
Empat Tetua yang tersisa langsung mengambil jarak sebelum serangan Jian Chen dapat melukainya, keempatnya kini mulai sadar Jian Chen adalah sosok yang tak bisa dilukai oleh pendekar Alam Hampa sekalipun.
"Kekuatannya setara dengan Ketua Sha, kita tidak akan bisa melawannya meski menyerang bersama-sama..." Ujar salah satu Tetua yang lebih berpengalaman dalam bertarung.
"Tidak mungkin! Yang dapat menandingi Ketua Sha hanya beberapa orang saja yang kita kenal. Jika demikian bukankah dia termasuk sepuluh jagoan Kekaisaran!"
Tetua itu tidak menjawab lebih jauh, sejujurnya ia justru beranggapan bahwa Jian Chen lebih kuat dari Ketua klannya sekalipun.
Keempat Tetua itu sadar Jian Chen belum genap mengeluarkan seluruh kekuatannya.
Hal ini dibuktikan meski Jian Chen sangat kuat ia tidak membunuh musuh-musuhnya, andai saja Jian Chen serius melawan para Tetua itu, mereka yakin dapat terbunuh dengan singkat ketika pertama kali menyerang.
Para pendekar klan Wuming di sekitarnya berkeringat dingin setelah mendengar diskusi para Tetua tersebut apalagi tentang kekuatan Jian Chen.
Tidak satupun dari mereka ada yang menduga bahwa hari ini ada seseorang yang menyerang klannya seorang diri.
Saat keempat Tetua yang tersisa berdiskusi, perhatian Jian Chen justru teralih ke yang lain.
"Ingin menilai kekuatanku saat sedang bertarung dengan orang lain, itu strategi yang tidak buruk..." Jian Chen tersenyum lebar dengan menoleh ke atas langit.
Para pendekar klan Wuming menoleh ke arah yang sama namun tidak menemukan apapun, barulah ketika ada suara, mereka menyadari ada orang yang melayang di sekitar mereka sejak tadi.
"Kau dapat melihat ilusiku?!" Orang itu menampilkan fisiknya sehingga bisa terlihat oleh orang lain.
"Aku tak dapat melihatnya, aku hanya merasakan keberadaanmu di sana..." Jian Chen mengangkat bahunya.
Orang itu menggunakan sebuah ilusi agar tubuhnya terlihat transparan sehingga tidak terlihat oleh orang lain namun tetap saja hawa keberadaannya dapat terdeteksi oleh Jian Chen.
Ketika orang itu muncul, para pendekar klan Wuming serta empat Tetua sebelumnya langsung memberikan hormat padanya.
Jian Chen mengerutkan dahi sebelum akhirnya mengerti sesuatu, tidak salah lagi kalau orang di depannya adalah Ketua klan Wuming yaitu Wuming Sha.
Wuming Sha kemudian mendarat di hadapan Jian Chen dengan tatapan yang dipenuhi nafsu membunuh, tidak pernah ia duga klannya bakal di serang seperti ini.
"Apa menurutmu klan Wuming adalah klan yang bisa diremehkan begitu saja, berani mengacaukannya seorang diri..." Wuming Sha berkata dingin.
Jian Chen menggelengkan kepalanya pelan. "Kedatanganku kesini atas tindakanmu beberapa minggu lalu... Kau mengejar seorang gadis yang mempunyai pusaka tingkat tinggi dan memburunya tanpa peduli bahwa mereka masih murid Akademi."
Wuming Sha terkejut saat Jian Chen mengetahui rencananya tetapi ia menolak memberitahukan itu. "Apa maksudmu, kau mengarang?"
"Kurasa kau sudah lupa, bagaimana jika kau melihat pedang ini..." Jian Chen mengeluarkan Pedang Dewa Es milik Ziyun di cincin ruangnya. "Apa kau mengenalnya?"
Nafas Wuming Sha tertahan, "Ba-bagaimana pedang itu ada di tanganmu?"
"Tidak penting di tangan siapa pedang ini di pegang, yang pasti gara-gara tindakanmu itu membuatku sangat marah dan ingin menghancurkan klan ini..." Ekspresi Jian Chen kini telah berubah menjadi dingin.
Wuming Sha mengepalkan tangannya keras, ia mengetahui ada resiko besar mengambil pusaka tingkat tinggi dari orang lain namun tidak menduga resikonya sampai mengacaukan klannya sendiri.
