Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
072: Kelompok Pisau Perak


Yao Chan segera melompat setinggi sepuluh meter dan melayang kearah di mana terlihat olehnya dua orang pria bercadar berada di balik sebuah atap bangunan.


Mata Wu Mei, Wu Jian dan kedua pengawalnya serta para penduduk kota yang melihat aksi Yao Chan melotot lebar, mereka seolah tidak mempercayai apa yang sedang dilihat oleh mata mereka sendiri.


Teknik melayang di udara adalah teknik yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang di tingkat Pendekar Suci yang memiliki tenaga dalam setidaknya lima ribu simpul.


Hal ini menunjukan Yao Chan adalah seorang pendekar tingkat tinggi terlepas dari usianya yang masih belia. Kedua Pengawal Wu Jian berdecak kagum melihat apa yang Yao Chan lakukan.


Kedua pria bercadar tersebut terbelalak matanya saat menyaksikan sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Seorang pemuda terlihat melayang ke arah mereka dengan tatapan membunuh.


Saat mereka hendak melarikan diri dengan teknik peringan tubuh terhebat miliknya, Yao Chan melesat dengan cepat menghadang langkah kaki mereka.


Dilihat dari gerakan meringankan tubuhnya, setidaknya kedua orang tersebut memiliki kemampuan di tingkat Pendekar Raja tahap awal.


"Jangan kalian pikir bisa pergi semudah itu setelah apa yang kalian lakukan tadi!"


Yao Chan membentak kedua orang tersebut seraya mengalirkan tenaga dalam ke arah jari-jari kedua tangannya.


Melihat hal tersebut, kedua pria bercadar itu, segera bersiap-siap melakukan perlawanan walau tidak percaya diri bisa menang melawan Yao Chan.


"Saudara Chan, jangan bunuh mereka, kita memerlukan informasi dari mereka berdua."


Zhu Yin segera berteriak mengingatkan Yao Chan yang sudah terlihat bersiap menyerang keduanya. Zhu Yin berteriak demikian karena akhir-akhir ini Yao Chan sudah tidak segan lagi untuk membunuh lawannya.


Yao Chan mengangguk dan tiba-tiba tubuhnya melesat sangat cepat, membuat kedua pria cadar tersebut terkejut saat menyadari kedua dada mereka telah tertotok oleh Yao Chan. Begitu cepat gerakan Yao Chan hingga mereka tidak bisa melihatnya.


Kedua pria tersebut terkejut karena tiba-tiba merasakan tubuhnya menjadi kaku, hanya bagian leher ke atas saja yang masih bisa mereka gerakan. Membuat wajah keduanya terlihat pucat saat Yao Chan menarik kedua kain cadar penutup sebagian wajah mereka.


Yao Chan segera mencengkram kedua kerah jubah mereka. Lalu diangkatnya tubuh kedua orang itu dan dibawanya melayang turun dan melemparkan keduanya di hadapan Wu Jian yang telah turun lagi dari kudanya.


Yao Chan memegang leher salah satu pria tersebut, lalu menatapnya tajam dan mengerahkan tenaga dalam kearah kedua matanya.


Pria tersebut terbelalak dan matanya melotot menatap mata Yao Chan yang terlihat olehnya memancarkan cahaya yang menyilaukan. Dan beberapa saat kemudian pandangannya menjadi gelap.


Selain Yu Lian, Zhu Yin dan Tetua He Jun, semuanya memandang heran ke arah Yao Chan, mereka tentu saja tidak mengetahui apa yang sedang dilakukan olehnya.


Yang terlihat oleh mereka adalah dua orang yang saling menatap tanpa berkedip, mengingatkan mereka akan kejadian antara Wu Jian dan Yu Lian beberapa waktu lalu.


Namun tentu saja berbeda rasa, Wu Jian dan Yu Lian merasakan malu yang indah tetapi pria tersebut merasakan ketakutan yang luar biasa.


Bagaimana dirinya tidak takut dengan apa yang sedang dilakukan oleh Yao Chan. Dirinya lebih memilih mati daripada harus membocorkan rahasia yang saat ini sedang Yao Chan lihat di dalam ingatannya.


"Jadi kalian dari kelompok pembunuh bayaran Pisau Perak"


Tetua He Jun dan kedua pengawalnya sekaligus Guru Beladiri Wu Jian terkejut hingga langkahnya tersurut satu langkah ke belakang saat Yao Chan bergumam setelah selesai menggunakan jurus Mata Menghisap Ingatan kepada pria tersebut.


