Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
181: Roh Gadis Suci


Zhu Yin dan Sosok Duplikat Yao Chan terlihat begitu brutal saat mengamuk dan membunuhi para penyerang di Kota Fuxuan.


Keduanya seperti berlomba untuk menjadi yang paling banyak membunuh. Dan itu adalah berita buruk bagi lawannya.


Mereka yang melawan Duplikat Yao Chan, harus mati dengan rasa penasaran akan sosok apa sebenarnya yang mereka hadapi itu.


Hal ini dikarenakan tidak satupun senjata yang mampu merobohkannya. Bahkan banyak yang mati karena terkejut dan tak bisa menghindari serangan mematikan darinya.


Mereka terkejut karena mendapati pedang mereka seperti mengenai ruang hampa saat tebasan atau tusukan senjata yang digunakan mengenai tubuh pemuda tampan itu.


Mereka yang kebingungan dengan sosok Duplikat Yao Chan, berusaha menjauh darinya secepat mungkin.


Namun Sosok Duplikat itu, tidak membiarkan mereka pergi begitu saja. Pedang energi yang berada di tangannya dan menyerupai Pedang Dewa Perang, memakan korban yang tidak sedikit.


Sementara itu kemarahan Zhu Yin semakin menjadi saat ia tidak mendapati satu pun prajurit penjaga Kota Kaifeng yang masih hidup.


Karena rasa marahnya itu, Pedang Gadis Suci pun dialiri energi qi olehnya, Sehingga kini mampu melesatkan energi pedang yang sangat kuat dan cepat.


Dengan energi pedang itulah Zhu Yin berhasil membunuh para pengacau itu dengan cepat karena satu kali Energi Pedang itu melesat belasan hingga puluhan orang tubuhnya terpotong menjadi dua bagian.


Setelah hanya tersisa kurang dari seratus orang lagi, dua sosok yang memiliki kemampuan pendekar Suci tahap awal terlihat melayang dan turun menghampiri Zhu Yin.


Kedua orang Ketua Sekte yang memimpin para penyerang itu, terlihat terkejut saat mendapati seorang gadis memiliki kemampuan tinggi yang jauh berada diatas kemampuan mereka.


Melihat hal itu Zhu Yin segera mengalihkan tebasan Pedang Gadis Suci ke arah Dua Orang ketua Sekte yang telah mencabut pedang mereka begitu menjejakan kakinya di tanah.


Keduanya terkejut saat energi pedang menderu cepat kearahnya. Mereka melompat ke udara menghindar energi pedang yang akhirnya menghantam bangunan di belakang mereka hingga hancur menjadi kepingan kecil.


Kedua Ketua Sekte itu kembali dibuat takjub oleh sesuatu yang dilakukan oleh gadis itu. Kini dari ujung pedangnya, keluar sesosok gadis yang mirip dengan Zhu Yin.


Gadis yang tercipta dari energi qi itu terlihat begitu mirip dengan sosok gadis pembuatnya, hanya saja wajahnya terlihat dingin dan seram dengan kedua bola mata yang menghitam semua.


Aura kematian begitu kental terpancar dari tubuh gadis duplikat Zhu Yin itu. Bahkan Zhu Yin sendiri menelan ludahnya, ia tahu dengan pasti siapa sosok yang menyerupai dirinya itu.


Kedua Ketua Sekte itu tercekat dan bergetar tubuhnya saat menatap mata gadis yang hitam di semua bagiannya itu. Mereka pun menyadari jika sedang berhadapan dengan sesuatu yang disebut sebagai Roh Pusaka.


"Roh Gadis Suci, tolong habisi kedua orang Kakek Jahat itu."


Zhu Yin berkata dengan suara yang bergetar, walau ia tahu sosok itu akan patuh terhadap perintahnya, namun ketakutan padanya tetap terlihat dimata Calon Isteri Pertama Yao Chan tersebut.


Sosok yang dipanggil Roh Gadis Suci itu sebenarnya tersenyum, namun ia tidak pandai memperlihatkan senyuman sehingga yang terlihat adalah ia sedang menyeringai menakutkan.


Gadis itu kembali memalingkan wajah kepada kedua Kakek yang pemimpin para pengacau di kota Fuxuan itu. Keduanya merasakan keringat dingin telah mengalir di punggung mereka.


Aaaarrrrggghhhh!!!!


