
Dengan sangat cepat,Yao Chan menjentikan jari tengah dan jempol di kedua tangannya masing-masing sebanyak dua kali.
Empat bola energi kuning keemasan segera melesat menghadang empat bola energi yang mengarah ke tubuhnya.
BLAAAAR BLAAAAR BLAAAAR BLAAAAR
Empat kali dentuman terdengar sangat keras saat ke empat energi tersebut bertemu dan membuat udara berfluktuasi dengan kuat hingga radius seribu meter lebih.
Yao Chan terpental kebelakang sejauh sepuluh meter dari posisinya semula, sedangkan dua lawannya terpental dua puluh meter dari tempat dimana mereka berdiri semula..
Yao Chan menyeka darah yang menetes dari sudut bibirnya, sedangkan Iblis Hitam dan Fu Mao wajahnya memucat setelah mengeluarkan setangkup darah dari mulut mereka.
"Serangan Pendekar langit tahap akhir bisa melukai ku seperti ini. Sepertinya aku harus berhati-hati menghadapi kekuatan mereka."
Yao Chan yang semula mengira dirinya akan baik-baik saja, menjadi sedikit terkejut bahwa dugaannya keliru. Beruntungn luka dalamnya yang tidak begitu parah dengan cepat disembuhkan oleh Mutiara Jiwa Naga.
Iblis Hitam bermeditasi sejenak untuk menyembuhkan luka pada tubuh roh dan raga Song He. Sementara Luo San terlihat baru saja menelan sesuatu yang diambil dari balik jubahnya.
Setelah menelan pil penyembuh yang ia dapat dari Dunia Kultiva, Luo San mengeluarkan sebuah Pil berwarna kehitaman sebesar ibu jari.
"Tak ada cara lain, aku akan menggunakan Pil Bunga Iblis ini untuk menaikan kekuatan ku satu tingkat lagi agar setara dengannya walau khasiatnya hanya beberapa waktu saja."
Menyadari lawan berada satu tingkat diatasnya, Luo San segera menelan Pil Bunga Iblis yang ia beli dengan harga yang cukup mahal saat ia berada di Dunia Kultiva.
Yao Chan tertegun saat tiba-tiba merasakan pancaran energi Luo San yang meningkat sesaat setelah berteriak keras dengan mata yang berubah menjadi merah menyala.
Kekuatan yang ditunjukan oleh Luo San membuat Yao Chan menjadi waspada karena kekuatan Kakek bertubuh besar itu kini setara dengan kekuatannya.
Luo San segera menyerang Yao Chan dengan kekuatan barunya. Ia melesat begitu cepat membuat Yao Chan terpaksa menangkis tendangan kuat Luo San karena terlambat untuk menghindarinya.
Benturan dengan kekuatan tendangan Luo San yang kuat itu, membuat tubuh Yao Chan terpental lima meter kebelakang.
Yao Chan merasakan tangan yang untuk menangkis tendangan Luo San kini terasa kebas. Ia pun segera bersiap saat melihat melihat Luo San kembali menyerangnya dengan cepat.
Menyadari lawan begitu berambisi merobohkan dirinya, Yao Chan pun mulai serius menghadapi Luo San.
Ia menggunakan Jurus Tapak Naga Angin yang membuat Luo San sedikit kerepotan menghadapinya setelah bertukar serangan puluhan jurus.
Namun Luo San yang seperti kerasukan Iblis itu tidak perduli akan sakit yang ia alami setiap pukulan maupun tendangan Yao Chan mengenai tubuhnya. Yang ada dalam benaknya adalah segera membunuh Yao Chan sebelum efek kekuatan Pil itu menghilang.
Iblis hitam yang menyadari kekuatan kekuatan Yao Chan masih berada diatas dirinya menjadi gamang, apakah akan membantu Luo San atau tidak.
Tiba-tiba ia merasakan aura Mustika Hati Iblis yang dari waktu ke waktu semakin menguat, kini hampir memiliki kekuatan penuh yang telah ditunggunya.
Ia pun mengedarkan pandangan matanya kearah suara riuh pertempuran hebat di depan Benteng Xiangjin.