Wu Jian mengerutkan dahinya melihat reaksi kedua gurunya dan tetua He Jun, karena dia tidak mengetahui perihal dunia persilatan sama sekali.


"Putera Mahkota Wu Jian, kelompok pisau terbang adalah kelompok pembunuh bayaran nomor dua di kekaisaran Wu. Mereka adalah kelompok pembunuh yang jarang menemui kegagalan dalam menjalankan tugasnya."


Suara bergetar terdengar dari salah seorang yang disebut Guru oleh Wu Jian.


Satu orang gurunya yang lain lalu menjelaskan bahwa Kelompok Pisau Perak dipimpin oleh seseorang yang memiliki kemampuan tinggi, setidaknya berada di tingkat Pendekar Pertapa Tahap Akhir.


Walau kelompok tersebut tidak memiliki anggota yang banyak, namun tingkat terendah dari anggotanya adalah tingkat Pendekar Bergelar dan sebagian besar adalah pendekar Raja.


Mereka terkenal sangat kejam dan tidak peduli siapa yang akan mereka bunuh, mereka tidak bergerak selama tidak ada yang memintanya melakukan pembunuhan. Tentu saja hal itu dilakukan dengan imbalan yang terbilang sangat mahal.


"Jadi siapa yang menugaskan mereka untuk membunuhku guru?"


Suara Wu Jian terdengar bergetar saat menyadari dirinya telah menjadi target pembunuhan oleh seseorang. Apalagi mengingat dirinya belum menikah dan memiliki keturunan.


"Mereka adalah pembunuh kelas 2 dari kelompok tersebut, sehingga aku tidak mendapatkan informasi tentang siapa yang memerintahkan mereka. Informasi siapa yang menugaskan mereka hanya diketahui oleh pembunuh kelas Elit."


Yao Chan kemudian melanjutkan penjelasannya yang ia peroleh dari melihat ingatan Anggota Pisau Perak tersebut.


Jumlah anggota Pisau Perak saat ini sudah mencapai dua ratus orang. Mereka terbagi menjadi empat kelas pembunuh.


Pembunuh kelas 3 adalah tingkatan yang terendah yang merupakan kelompok pembunuh yang memiliki kemampuan pendekar Bergelar dengan jumlah terbesar yaitu sebanyak seratus orang.


Kemudian Pembunuh kelas 2 adalah mereka yang memiliki kemampuan ditingkat Pendekar Raja tahap Awal hingga menengah. Jumlah mereka kurang lebih lima puluh orang.


Tingkat Pembunuh selanjutnya adalah Pembunuh kelas 1 yang anggotanya adalah para Pendekar Raja Tahap Akhir dengan jumlah tiga puluh orang. Dua puluh orang terakhir adalah mereka yang disebut sebagai Pembunuh Elit yang memiliki kemampuan di tingkat Pendekar Pertapa.


"Putera Mahkota, anda harus berhati-hati, berdasarkan ingatan yang kulihat tadi masih ada delapan orang yang mengincar nyawa Putera Mahkota. dua diantaranya adalah Pembunuh Kelas 1."


Tubuh Wu Jian bergetar saat Yao Chan selesai menjelaskan apa yang diketahuinya setelah mengunakan jurus Mata Menghisap Ingatan.


Sementara tubuh kedua pembunuh tersebut kini bergetar hebat. Tak pernah terlintas dalam benak keduanya, bahwa kelompok mereka akan terbuka rahasianya oleh seorang pemuda yang memiliki jurus aneh.


Kedua orang tersebut kini menyadari, bahwa nyawa mereka tak lama lagi akan segera meninggalkan tubuh mereka yang masih kaku akibat totokan tenaga dalam Yao Chan yang mengunci pergerakannya.


"Pendekar Muda, apakah anda bersedia mengawal kami hingga ke istana? Dengan kemampuan anda melayang di udara, mudah bagi anda melihat setiap pergerakan yang mencurigakan saat dalam perjalanan nanti."


Salah satu guru Wu Jian mengutarakan niatannya setelah melihat kemampuan yang Yao Chan tunjukan tadi.


Pria tersebut merasa tidak percaya diri bisa menjaga Putera Mahkota yang kini sedang di incar oleh dua orang Pembunuh kelas 1 yang kemampuan beladirinya setara dengan mereka berdua.


...*****...


...Jangan Lupa Like dan Vote nya ya...


...🙏🙏🙏...