Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
050: Kondisi Lin Hua


Tetua Yu Ma melepaskan pelukannya terhadap Yao Chan, ditatapnya wajah tampan itu sejenak.


"Chan'er... ibumu sekarang berada dirumah Kakek mu di ibukota kekaisaran, hanya saja.. " Tetua Yu Ma terdiam raut wajahnya berubah menjadi sedih. sebuah dilema baginya untuk mengatakan kondisi sebenarnya dari Lin Hua.


"Paman... ada apa dengan ibuku? Paman tolong jelaskan padaku paman!" Yao Chan mendapat firasat tak bagus dengan berubahnya raut wajah Tetua Yu Ma.


Tetua Yu Ma yang kebingungan akhirnya tertolong oleh suara Tetua Ma Hua yang memanggilnya. Tetua Ma Hua menyadari kesulitan yang dialami Yu Ma, tentang kondisi Lin Hua yang sebenarnya, untuk itulah ia segera memanggilnya.


"Ma'er sebaiknya kau istirahat terlebih dahulu, hal itu sebaiknya kalian sampaikan ketika kalian sedang berdua saja."


"Kakek..apakah kakek juga mengetahui tentang ibuku?" Yao Chan menatap Tetua Ma Hua yang kini menelan ludahnya. Dia mengumpat di dalam hati karena bermaksud menolong Tetua Yu Ma malah dirinya kini yang kebingungan karena pertanyaan Yao Chan.


"Ma'er katakanlah keadaan Hua'er kepadanya, karena aku pun belum mengetahuinya setelah dia kembali ke Ibukota menemui keluarganya." Akhirnya Guo Jin menengahi situasi yang menyulitkan Tetua Ma Hua Dan Tetua Yu Ma.


Tetua Yu Ma terdiam sejenak, lalu menghadap ke arah Guo Jin dan kembali berlutut.


"Guru.. mohon maafkan hamba, karena kesalahan hamba dalam menyampaikan berita duka, hamba membuat kesalahan besar"


Suara Tetua Yu Ma terdengar bergetar membuat Yao Chan dan lainnya terkejut. Namun belum sempat Yao Chan menyuarakan rasa penasarannya, Tetua Yu Ma kembali bersuara dan menceritakan kejadian sepuluh tahun lalu.


Setelah keluar dari alam Kultiva Naga sepuluh tahun lalu, Yu Ma Akhirnya menuju ibukota kekaisaran Wu untuk menemui Lin Hua dan mengabarkan tentang kematian Yao Zhi dan keadaan Yao Chan di Alam Kultiva Naga.


Sesaat setelah mendengar berita kematian suaminya ditangan Tujuh Hantu Lembah Neraka, Lin Hua terdiam dengan air mata yang mengalir deras di pipinya. Beberapa saat kemudian wajah Lin Hua yang sedih berubah menjadi riang dan lalu tertawa nyaring.


Namun tawa itu tak berlangsung lama karena Lin Hua kemudian berteriak memaki-maki Tujuh Hantu Lembah Neraka sambil merebut sebuah pedang dari seorang prajurit dan menebas lehernya hingga putus.


Kejadian itu sontak membuat Tetua Yu Ma, Ayahnya Lin Bao dan Lin Yung, kakak Lin Hua terkejut. Belum hilang rasa terkejut mereka, Yu Lian sudah menyerang mereka secara membabi buta. Lin Bao yang paling rendah kemampuan bela dirinya, hampir saja terkena tebasan pedang putrinya yang tiba-tiba mengamuk itu.


Tetua Yu Ma akhirnya berhasil melumpuhkan Lin Hua dan membuatnya pingsan. Lalu mereka membawa Lin Hua ke kamarnya untuk beristirahat.


Namun beberapa jam kemudian setelah sadar dari pingsannya, Lin Hua kembali mengamuk dan menghajar seorang pelayan perempuan yang menungguinya hingga nyaris tewas. Beruntung Tetua Yu Ma dan Lin Yung segera datang dan menyelamatkannya.


Lin Hua kembali dilumpuhkan oleh Tetua Yu Ma, namun kali ini tetua Yu Ma terpaksa memusnahkan tenaga dalam Lin Hua agar tidak melukai atau bahkan membunuh yang lainnya. Tentu saja hal ini dilakukan atas persetujuan Lin Bao dan Lin Yung.


