Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
112: Teknik Nafas Naga


Song He yang telah kembali kesadarannya saat itu, akhirnya mengenal Shin Mu dan Huang Lun. Ketiganya menyadari bahwa mereka dipertemukan untuk satu tujuan yang sama.


Shin Mu dan Huang Lun terkejut saat mengetahui bahwa Song He adalah Putera Mahkota Kekaisaran Song.


"Putera Mahkota Kekaisaran Song, ah kau sungguh beruntung sekali Tuan Muda, engkau kini memiliki kekuatan Iblis Hitam yang merupakan kekuatan tertinggi dari enam bangsa Iblis yang berada di dunia manusia."


Huang Lun tersenyum tipis saat menyadari dirinya akan menjadi anak buah Song He yang dua puluh tahun lebih muda darinya itu.


"Benarkah begitu paman? jika begitu sekarang aku bisa menghancurkan kekaisaran Wu dengan mudah berkat kekuatan Iblis Hitam ini... hahahaha."


Shin Mu dan Huang Lun tersenyum kecut melihat kesombongan Song He. Hal itu bisa dimaklumi karena Song He baru saja berpetualang di dunia persilatan sehingga tidak mengetahui bahwa masih banyak tokoh kuat lainnya yang akan menjadi lawan berat bagi mereka.


"Benar Tuan Muda, tapi kita jangan gegabah, sebaiknya kita mencari Iblis Kuning dan Iblis Hijau terlebih dahulu. lalu menyusun rencana dengan matang untuk menghancurkan kekaisaran Wu."


Shin Mu yang merasa tertua diantara mereka memberikan nasehatnya walau ada rasa segan di hatinya.


Song He terdiam mendengar hal tersebut, ia pun teringat akan kematian Dua Iblis Gunung Changyan yang telah tewas karena rencananya yang dilaksanakan dengan gegabah.


"Kau benar Kakek, aku kehilangan kedua guruku karena kecerobohan ku. Aku tak menyangka Kekaisaran Wu memiliki jagoan yang lebih hebat dari dugaan ku."


Song He menjawab dengan ekspresi yang berbeda dari sebelumnya, yang semula dipenuhi keangkuhan, kini terlihat ada guratan kesedihan yang membungkus dendam membara dihatinya.


"Lalu apa rencana mu berikutnya Tuan Muda?"


Huang Lun mencoba mengalihkan pembicaraan, agar Song He tidak larut dalam kesedihannya.


"Setelah kita berhasil menemukan Iblis Kuning, aku akan meminta Ayahanda Kaisar untuk mengirimkan seratus ribu prajurit menggempur kekaisaran Wu."


Song He mengepalkan tangannya dengan keras untuk membulatkan tekadnya menguasai Kekaisaran Wu sekalipun harus melalui perang besar.


Shin Mu dan Huang Lun tersenyum tipis melihat ambisi Song He yang bisa dibilang terlalu besar. Mengingat Kekaisaran Wu hampir memiliki kekuatan militer yang sama dengan Kekuatan Militer Kekaisaran Song.


Beberapa saat kemudian ketiga manusia Budak Iblis itu, melesat meninggalkan Lembah yang selama ini di huni oleh Gui Han.


***


"Chan Gege ... Kenapa kami tidak boleh minum air itu?"


"Bukan tidak boleh, tubuh kalian belum mampu menahan luapan energi Air Hijau tersebut. Sebaiknya kalian tingkatkan kualitas tulang kalian terlebih dahulu. Karena jika dipaksakan tubuh kalian akan meledak."


Yao Chan menjawab pertanyaan Yu Lian seraya mengeluarkan empat buah Ginseng yang berwarna kuning keemasan.


"Malam ini kalian bermeditasi untuk menyerap khasiat Ginseng ini. Usahakan besok pagi semua khasiat Ginseng ini selesai kalian serap."


Setelah berkata demikian, Yao Chan menyerahkan dua Ginseng kepada Zhu Yin. Sedang dua buah yang lain, ia berikan kepada Yu Lian.


"Saudara Chan, Apa kau pikir semudah itu menyerap sumberdaya selangka Ginseng Emas ini?"


Zhu Yin mempertanyakan arahan Yao Chan yang menurutnya terlalu berlebihan. Karena dirinya membutuhkan waktu tiga hari untuk dapat menyerap khasiat Apel Dewa yang diberikan oleh Guo Jin dulu.


"Saudari Yin, jika kau tidak mampu menyerap khasiat apel ini dalam waktu semalam, mungkin kau akan membutuhkan waktu satu bulan untuk menyerap khasiat satu cawan air hijau itu."


