
JEDAAAAARRRR
Suara petir menggelegar dari awan hitam kemerahan itu dan menghantam kepala Yao Chan dengan sangat kuat, namun yang terjadi berikutnya membuat mata Luo San melotot lebar.
Yao Chan yang sudah menduga serangan seperti apa yang akan dilakukan Luo San dengan gumpalan awan hitam kemerahan itu, sengaja tak menghindar dari petir yang menghantam kepalanya.
Ia bahkan tersenyum saat melihat Luo San terkejut dengan apa yang terjadi pada dirinya yang baru saja terhantam petir dahsyat itu.
Tubuh Yao Chan hanya terdorong satu meter ke bawah dan Yao Chan pun kembali ke posisinya semula dengan tak satu pun bagian tubuhnya yang terluka.
Menyadari satu serangan petir tidak cukup untuk merobohkan Yao Chan, Luo San pun segera berkonsentrasi untuk melakukan serangan dengan lima buah petir sekaligus.
Yao Chan hanya tersenyum melihat Luo San akan menyerangnya kembali, karena memang itulah yang ia harapkan.
JEDAAARR JEDAARR JEDAARR JEDAARR
JEDAR
Lima petir menggelegar bersamaan hingga membuat dinding yang mengurung mereka berdua ikut bergetar.
Kelima petir itu melesat dan menghantam tubuh Yao Chan dari berbagai sisi. Tubuh Yao Chan pun terdorong tiga meter kebawah akibat serangan itu.
Namun lagi-lagi mata Luo San melotot lebar mendapati serangan lima petir itu tidak berpengaruh apapun pada lawannya. Suatu dugaan muncul dibenak Luo San melihat hal itu.
"Apakah pemuda ini memiliki tubuh elemen petir? Jika ia maka serangan petir ku justru akan membuat dirinya semakin kuat. Tapi mungkin saja itu karena pusaka pelindungnya, akan kucoba dengan serangan terakhir yang setiap petir aku alirkan seribu Kristal qi. Mungkin sepuluh buah cukup untuk membuatnya tak sadarkan diri."
Senyum Yao Chan semakin melebar saat melihat Luo San akan kembali menyerangnya. Ia sempat khawatir Luo San berhenti menyerangnya setelah Kakek itu terlihat termenung menatap dirinya.
Dari pancaran energi yang terasa olehnya, Yao Chan merasa serangan berikutnya akan jauh lebih dahsyat dari sebelumnya.
Dengan dada berdebar-debar, Yao Chan menanti serangan Lho San. Ia berharap serangan ini dapat menjawab pertanyaan dalam benaknya.
Gong Li yang sebelumnya sempat merasa takut akan keselamatan Yao Chan, kini bibir indahnya bisa tersenyum lagi.
Namun merasakan pancaran energi Kakek itu kembali menguat dan akan melakukan serangan yang serupa, membuatnya merasa khawatir, apalagi Yao Chan masih terlihat santai.
"Jangan-jangan ia menyerap energi petir itu untuk menerobos ke tahap menengah dari tingkat Pendekar Roh. Jika itu benar, maka tubuhnya memiliki elemen petir yang langka."
Gong Li bergumam sendiri dalam benaknya melihat sikap santai yang Yao Chan tunjukan. Lamunan Gong Li terputus saat mendengar suara petir yang menggelegar dua kali lebih keras dari sebelumnya.
Ia pun memekik dengan keras saat melihat Yao Chan tersambar sepuluh petir yang dua kali lebih besar dari sebelumnya.
Tubuh Yao Chan yang terhantam sepuluh petir besar itu, terdorong dengan keras hingga membentur tanah.
Luo San tersenyum saat melihat tubuh lawannya itu tergeletak di tanah, setelah menunggu beberapa menit, pemuda itu tidak bangun juga, ia pun tertawa terbahak-bahak mendapati jurus terkuatnya, berhasil merobohkan pemuda itu.
"Akhirnya kau roboh juga, bocah sombong hahahaha."
Namun suara tawa lain segera terdengar menindih suara tawa Luo San yang seketika itu berhenti ketika menyadari suara tawa itu berasal dari Yao Chan.
"Apa !!! Bagaimana bisa dia masih baik-baik saja?!!"
Mulut Luo San terbuka lebar saat menyadari bahwa Yao Chan masih sadar dan ikut tertawa senang dan tidak terlihat sedikitpun mengalami luka.
Yao Chan tertawa karena merasa dugaannya ternyata benar adanya. Enam petir yang sebelumnya menghantam dirinya, telah di serap oleh Mutiara Jiwa Naga untuk mengisi kembali tiga puluh ribu kristal qi yang telah kosong.
