Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
263: Serangan Aliansi Aliran Hitam 2


“Apa!! … menjadi Isteri ke tujuhnya?”


Tubuh Ji Xia bergetar hebat setelah Gong Li menceritakan siapa Yao Chan dan juga tentang takdir hidupnya.


Ji Xia tidak menduga sebelumnya jika Ia akan mengemban takdir sebagai seorang ibu dari seorang anak yang terpilih untuk mendamaikan Tiga Alam Semesta di masa depan.


Ia pun menarik nafas panjang dan memandang Yao Chan yang berada seratus meter dari tempat mereka berada.


Semua keterangan Gong Li menjawab semua pertanyaan mengapa Ia bermimpi selalu bertemu Yao Chan dalam waktu sebulan terakhir ini. Padahal mereka belum pernah bertemu sama sekali.


Ji Xia menghela nafas panjang, mencoba meredam rasa kecewa di hatinya. Kecewa karena pemuda yang selalu hadir dalam mimpinya itu, ternyata telah beristeri dua dan memiliki empat calon isteri lainnya.


Ia pun menghembuskan nafasnya, setelah mengingat akan menjadi Isteri seorang Pria calon Dewa Penjaga Perdamaian Tiga Dunia.


Ia pun mencoba berdamai dengan rasa kecewa di hatinya itu. Ia pun kembali memandang sosok Yao Chan yang sedang bertarung dengan Ye Mao.


Saat ini, Gong Li dan Ji Xia bersama Yao Shen telah berhasil keluar dari Paviliun Harta Kultiva dan sedang melihat pertarungan Yao Chan dengan Ye Mao.


Yao Chan dengan jurus berpindah tempat dalam sekejapnya, membawa Ye Mao sejauh dua ratus meter dari gerbang kota Anmei.


Keduanya telah bertarung imbang puluhan jurus. Yao Chan masih menyimpan kekuatannya dan hanya menunjukan kekuatan di level delapan, level yang sama dengan level kekuatan Ye Mao saat ini.


“Sialan Kau … Siapa Kau sebenarnya!”


Ye Mao mengeluarkan Pedang Pusakanya setelah melesat menghindar dari tendangan Yao Chan.


“Sudah ku bilang namaku Yao Chan, apa kau memang tuli? Hahahaha..”


Yao Chan tertawa seraya mengeluarkan Pedang Dewa Perang. Ye Mao sedikit terkesiap saat merasakan Aura hangat yang keluar dari Pedang di tangan Yao Chan.


“Pedang Angin Menebas Awan!”


Ye Mao berteriak seraya menebaskan pedangnya secara menyilang. Dua buah Angin Pedang yang sangat besar dan cepat melesat ke arah Yao Chan.


Yao Chan tersenyum lalu menebaskan Pedang Dewa Perang ke depan secara menyilang pula. Dua berkas cahaya biru melesat menghadang dua Angin Pedang itu.


Blaaar Blaaar


Wajah Ye Mao terlihat murka melihat serangannya dengan mudah dihancurkan oleh Yao Chan.


“Sialan Kau …. Rasakan ini! Pedang Angin Penghancur Ombak!”


Ye Mao menebaskan dengan sangat kuat, pedang pusakanya itu ke arah Yao Chan. Seberkas Energi Pedang yang sangat besar, menderu dengan cepat ke arah Yao Chan.


Melihat serangan yang kuat itu, Yao Chan kembali tersenyum, Ia pun segera melepaskan serangan yang berhawa dingin untuk membekukan energi Pedang itu.


Ye Mo pun terkesiap melihat serangan energi pedangnya tiba-tiba melambat dan membeku setelah bersentuhan dengan energi berwarna putih kebiruan dari Pedang Yao Chan.


Asap itu berubah menjadi es sesaat setelah bersentuhan dengan energi pedang. Kini di udara terlihat sebentuk Es berbentuk pedang dengan panjang lima meter dan lebar satu meter.


BLAAAR


Pedang berbentuk es tersebut, hancur menjadi serpihan kecil sesaat setelah Yao Chan menghantamnya dengan Jurus Pedang Mata Dewa.


Ye Mao terlihat semakin kesal, Ia pun segera memasukan kembali pedang pusakanya itu ke dalam Gelang Ruang Dimensinya.


Yao Chan menjadi waspada ketika sesaat kemudian merasakan Aura Iblis yang sangat kuat, memancar dari tubuh Ye Mao.


Ia pun segera membuat Formasi dinding Pelindung dengan mengerahkan kekuatan di puncak pendekar Dewa level sepuluh.


Dinding Pelindung dengan ukuran sangat besar akhirnya mengurung Yao dan Ye Mao yang kini terkesiap saat merasakan aura besar memancar dari tubuh lawannya.


