
Xian Mey segera mendorong bola energi besar itu ke arah Yuan Long. Bola Energi itu pun melesat sangat cepat dan menerpa tubuh Yuan Long yang masih merasakan sakit akibat serangan Yao Chan.
Yuan Long terkejut saat merasakan tubuhnya bagai terhisap ke tengah-tengah bola energi yang berhawa panas itu.
Ia pun mengabaikan rasa sakitnya, untuk melesat keluar dari bola energi tersebut. Saat tubuhnya telah separuhnya berada di luar bola energi itu, Ia kembali merasakan sakit di perutnya.
Yao Chan tertawa senang setelah memukul perutnya sendiri. Ia pun melakukan hal yang sama beberapa kali.
Hingga akhirnya bola energi dari Xian Shi yang berelemen angin, segera menyatu dengan Bola Energi Xian Mey yang kini mengeluarkan api akibat angin dari Bola Energi Xian Shi.
Kini tubuh Yuan Long terkurung oleh dua lapis bola energi yang berbeda elemen. Namun dengan kekuatan Yuan Long yang berada di tingkat Pendekar Dewa Sejati itu, dengan mudah menembusnya.
Saat tubuh Yuan Long sudah keluar sebagian dari bola energi itu, Yao Chan yang kesal memukul keras dagunya.
Hal itu membuat kepala Yuan Long menjadi pusing, dan tubuhnya kembali terseret ke dalam bola Energi itu.
Bola Energi ketiga yang memercikan petir kecil, segera menerpa tubuh Yuan Long yang seketika sangat marah kepada Gong Li.
Hal itu karena bola energi yang baru saja Gong Li lesatkan kepadanya, membuat tubuhnya berkali-kali tersambar petir yang tiba-tiba saja membesar setelah bersatu dengan dua bola energi elemen lainnya.
“Chan Gege … Cepat lemahkan dia, Energinya tiba-tiba semakin membesar!! Yin’er cepat lepaskan bola energimu!!”
Xian Mey berteriak panik. Ia tidak lagi berbicara melalui telepatinya.
Yao Chan terkejut saat melihat, Yuan Long berniat membunuh dirinya dengan jalan meledakkan tubuh dan rohnya itu.
“Bagaimana caraku melemahkan dirinya, serangan ku yang kuat pun tidak bisa membuatnya lemah.”
Yao Chan menjadi pucat saat menyadari niatan Yuan Long. Ia tak ingin cepat mati dan membuat ketujuh isterinya menjadi janda muda yang kini menjadi incaran para bujang tua.
Dengan panik Yao Chan memukuli tubuhnya secara memb**i buta. Mulai dari kepalanya terus ke wajahnya.
Tubuh Yuan Long hanya terlihat oleng beberapa kali, namun pancaran energinya tetap semakin membesar.
Walau Bola Energi Zhu Yin mulai bersatu, namun hal itu tidak melemahkan kekuatan Yuan Long.
Yao Chan yang panik tiba-tiba saja mendapat ide gila, Ia sempat ragu untuk melakukan hal itu.
Teriakan panik Xian Mey yang hampir tak kuat menahan bola energinya agar tidak meledak oleh kekuatan Yuan Long, membuat Yao Chan Nekad melakukan idenya tersebut.
BUUGH
Suara keras terdengar saat Yao Chan memukul dua buah telur di pangkal pahanya.
AAARGGGHHH
AAM PUUUNNN
Yuan Long menjerit sejadi-jadinya. Kekuatan energinya pun menurun drastis. Hal itu membuat ke empat isteri Yao Chan bukan saja senang, mereka malah tertawa melihat kekonyolan suami mereka yang ternyata berhasil melemahkan Yuan Long.
Bola Energi kelima dari Qing Mi yang berelemen Logam, membuat Bola energi itu semakin kuat mengurung Yuan Long.
Yuan Long terlihat sedang terengah-engah, karena merasakan sakit yang luar biasa di bawah pusarnya.
Serangan Yao Chan pada bagian itu membuat dadanya menjadi sangat sesak.
Energinya yang telah terkumpul untuk membuat dirinya meledak itu, menurun drastis karena serangan Yao Chan pada bagian vitalnya itu.
Namun Ia tak putus asa, Ia segera menekan rasa sakitnya dan kembali mengumpulkan energi tersebut untuk bunuh diri dengan meledakkan tubuh dan rohnya.
Hanya dengan cara itulah Ia tidak akan kalah dalam pertarungan melawan sisi baiknya.
Merasakan Aura Yuan Long kembali membesar, Yao Chan menjadi sangat kesal sekali.
Bersamaan dengan Bola Energi berelemen air dari Xian Chi yang mulai menyatu dengan lima bola energi lainnya, Yao Chan memukul kembali bagian vitalnya dengan keras.
Namun pancaran energi Yuan Long tidak menurun, walau Ia merasakan sakit pada bagian bawahnya itu.
Yao Chan menjadi kesal, Ia pun memukul jauh lebih keras lagi bagian itu secara berulang-ulang.
“Dasar Bandel! … Rasakan ini!!”
Yuan Long kembali menjerit keras saat Yao Chan mengerahkan energi qi untuk memukul Kantung ajaibnya.
