Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
081: Pisau Perak Menjerat Mangsa


Para Pembunuh Elit terkejut melihat kecepatan yang Yao Chan tunjukan. Kini mereka membenarkan perkataan Raja Pisau Perak bahwa pemuda dihadapan mereka itu adalah seorang pendekar Suci.


Awalnya mereka tidak percaya akan hal tersebut, namun saat melihat lima belas orang tewas dalam waktu kurang dari satu menit membuat mereka menelan ludah melihat kenyataan itu.


Yao Chan menyeringai menatap tajam ke arah dua puluh orang yang dilihatnya berada di tingkat Pendekar Pertapa tahap Awal.


"Apakah kalian tidak bosan hanya menonton saja?"


Yao Chan berkata sambil melompat lebih dekat kearah mereka. Ruangan besar itu kini dipenuhi oleh ratusan mayat, sehingga bau anyir darah menusuk hidung mereka.


"Anak muda siapa kau sebenarnya, mengapa kau memilih menjadi musuh kelompok Pisau Perak?"


Raja Pisau Perak menatap Yao Chan dengan seksama, mencoba memahami kemampuan pemuda belasan tahun dihadapannya itu.


"Selain tua jelek dan keriput, kau juga sudah pikun rupanya. Bukankah sudah kutanyakan, kenapa kau ingin membunuh Kakekku Perdana Menteri Lin Bao?"


Yao Chan terkekeh setelah menjawab pertanyaan Raja Pisau Perak yang kini menatapnya dengan cara berbeda.


"Hohohoho rupanya kau cucu tua Bangka Lin Bao. Baiklah agar kau tak mati penasaran nanti, aku akan menjawab pertanyaan mu."


Raja Pisau Perak lalu menjelaskan kepada Yao Chan, bahwa ia menerima bayaran sangat besar dari seseorang untuk membuat kekacauan di Kekaisaran Wu dengan membunuh beberapa tokoh penting di istana, salah satunya adalah Kakek Yao Chan, Lin Bao.


Selain itu, bukan hanya kelompok Pisau Perak yang mendapatkan bayaran tinggi untuk tugas itu. Sebuah kelompok Pembunuh yang jauh lebih kuat dari Pisau Perak sekalipun.


Hanya saja kelompok tersebut sedikit terlambat, sehingga Pisau Perak berhasil menyelesaikan satu misi terlebih dahulu.


Yao Chan berhasil menutupi keterkejutannya dengan tersenyum tipis atas informasi terakhir dari Raja Pisau Perak. Rasa Khawatir merasuki hatinya mendengar keselamatan sang Kakek sedang terancam oleh para pembunuh yang jauh lebih kuat dari Kelompok Pisau Perak.


Raja Pisau Perak sangat percaya diri bahwa ia dan anak buahnya, dapat membunuh Yao Chan, sehingga membuka sedikit rahasia tentang rencana seseorang yang membayarnya.


"Cukup penjelasan dariku, semoga kau tidak mati gentayangan hahahaha" Pisau Perak mengakhiri penjelasannya.


"Siapa yang akan membunuh siapa belum ditentukan, kau sudah tertawa senang, dasar tua bangka pikun yang aneh."


Yao Chan mencibir kearah Raja Pisau Perak yang wajahnya berubah kelam menahan amarah karena mendengar hinaan tersebut.


"Pembunuh Elit, habisi pemuda ini dengan formasi terkuat kalian.!"


Suara Menggelegar Raja Pisau Perak terdengar penuh amarah. Membuat dua puluh pendekar Pertapa tersebut bergerak mengepung Yao Chan dalam formasi yang belum pernah dilihat oleh Yao Chan sebelumnya.


Yao Chan menarik nafas, melihat dua puluh pendekar Pertapa Tahap Awal dengan formasi serangan yang terlihat kuat, bersiap menyerangnya.


Yao Chan mengeluarkan Pedang Dewa Perang dari Gelang Ruang Dimensinya. Ia berencana menggunakan Teknik Dewa Perang jurus Murka Dewa Pedang.


Sesaat setelah Yao Chan mengalirkan seribu simpul tenaga dalam ke Pedang Dewa Perang, gravitasi udara tiba-tiba berubah menjadi dua kali lebih berat dari sebelumnya.


Para Pembunuh Elit itu terkejut mendapati tubuh mereka seolah menjadi dua kali lipat lebih berat dari semula. Sepanjang karir membunuh mereka, belum pernah bertemu musuh yang memiliki teknik aneh seperti ini.


