
Tetua Yu Ma berbinar matanya saat mengetahui bahwa dua orang pendekar muda dihadapannya mengakui secara tidak langsung, bahwa mereka memiliki Jurus sakti yang dimaksud oleh Tabib dari Tibet.
"Chan'er...beruntung sekali kau memiliki jurus itu"
Yao Chan Tertegun sejenak mendengar ucapan Yu Ma. Ia termenung sejenak sebelum menanggapi ucapan Yu Ma.
"Paman..aku memang memiliki jurus itu, namun aku belum sepenuhnya menguasai jurus tersebut. Dan ... aku juga belum tahu bagaimana caranya untuk mengobati ibu dengan jurus itu." suara Yao Chan terdengar lirih.
"Memiliki tapi tak bisa menggunakannya, menyedihkan sekali." Suara Zhu Yin kembali terdengar menyudutkan Yao Chan.
Yao Chan tersenyum kecut sambil memandangi Zhu Yin dengan mata melotot, walau kata-kata yang diucapkan Zhu Yin menyudutkannya, namun Yao Chan akui bahwa hal itu adalah benar.
"Nona Yin ... Maukah kau mengajari aku cara menggunakan jurus itu untuk mengobati ibuku?"
"Tentu saja Aku akan mengajarimu cara menggunakan jurus itu, namun ada syaratnya.." Zhu Yin tersenyum sesaat lalu melanjutkan kalimatnya."Kau harus memenuhi satu permintaanku dan aku akan membantumu."
"Baiklah, sebutkan permintaanmu Nona Yin.. aku pasti akan memenuhinya.." Jawab Yao Chan antusias.
"Jangan berjanji hal yang belum tentu bisa kau tepati. Aku belum menyebutkan permintaanku dan kau begitu yakin bisa memenuhinya. Dasar pemuda Naif" Omel Zhu Yin dengan sedikit mencibir Yao Chan.
Guo Jin dan semua orang yang berada di ruangan itu tersenyum geli mendengar ucapan Zhu Yin yang membuat Yao Chan menjadi kikuk. Hanya satu orang yang terlihat kesal didalam ruangan itu, Yu Lian.
"Nona Yin..katakan apa yang kau minta dariku, selama itu hal yang wajar dan benar, aku akan berusaha memenuhinya." Jawab Yao Chan yang kini hati-hati memilih kata saat berbicara dengan perempuan secerdas Zhu Yin.
"Menurutmu.. jika aku meminta hati Dan cintamu apakah itu hal yang wajar dan benar?" Tanya Zhu Yin dengan mata menyelidik dan bibir tersenyum penuh kemenangan.
"Itu... " Pertanyaan Zhu Yin, membuat Yao Chan tergagap dan wajahnya pun memerah. Hal ini membuat semua orang tertawa hingga akhirnya Guo Jin menengahi perdebatan mereka.
"Yin'er.. Berhentilah menggodanya, apakah kau tak kasihan melihat wajahnya telah merah seperti kepiting rebus" Alih-alih menengahi mereka, Guo Jin ikut menjahili Yao Chan dan hal itu membuat yang lain tertawa geli. Sementara Yao Chan memasang wajah cemberut kearah Guo Jin.
"Baiklah kek.." Jawab Zhu Yin lalu kembali berkata kepada Yao Chan. "Ingat! syarat dari ku masih berlaku, suatu saat aku akan mengatakan apa permintaanku, tentu saja setelah aku memikirkannya."
Yao Chan pun mengangguk karena tak ingin meneruskan perbincangan yang bisa saja membuat dirinya semakin disudutkan oleh Zhu Yin dan Guo Jin.
Setelah itu akhirnya perbincangan dilanjutkan untuk membahas masalah yang sedang dihadapi kota Xinan.
Yu Ma termenung setelah mendengar penjelasan dari Tetua Ma Hua dan Walikota Fu Zianhe. Dirinya tak menyangka bahwa situasi kota Xinan begitu mengkhawatirkan.
Seandainya dirinya mengetahui hal ini sebelumnya, mungkin dirinya akan membawa lima ribu prajurit Istana untuk membantu mempertahankan kota Xinan.
"Walikota Fu, berapa jumlah semua prajurit di kota ini?" Tanya Yu Ma kepada walikota Fu Zianhe.
