Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
154: Kemelut di Lembah Dewa III


"Kurang Ajar Kau manusia tua, rasakan ini."


Iblis Ren Xian yang merasuki sosok Jiao Xin, menggeram marah saat punggungnya terkena tendangan keras Guo Jin. Ia pun mempercepat gerakan Golok Iblis ditangannya.


Guo Jin tersentak mendapat serangan yang dikerahkan dengan tenaga dalam tinggi tersebut. Beberapa kali Golok besar lawannya itu nyaris membelah kepalanya seandainya ia terlambat sedetik saja untuk menghindar.


Jurus Gelora Jiwa Pedang yang Guo Jin gunakan hanya mampu bertahan dari serangan Iblis Ren Xian yang terlihat sangat marah kepadanya.


Guo Jin pun tak ingin gegabah, ia segera mengubah jurus pedangnya ke jurus kedua dari Kitab Teknik Dewa Perang yaitu Aura Jiwa Pedang.


Kini Iblis Ren Xian kembali dalam posisi terdesak akibat perubahan kecepatan dan variasi gerakan Guo Jin yang meningkat dua kali lebih cepat dari sebelumnya.


Dengan amarah yang menggelegak, Iblis Ren Xian berteriak kencang saat Ia mengerahkan seluruh kekuatannya. Ia sangat marah karena pipinya tergores oleh Pedang Guo Jin.


Aura Energi yang besar tiba-tiba terpancar dari tubuh Jiao Xin yang dirasuki oleh Iblis Ren Xian. Guo Jin menelan ludahnya merasakan begitu besar tenaga yang dimiliki oleh lawannya.


Iblis Ren Xian berkelebat sangat cepat dengan maksud untuk menebas kepala Guo Jin yang terlihat masih terkejut dengan perubahan kekuatan Iblis Ren Xian yang kini berada jauh diatas kekuatan yang ia miliki.


Sesaat lagi Golok besar itu mengenai lehernya, Guo Jin segera menggerakan pedangnya untuk menahan laju golok itu. Golok dan pedang pun bertemu.


Namun Guo Jin tak menduga bahwa Pedang Rajawali yang merupakan Pusaka Bumi tak mampu menahan benturan keras itu. Pedang di tangannya pun patah menjadi dua.


Guo Jin secara reflek memundurkan kepalanya. untuk menghindari laju Golok Iblis yang menderu ke lehernya.


Golok itu berhasil Guo Jin hindari namun sebuah tendangan melingkar yang dilakukan oleh Iblis Ren Xian berhasil mengenai Pinggang Guo Jin.


Membuat Kakek seratus tahun lebih itu terpental puluhan meter disertai jerit kesakitan yang mengejutkan Xin Jia dan lainnya.


"Jin Gege ...!"


Xin Jia segera melesat mengejar tubuh Guo Jin yang terlempar dan ia pun berhasil menahan tubuh Guo Jin yang hampir membentur Dinding Perisai Pelindung yang dibuat oleh Xian Mey.


"Jin Gege ... Bagaimana keadaanmu?"


"Aku tidak apa-apa Jia'er, hanya sedikit cidera pada pinggang kiri ku."


Guo Jin segera mengalirkan tenaga dalamnya untuk meredam rasa sakit tersebut. Hatinya merasa hangat merasakan kasih sayang yang tulus dari Xin Jia.


"Kakek!! ... kenapa Kakek tidak menggunakan Tombak Golok Dewa Bumi!!? Lawan kakek adalah Roh Iblis yang merasuki tubuh manusia."


Yao Chan baru saja berhasil memberikan tendangan kuat ke perut lawannya dan berhasil membuat jarak puluhan meter dengan iblis hitam yang kini terlihat kesakitan memegangi perutnya.


Yao Chan sempat melihat Kakek gurunya itu nyaris tewas oleh serangan Iblis Ren Xian. mendapati Kakek gurunya terluka, Yao Chan pun meneriaki sang Kakek agar mau menggunakan Tombak Golok Naga Bumi pemberian Kakek Zhu Long.


Guo Jin tersenyum tipis mendengar teriakan Yao Chan tentang senjata Tombak Golok Naga Bumi yang merupakan senjata Naga Bumi itu.


Ia tak ingin menggunakan senjata tersebut karena tak ingin tubuhnya dikendalikan oleh roh Naga Bumi yang menghuni Tombak Golok tersebut.


Senjata itu adalah senjata yang diberikan oleh leluhur mereka, Zhu Long menjelang kepergiannya ke Alam Keabadian.


