
“Hahahaha … sebentar lagi bantuan kami tiba, menyerahlah Kau Zhou Kin. Akan kupertimbangkan nyawamu jika Kau mau menyerah.”
“Puiih … Sampai mati pun aku tak akan menyerah pada manusia sepertimu!”
Ketua Zhou Kin yang terlihat sangat kesal segera melesat menyerang Ketua Klan Kipas Dewa Angin itu dengan pedang pusakanya.
Chu Lung Tak tinggal diam, Ia segera mengeluarkan Kipas Pusakanya untuk melawan Zhou Kin yang memainkan jurus Pedang Jiwa.
“Pedang Pengoyak Jiwa!”
Dari ujung Pedang Ketua Zhou Kin, melesat sebuah Energi Pedang berbentuk anak panah yang menderu cepat ke arah Ketua Chu Lung.
Ketua Chu Lung menghindari Serangan energi tersebut, namun Ia terkesiap saat melihat anak panah itu berbalik arah lalu kembali melesat ke arahnya.
“Kipas Dewa Angin Jurus Angin Kesepian!”
Ketua Chu Lung segera mengibaskan Kipas Dewa Angin di tangannya.
Melesatlah sebuah energi berbentuk kipas yang membesar dan menghadang laju energi pedang berbentuk anak panah itu.
BLAAAAR
Udara berfluktuasi cukup hebat saat kedua Energi itu bertemu di udara dan meledak dengan suara sangat keras.
Ketua Zhou Kin kembali melesat dengan menebaskan pedangnya ke arah Leher Ketua Chu lung. Pertarungan jarak dekat kembali berlangsung dengan sengit.
Sementara Ratu Es Abadi tengah terdesak oleh Gui Yan, Sang Ketua Klan Pedang Api Biru yang berasal dari Benua Awan Merah.
Beberapa bagian dari gaunnya yang seputih
Salju itu, telah robek terkena serangan Pedang Biru yang seolah tak ada hentinya, menyerang bagian-bagian yang mematikan.
Ratu Es Abadi yang sangat kesal itu, segera melesat menjauhi tempat tersebut, Gui Yan tentu saja tak membiarkannya pergi begitu saja. Ia lalu melesat mengejarnya.
Apa yang dilakukan oleh Ratu Es Abadi itu membuat keempat orang lain yang sedang bertarung, menjadi heran melihatnya.
Mereka tak menduga Ratu Es Abadi akan lari dari sebuah pertarungan. Namun ternyata mereka salah menduga.
Apa yang terjadi berikutnya, membuat Gui Yan menyesal karena telah mengejar Ratu Es Abadi yang melesat menjauhi dirinya.
Ratu Es Abadi berhenti dan berbalik menatap Gui Yan yang mengejarnya. Saat jarak dirinya dengan kedua rekannya itu, telah lebih dari seratus meter.
“Hujan Es Abadi!”
Gui Yan tersedak, saat mendengar nama jurus yang terkenal dahsyat dan mematikan itu. Mulutnya ternganga saat menyadari dirinya telah berada dalam jebakan lawan.
Sesaat setelah ratu Es Abadi berteriak, dari kedua tangannya yang terjulur ke atas itu, melesat dua buah cahaya putih yang sangat besar seolah menembus langit.
Kedua cahaya bersatu di udara dan sesaat kemudian terbentuklah segumpal awan putih yang segera menaungi keduanya.
Dari tepi gumpalan awan-awan itu, tiba-tiba melesat sebuah cahaya yang membentuk dinding hingga menyentuh tanah. Suhu udara pun menurun drastis saat itu juga.
Wajah Gui Yan menjadi tegang, Ia pun mengalirkan seluruh energi qi ke seluruh bagian tubuhnya agar tidak membeku.
Udara semakin terasa dingin bahkan terlihat mulai terlihat salju turun di dalam ruangan dinding itu.
Tubuh Gui Yan semakin bergetar hebat saat menyadari bahwa Ratu Es Abadi, berniat mati bersamanya dengan cara membekukan tubuh mereka berdua.
“Kurang ajar Kau nenek keriput, kalau kau ingin mati, matilah sendiri. Jangan mengajak orang lain seperti ini.”
Gui Yan mendengus kesal. Ia pun lalu mengalirkan sebagian energi ke pedang pusakanya yang bernama Pedang Api Biru.
Sesaat kemudian Aura panas mulai menyebar memenuhi ruangan seiring dengan semakin terangnya nyala Pedang yang mengeluarkan Api berwarna biru itu.
Gui Yan mencoba menebas dinding yang mengurung mereka berdua. Namun Ia harus menelan kekecewaan, saat belasan tebasan pedang pusakanya itu, gagal menjebol Dinding Es Abadi yang dibuat oleh lawan.
“Gui Yan … kita sudah tua dan sama-sama keriput dan sudah pantas mati, anggap saja sebuah kehormatan bagimu bisa mati membeku bersamaku hihihi.”
Walau merasakan suhu udara mulai memanas, namun Ratu Es Abadi terlihat masih tenang bahkan tertawa setelah berkata demikian kepada Gui Yan.
Firasat buruk mulai menyelimuti Gui Yan saat melihat mata Ratu Es Abadi yang mulai memutih disemua bagiannya itu.