Mereka pun akhirnya memanggil tabib istana untuk mengetahui kondisi Lin Hua lebih jauh dan mengobatinya. Namun tabib tersebut tertunduk lesu setelah memeriksa kondisi Lin Hua, hal itu karena dirinya tak mampu untuk menyembuhkan apa yang diderita Lin Hua.


Hal itu menggoyahkan jiwanya dan dirinya tak bisa mengendalikan kemarahan sehingga tenaga dalamnya yang tinggi menyebabkan kerusakan sistem saraf di ingatannya. Dan hal ini sangat kecil kemungkinan untuk bisa disembuhkan lagi.


Namun Lin Bao, Lin Yung dan Tetua Yu Ma tidak berputus asa, mereka mencari tabib-tabib lain bahkan dari kekaisaran lain untuk mengobatinya. Hal itu mereka lakukan hingga sekarang.


Namun beberapa bulan lalu mereka mendapat sebuah titik terang untuk mengobati ingatan Lin Hua. Seorang tabib Tua dari negeri Tibet mengatakan, Lin Hua dapat disembuhkan dengan sebuah jurus sakti. Hanya saja mereka kesulitan untuk menemukan seseorang yang memiliki jurus sakti tersebut.


Saat Tetua Yu Ma hendak melanjutkan ceritanya, ia dan seluruh orang yang lain tercekat dengan sebuah aura yang mencekam. Sesaat kemudian mereka menyadari aura tersebut berasal dari Yao Chan.


Yao Chan menggeram kuat dan melepaskan energi yang besar dari tubuhnya, mata Yao Chan terlihat berubah menjadi kuning keemasan dan titik hitam dimatanya telah berubah menjadi merah. Mata itu terlihat seperti mata seekor ular yang sedang menatap mangsanya. Tubuh Yao Chan kini dipenuhi sisik berwarna kuning keemasan.


Akibat dari aura yang dilepaskan oleh Yao Chan, beberapa orang terlempar ke belakang dan membentur tembok, kursi dan meja hancur berkeping-keping. Hanya Guo Jin yang masih berdiri tegak di tempatnya semula.


Tetua Yu Ma dan beberapa anak buahnya yang lain terbelalak melihat kondisi Yao Chan. Mereka teringat kejadian sepuluh tahun lalu saat Yao Chan mengalami hal serupa akibat rasa sedihnya mendengar kematian sang Ayah.


Energi yang dilepaskan Yao Chan begitu kuatnya hingga membuat bumi bergetar seolah di Landa gempa. Atap bangunan tempat mereka berkumpul mulai berjatuhan.


Guo Jin memahami apa yang terjadi dengan Yao Chan, sesuai dengan pesan Zhu Long Guo Jin akhirnya menghampiri Yao Chan terlihat sedang murka.


"Chan'er tenanglah..kendalikan dirimu, kendalikan kekuatanmu itu!. Wahai Dewa Naga Emas, ampuni kami semua" Guo Jin berteriak kepada Yao Chan dengan mengerahkan tenaga dalamnya.


Yao Chan yang telah dibawah kendali roh Dewa Naga Emas, tersentak mendengar teriakan Guo Jin yang menusuk telinganya. Sementara yang lainnya tak merasakan apapun dengan suara Guo Jin.


Perlahan kekuatan di tubuh Yao Chan mereda dan tubuhnya kembali seperti semula. Yao Chan tersadar sepenuhnya setelah hampir satu menit kemudian.


Air mata Yao Chan terlihat mengalir di kedua pipinya. Air mata kesedihan seorang anak akan nasib malang yang dialami oleh sang Ibunda tercinta.


"Pendekar Cengeng..Apa kau lupa bahwa jurus yang kita kuasai itu bisa mengobati ibumu?"Suara Zhu Yin mengejutkan semua orang yang ada.


Zhu Yin terlihat kesal karena dirinya terbentur ke dinding ruangan saat Yao Chan melepaskan energinya tadi. Dirinya pun tidak siap sama sekali dengan apa yang terjadi kemudian.


Yao Chan menepuk jidatnya sesaat kemudian. Dirinya baru tersadar bahwa Jurus Mata Penghisap Ingatan dapat mengobati seseorang yang kehilangan ingatannya. Hanya saja dirinya belum mengetahui bagaimana cara menggunakannya.


...*****...