Tiba-tiba saja gadis tersebut, menjerit dengan yang suaranya yang sangat melengking.


Gelombang energi suara itu menerpa kedua Ketua Sekte yang seketika segera menutup telinga mereka yang serasa akan pecah gendang telinganya.


Namun suara jeritan itu terus saja terdengar walau mereka sudah mengalirkan tenaga dalam untuk melindungi telinganya.


Keduanya bahkan sampai terbungkuk-bungkuk menahan suara jeritan yang terus susul menyusul ke arah mereka.


Roh Gadis Suci yang awalnya berjarak sekitar dua puluh meter, tiba-tiba saja telah berada didekat keduanya dan kini hanya berjarak dua jengkal saja dari tubuh mereka.


Sesaat kemudian pandangan mereka menjadi gelap saat kedua tangan gadis tersebut melesak masuk ke dada dan kembali dengan tangan menggenggam jantung keduanya.


Kedua jasad Ketua Sekte itu jatuh ke tanah dengan dada yang berlubang. Sedangkan jantung mereka kini terlihat sedang dalam gigitan mulut Roh Gadis Suci itu.


Zhu Yin yang baru saja menghabisi tiga orang terakhir dari para pengacau itu, seketika membalikan badan dengan perut yang terasa mual.


Ini bukan pertama kalinya ia melihat Roh Gadis Suci itu memakan jantung. Hanya saja kali ini adalah jantung manusia yang telah dimakannya.


Saat di Lembah Dewa, Roh Gadis Suci itu muncul untuk pertama kalinya dan memperkenalkan dirinya kepada Zhu Yin.


Setelah menjelaskan siapa dirinya, ia pun melesat mendekati seekor kuda yang berada dalam sebuah kandang.


Kuda itu tiba-tiba saja berontak keras, namun terdiam dan jatuh dengan cara yang sama dengan kedua Kakek yang baru saja mati dengan jantung yang tidak lagi berada di tubuhnya.


Saat Zhu Yin menanyakan alasan ia melakukan hal itu, Roh Gadis Suci itu hanya tersenyum dan mengatakan bahwa belum saatnya Zhu Yin mengetahui hal itu.


**


Pertempuran tercepat mungkin hanya terjadi di kota Beiping, dimana Dewa Racun Barat dan Qing Mi bertugas untuk menyelamatkan dan mengamankan kota tersebut.


Saat tiba di kota yang cukup besar itu, keadaan Masin terlihat aman-aman saja. Hal itu membuat Dewa Racun Barat segera melesat lebih tinggi lagi untuk memantau darimana kira-kira para penyerang itu akan datang.


Saat menemukan kelompok besar pada jarak hampir satu kilometer dari arah timur laut, Dewa Racun Barat pun tersenyum.


Hal itu karena ia mendapat ide ketika melihat jalan yang akan di tempuh oleh rombongan itu adalah sebuah jalan sempit dimana di kanan dan kirinya terdapat semak belukar yang rimbun.


Jalan sempit itu memiliki panjang hampir seratus meter dengan lebar sekitar lima meter. Dewa Racun barat segera melesat turun ke jalan itu dan melakukan sesuatu di semak-semak tersebut.


Sesaat kemudian ia berbalik kembali ke tempat cucunya yang sedang memandangnya dengan keheranan.


"Kakek, apa yang Kakek lakukan tadi?"


"Hehehehe ... Mi'er kau lihat saja nanti, sepertinya kau tak perlu bertarung dengan mereka."


Walau Kakeknya tidak menjelaskan hal tersebut padanya, Qing Mi sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh sang Kakek.


Hanya saja ia tidak mengerti bagaimana kakeknya bisa melakukan hal itu dari jarak yang dinilainya cukup jauh.


"Kakek aku mengerti apa yang akan Kakek lakukan, tapi bagaiman kakek bisa melakukannya dari jarak sejauh ini."


Dewa Racun Barat terkekeh mendengar pertanyaan cucunya itu.


"Ini semua berkat pemuda calon suami mu itu. Aku hanya tak habis pikir, tadinya kau menolak aku jodohkan dengan dia eh sekarang malah kau akan jadi isteri keduanya. Entah apa yang merasukimu hingga kau .."


Kata-kata Dewa Racun Barat terhenti ketika melihat bagian terdepan dari kelompok itu mulai melewati jalan sempit seperti yang diharapkannya.


*****