Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
162: Kemelut Sekte Golok Iblis


Malam telah mencapai puncaknya dan bergulir untuk menyambut matahari yang beberapa jam lagi akan memperlihatkan wujudnya dengan sinar yang terangnya untuk menghangatkan bumi.


BLAAAAR BLAAAAR BLAAAAR


Keheningan malam menjelang pagi di Sekte Golok Iblis seketika berubah menjadi kepanikan yang dipenuhi jerit kematian setelah beberapa jam kepergian sang pendirinya, Jiao Xin yang sedang dalam perjalanan ke Istana Song bersama Song He dan yang lainnya.


Wang Chun dan belasan tetua segera saja terbangun dan melesat menuju alun-alun sekte mereka yang merupakan titik kumpul bila saja terjadi serangan.


"Siapa yang berani menyerang kita ketua?"


Salah seorang tetua bertanya kepada Wang Chun yang terlihat sangat marah mendapati laporan bahwa tiga bangunan besar mereka dan salah satunya adalah Aula Sekte, telah hancur dan rata dengan tanah.


"Entahlah ... Aku pun baru saja tiba disini. Entah dari Kelompok ma .... Awas serangan dari udara!!"


Belum sempat Wang Chun meyelesaikan kata-katanya, ia berteriak mengejutkan ratusan anggota sektenya yang telah berkumpul di alun-alun dengan senjata terhunus di tangan mereka.


Sontak semua mata melihat ke udara dan wajah mereka menunjukan raut yang sama, terkejut dan ngeri saat mendapati sebuah bola cahaya sebesar kepala manusia sedang melesat ke arah mereka.


Berebutan menyelamatkan diri dengan melompat sejauhnya dari tempat mereka berdiri sebelumnya adalah pemandangan yang terlihat kemudian.


Namun sayang kecepatan gerak sebagian anggota yang baru terbangun dari tidur lelapnya itu, masih kalah jauh dengan kecepatan bola cahaya itu.


BLAAAAR


AAARRGGGGH AAARRGGGGH


Suara dentuman keras diiringi jerit kematian dari puluhan anggota Sekte Golok Iblis, terdengar saat bola cahaya itu menghantam mereka.


Bola cahaya yang tiba-tiba membesar sepuluh kali lipat sebelum menyentuh tanah itu, membuat puluhan orang yang terlambat bergerak menghindar, kehilangan nyawanya dengan tubuh hancur.


Sebagian yang lain terhempas oleh gelombang energi tak kasat mata, melemparkan mereka pada dinding beberapa bangunan dengan kepala terlebih dahulu membentur dinding bangunan yang terbuat dari batu dan kayu-kayu yang keras.


Benturan itu menyebabkan puluhan orang tewas dengan kepala yang remuk. Bau anyir darah seketika menyelimuti udara Alun-alun Sekte Golok Iblis yang kini tanahnya memiliki lubang sedalam lima meter akibat ledakan bola cahaya tersebut.


"Kurang Ajar!! .... Siapa kau dan mengapa kau menyerang Sekte kami!"


Wang Chun yang telah mencapai tingkat pendekar Suci Awal itu, segera melesat ke udara dan melayang ke arah darimana bola cahaya itu berasal.


Ia terkejut saat mendapati sosok seorang pemuda tampan berusia belasan tahun terlihat menyeringai kepadanya. Ia pun segera membentak sambil menanyakan identitas pemuda tersebut.


"Aku ... Namaku Yao Chan dan Aku adalah putera Yao Zhi dari Sekte Lembah Dewa yang sepuluh tahun lalu bangunannya telah dihancurkan oleh gurumu si Tua Bangka Jiao Xin itu."


Sosok yang tak lain adalah Yao Chan, tersenyum lebar setelah berkata demikian. Ia bisa melihat Wang Chun menelan ludahnya mendengar nama Sekte Lembah Dewa.


Tanpa sepengetahuan mereka yang berada di Lembah Dewa, saat tengah malam Yao Chan melesat ke arah Sekte Golok Iblis. Yao Chan merasa inilah kesempatan dirinya untuk membalas dendam kepada Jiao Xin yang ia ketahui telah meratakan sekte Lembah Dewa sepuluh tahun lalu.


Selain itu Sekte Golok Iblis juga berperan dalam kematian Ayahnya saat mereka menyerang Sekte Lembah Dewa bersama aliansi yang di bentuk oleh Lang Hu dari Sekte Elang Hitam bersama tiga Sekte Aliran Hitam lainnya.


