
Udara dingin di kaki pegunungan Huashan perlahan menghangat seiring kabut dan embun yang terurai diterpa sinar mentari pagi.
Di sebuah lembah bagian selatan pegunungan Huashan itu, tampak Yao Chan bersama dengan ZHu Yin dan Yu Lian sedang berlatih jurus mereka masing-masing.
Kecepatan dan kekuatan jurus mereka kini meningkat dua kali lebih besar dari sebelumnya. Hal ini membuat Zhu Yin sangat bersemangat.
Kualitas tulangnya yang telah meningkat ke tahap baru, membuat Zhu Yin berencana untuk meningkatkan jumlah tenaga dalamnya terlebih dahulu, mengingat diantara mereka berdua dirinya adalah yang terlemah.
Tenga dalamnya yang kurang dari lima ribu simpul, membuat Zhu Yin belum bisa menggunakan teknik melayang di udara seperti yang dilakukan oleh Yu Lian dan Yao Chan.
Dengan Tulang Emas Muda, Yao Chan mengatakan setidaknya sepuluh ribu Simpul tenaga dalam, dapat dihimpun dalam tubuh Zhu Yin saat ini.
Mendengar itu, Zhu Yin segera mengeluarkan Apel Dewa pemberian Guo Jin yang kini hanya tersisa satu lagi. Ia pun duduk bermeditasi setelah melahap Apel itu sebagai sarapannya.
Perhatian Yao Chan beralih kepada Yu Lian yang tengah melatih jurus Cakram api yang ia buat dari cambuknya. Jurus mematikan yang beberapa waktu lalu membunuh ribuan pendekar ahli, kini terlihat jauh lebih kuat dari terakhir Yao Chan lihat.
Yao Chan menghela nafas panjang saat memikirkan tentang keberadaan Mutiara Jiwa Api agar Yu Lian dapat menggunakan kekuatan penuh Cambuk Naga Apinya.
Hanya saja Yao Chan khawatir dengan kekuatan penuh Cambuk Naga Api itu. Mengingat karakter Yu Lian yang mudah emosi.
Yao Chan khawatir saat kemarahannya tak terkendali, Yu Lian menggunakan kekuatan penuh Cambuk Naga Api secara membabi buta.
Yao Chan bergidik ngeri mengingat perkataan Zhu Long bahwa Dewa Naga Api pernah menghancurkan sebuah kehidupan di dunia lain dengan kekuatan penuh cambuk itu.
Selain belum mengetahui keberadaan Mutiara Jiwa Api, pikiran Yao Chan sedang terbebani oleh tugas dari Zhu Long untuk menemukan dua kitab sakti yang ia sembunyikan seratus tahun lalu.
Yao Chan mengeluarkan Peta yang diberikan Guo Jin kepadanya. Peta yang didapat Guo Jin saat menemui kedua kakak Zhu Yin di Kekaisaran Ming beberapa bulan lalu.
Mata Yao Chan melebar saat menemukan bahwa gua tempat disimpannya kedua kita tersebut tidak jauh dari pegunungan Huashan. Bahkan masih berada di lembah yang merupakan bagian pegunungan ini, hanya saja letaknya di sebelah barat yang jaraknya lebih dari lima kilometer.
Yao Chan pun berpaling kearah dimana Zhu Yin baru saja selesai menyerap khasiat Apel Dewa. Dengan teknik biasa, Zhu Yin membutuhkan waktu satu hari untuk menyerap seluruh khasiat apel itu.
Setelah mempelajari Teknik Nafas Naga, Zhu Yin hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam saja. Pencapaiannya yang luar biasa ini berkat bantuan seorang pemuda yang membuat Zhu Yin semakin simpatik kepadanya.
Zhu Yin tersenyum gembira saat menyadari jumlah tenaga dalamnya kini mencapai lebih dari enam ribu Simpul. Sementara Yao Chan tersenyum melihat kekuatan Zhu Yin meningkat lebih tinggi kuat lagi.
"Saudari Yin, cobalah lihat peta warisan Kakek Zhu Long ini."
Zhu Yin menerima lembaran peta tersebut dari tangan Zhu Long tepat saat Yu Lian tiba menghampiri mereka berdua. Mata Zhu Yin pun melebar setelah beberapa saat melihat peta tersebut.
"Chan Gege sepetinya gua itu tidak jauh dari sini mungkin.."
