Jian Chen, melihat bagaimana keberuntungan pemuda itu bisa dikerumuni gadis cantik.
Jian Chen menggaruk kepala dengan senyuman canggung, ia bisa melihat kelima gadis itu berpura-pura memeluk tangannya agar tidak ada laki-laki yang berani mendekat dan menggodanya lagi.
Jian Chen mengelus pucuk kepala Lan Qiaoqiao, Xiaxia, Lulu, Yueyue, dan Lan Lingling secara bergantian dengan elusan lembut.
"Maaf, aku hampir lupa kalian berlima memang gadis-gadis yang cantik..."
Wajah Lan Qiaoqiao memerah, dia senang Jian Chen memujinya cantik sementara keempat saudarinya hanya tersenyum manis.
'Apa itu kekasihnya Tuan Muda, benar-benar diluar dugaanku..." Manajer toko tampak sulit berkata-kata namun mengingat Jian Chen adalah orang penting Asosiasi maka tidak mengherankan ia mendapatkan lebih dari satu gadis.
Dengan status dan kekayaannya di tambah wajah Jian Chen yang terbilang tampan, tidak aneh akan banyak gadis yang jatuh cinta padanya.
Tentu saja Manajer toko tidak pernah berpikir bahwa Jian Chen mempunyai lima kekasih sekaligus dengan kelimanya adalah gadis cantik yang seiras alias kembar.
"Bisakah anda menyerahkan Liontin ini pada Pengurus penginapan ini, ia pasti mengenal liontinku..."
"Tentu saja Tuan Muda, biar aku saja yang melakukannya."
Manajer Toko bahkan berpikir Jian Chen tidak seharusnya mengantri jika ingin menginap di penginapan ini mengingat ia sendiri merupakan bagian penting asosiasi.
Manajer Toko kemudian pergi ke pengurus penginapan, ia memberitahu pengurus penginapan itu bahwa Jian Chen adalah orang penting asosiasi.
Tidak menunggu lama hingga Jian Chen langsung di persilahkan memesan kamar tanpa antrian terlebih dulu.
Pengurus penginapan menggratiskan semua fasilitas untuk Jian Chen, ia juga membawa beberapa pelayan gadis muda untuk melayani Jian Chen jika di perlukan namun ketika melihat bagaimana cantiknya lima Lan bersaudara, niat itu diurungkan, lima gadis kembar itu memiliki kecantikan di tahap berbeda untuk seorang gadis.
"Saudara Jian, bagaimana bisa anda di hormati seperti itu, bukankah mereka adalah atasan di penginapan ini?" Lan Qiaoqiao bertanya penuh keheranan.
"Aku tidak tahu, aku hanya membayar mahal penginapan ini dengan beberapa koin emas."
Lan Qiaoqiao menyipitkan matanya namun tidak bertanya lebih jauh, menurutnya andai Jian Chen membayar mahal penginapan pun tidak seharusnya Pemilik penginapan harus turun tangan apalagi mereka tampak menghormati Jian Chen seperti atasannya.
Jian Chen di berikan tempat tidur yang paling mewah di penginapan itu begitu juga dengan kelima gadis kembarnya. Tanpa menunggu lagi mereka istirahat di kamarnya masing-masing.
Jian Chen membuka jendela kamarnya dan melihat ke arah puncak Gunung Langit.
"Lily, apa kau bisa melihat gunung itu?"
"Hm, teknik matamu lumayan bagus, tidak kalah dengan mata para peri. Aku memang bisa melihatnya namun formasi pelindung itu terlihat agak berbeda..."
"Apa itu berbahaya?"
Lily mengangkat bahu, "Aku tidak tahu, aku tidak bisa melihatnya jika jauh seperti ini."
Jian menggaruk kepalanya, ia sepertinya harus ke sana untuk memastikan sesuatu.