Mengetahui bahwa sosok dihadapannya ingin menuntut balas atas apa yang gurunya lakukan terhadap Lembah Dewa, Wang Chun tak dapat lagi menyalahkan apa yang baru saja dilakukan pemuda itu kepada bangunan dan anggota sektenya.


"Kekuatannya sangat tinggi, mungkin setara dengan guru. Seandainya guru ada disini, mungkin Sekte Golok Iblis bisa bertahan dari kehancuran ini."


Wang Chun berkata dalam benaknya sendiri karena merasa Sekte yang ia Pimpin akan segera hancur oleh pemuda berkemampuan tinggi dihadapannya itu.


"Kau pikir akan mudah menghancurkan Sekte kami? Kau telah bermimpi besar anak muda."


Wang Chun mengerahkan seluruh kekuatan yang ia miliki, ia tak ingin menahan kekuatannya dan ingin bertarung dengan kekuatan penuhnya sejak awal.


Namun matanya membelalak lebar dan ia pun lalu mengusap mata tuanya beberapa kali untuk memastikan apa yang kini ia lihat. Dan ia pun tertegun saat menyadari bahwa matanya tidak sedang membohongi dirinya.


Hal yang sama terjadi pada mereka yang berada sepuluh meter dibawah kedua orang yang sedang melayang tersebut. Firasat buruk segera menyelusup dalam benak ratusan orang anggota sekte Golok Iblis.


Sosok Pemuda tampan dihadapannya, kini terlihat ada dua orang. Dan ia wajahnya menjadi pucat setelah mendengar percakapan mereka berdua.


"Hamba siap melaksanakan titah Tuanku Tampan."


Sosok Yao Chan palsu terlihat membungkuk dan berkata kepada Yao Chan yang terlihat tersenyum mendengar duplikat dirinya kini bisa berbicara.


"Kau hadapi Kakek Bau Pesing ini dulu ya, aku akan membereskan mereka yang di bawah. Ingat jangan kau bunuh dia, kau lumpuhkan saja."


Sosok Yao Chan Palsu mengangguk kepalanya lalu berpaling ke arah Wang Chun sambil mengendus-enduskan hidungnya beberapa kali, hal itu membuat Wang Chun dan Yao Chan sendiri Keheranan.


"Apa yang kau lakukan?"


Tanya Yao Chan sambil mengerutkan dahinya.


"Tuanku Tampan, Bau Pesing itu seperti apa? Dan kenapa bisa berbau pesing?"


Yao Chan menepuk dahinya, menyadari Sosok duplikat yang ia bentuk dari energi qi nya itu, masih saja bodoh walau kini sudah bisa berbicara.


"Sudah jangan banyak tanya, cepat laksanakan tugasmu!"


"Siap!! Perintah Tuanku Tampan dilaksanakan


Yao Chan yang kebingungan bagaimana cara menjelaskan hal tersebut, segera menghardik Sosok duplikat dirinya itu untuk menghadapi Wang Chun.


Sosok Yao Chan palsu segera melesat ke arah Wang Chun yang terkesiap melihat kecepatan yang ditunjukan olehnya.


Yao Chan tersenyum lalu mengeluarkan Pedang Pelangi dari Gelang Ruang Dimensinya. Sekejap kemudian Tubuh Yao Chan telah menghilang dan tiba-tiba berada tengah-tengah Ratusan anggota sekte Golok Iblis yang berada di Alun-alun Sekte.


Jerit kematian pun terdengar bersahutan saat Yao Chan menggerakan pedangnya, dalam satu kali tebasan tiga hingga enam orang melayang nyawanya dengan leher putus dan kepala menggelinding ke tanah.


Anggota Sekte Golok Iblis sebagian merasakan gentar dan mencoba menjauhi sosok Yao Chan yang bergerak bagaikan singa lapar. Sebagian lain merasa marah karena rekan ataupun saudara mereka telah terbunuh.


Mereka yang mencoba menjauhi Yao Chan, harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak bisa begitu saja melakukan hal tersebut. Dalam sekejap saja Ratusan nyawa melayang di tangan Yao Chan yang kini jubahnya telah bersimbah darah.


Bau anyir darah pun kembali memenuhi udara Alun-alun Sekte Golok Iblis dan tumpukan mayat mulai meninggi saat baru lima menit Yao Chan menyerang mereka.


Sementara Sosok Yao Chan Palsu terlihat sedang asik bertarung dengan Wang Chun yang berkali-kali terdengar mengumpat kesal dan memaki Yao Chan Palsu.


*****


Semoga Menghibur di hari yang libur


Like dan Vote nya jangan lupa Ya 😁


Terimakasih .. 🙏🙏🙏.