
Xian Mey segera memeriksa kondisi Yao Chan untuk mengetahui pada tingkat apa kualitas tulangnya saat ini.
Wajah Xian Mey yang semula panik kini kembali memperlihatkan ketenangannya, saat mengetahui kualitas Yao Chan telah mencapai Tulang Berlian.
"Ini akan menjadi hal yang baik, seandainya aku mengetahui lebih awal, tentu aku tidak akan sepanik ini."
Xian Mey mengatakan hal tersebut untuk menenangkan Zhu Yin yang masih mengelus kepala Yao Chan yang diletakan dalam pangkuannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa ia begitu menderita selama proses pembukaan segel itu berlangsung?"
Zhu Yin bertanya kepada Xian Mey saat peri itu duduk bersimpuh di sampingnya.
"Jangan Khawatir, ia baru saja mendapatkan kualitas tulang tertinggi yang pernah ia miliki di kehidupan pertamanya, yaitu Tulang Naga"
"Tulang Naga?"
"Benar, Tulang Naga adalah kualitas tulang tertinggi yang bisa dimiliki oleh manusia. Dengan meningkatnya kualitas tulangnya, saat ini ia bisa mengumpulkan puluhan ribu Kristal qi dalam tubuhnya."
Zhu Yin menarik nafas lega mendengar penjelasan Xian Mey, ia pun memandang wajah tampan Yao Chan yang kini tergeletak di pangkuannya.
"Tidak adakah yang bisa kita lakukan untuk membuatnya segera tersadar?"
"Tenanglah Adik Yin, Mutiara Jiwa Naga sedang merawatnya dengan sangat baik."
Zhu Yin mengerutkan dahinya, karena merasa ada yang salah dengan kata-kata Xian Mey.
"Kenapa Wajahmu seperti itu? Apa ada yang salah dengan kata-kata ku?"
Xian Mey yang menyadari hal itu segera bertanya yang membuat Zhu Yin bingung harus menjelaskan bagaimana.
"Karena aku adalah istri pertama Chan Gege, seharusnya kau memanggilku Kakak."
Wajah Zhu Yin memerah saat berkata demikian, sementara Xian Mey terdiam karena mendengar suara Qing Mi yang mentertawakan dirinya yang memanggil Adik kepada Zhu Yin.
"Kakak ya? Jika dilihat dari usia kita seharusnya aku memanggil mu cucu."
Mata Zhu Yin seketika melebar lalu tertawa, demikian juga dengan Qing dan Xian Mey.
Yao Chan sebenarnya telah sadar beberapa saat lalu, hanya saja ia masih merasa nyaman dalam pangkuan Zhu Yin dan ingin berlama-lama menikmati rasa nyaman itu, rasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Ah ... sepertinya beristri banyak itu enak juga."
**
Saat Yao Chan sedang berproses membuka segel yang mengunci titik kekuatannya, ditempat yang berada di sebelah selatan, sejauh seratus kilometer dari mereka berada, Peri Hitam yang sudah tersadar, terlihat sedang membuka gelang yang menyegel ukuran tubuh Siluman Singa.
Setelah gelang tersebut terlepas, tubuh siluman Singa itu pun kembali membesar keukurannya semula yang memiliki tinggi sepuluh meter dan panjang dua puluh meter lebih.
"Berhati-hatilah, ia memiliki listrik yang sangat kuat."
Siluman Singa hanya menggeram sebelum melompat ke dalam danau. Sesaat sebelum memasuki danau, ia menyelimuti tubuhnya dengan energi dari Mustika dalam tubuhnya. Sehingga ia tidak mengalami kesulitan bernafas di dalam air untuk waktu yang lama.
Siluman Singa segera mengedarkan pandangannya didalam air yang berwarna hijau tersebut.
Setelah beberapa waktu memasuki air danau, Siluman Singa merasakan adanya pergerakan besar kearahnya.
"Ke sinilah Belut listrik sialan, listrik mu tidak akan berpengaruh apa-apa pada tubuhku ini."
Siluman berkata begitu, hanya saja karena di dalam air suaranya hanya ia sendiri yang mendengarnya.
Zzzzzzttaaaaaar
Berkas sinar itu menghantam Tubuh Besar Siluman Singa yang hanya terpental satu dua meter saja dari posisinya semula.
Siluman Singa itu terlihat marah. Ia pun mengaum dengan membuka mulutnya lebar-lebar.