Udara pun kembali berubah sangat dingin, bahkan jauh lebih dingin dari sebelumnya. Gui Yan mulai terlihat kewalahan dengan hawa dingin tersebut.
Api Biru yang menyala di pedang pusakanya seolah tak berarti apa-apa. Membuat Gui Yan menyadari bahwa kekuatan Ratu Es Abadi itu, satu tingkat di atasnya.
Udara dalam Dinding Es Abadi itu, mulai membeku, nafas Gui Yang dan Ratu Es Abadi mulai terengah-engah.
Kulit tubuhnya pun mulai membiru dan aliran darahnya menjadi kacau.
“JEEEDAAAR!!!”
Sebuah petir sangat besar menggelegar menghantam Dinding Es Abadi. Ratu Es Abadi terkesiap saat melihat Dinding es Abadi, hancur oleh hantaman petir itu.
Suara petir yang menggelegar sangat keras membuat pertarungan empat orang lainnya pun terhenti.
Wajah Ketua Zhou Kin kian memucat, saat menyadari dari mana Petir Besar itu datang. Demikian juga dengan wajah Gong Xhun. Kakak Ipar Yao Chan itu, terlihat menelan ludahnya.
“Lin Shan Ketua Klan Elang Petir? Bukannya Klan itu sudah dimusnahkan oleh Chan’er?”
Gong Xhun mengenali siapa sosok yang baru saja datang dan sedang menghantam Dinding Es Abadi dengan petirnya itu.
Sementara Ketua Zhou Kin hanya bisa menahan rasa marahnya saat menemukan sosok lain yang datang bersama Lin Shan.
Sosok yang membuatnya teringat kembali ke masa mudanya seratus tahun lalu. Sosok yang pernah mengisi hatinya itu. Jing Mui Ketua Klan Bunga Sedap Malam.
*****
“Iblis Angin Menggulung Dewa!”
Ye Mao berteriak dengan sangat keras seraya membusungkan perut dimana pusarnya berada.
Sesaat kemudian dari pusar itu, keluar gulungan angin tornado yang bergerak tidak seperti lazimnya.
Angin yang bergulung seperti sebuah gelombang, segera menerpa tubuh Yao Chan dan seolah akan menyeret tubuhnya untuk mendekat ke arah Ye Mao.
Namun yang terjadi kemudian, membuat Ye Mao harus menelan rasa kecewa.
Ia tidak menduga Angin Tornadonya itu, akan musnah karena sebuah sentilan jari yang mengeluarkan energi besar dan membuyarkan gulungan Angin tornado itu.
Walau merasakan jerih, namun itu tidak membuat Ye Mao berhenti menyerang Yao Chan.
Ia segera kembali menggunakan Mutiara Iblis Angin untuk menyerang Yao Chan dan membuat sebuah tombak angin raksasa dari bagian pusarnya.
Suasana di dalam perisai pelindung itu, semakin terdengar bergemuruh saat tombak angin itu mulai memercikan kilatan petir di sepanjang mata tombaknya.
“Tombak Angin Petir!”
Sesaat setelah berteriak demikian Ye Mao segera mengangkat kedua tangannya ke udara.
Tombak angin berpetir sepanjang tiga meter itu, ikut terangkat ke udara dan menukik ke arah Yao Chan.
Melihat serangan Ye Mao semakin ganas, Yao Chan pun berniat untuk mengakhiri pertarungan itu secepatnya.
Ia pun segera mengalirkan sejumlah besar energi ke Pedang Dewa Perang. Yao Chan mengarahkan ujung pedang ke arah Tombak Angin Petir yang telah melesat ke arahnya.
BLAAAMMM
Suara menggelegar memenuhi udara dalam Perisai pelindung saat sebuah energi berwarna kuning keemasan melesat keluar menghantam Tombak Angin Petir itu.
Tubuh Ye Mao terpental membentur dinding saat ledakan itu menggelegar. Dari sela bibirnya menetes darah yang membuatnya menatap Yao dengan cara berbeda.
“Apakah pemuda ini yang mengalahkan Lin Shan tempo hari? Jika benar, melawannya saat ini adalah kebodohan.”
Ye Mao berkata demikian saat menyadari Aura berwarna kuning keemasan telah kembali menyelimuti tubuh Yao Chan.
Yao Chan yang melihat peluang itu, segera melesat ke arah Ye Mao yang seketika pucat saat melihat kecepatan Yao Chan.
CRAAAASSS
Ye Mao tak sempat menjerit lagi saat lehernya harus putus tertebas tajamnya Pedang Dewa Perang di tangan Yao Chan.
Kepala Ye Mao terlepas dan meluncur jatuh, namun yang terjadi kemudian membuat mata Yao Chan melotot lebar.
Tangan Ye Mao segera meraih kepala tersebut dan meletakkan kembali ke atas lehernya yang putus dan mengeluarkan darah.
Lalu sesaat kemudian leher dan kepala itu menyatu kembali seolah tidak pernah terluka sama sekali.
“Ilmu Iblis apa yang dimiliki oleh tua bangka satu ini, hingga bisa kembali dari kematian seperti itu?”
*****
Maaf hari ini mungkin satu Chapter dulu ya... Kondisi fisik lagi drop .. 🙏🙏🙏