Raja Pisau Perak yang juga merasakan perubahan gravitasi itu, mengerutkan dahinya.


Berbagai pertanyaan tanpa jawaban menyeruak di benak Raja Pisau Neraka. Rasa gentar tiba-tiba memeluk relung hatinya tanpa permisi. Belum pernah ia merasakan seperti ni sepanjang karirnya menjadi seorang pembunuh bayaran.


"Jangan terkecoh, dia sedang menggunakan jurus ilusi. Serang secepatnya!!!"


Raja Pisau Perak berteriak untuk mengusir dengan kasar, rasa gentar yang bertamu dihatinya. Hal itu dia lakukan juga untuk membangkitkan semangat tarung para Pembunuh Elit yang terlihat gentar kepada Yao Chan.


Mendengar teriakan tersebut, lima orang segera melesat menyerang bagian bawah tubuh Yao Chan dengan kekuatan penuhnya. Serangan yang berfungsi sebagai pengalihan sekaligu serangan pembuka dalam formasi terkuat mereka, Pisau Perak Menjerat Mangsa.


Yao Chan melompat ke udara untuk menghindari serangan tersebut, namun tanpa di duganya dua buah pisau melesat ke tubuhnya dari arah berlawanan. Di saat bersamaan empat orang dari empat arah yang berbeda melompat kearahnya dan menusukan pisau ditangan mereka.


Dalam waktu bersamaan pula dua orang melompat tinggi melebihi ketinggian Yao Chan dan menyerangnya dari sisi atas. Yao Chan tersenyum sesaat sebelum tubuhnya melesat secepat kilat, menghindari dua buah pisau, dan menebas tubuh salah satu musuh yang menyerang dari sisi sampingnya hingga terpotong menjadi dua bagian.


Gerakan Yao Chan yang seperti menghilang dari tempatnya itu, benar-benar membuat Para Pembunuh Elit Pisau Perak tercengang, apalagi melihat rekan mereka tewas mengenaskan.


Raja Pisau Perak terkesiap, melihat kenyataan formasi serangan terkuat para Pembunuh Elit tersebut tidak berhasil menghabisi Yao Chan. Bahkan untuk melukainya saja mereka tidak mampu.


Kejutan berikutnya terjadi saat tiba-tiba Yao Chan melesat ke udara dan melayang di ketinggian lima meter, Yao Chan terlihat seolah menempel di atap ruangan yang tingginya tujuh meter tersebut.


Yao Chan menghela nafasnya, seandainya dia tidak memperlambat gerakan dari formasi tersebut dengan meningkatkan gravitasi udara, mungkin saja serangan tersebut berhasil melukainya atau bahkan membunuhnya.


Yao Chan mengalirkan dua ribu simpul tenaga dalam, seketika gravitasi udara menjadi tiga kali lebih berat dari semula.


Yao Chan segera menebaskan Pedang Dewa Perang secara horizontal kearah para pembunuh Elit yang terlihat terpana melihat dirinya melayang di udara.


Selarik sinar kuning keemasan sepanjang enam meter melesat secara mendatar ke arah sembilan belas Pembunuh Elit itu.


Mereka segera melompat untuk menghindari serangan tersebut, namun karena gravitasi udara menjadi tiga kali lebih berat, membuat gerakan mereka melambat.


"Aarrggghhh!!!"


Teriakan kesakitan silih berganti saat beberapa orang Pembunuh Elit, terputus kedua kakinya. Setidaknya Yao Chan berhasil melumpuhkan enam orang Pembunuh Elit dalam satu kali serangannya.


Mereka yang berhasil melompat menghindar dari energi Pedang pemuda itu merasa bersyukur terhindar dari serangan mematikan tersebut, Namun wajah mereka menjadi pucat saat menyadari Yao Chan telah berada di tengah-tengah mereka.


Yao Chan tak ingin membuang kesempatan tersebut, ia segera menyerang salah seorang yang paling dekat dengan dirinya.


Pembunuh Elit itu, sempat menangkis pedang Yao Chan dengan kedua pisaunya, namun pisau perak miliknya itu patah saat berbenturan dengan Pedang Yao Chan.


Pembunuh Elit itu tewas dengan kepala terbelah dua karena laju pedang Yao Chan tak terhentikan oleh kedua pisaunya.


...*****...


...Like dan Vote adalah VITAMIN bagi Author agar selalu sehat jiwa dan jarinya sehingga terus bersemangat dalam menata kata😁....


...Jangan Lupa Like dan Votenya ya....


...Terimakasih....