Sebuah bola energi bercahaya merah kehitaman melesat keluar dari mulutnya. Bola energi itu melesat cepat dalam air ke arah darimana sinar listrik itu berasal.
BLAAAAAR
Air danau terlihat bergerak menderu ke berbagai arah karena ledakan tersebut. Siluman Singa menatap tajam ke arah lain saat menyadari bahwa serangannya tidak mengenai sasaran.
Sesaat kemudian terlihat kepala Belut Listrik itu muncul dengan cepat dari arah samping kirinya. Siluman Singa yang sudah menyadari hal tersebut, pura-pura tidak mengetahuinya.
Saat jarak mereka kurang dari tiga meter lagi, Siluman Singa segera melompat berbalik dan hendak menelan siluman Belut Listrik yang mempunyai diameter tubuh sebesar satu meter itu.
Siluman Belut Listrik itu terkejut mendapati serangan cepat dan mematikan dari Sosok dihadapannya, ia pun segera berbalik arah menghindari serangan tersebut.
Namun karena tubuhnya sepanjang lima puluh meter, bagian ekornya yang masih tertinggal tak bisa ia gerakan lagi karena berhasil di gigit oleh Siluman Singa.
Siluman Belut listrik itu terlihat meronta membuat air dalam danau menjadi bergelombang. Dari yang semula kecil perlahan membesar hingga membuat situasi di dalam dan permukan danau bergolak seperti air yang mendidih.
Siluman Belut segera membalikan badannya karena merasa usahanya sia-sia untuk melepaskan ekornya yang tergigit Siluman Singa.
Melihat beberapa bagian tubuhnya telah terkoyak, akibat cakaran kuku kedua kaki depan Siluman singa itu. Ia pun memutuskan untuk menyerah.
Siluman belut listrik menghentikan gerak merontanya, segera menjulurkan kepalanya dan menyipitkan mata sebagai tanda menyerah kepada Siluman Singa tersebut.
Siluman Singa menyeringai melihat Siluman Belut listrik itu menyerah kalah. Dengan begitu ia bisa membanggakan dirinya pada Iblis Kuning yang beberapa kali meledeknya.
Mereka berdua berbicara dalam bahasa dunia Persilumanan. Sesaat kemudian, terlihat siluman Belut Putih bergerak menuju ke sebuah arah dimana Siluman Singa merasakan aura Iblis yang lemah.
Keduanya bergerak lebih dalam hingga tiba ke dasar danau yang dipenuhi bebatuan dan lumpur hitam.
Disebuah batu yang cukup besar dan warnanya hijau, terlihat menancap sebuah pedang besar yang yang bilahnya berwarna hijau.
Siluman Singa menyeringai dan segera mengigit gagang pedang tersebut hingga terlepas dari batu. Setelah itu ia punun segera melesat ke permukaan di iringi tatapan sayu Siluman Belut Listrik.
Wajah Iblis Hitam terlihat ceria dengan senyum lebar di bibirnya saat melihat Siluman Singa keluar dari dalam air danau yang kini tidak lagi berwarna hijau.
"Terimakasih Shi Da, kau benar-benar Raja Hutan yang hebat sesuai dengan yang diberitakan orang-orang."
Iblis Hitam menerima Pedang Iblis Hijau dari mulut Siluman Singa yang terlihat senang dengan pujian itu. Ia pun melirik ke arah Iblis Kuning yang diam saja mendengar perkataan Iblis Hitam.
"Apa maksudku melirikku seperti itu!?"
Iblis Kuning yang mendapati dirinya dilirik oleh Siluman Singa, menjadi kesal, ia pun membentak Siluman Singa itu dengan keras.
Siluman Singa ingin menjawab pertanyaan Iblis kuning namun sebuah gelang besar tiba-tiba melesat cepat melingkari lehernya.
Perlahan-lahan tubuh Siluman Singa itu kembali ke ukuran tubuh seekor kucing besar.
Ia pun menggeram kesal kepada Peri Hitam yang terlihat tersenyum kepadanya.
"Bagaimana keadaan Iblis Hijau Sayang? Mengapa Auranya terasa begitu lemah?"
Iblis Hitam mendesah pelan, ia ingin menjawab pertanyaan itu, namun ia sendiri tidak mengetahui mengapa hal itu terjadi. Saat ini ia tidak bisa menghubungi Iblis Hijau melalui telepatinya.
******