Yao Chan berpura-pura tak sadarkan diri, seraya menunggu Mutiara Jiwa Naga selesai dengan apa yang dilakukannya.
Namun Yao Chan tetap waspada dan berjaga-jaga adanya serangan susulan dari Kakek berusia dua ratus tahun itu.
Mendengar Luo San tertawa Yao Chan pun ikut tertawa saat menyadari Mutiara Jiwa Naga telah selesai dengan prosesnya.
Pertanyaan dibenak Yao Chan pun terjawab sudah, Sepuluh petir itu ternyata dapat menghasilkan delapan ribu Kristal qi baru di tubuhnya.
Dengan jumlah seluruh kristal qi sebanyak enam puluh satu ribu ditubuhnya, kekuatan Yao Chan kini telah berada di tingkat Pendekar Roh Tahap Menengah.
Yao Chan bangkit dan melayang perlahan ke udara untuk mensejajarkan dirinya dengan Luo San yang masih tidak percaya dengan kenyataan yang kini ia lihat.
Yao Chan menatap tajam Luo San, sambil berpikir jurus apa yang tepat untuk menghajar kakek itu. Sedari tadi Ia ingin mencoba dengan jurus menggandakan dirinya.
Namun karena tadi energi qi-nya telah terkuras lebih dari setengahnya, hal itu terlalu riskan untuk ia lakukan, apalagi menghadapi lawan yang memiliki kekuatan setara dengan dirinya.
Selain itu, sosok duplikatnya itu akan mudah meledak apabila terkena serangan energi qi dari lawan. inilah satu kelemahan dari jurus menggandakan diri yang belum bisa Yao Chan temukan solusinya.
Walau dengan kemampuannya sekarang mudah untuk mengalahkan Luo San, Yao Chan ingin menguji sesuatu hal berkaitan dengan kelemahan jurus menggandakan diri itu.
Yao Chan menatap Luo San yang kini terlihat telah bersiap untuk bertarung dengan jurus pedangnya yang lain.
Yao Chan memejamkan matanya, lalu membuat sebuah duplikat dirinya dengan sepuluh ribu kristal qi.
Sesaat kemudian sosok duplikat itu keluar dari tubuhnya dengan pedang yang sama di tangannya, hal ini membuat dahi Luo San menjadi berkerut.
Ia tidak asing dengan jurus duplikat ini, dan ia tersenyum saat berhasil mengingat kelemahan dari teknik tersebut. Ia pun mengalirkan energi qi ke dalam pedang Merah di tangannya.
Sosok duplikat Yao Chan, melesat dengan sangat cepat ke arah Luo San, ia pun menebaskan pedang Dewa Perang ke leher Luo San yang tersenyum melihatnya.
BLAAAAR
Saat pedang di tangan Sosok Duplikat Yao Chan berbenturan dengan Pedang di tangan Luo San, sosok duplikat tersebut meledak dan membuat Luo San terpental hingga membentur dinding perisai yang ia buat.
Yao Chan tersenyum tipis, walau ia sudah menambah energi qi saat membuat sosok duplikat itu, namun tetap saja hal itu tidak bisa menutup kelemahan dari tekniknya ini.
Luo San menggeram kesal, walau hanya terluka dalam ringan, tetap saja benturan tadi memberikan rasa sakit pada tubuhnya.
Menyadari jurus menggandakan dirinya masih terlihat lemah di hadapan Luo San, Yao Chan akhirnya memutuskan menggunakan Jurus Pedang Mata Dewa untuk menghajar kakek yang memiliki kecepatan tinggi itu.
Yao Chan mengerahkan lima ribu kristal qi ke dalam matanya, sesaat kemudian ia pun melesatkan puluhan pedang energi dari matanya.
Luo San terkejut saat menyadari serangan itu, membuatnya harus berjumpalitan di udara untuk menghindar dari hantaman energi qi berbentuk pedang sepanjang dua jengkal itu.
Serangan dengan menggunakan jurus Pedang Mata Dewa yang semakin kuat dan cepat seiring meningkatnya kekuatan Yao Chan, membuat Luo San akhirnya kewalahan.
Saat Luo San menangkis salah satu pedang energi itu, terjadi ledakan yang cukup keras yang membuat tubuh tuanya kembali membentur dinding perisai yang ia buat tadi.
Luo San menggeram kesal, ingin ia mengumpat kepada Yao Chan, namun ia terkejut saat menyadari sosok tersebut telah berada di belakangnya.
Luo San tidak akan pernah tahu bagaimana Yao Chan bisa bergerak secepat itu, karena saat itu, Luo San harus menerima takdirnya, mati ditangan Yao Chan dengan jantung tertusuk Pedang Dewa Perang.
******