
Ke tujuh Putera Yao Chan terdiam setelah ayah mereka itu selesai memberikan penjelasan tentang tugas yang diberikan Dewa Tertinggi kepada mereka bertujuh.
“Hanya Kalian yang bisa membunuh ke empat belas orang dari alam semesta lain itu. Untuk itulah, kalian harus segera pergi ke Dunia Kultiva. Shen’er Kau pimpin adik-adikmu dalam mencari senjata Inti elemen itu.”
“Baik Ayah.” Dengan tegas Yao Shen menjawab perintah ayahnya. Yao Chan terlihat senang melihat sikap yang ditunjukan putera pertamanya itu. “Bersiaplah Aku akan mengantar kalian ke Dunia Kultiva.”
Setelah ketujuh puteranya berpamitan kepada ibu-ibu mereka, Yao Chan pun segera mengantar ketujuh puteranya ke Dunia Kultiva dengan jurus berpindah dalam sekejapnya.
Mereka tiba di udara setinggi seratus meter yang di bawah mereka adalah hutan lebat yang jarang sekali di datangi oleh manusia.
“Fan’er, Zhun’er kalian jangan berbuat onar di dunia kultiva ini. Kalian harus bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dari Dewa Tertinggi. Karena keselamatan Tiga Alam semesta, berada di tangan kalian semua.”
Yao Fan dan Yao Zhun hanya tertunduk mendengar perkataan Ayahnya.
“Kenapa hanya kita berdua terus yang selalu dinasehati Ayah?” Yao Fan berkata setelah beberapa detik tubuh Yao Chan tidak terlihat lagi oleh mereka.
“Itu karena Kau anak kesayangan Ayah yang paling tampan di seluruh alam semesta ini.” Yao Xian Long berkata dengan menahan tawanya.
Yao Fan hanya cemberut mendengar ucapan saudaranya itu. Yao Shen pun segera mendiamkan Yao Fan yang terlihat akan mendebat Xian Long.
“Sudahlah … Sebaiknya kita segera mencari, dimana kelima Pusaka Inti elemen itu berada.” Yao Shen segera mengeluarkan sebuah peta dari Gelang Dimensinya.
Setelah mereka mengamati ke lima lokasi yang akan mereka tuju, Yao Xian Li yang terkenal paling cerewet dari ketiga putri Yao Chan itu, segera bersuara.
“Shen Gege … Sepertinya kita harus membagi kelompok ini menjadi dua. Karena lokasi kelima Pusaka Inti Elemen itu berada di lima tempat yang berjauhan dan berbeda arah.”
Yao Shen masih diam dengan dahinya yang berkerut setelah mendengar ucapan Xian Li. “Aku juga berpikir seperti itu. Tapi Ayah telah berpesan agar kita selalu bersama.”
Terlihat kebimbangan di wajah Yao Shen, hal yang selama ini jarang sekali mereka lihat pada wajah Kakak tertua mereka.
“Tapi jika kita selalu bersama, akan memakan waktu yang jauh lebih lama. Apakah tidak sebaiknya kita berpencar menjadi dua?” Suara Xian Li kini terdengar lebih ketus dari sebelumnya.
Mereka pun lalu mengambil suara dengan melakukan voting. Yao Fan dan Yao Zhun sepakat dengan Kakak mereka Xian Li, Keduanya berharap bisa berpisah dengan kakak perempuan mereka yang cerewet dan sering memarahi mereka selama ini.
Xian Li juga memilih berpencar. Sementara Yao Ling, Yao Xian Yi dan Yao Shen memilih untuk terus bersama. Kini hanya tersisa Xian Long yang belum memberikan suaranya.
Yao Fan melotot kepada Xian Long, berusaha mengintimidasi saudaranya itu agar memilih pilihan yang sama dengan dirinya.
Karena jika Xian Long memilih “tetap bersama, “maka hasil voting akan membuat Ia akan terus berdekatan dengan Kakak perempuannya yang sangat bawel itu.
Xian Long yang menyadari ancaman dari Yao Fan dan juga Yao Zhun, akhirnya memilih untuk berpencar. Hal yang membuat Yao Fan dan Yao Zhun tersenyum senang.
“Baiklah … Karena keputusannya adalah berpencar, maka Aku akan menentukan siapa saja yang satu kelompok. Xian Li, Kau pergi bersama Fan’er dan Zhun’er ke arah Timur dan Tenggara….”