Iblis Hitam tersenyum saat melihat begitu banyak Prajurit Song yang tewas, setidaknya tiga puluh ribu lebih prajurit Song, telah terkapar tak bernyawa.
Ia baru menyadari bahwa kekuatan yang diberikan kepada prajuritnya adalah tipuan belaka.
Memang benar kekuatan para prajurit Kekaisaran Song meningkat setelah meminum air yang merendam mustika hati Iblis.
Namun Ia tidak memduga bahwa air itu menjadi sebuah jembatan untuk menghisap Energi Roh para prajuritnya yang tewas maupun Energi Roh dari prajurit kekaisaran Wu yang terbunuh oleh prajuritnya.
Ia pun mencari keberadaan Peri Hitam yang saat itu tengah memandangi prajurit Kekaisaran Song yang terbantai oleh para pendekar dari Kekaisaran Wu.
"Sayang ... aku merasakan kekuatan Mustika ini hampir penuh, kita harus segera bersiap-siap untuk membuka Gerbang Dimensi Ruang dan Waktu untuk kembali ke Dunia Moxian."
Peri Hitam tersenyum mendengar perkataan Iblis Hitam, ia mengambil Mustika Hati Iblis untuk memastikan kekuatannya.
"Belum, tunggu sesaat lagi, energinya belum cukup untuk kita gunakan. Biarkan mereka terbunuh semua."
Perkataan Peri Hitam membuat Song He yang berada di dalam kesadaran lain di dalam tubuhnya, menjadi sangat geram. Ia pun menyesal telah mempercayai perkataan dari Roh Iblis Hitam dan Peri Hitam itu.
Iblis Hitam tidak menggubris makian Song He, Ia mengalihkan pandangannya pada pertarungan antara Dewa Obat Fu Mao dan Hong Qi, yang hampir saja selesai dengan sang Dewa Obat yang terluka parah.
Kekuatan Hong Qi masih berada diatas kekuatan yang dimiliki oleh Fu Mao. Sehingga berhasil membuat Kakek berjuluk Dewa Obat itu mengalami luka dalam yang cukup parah.
Beruntungnya Fu Mao tidak kekurangan Pil penyembuh yang berkhasiat tinggi hasil racikannya sendiri.
Namun itu belum cukup untuk membuatnya bertahan dari serangan Hong Qi yang sudah setengah jalan menjadi Pendekar Langit.
Sebuah tendangan kuat dari Hong Qi melesat kuat menyerang punggung Fu Mao yang tidak memiliki kemampuan untuk menghindarinya karena dadanya terasa sesak setelah terkena tinju Hong Qi sesaat tadi.
Dewa Obat Fu Mao hanya pasrah menerima serangan yang mematikan itu dan ia memejamkan mata untuk menerima takdir kematiannya.
Setelah berpasrah diri akan kematiannya dalam waktu cukup lama, Fu Mao menjadi heran, karena ia tidak merasakan sakit apapun di punggungnya.
Ia pun berpikir bahwa dirinya telah mati dengan sangat cepat akibat tendangan kuat Hong Qi sehingga ia tidak merasakan rasa sakit lagi.
Ia pun membuka matanya yang seketika melebar saat menemukan sesosok gadis cantik bertubuh sintal berada dihadapannya.
Saat ia akan bertanya sesuatu, matanya menemukan sebuah jantung manusia yang berlumuran darah telah berada dalam genggaman tangan gadis itu.
Saat ia bertanya untuk apa jantung manusia itu, Mulut Dewa Obat terbuka lebar saat melihat mata gadis itu yang hitam di semua bagiannya.
Pemandangan berikutnya membuat perut Dewa Obat Fu Mao menjadi mual, dengan santainya, gadis itu memakan jantung mentah bagaikan memakan daging panggang.
Saat melihat ke bawah Fu Mao melihat jasad Hong Qi tergeletak dengan dada berlubang besar dan masih mengalirkan darah.
Bertepatan dengan Gong Li menyelesaikan makan siangnya, Roh Gadis itu menyadari sesuatu yang membuatnya segera berteriak keras hingga membuat pertarungan berhenti seketika itu juga.
*****