
"Jadi kau Dewa Racun Barat yang lebih mencintai racun daripada wanita mu"
Yao Chan berhasil mengetahui identitas sosok dihadapannya setelah mencarinya di dalam ingatan Qin Yun si tongkat Giok Darah.
"Jaga mulutnya bocah atau aku akan menyobeknya berkali-kali!!"
Sosok yang dikenali Yao Chan sebagai Dewa Racun Barat itu seketika meledak amarahnya. Ia sangat sensitif sekali dengan kata-kata Yao Chan yang dia anggap sedang mengolok-olok dirinya tersebut.
Namun di satu sisi ia terkejut mendapati pemuda belasan tahun dihadapannya mengetahui identitasnya walau mereka belum pernah bertemu sekali pun.
Yao Chan terkekeh melihat sosok tua dihadapannya itu terpancing emosinya. Ia memang sengaja melakukan itu untuk membuat Dewa Racun Barat menyerangnya.
Yao Chan sebenarnya merasa geram karena Dewa Racun Barat telah membunuh Bai Xun dan menggagalkan rencananya untuk menghisap ingatannya Pembunuh Rubah Hitam itu.
Namun harapan Yao Chan belum sepenuhnya musnah. Yao Chan meyakini tubuh yang di panggul oleh sosok tua dihadapannya ini adalah anggota pembunuh dari Rubah Hitam yang menyerang kediaman Putera Mahkota.
"Hahaha kakek bau pesing, kau pikir mudah menyobek mulutku? Lakukanlah jika menurutmu begitu!"
Yao Chan menatap tajam ke arah Dewa Racun Barat, lalu melemparkan benda bulat di tangannya sejauh puluhan meter. Yao Chan tak ingin racun asap berwarna hijau itu membunuh orang yang dipanggul Dewa Racun Barat.
Dewa Racun Barat terlihat kesal mendengar ucapan Yao Chan. Merasa sangat di remehkan oleh pemuda belasan tahun itu, ia pun segera mencabut pedang Tao Yan yang ia selipkan di pinggangnya.
"Kurang ajar, rasakan ini!"
Dewa Racun Barat menebaskan Pedang Bayangan ke udara di depannya. Serangkum energi cahaya hitam melesat dari pedang ke arah tubuh Yao Chan.
Yao Chan terkejut, ia baru menyadari sebuah energi pedang melesat kearahnya saat energi tersebut berjarak kurang dari dua meter lagi.
Yao Chan terpental beberapa meter saat perutnya terhantam energi hitam tersebut. Kejadian itu membuat mata Dewa Racun Barat melotot seakan hendak lepas meloncat dari kelopaknya.
Belum pernah ia bertemu dengan musuh yang tubuhnya mampu bertahan dari serangan energi pedang seperti yang dilihatnya malam ini.
"Tinggi juga tenaga dalam kakek bau Pesing ini".
Yao Chan bergumam dalam hatinya, ia pun membalas dengan menebaskan Pedang Dewa Perang ke udara di hadapannya. Jurus Pedang Angin dari Kitab Dewa Angin akhirnya ia gunakan.
Dewa Racun Barat tersadar dari keterkejutannya saat udara di sekitarnya berfluktuasi dengan kuat. Ia melompat ke atas berusaha menghindari tebasan Pedang Angin Yao Chan yang lebarnya mencapai puluhan meter itu.
Walau sudah melompat belasan meter, Dewa Racun Barat masih merasakan efek dari Angin yang berhembus sangat kencang itu.
"Benar-benar pemuda pilihan para dewa"
Dewa Racun Barat bergumam mengakui kehebatan jurus yang baru Yao Chan gunakan.
Dewa Racun Barat segera meluncur ke bawah dan mendarat di tanah dimana terdapat sebuah batu yang cukup besar. Ia lalu meletakan tubuh Tao Yan yang masih tak sadarkan diri itu.
"Dia memperlakukan Pembunuh dari Rubah Hitam itu dengan baik, ada hubungan apa sebenarnya mereka berdua?"
Yao Chan sedikit heran melihat perlakuan yang Dewa Racun Barat lakukan pada tubuh yang dipanggulnya.
"Anak muda aku akui, kau lawan yang hebat, sudah sejak puluhan tahun aku tidak menemui seorang lawan yang sepertimu. Sepertinya hari ini aku bisa bersenang-senang hehehehe."