Kalimat Zhu Yin terputus saat melihat Yu Lian menahan tawa, dahi Zhu Yin mengerut mencoba mencari tahu hal yang menyebabkan Yu Lian bersikap demikian.
"Ayah dan Ibu dulu saling memanggil saudara tapi sekarang ..."
"Yin'er, menurut peta, jarak gua itu sekitar lima kilometer lagi kearah barat. Jadi menurutku kita tidak usah terburu-buru kesana, sepertinya gua itu hanya bisa di tempuh melalu udara."
Zhu Yin mengangguk mendengar perkataan Yao Chan. Hatinya sedang berbunga-bunga mendengar Yao Chan memanggilnya "Yin'er". Sementara Yu Lian mendadak dilanda batuk ringan mendengar perkataan sang Kakak.
"Sepertinya tenaga dalam.mu telah meningkat, sebaiknya kau coba belajar menggunakan teknik melayang, sementara aku akan bermeditasi untuk membentuk qi."
Zhu Yin menganggukkan kepalanya, ia pun memutuskan untuk mengutarakan sebuah pertanyaan yang selama ini ia simpan.
"Chan Gege, kalau boleh tahu di tingkat apakah tulang mu saat ini, dan berapa ribu simpul tenaga dalam yang engkau miliki saat ini?"
Yao Chan tersenyum tipis mendengar pertanyaan Zhu Yin, ia.pun segera menggunakan ujung jarinya untuk menggores lengan kirinya. Sebuah luka lebar yang dalam membuat Zhu Yin dan Yu Lian terpana. Di dalam daging itu, terlihat sebuah tulang yang bening dan bercahaya seperti berlian.
"Tulang Berlian"
Suara Zhu Yin terdengar bergetar, Tulang Berlian adalah tingkatan tulang tertinggi yang bisa di miliki oleh manusia. Namun sudah sejak seribu tahun lalu tidak pernah ada manusia yang mampu mencapai tingkatan tersebut.
"Benar tulang ini bernama Tulang Berlian. Dengan tingkat tulang ini aku memiliki lima belas ribu tenaga dalam dan bisa menghimpun qi di dalamnya lebih dari seribu Kristal. Sedang untuk tingkat tulang kalian, maksimal hanya mampu menyimpan seratus Kristal qi saja. Itulah sebabnya aku tidak akan memberikan air hijau ini lebih dari lima cawan kepada kalian, karena itu akan membuat tulang kalian meledak."
Penjelasan panjang Yao Chan membuat Zhu Yin dan Yu Lian bengong dengan mulut terbuka. Yao Chan segera mengusap luka nya dengan mengerahkan tenaga dalam Mutiara Jiwa Api. salam sekejap luka tersebut menutup dan tidak meninggalkan bekas.
Yao Chan menjelaskan lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dengan tingkat Tulang Emas, mereka berdua dapat menghimpun energi tenaga dalam hingga sepuluh ribu simpul dan menghimpun qi seratus Kristal.
"Chan Gege sehebat apakah qi itu, apa bedanya dengan Tenaga Dalam?"
Kini Yu Lian yang menyuarakan rasa penasarannya dengan apa yang disebut qi.
"Qi adalah bentuk lain dari tenaga dalam yang jauh lebih murni dan kuat. Satu kristal qi setara dengan seratus simpul tenaga dalam namun kekuatannya sepuluh kali dari tenaga dalam."
Yao Chan lalu mengarahkan telapak tangannya kearah sebuah bukit kecil yang berjarak seratus meter di hadapan mereka. Satu detik kemudian sebuab bola energi melesat sangat cepat dari telapak tangannya.
BLAAAAR
Bola energi tersebut menghantam bukit dan menerbangkan debu, pohon serta bebatuan yang ada di sana. Saat debu tersebut menghilang, bukit kecil itu pun ikut menghilang dari pandangan.
Mata Zhu Yin dan Yu Lian melotot lebar melihat hal itu. Keduanya tidak menduga jika satu kristal qi yang Yao Chan gunakan mampu meratakan sebuah bukit.
Siang itu akhirnya mereka berdua berlatih dengan penuh semangat agar dapat memiliki kekuatan seperti yang Yao Chan tunjukan tadi.
Zhu Yin mampu melayang dengan baik saat berulang kali mencoba teknik itu selama dua jam.
Yao Chan bermeditasi untuk membentuk Kristal qi sebanyak waktu yang ia miliki. karena esok pagi, ia berencana mendatangi gua yang tersebut dalam peta Warisan Zhu Long.
*****