
"Paman .. kami berangkat duluan."
"Baiklah Chan'er .. jaga adik mu dan yang lainnya."
Yao Chan mengangguk lalu memberikan hormat kepada Yu Ma dan dua tetua lainnya. Setelah itu mereka berempat segera menggebrak kudanya untuk berlari lebih cepat dari sebelumnya.
Selang satu jam kemudian rombongan Yao Chan bertemu dengan rombongan para pedagang yang hendak menuju Ibukota Wu Chang An. Mereka sepertinya sedang beristirahat. Jumlah mereka mencapai puluhan orang. Belasan orang diantaranya terlihat membawa senjata di pinggangnya.
Mereka adalah para pengawal yang biasa di sewa oleh para pedagang. Sudah hal umum bahwa untuk mengamankan barang dagangan mereka dari para perampok, para pedagang bekerjasama dengan sekte aliran putih.
Mereka yang ditugaskan oleh Sekte adalah murid yang telah mencapai tingkat Pendekar Ahli dan akan dipimpin oleh seorang Pendekar Bergelar.
Para pengawal tersebut segera bersiaga, bahkan pimpinan kelompok tersebut, segera menghadang rombongan Yao Chan. Namun mereka segera memberi hormat setelah melihat Tetua yang menggunakan seragam prajurit Kekaisaran Wu.
Wajah para pedagang yang semula terlihat khawatir, kembali ceria saat menyadari bahwa yang datang adalah seorang prajurit Kekaisaran. Apalagi saat melihat paras kedua gadis di belakang prajurit tersebut. Mereka menatap penuh kekaguman melihat kecantikan yang jarang sekali mereka lihat.
"Salam saudara He, bagaimana kabar anda? Cukup lama kita tidak bertemu."
Pemimpin para pengawal tersebut rupanya mengenali Tetua He Jun. Mereka sudah lama saling mengenal dan telah lama tidak bertemu.
"Salam saudara Hung, kabarku baik-baik saja. Bagaimana dengan mu?" Jawab Tetua He Jun.
"Kabarku sedang tidak baik-baik saja.. saudara He."
He Jun mengerutkan dahinya mendengar perkataan tersebut, apalagi melihat senyum pria bernama Li Hung terlihat dipaksakan.
Saat He Jun hendak bertanya, Li Hung kembali meneruskan kalimatnya. Li Hung menjelaskan bahwa sebelumnya mereka berpapasan dengan rombongan pedagang dari Ibukota Kekaisaran.
Mereka menjelaskan bahwa rombongan mereka diserang oleh sekumpulan serigala yang ukuran tubuhnya jauh lebih besar dari ukuran serigala pada umumnya. Jumlah serigala tersebut mencapai ratusan ekor.
Li Hung juga menjelaskan bahwa akibat serangan tersebut separuh pengawal pedagang itu terbunuh. Mereka berhasil melarikan diri setelah membuang barang dagangan dari atas kereta barang, dengan sebagian pengawalnya yang terlihat dalam keadaan terluka cukup parah.
"Di mana mereka diserang oleh hewan-hewan buas tersebut paman? biar kami bisa menumpasnya."
Yao Chan yang mendengar hal tersebut, segera menanyakan perihal penyerangan tersebut.
"Kurang lebih dua kilometer lagi dari sini." Li Hung sedikit heran dengan perkataan Yao Chan yang terdengar sangat percaya diri dengan kemampuannya.
"Baiklah Paman He Jun, biar aku dan Yu Lian yang akan membasmi hewan-hewan tersebut, karena sepertinya itu bukan hewan buas biasa."
Yao Chan berinisiatif untuk membantu para pedagang agar dapat segera melanjutkan perjalanan.
"Saudari Yin.. kau tunggulah di sini bersama paman He Jun. Biar kami berdua saja yang membasminya." Yao Chan berkata kepada Zhu Yin yang sedari tadi hanya diam.
"Baiklah.. hati-hati saudara Chan, mungkin kawanan serigala itu sudah berubah menjadi siluman serigala." Jawab Zhu Yin yang dibalas anggukan oleh Yao Chan.
Yao Chan segera melompat ke udara demikian juga dengan Yu Lian. Keduanya segera melayang ke arah yang ditunjuk oleh Li Hung.
Li Hung dan rombongan lainnya terkejut bukan kepalang. Mereka mengusap mata berkali-kali memastikan bahwa yang mereka lihat bukanlah sebuah ilusi. Seumur hidup mereka belum pernah melihat hal tersebut.