Zhu Yin dan Yu Lian tersedak mendengar perkataan Yao Chan. Seseorang seperti mereka akan membutuhkan satu bulan untuk menyerap khasiat satu cawan air hijau itu, sementara Yao Chan hanya membutuhkan waktu setengah jam saja. Hal itu sungguh sulit dipercaya oleh mereka berdua.


"Aku akan mengajari kalian teknik tingkat tinggi dari kitab Dewa Naga, Teknik Nafas Naga. Hanya dengan teknik itu kalian dapat menyerap khasiat ginseng emas itu dengan cepat."


Yao Chan memutuskan untuk terlebih dahulu meningkatkan kualitas tulang kedua gadis tersebut. Saat ini keduanya memiliki kualitas Tulang Baja Tua.


Dengan mengkonsumsi dua buah Ginseng Dewa tersebut, Yao Chan memperkirakan keduanya akan mampu memiliki kualitas Tulang Emas setidaknya di tahap Tulang Emas Muda.


Kualitas Tulang Emas sudah jarang dimiliki oleh pendekar saat ini. Hal ini karena keterbatasan sumber daya yang ada dan juga teknik untuk meningkatkan kualitas Tulang sangat terbatas.


Saat fajar menyingsing, terdengar suara gemeratak dan jerit kesakitan Zhu Yin. Yao Chan yang berada di belakang keduanya, segera mengerahkan energi.tenaga dalam untuk membantu Zhu Yin meredakan rasa sakit akibat perubahan tulangnya tersebut.


Sementara tubuh Zhu Yin terlihat menggigil hebat menahan rasa sakit yang luar biasa, Air matanya telah mengalir deras. Kesadarannya hampir saja menghilang.


Disaat kritis tersebut, Aliran energi yang menyejukkan memasuki punggungnya yang berasal dari telapak tangan Yao Chan. Perlahan namun pasti, rasa sakit pada tulangnya menghilang, bahkan energinya tenaga dalamnya yang hampir terkuras habis perlahan-lahan pulih kembali.


Yao Chan menghentikan aliran energi tenaga dalam penyembuh dari Mutiara Jiwa Naga kepada Zhu Yin saat nafas gadis itu terdengar telah beraturan.


Zhu Yin tersenyum lebar saat merasakan kekuatannya bertambah besar, tubuhnya terasa dua kali lipat lebih ringan. Ia pun akan segera berdiri saat menyadari sesuatu yang membuatnya membatalkan niatnya tersebut. Zhu Yin membalikan tubuhnya secara perlahan untuk mengucapkan terimakasih kepada Yao Chan.


Kata-kata Zhu Yin tertahan karena mendengar jerit kesakitan Yu Lian disertai bunyi tulang yang gemeratak seperti yang terjadi pada dirinya.


Yao Chan segera mengalirkan energi tenaga dalam penyembuh dari Mutiara Jiwa Naga kepada Yu Lian. Berbeda dengan Zhu Yin, jeritan tangis Yu Lian lebih keras dari dirinya.


Setelah lima belas menit kemudian jeritan tangis Yu Lian mereda, sama seperti Zhu Yin, Gaun yang ia kenakan pun basah kuyup oleh keringat.


Yao Chan menurunkan tangannya dari punggung Yu Lian setelah mendapati nafas sang adik telah kembali normal.


Berbeda dengan Zhu Yin yang merasa gembira, Wajah Yu Lian terlihat datar, walau merasakan perubahan besar pada kekuatan tubuhnya.


"Adik Lian kenapa kau tidak terlihat bahagia setelah mendapatkan Tulang Emas ini?"


Zhu Yin tak dapat menahan rasa penasaran nya dan langsung menanyakan hal itu kepada Yu Lian. Namun Yu Lian tidak bergeming sama sekali dan tetap diam.


"Chan Gege ... kumohon pergilah menjauh dariku, cepatlah!"


"Memangnya ada apa aku harus ..."


"Cepatlah!!"


Yu Lian membentak Yao Chan yang kebingungan, namun saat teringat sesuatu Yao Chan pun segera melesat dan pergi secepat mungkin.


Setelah Yao Chan tidak terlihat, Zhu Yin pun menanyakan apa yang membuat Yu Lian bersikap demikian.


"Adik Lian kenapa kau ..."


"Aku ..."


Jawaban Yu Lian terputus karena tawa keras dari Yao Chan yang saat itu tengah teringat bahwa ia pun mengalami hal yang sama dengan mereka berdua. Bukan karena mendengar perkataan Yu Lian.


Wajah kedua gadis yang mengalami hal memalukan itu berubah menjadi merah, terutama Zhu Yin.


Namun keduanya tak berdaya mencegah hal tersebut, mengingat mereka duduk bermeditasi semalaman di hawa pegunungan yang dingin lalu tiba-tiba harus menahan rasa sakit yang luar biasa yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.


*****