"Kakek racun jangan kabur dari pertarungan kita ya.. karena aku ingin memandikan kakek yang bau pesing itu hahahaha."
"Hahahaha... kau lucu juga anak muda, bagaimana kalo kau jadi muridku saja, akan ku ajari kau cara meracik obat kuat... hahahaha."
"Hahahaha terimakasih Kek.. aku sudah punya ramuan sendiri. bahkan ramuan itu aku pelajari dari Dewa Obat langsung."
"Apa.!! benarkah itu.?"
Dewa Racun Barat tersedak ludahnya sendiri mendengar nama Dewa Obat. Dalam anggapannya Dewa Obat yang disebut oleh Yao Chan adalah Fu Mao berjuluk Dewa Obat Dari Timur teman sekaligus musuh bebuyutannya.
Mungkin Dewa Racun Barat air liurnya akan menetes jika mengetahui Dewa Obat yang Yao Chan maksud adalah Dewa Obat yang sebenarnya. Mungkin ia akan merengek minta diajari cara meracik obat itu kepada Yao Chan, mungkin.
"Di mana kau bertemu si Fu Mao itu anak muda?"
Yao Chan mengerutkan dahinya. Ia tak mengenali nama Fu Mao itu bahkan baru kali ini mendengar namanya.
"Fu Mao itu siapa Kek? Apa dia seorang penjual obat kuat? "
"Apa..!!! kata mu kau mempelajari racikan obat kuat dari Dewa Obat, Fu Mao adalah nama asli Si Dewa Obat dari Timur."
Dewa Racun Barat mengerutkan dahinya, mendapati Yao Chan tidak mengetahui nama Asli dari Dewa Obat.
"Hahahaha kau salah paham Kek.. Dewa Obat yang ku maksud adalah Dewa Obat yang sebenarnya, yang berada di Alam Para Dewa."
Yao Chan terkekeh mendapati kesalahpahaman antara dirinya dan dewa Racun Barat tentang Dewa Obat. Dan saat melihat wajah Dewa Racun Barat, Yao Chan terpingkal-pingkal.
Saat itu malam sebentar lagi berganti pagi, siluet Sang Surya menghadirkan cahaya Fajar yang hendak menyingsing. Karena itulah Yao Chan bisa melihat wajah Dewa Racun Barat, tertegun mendengar perkataannya.
"Anak muda jangan kau coba membohongi Aku, atau aku tidak akan sungkan lagi padamu."
Yao Chan Mengerutkan dahinya mendengar suara Dewa Racun Barat yang bergetar itu.
"Apakah kakek tidak percaya denganku walau sudah melihat Pusaka Dewa di dalam tubuhku ini? menurut Kakek di mana aku bisa mendapatkan Pusaka ini jika aku tidak pernah berada di Alam Para Dewa?"
Yao Chan sengaja menyebutkan Zirah Sisik Naga, untuk membuat Dewa Racun Barat mempercayai kata-katanya.
Berdasarkan ingatan Qin Yun yang ia hisap, Yao Chan mengetahui bahwa Dewa Racun Barat bukanlah seseorang yang sangat kejam dan tak punya perasaan. Qin Yun pernah bertarung dengan Dewa Racun Barat hingga seharian, sebelum akhirnya melarikan diri karena terkena racun lawannya.
Pertarungan mereka disebabkan karena Qin Yun membunuh seorang kenalan Dewa Racun Barat. Orang yang di bunuh oleh Qin Yun adalah seseorang yang pernah memberi tempat untuk menginap Dewa Racun Barat sekaligus menjamunya.
Berdasarkan ingatan Qin Yun juga, Yao Chan mengetahui bahwa Dewa Racun Barat sebenarnya seseorang yang baik, hanya saja ia berubah sedikit kejam semenjak isterinya pergi bersama pria lain saat ia sedang memperdalam ilmu racunnya.
"Anak muda akan ku penuhi apapun permintaan mu asalkan kau mengajariku cara meracik ramuan Obat Kuat Tingkat Dewa itu"
Yao Chan tersedak ludahnya sendiri mendengar perkataan Dewa Racun Barat yang sedikit menghiba kepadanya.
...*****...