Ye Mao yang kesal, memutuskan untuk menggunakan jurus yang berasal dari kekuatan Mutiara Jiwa Iblis Angin.


Dari dua pertarungan sebelumnya saat Ia melawan Lin Shan dan Singa Petir, Yao Chan menyadari bahwa Sosok Iblis Sejati akan muncul dan menolong Ye Mao kali ini.


Ia pun membuat Dinding Perisai Pelindung agar saat sosok Iblis Sejati itu muncul terhalang dan tidak bisa menolong salah satu muridnya ini.


Yao Chan memang berencana untuk menghabisi Ye Mao, menyadari kekuatan besar yang dimiliki oleh salah satu dari tiga murid Iblis Sejati itu.


***


Paviliun Harta Kultiva adalah organisasi perdagangan Sumberdaya yang dibutuhkan oleh para Kultivator.


Walau organisasi perdagangan, namun setiap orang yang bekerja di organisasi ini, adalah para kultivator berkemampuan tinggi.


Setidaknya kemampuan mereka berada pada tingkat Pendekar Langit Tahap Awal untuk dapat diterima di organisasi ini.


Saat ini Paviliun Harta Kultiva memiliki sekitar lim ratus orang pekerja. Mereka terbagi menjadi pelayan dan pengawal juga pekerja pada bagian Administrasi.


Dari lima ratus pekerja tersebut. Seratus lima puluh orang berada pada tingkat Pendekar Langit tahap awal hingga tahap akhir.


Tiga ratus tiga puluh orang berada di tingkat Pendekar Roh Tahap Awal hingga Tahap Akhir.


Sementara dua puluh orang lainnya, berada di tingkat Pendekar Dewa. Dari level satu hingga level empat.


Dengan anggota sekuat ini, menjadikan organisasi Paviliun Harta Kultiva menjadi organisasi terkuat yang membuat sebuah klan berpikir dua kali untuk menyerangnya.


Namun hari ini, untuk pertama kalinya sejak seratus tahun lalu organisasi ini didirikan, mendapat serangan yang hebat.


Setidaknya ada lima Klan Aliran Hitam yang beraliansi untuk menguasai kekayaan Paviliun Harta Kultiva yang dikabarkan mencapai milyaran Juta Batu Roh itu.


Serangan hebat dari sekitar tiga ratus kultivator dari tiga Klan tersebut, membuat penduduk Kota An Mei segera lari berhamburan, menjauhi pusat kota dimana bangunan Paviliun Harta Kultiva berada.


Mereka yang menyerang adalah kultivator di tingkat Pendekar Langit dan Pendekar Roh.


Namun karena kalah dalam jumlah, membuat keadaan di luar gedung segera dapat di kuasai.


Mayat ratusan kultivator dari Aliansi Aliran Hitam dan puluhan mayat anggota Paviliun Harta Kultiva, tergeletak di berbagai tempat.


Banyak bangunan warga yang mengalami kerusakan akibat pertempuran yang terjadi di luar gedung paviliun yang megah itu.


Hal ini lah yang membuat Ketua Zhou Kin sangat marah. Ia bersama Ratu Es Abadi dan Ketua Gong Xhun, saat ini tengah bertarung melawan tiga Ketua Klan yang beraliansi itu.


Ketua Zhou Kin terlihat mendominasi pertarungan dengan menghadapi Ketua Klan Kipas Dewa Angin yang bernama Chu Lung.


Sementara Ratu Es Abadi terlihat bertarung imbang dengan lawannya yang merupakan Ketua klan Pedang Api Biru yang bernama Gui Yan.


Klan Api Biru adalah salah satu Klan Aliran Hitam terkuat yang berada di Benua Awan Merah.


Sementara Ketua Klan Pedang Suci, Gong Xhun, terlihat sedikit berada di atas angin saat bertarung dengan lawannya yang merupakan Ketua Klan Pedang Petir yang bernama Bao Jin.


Klan Pedang Petir adalah salah satu Klan terkuat dari benua Awan Hitam.


Hanya saja yang membuat heran Gong Xhun maupun Ratu Es Abadi adalah kekuatan yang mereka tunjukan.


Sepengetahuan kedua orang tersebut, Kekuatan mereka beberapa bulan yang lalu berada di level empat Pendekar Dewa.


DUUUARR


Pertarungan ketiganya yang berada di udara tepat di atas bangunan Paviliun yang besar dan megah itu, seketika terhenti sesaat, ketika sebuah kembang Api Besar meledak tak jauh dari mereka.


Wajah Ketua Zhou Kin terlihat memburuk saat menyadari bahwa kembang Api itu merupakan tanda meminta bantuan.


******