“Tidak … Aku tidak mau satu kelompok dengan Enchi Li.” Dengan Raut wajah yang kesal, Yao Fan memotong kalimat kakak pertamanya itu.
Sementara Xian Li yang kesal atas penolakan kedua adiknya yang bengal itu, terlihat gembira mendengar ucapan Yao Shen. “Hihihi … akhirnya Aku bisa selalu bersama dengan adikku yang paling tampan di alam semesta ini. Jangan bandel ya kalian …”
Yao Fan hanya terdiam dengan wajah yang terlihat makin kesal. Xian Yi, Xian Long dan Yao Ying hanya tersenyum melihat hal itu.
Namun senyum mereka seketika menghilang, ketikatiba-tiba terdengar suara gemuruh di sebelah barat dari tempat dimana mereka berada.
Terlihat gumpalan awan raksasa berada setidaknya lima puluh kilometer dari tempat mereka. Gumpalan awan hitam itu, memercikan petir yang sangat besar.
“Apa yang sedang terjadi Kakak?” Yao Yi yang sedari tadi diam, segera bersuara. “Sepertinya itu sebuah portal dimensi.” Semua memandang ke arah Xian Long yang memiliki elemen angin dan sepertinya memahami apa yang tengah terjadi.
Belum sempat Yao Shen bertanya lebih lanjut, suara bergemuruh lain terdengar dari belakang mereka. Suara itu terdengar lebih lirih dari suara gemuruh sebelumnya.
Berjarak setidaknya seratus kilometer, terlihat gumpalan awan yang sama, hanya saja awan itu berwarna kuning keemasan dengan lidah petir yang jauh lebih besar.
“Gawat …. Mungkin itu adalah mereka dari alam semesta lain yang hendak mencari kelima pusaka Inti Elemen itu.” Suara Yao Shen yang biasanya tenang, kini terdengar panik.
“Xian Li … Lekas kau temani Fan’er dan Zhun’er ke timur. Dan pastikan terlebih dahulu apakah itu benar-benar mereka atau bukan. Kami akan segera pergi ke arah barat sekarang juga.” Yao Shen segera melesat diikuti oleh Yao Ying, Xian Yi dan Xian Long.
Setelah melihat hal itu, Xian Li segera melesat ke arah timur diikuti oleh Yao Zhun dan Yao Fan. Keduanya melayang dengan kecepatan penuh mereka.
Yao Fan dan Yao Zhun yang kekuatannya masih berada pada Tingkat Pendekar Dewa Tahap Lima, tertinggal cukup jauh dari Xian Li yang telah berada pada Tingkat Pendekar Dewa Sejati Tahap Awal.
***
“Dewa Naga … Apakah Kau juga melihat apa yang ku lihat?” Di Alam Kristal Dewa, Yao Chan sedang berbicara dengan Dewa Naga melalui telepatinya.
“Tentu saja, tapi mengapa mereka datang secepat ini?” Dewa Naga balik bertanya kepada Yao Chan. “Bukan itu maksudku. Bukankah mereka seharusnya ada empat belas orang? Sedang aku hanya merasakan aura enam orang dari kedua portal dimensi itu.”
Dewa Naga terhenyak, Ia baru menyadari hal tersebut. “Benar juga … selain itu, Aura kekuatan mereka hampir sebesar kekuatanmu.”
Dewa Naga berkata dengan benak yang dipenuhi oleh pertanyaan tentang siapa sesungguhnya pemilik enam Aura kekuatan yang sangat besar itu.
“Bagaimana jika kita mendatangi mereka?” Dewa Naga terdiam sejenak. “Aku akan menghubungi Dewa Tertinggi lebih dulu dan menanyakan hal ini.”
Suasana menjadi hening, sesaat kemudian terdengar suara Dewa Naga di dalam kepala Yao Chan.
“Aneh Aku tidak bisa menghubungi Dewa Tertinggi, apakah yang sebenarnya sedang terjadi.” Untuk pertama kalinya, Yao Chan mendengar suara khawatir dari Sosok Dewa Naga.
Ia pun segera mencoba melakukan komunikasi dengan Dewa Tertinggi, namun telepatinya seolah membentur sesuatu yang sangat kuat sehingga tidak bisa menghubungi Sosok Dewa terkuat di Alam semesta itu.
---------------------------O------------------------