"Ma'er bagaimana rencanamu selanjutnya, menurutmu, apakah kita mampu menahan serangan mereka?" tanya Guo Jin menyelidik. Sebenarnya Guo Jin telah memiliki rencana tersendiri dengan situasi yang sedang mereka hadapi. Namun dirinya masih ingin mendengar rencana atau pun oendapat dari Tetua yang lain.
"Guru, maafkan aku, menurutku sebaiknya kita menghadang dan menghadapi mereka diluar gerbang kota."
Jawaban Yu Ma membuat semua orang terkejut kecuali Guo Jin yang ternyata memiliki pemikiran yang sama.
Yu Ma kemudian menjelaskan lebih lanjut mengenai rencananya tersebut. Bahwa penyerangan yang dilakukan oleh Sekte Lembah Iblis Neraka adalah untuk menuntut balas kepada Sekte Lembah Dewa yang telah membunuh Enam Hantu Lembah Neraka.
Yu Ma juga menjelaskan bahwa sebaiknya masalah ini menjadi tanggung jawab Sekte Lembah Dewa untuk menyelesaikannya. Apapun resiko yang harus mereka hadapi.
Guo Jin tersenyum bangga mendengar ucapan Yu Ma yang begitu bijaksana. Keputusannya semakin bulat untuk menyerahkan jabatan Ketua Sekte berikutnya kepada Yu Ma.
"Walikota Fu, tempatkan di gerbang timur, Utara dan barat masing-masing seratus lima puluh prajurit. Sisa prajurit yang lain berkumpul untuk membantu pertahanan di gerbang selatan. Siapkan pasukan pemanah diatas tembok Kota Xinan." Perintah Yu Ma kepada walikota Fu Zianhe.
Semua orang terlihat kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Yu Ma. Lalu Yu Ma atau dikenal juga sebagai jendral Ma Yun menjelaskan secara rinci, siasat yang akan digunakan untuk menghadapi Sekte Lembah Iblis Neraka.
Semua orang terlihat bersemangat setelah Yu Ma selesai menceritakan semua siasat yang ada di benaknya. Terutama Walikota Fu Zianhe yang sangat menghormati Jendral Ma Yun atau Yu Ma atas sepak terjangnya selama ini.
Selain dikenal memiliki kemampuan beladiri yang sangat tinggi, Jendral Ma Yun terkenal juga sebagai Ahli Siasat Perang yang handal.
Puluhan pertempuran telah dilakukan oleh sang Jendral, dan berhasil menang dengan gemilang. Hanya satu kali saja dirinya mengalami kekalahan, itupun bukanlah sebuah kekalahan yang telak.
**
Sore hari di sebuah Padang rumput yang luas dan berjarak sepuluh kilometer dari kota Xinan, lima ribu lebih manusia sedang beristirahat. Mereka melepas lelah setelah berjalan seharian yang menempuh jarak puluhan kilometer.
Kelompok besar tersebut adalah kelompok dari sekte Lembah Iblis Neraka yang dipimpin langsung oleh ketua Sekte mereka, Shin Lung. Berrsama kakaknya Shin Mu, Shin Lung memutuskan untuk membalas dendam kepada Sekte Lembah Dewa yang kini diduga telah kembali dan bermarkas di kota Xinan.
Dengan dalih ingin membalas dendam atas kematian muridnya, Enam Hantu Lembah Neraka di tangan sekte Lembah Dewa, Shin Mu bersama sekte yang dipimpin adiknya itu, memutuskan untuk mendatangi kota Xinan.
Selain untuk membalas dendam, tujuan mereka yang lain adalah untuk menguasai Kota Xinan. Dengan terbunuhnya Enam Hantu Lembah Neraka di kota Xinan, kini mereka mempunyai alasan yang kuat untuk merebut dan menguasai kota tersebut dari Kekaisaran Wu.
Dengan mengerahkan separuh dari anggota sekte Lembah Iblis Neraka, Shin Mu dan Shin Lung meyakini bahwa tujuan mereka untuk menguasai kota Xinan akan berhasil.
Dengan membawa anggota yang kemampuan terendahnya pada tingkat pendekar bergelar, Shin Lung percaya diri kali ini mereka akan benar-benar berhasil memusnahkan Sekte Lembah Dewa.
...***** ...