Setelah melihat kekuatan Jian Chen sejak tadi, ia yakin Jian Chen adalah lawan yang merepotkan baginya.
Wuming Sha memunculkan dua pedang kembar di kedua tangannya, tidak berniat berbicara dengan Jian Chen lebih jauh.
Empat Tetua yang tersisa segera mengambil jarak begitu juga dengan para pendekar klan Wuming yang lain.
"Akan kubuat kau menyesal karena telah menyerang klanku..." Wuming Sha mengalirkan tenaga dalam yang besar pada kedua pedangnya, seketika kedua pusaka itu bersinar terang.
Jian Chen pikir Wuming Sha akan bergerak ke arahnya namun yang dilakukan Ketua klan itu justru di luar dugaan Jian Chen.
Dua Pedang Wuming Sha kemudian dibenturkan satu sama lain yang menciptakan gelombang suara yang memekakkan telinga.
Jian Chen mundur dua langkah akibat suara keras tersebut, penglihatannya jadi sedikit buram beberapa detik.
Jian Chen mengalirkan tenaga dalam pada kedua telinganya untuk menahan gelombang suara selanjutnya, saat ia kembali melirik Wuming Sha, Jian Chen melihat tubuh Ketua klan itu sudah terpecah menjadi sepuluh tubuh.
"Jadi begitu... Suara benturan sebelumnya untuk pengalihanku sebelum kau menggunakan sebuah ilusi..." Jian Chen tersenyum lebar.
Melihat Jian Chen masih terlihat tenang, Wuming Sha kembali membenturkan pedangnya beberapa kali. Wuming Sha berdecak kesal melihat tekniknya tidak lagi berefek pada Jian Chen.
Wuming Sha tidak melanjutkan serangan suaranya melainkan mulai mempersempit jaraknya dengan Jian Chen.
Sepuluh cerminan dirinya juga ikut dan mengepung Jian Chen dari berbagai arah.
Jian Chen melepaskan pedang esnya dari sarungnya, seharusnya tidak ada yang bisa mencabut pedang pusaka itu kecuali pemilik mutlaknya tetapi Jian Chen adalah pengecualian karena telah diperbolehkan oleh Ziyun.
Jian Chen dan Wuming Sha bertukar beberapa jurus, serangan Ilusi darinya biasanya membuat orang lain kewalahan tetapi di depan teknik pedang Jian Chen, keahlian ilusinya terasa tidak berguna.
Wuming Sha, yang berpikir Jian Chen adalah seorang pendekar tangan kosong hanya bisa mengumpat saat ternyata kemampuan Jian Chen dalam berpedang tak kalah tingginya.
Wuming Sha bisa merasakan setiap kali pedang biru Jian Chen berbenturan, telapak tangan yang memegang kedua pedang perlahan diselimuti es.
Teknik dua pedangnya yang terkenal lincah kini mulai melambat akibat es tersebut.
Jian Chen kemudian menghancurkan tubuh ilusi Wuming Sha satu persatu hingga tinggal menyisakan dirinya.
Jian Chen lalu menaikan tempo gerakan pedangnya jadi lebih cepat lagi membuat Wuming Sha berubah di posisi bertahan bahkan sekujur tubuhnya mulai dipenuhi oleh luka.
Goresan demi goresan terus berlanjut, darah mulai keluar dari luka-luka yang Jian Chen torehkan.
Menyadari Ketua klannya tidak akan menang, semua para pendekar klan Wuming serta Tetuanya tidak membiarkan itu terjadi.
Mereka semua kompak dan berniat untuk mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan ketua klan.
Jian Chen melirik para pendekar yang hendak menyerbunya sekuat tenaga tetapi terus menyerang Wuming Sha. Jian Chen lalu mengayunkan pedangnya sangat kuat membuat Wuming Sha terdorong beberapa meter.
Jian Chen tidak menyerang Wuming Sha lebih lanjut, ia menancapkan pedangnya ke tanah dengan menggunakan tenaga dalam yang sangat besar.
"Elemental Es — Neraka Es Abadi!"
Dalam waktu satu kedipan, Jian Chen merombak sepersepuluh wilayah klan Wuming jadi dataran es termasuk bangunan di sekitarnya yang membeku.
Pendekar-pendekar yang hendak mendekati Jian Chen kini mematung di tempat, kedua kaki mereka tidak bisa digerakan akibat es yang menempel pada kakinya.