"Jin Gege ... buanglah ego mu, musuh yang kau hadapi adalah roh yang merasuki tubuh Jiao Xin, biarkan Roh Naga Bumi membantumu melenyapkan keangkaramurkaan di muka bumi ini."


Iblis Ren Xian sebenarnya hendak menyerang Guo Jin lagi, namun mendengar teriakan yang menyebutkan nama Tombak Golok Naga Bumi, membuat niatnya tersurut.


Ia hanya diam saja dan berharap bahwa itu hanya gertakan saja. namun saat melihat Guo Jin melesat kearahnya, ia pun menjadi sedikit gentar dengan apa yang ia lihat.


Sosok lawannya yang terlihat mengambil Tombak Golok dari ruang hampa, membuat Iblis Ren Xian menelan ludahnya mendapati perkataan pemuda itu ternyata benar adanya.


Gagang Tombak itu sepanjang satu setengah meter, sementara Golok di ujung tombak memiliki panjang satu meter dengan lebar lima belas centimeter.


Aura yang berat tiba tiba dirasakan oleh Iblis Ren Xian sesaat setelah Guo Jin mengalirkan sejumlah tenaga ke dalam Tombak Golok Naga Bumi.


Roh Naga Bumi yang sedang tertidur nyenyak selama puluhan tahun, terbangun dengan tiba-tiba ketika merasakan aliran tenaga dalam Guo Jin. Ia pun segera bergerak mengikuti asal aliran tenaga itu.


Guo Jin tersentak saat merasakan sesuatu merasuki tubuhnya melalui tangan kanannya yang memegang tombak golok itu.


Guo Jin berseru terkejut saat merasakan sedikit rasa sakit di bagian kepalanya. Sesaat kemudian pandangan Guo Jin menjadi gelap.


"Tubuh Manusia, sudah sejak puluhan tahun terakhir aku merasakannya."


Iblis Ren Xian tiba-tiba merasakan gentar saat mendengar suara lawan yang berubah menjadi berat. Ia pun menyadari bahwa sosok yang ia hadapi bukan lagi sosok yang sama seperti sebelumnya.


"Bangsa Iblis? Kalian kok tidak ada jera-jeranya ya, selalu berbuat kejahatan dimana pun kalian berada."


Kata Kata Roh Naga Bumi membuat Iblis Ren Xian tersenyum tipis untuk mengusir rasa gentar dalam hatinya.


Ia pun segera mengerahkan kekuatan penuhnya untuk menghadapi Roh Naga Bumi yang ahli dalam menggunakan Tombak Golok itu.


Roh Naga Bumi terlihat tersenyum saat merasakan pancaran tenaga sosok Iblis di hadapannya meningkat jauh lebih besar dari sebelumnya.


Karena tak ingin membuat cidera pada tubuh yang baru saja ia rasuki, Roh Naga Bumi pun mengerahkan kekuatannya.


Iblis Ren Xian segera melesat menerjang Roh Naga Bumi yang kini telah memegangi tombak dengan kedua buah tangannya.


Tebasan Cepat dan kuat dilepaskan oleh Iblis Ren Xian ke arah kepala Roh Naga Bumi yang terlihat masih diam saja.


Iblis Ren Xian terkejut saat goloknya hanya menebas ruang kosong, namun rasa terkejutnya segera hilang ketika menyadari Roh Naga Bumi telah berada dibelakangnya.


Sebuah tendangan keras mendarat di pinggang kiri Iblis Ren Xian, membuat Iblis tersebut meraung marah karena sakit luar biasa yang ia rasakan di bagian pinggangnya.


"Kurang Ajar kau! Naga Bumi!"


Iblis Ren Xian segera menyerang kembali dengan tebasan Golok besarnya yang lebih cepat dan kuat dari sebelumnya. Roh Naga Bumi segera mengangkat Tombak Goloknya menangkis dan membalas serangan tersebut.


Pertarungan sesungguhnya pun dimulai. Suara benturan dua buah golok seringkali terdengar pada Pertarungan mereka, sesekali terdengar suara tubuh yang terpukul dan suara makian dari Iblis Ren Xian.


Xin Jia kini terus memperhatikan pertarungan antara Sosok Guo Jin yang dirasuki Oleh Roh Naga Bumi melawan Jiao Xin yang dirasuki oleh Iblis Ren Xian.


Namun pandangannya teralihkan saat menyadari Tetua Ma Hua tidak lagi berada di tempatnya semula. Hal itu membuat Hati Xin Jia berdebar-debar karena menyadari seseorang yang berada di pihaknya telah terdesak hebat.


*****