Hal itu juga bertepatan dengan bersatunya bola Energi berhawa sangat dingin dari Ji Xia yang berelemen Es.
Tujuh Bola energi itu, akhirnya bersatu, lalu memancarkan cahaya terang yang sangat menyilaukan mata ketujuh orang yang telah berhasil membuat segel itu.
Sesaat kemudian Bola Energi yang semula bergaris tengah tiga meter, perlahan-lahan mengecil dan terus mengecil hingga bergaris tengah lima puluh sentimeter,
Ketujuh isteri Yao Chan pun tersenyum lega setelah melihat bahwa mereka telah berhasil menyegel sosok Yuan Long.
Dengan kondisi tubuh yang tersegel seperti ini, maka Sosok Yuan Long tidak lagi memiliki energi untuk meledakkan diri.
Seluruh energinya terkuras habis, diserap oleh Tujuh bola elemen yang kini menyegel tubuh dan rohnya itu dengan sangat kuat.
Namun kegembiraan tersebut, berubah menjadi kepanikan saat melihat tubuh suami mereka, tergeletak di tanah dengan tubuh yang terlihat lemas.
Ketujuhnya segera melesat cepat menuju tempat dimana Yao Chan yang tergeletak setengah pingsan.
Mereka bertujuh sedang berkonsentrasi penuh, sehingga tidak mengetahui apa yang membuat suami mereka jatuh lemas seperti itu.
Berbagai pertanyaan di dalam benak berbaur menjadi satu, dengan rasa panik yang menyelimuti hati mereka.
Sementara di alam dimensi lain, Dewa Tertinggi dan Dewa Naga, sedang tertawa melihat kekonyolan Yao Chan sesaat tadi sebelum tubuhnya meluncur jatuh dari udara.
Hanya mereka berdua yang melihat apa yang terjadi pada Yao Chan yang sangat kesal dengan kebandelan Yuan Long.
Ia menghantam Kantung ajaibnya berulang-ulang hingga tidak menyadari jika Yuan Long telah tak sadarkan diri.
Saat Yuan Long kehilangan kesadarannya maka Jurus Dewa Memindah Semesta tak lagi bekerja pada tubuh Yuan Long.
Dan satu pukulan terakhir yang Yao Chan lesatkan, berbalik menyerang dirinya sendiri dengan rasa sakit luar biasa yang menyesakkan dadanya.
Pandangan Yao Chan seketika menjadi berkunang-kunang seiring tubuhnya yang seketika menjadi lemas tak bertenaga.
“Chan Gege! … Apa yang terjadi?” Gong Li dan yang lainnya berteriak panik. Yao Chan yang perlahan-lahan mendapatkan kembali energinya, membuka matanya.
Terlihat kesedihan di wajah ketujuh isterinya yang hingga detik ini belum mengetahui apa yang menyebabkan dirinya menjadi seperti itu.
“Chan Gege … Apa yang terjadi?” Suara Gong Li menjadi lebih tenang saat melihat Yao Chan tersenyum kepada mereka semua.
Tawa ketujuh isteri Yao Chan seketika meledak sesaat setelah Yao Chan hampir selesai menceritakan hal itu.
Namun tertawa ketujuh Isteri Yao Chan itu, sirna seketika ketika melihat wajah sedih suami mereka yang hendak berkata-kata lagi.
“Aku tidak bisa merasakan pusakaku, sepertinya sekarang telah lumpuh dan tak berfungsi seperti sebelumnya.”
“APAA!!!” Ketujuh Isteri Yao Chan terkejut hingga jatuh terduduk dengan wajah yang pucat.
Untuk beberapa saat suasana menjadi hening. Wajah mereka terlihat sangat sedih mengetahui hal tersebut.
Namun Gong Li tiba-tiba bangkit dan memasukan tangannya ke dalam jubah bagian bawah Yao Chan.
Setelah beberapa saat berlalu, apa yang Ia inginkan tidak terwujud, Gong Li pun mulai menangis mendapati kenyataan pahit tersebut.
“Chan Gege … Apakah energi Bintang juga tidak bisa membangkitkan kekuatannya?”
Di sela isak tangis mereka bertujuh, Gong Li yang masih berusaha membangkitkan pusaka Yao Chan, bertanya kepada suaminya itu.
Yao Chan tidak menjawabnya. Ia bingung dengan kondisinya sekarang ini.
Ia ingin mengalirkan Energi bintang, namun mengetahui efeknya tidaklah sebentar, membuatnya ragu jika saja energi murni itu akan membuatnya harus seperti dulu.
Namun melihat kesedihan sang isteri, Yao Chan pun segera mengalirkan energi bintang ke bagian tubuhnya yang sangat berharga itu.
“AAH Ini … !” Gong Li terpekik gembira saat menyadari Pusaka suaminya itu, membengkak besar di genggaman tangannya.
Menyadari bahwa Energi Bintang masih berfungsi dengan baik Yao Chan segera melesat berpindah tempat dan dalam sekejap telah berada Istana Kecil mereka di Alam Kristal Dewa.
END YAA … GIMANA SETUJUKAH?
*****