"Saudara He... siapakah mereka berdua? Kemampuannya begitu tinggi di usia mereka yang masih belia."
Dihadapan He Jun, Li Hung tidak menyembunyikan rasa kagumnya terhadap kemampuan yang Yao Chan dan Lin Hua tunjukan.
Yao Chan dan Yu Lian melesat dengan kecepatan yang tinggi, hingga dalam beberapa menit saja sudah berjarak dua kilometer dari rombongan Li Hung.
Akhirnya setelah memperluas area pencarian, mereka menemukan kawanan serigala yang ukuran tubuhnya hampir menyamai seekor kuda.
"Lian'er sepertinya mereka bukan kawanan serigala biasa, mereka akan berubah menjadi siluman serigala beberapa tahun lagi."
"Iya Chan Gege, sebaiknya kita habisi mereka sebelum terlambat."
Yu Lian segera mengeluarkan Cambuk Naga Api dan mengerahkan dua puluh persen tenaga dalamnya. Aura udara seketika berubah menjadi lebih berat.
Hal ini membuat kawanan serigala akhirnya menyadari keberadaan mereka berdua yang saat ini berjarak lima puluh meter di atas kawanan serigala itu berada.
Aura yang dikeluarkan oleh Cambuk Naga Api membuat kawanan serigala tak bisa menggerakan tubuh mereka. Kawanan serigala itu terlihat ketakutan saat melihat api berbentuk seekor ular naga sepanjang seratus meter sedang meliuk-liuk di angkasa.
Yu Lian berteriak seraya melecutkan Cambuk ditangannya yang kini telah berubah ukuran dan mengeluarkan api yang membara.
CTAAAARR
BLAAAAR
Suara keras memecah keheningan udara saat cambuk tersebut menghantam kawanan serigala. Puluhan ekor serigala yang terkena cambuk mati dengan tubuh terpotong dan hangus terbakar.
Tanpa belas kasihan, Yu Lian kembali mengayunkan cambuknya menghajar kawanan serigala yang berjumlah hampir dua ratus itu. Korban serigala yang mati pun semakin banyak.
Yao Chan segera mengeluarkan Pedang Pelangi dari Gelang Ruang Dimensinya, lalu melesat turun memburu serigala-serigala yang hendak melarikan diri.
Dengan tanpa kesulitan akhirnya Yao Chan dan Yu Lian berhasil membunuh kawanan serigala tersebut hingga tak ada satupun yang tersisa dalam keadaan hidup.
Yao Chan kemudian memasukan beberapa potongan tubuh serigala tersebut ke dalam gelangnya. Hal ini sedikit membuat Yu Lian heran. Namun setelah Yao Chan menjelaskan tujuannya, barulah ia memahaminya.
Yao Chan dan Yu Lian melesat kembali kearah dimana para rombongan pedagang menanti kabar dari mereka. dalam hitungan menit keduanya telah sampai di tempat mereka berada.
"Chan'er bagaimana apakah kalian menemukan kawanan serigala tersebut?" Tanya He Jun yang sedikit heran melihat mereka kembali dalam waktu yang singkat.
"Aku sudah membantai mereka semua paman." Jawab Yu Lian.
Li Hung dan para pedagang terbelalak, mereka sulit untuk mempercayai perkataan gadis cantik yang terlihat berusia belasan tahun tersebut.
Namun sesaat kemudian, mereka akhirnya percaya dengan apa yang dikatakan oleh Yu Lian. Hal itu karena mereka melihat Yao Chan mengeluarkan bangkai serigala yang telah hancur dan hangus terbakar.
Bangkai yang keluar dari gelang Yao Chan terlihat oleh mereka seolah-olah bangkai binatang tersebut muncul dari ruang hampa. Li Hung berdecak kagum dengan kemampuan yang ditunjukan Yao Chan yang diketahuinya adalah seorang pendekar Suci.
Li Hung dan para pedagang pun mengucapkan terimakasih kepada Yao Chan dan yang lainnya atas bantuan mereka. Mereka pun segera bersiap untuk melanjutkan kembali perjalanan ke Ibukota Kekaisaran, Wu Chang An.
Kemudian Yao Chan dan rombongan meneruskan perjalanan dengan mendahului rombongan tersebut.
Dalam perjalanan selama empat jam tanpa henti, akhirnya mereka tiba di Gerbang Kota Wu Chang An.
...*****...
...Jangan Lupa Like dan komennya🙏...