
Yao Chan menyentilkan Jari tangan kanannya, sementara telapak tangan kirinya melepaskan Bola Energi berwarna kebiruan berhawa dingin yang melesat di belakang Bola cahaya dari Jurus Sentilan Jari Naga.
Mo Duan hanya melihat satu serangan saja, sehingga saat melesatkan cakramnya yang membara, ia tidak menyadari bahwa Bola Energi dingin melesat lebih cepat dan beradu dengan cakram pusakanya.
Seketika api yang membara itu padam dan membuat Cakram Kuning keemasan itu terkurung dalam Bola energi yang seketika berubah menjadi Es.
Saat hendak menghancurkan bongkahan es yang membekukan cakram tersebut, Bola energi lain dari jurus Sentilan Jari Naga melesat dengan cepatnya.
Iblis Kuning terperanjat dan berusaha menghindari serangan bola energi itu, namun kecepatan dari bola itu terlalu tinggi untuk ia hindari.
BLAAAAR
Tubuh Kakek bertubuh cebol itu pun hancur berkeping-keping. Terlihat gumpalan asap hitam keluar sesaat sebelum tubuh itu meledak dan dengan cepat melesat masuk ke Cakram Kuning yang berada di dalam bola es.
Yao Chan segera memukul bola es itu hingga membuatnya hancur menjadi serpihan kecil, lalu ia meraih Cakram itu dan segera menyegelnya.
Setelah memasukan Cakram itu ke dalam Gelang Ruang Dimensinya, perhatian Yao Chan teralihkan pada kelompok berkuda yang terdiri dari lima orang, sedang bergerak menuju ke Benteng Xiangjin.
Kelima orang yang mengenakan seragam militer kekaisaran Song, turun dari kuda mereka lalu mencabut pedang mereka dan beberapa senjata lain yang mereka bawa lalu meletakkannya di tanah.
Setelah itu kelima orang itu berjalan mendekati benteng yang berjarak lima puluh meter dari mereka saat ini.
Yao Chan dan Zhu Yin segera melesat kembali ke benteng yang disambut dengan gembira oleh yang lainnya.
Sedang kelima orang yang tadi berjalan mendekati Benteng segera memberi salam dan hormat mereka ketika melihat Kaisar Wu Jian dengan jubah kekaisarannya berada di atas benteng.
Salah satu dari mereka memperkenalkan diri sebagai Perdana Menteri Kekaisaran Song.
Lelaki berusia sekitar enam puluh tahun itu, lalu menjelaskan panjang lebar tentang situasi Kekaisaran Song hingga akhirnya terjadilah penyerangan yang menyebabkan pertempuran besar ini.
Tujuan utama Perdana Menteri tersebut adalah Rp menjelaskan bahwa mereka mengajukan perdamaian dengan Kekaisaran Wu. Karena pada dasarnya mereka tak ingin berperang dengan Kekaisaran Wu.
Kaisar Wu Jian yang mendengar penjelasan dari Perdana Menteri Kekaisaran Song itu, segera bermusyawarah dengan beberapa menteri yang berada di dekatnya.
"Baiklah, kami menerima pengajuan damai ini, dengan sebuah syarat, Kekaisaran Song harus mengganti kerugian yang kami derita akibat penyerangan sebelumnya."
Kaisar Wu Jian lalu menyebutkan sejumlah dana yang harus diserahkan Kekaisaran Song dalam.waktu Enam bulan sebagai kompensasi atas perdamaian kedua belah pihak.
Perdana Menteri itu terlihat senang mendengar Pengajuan damai mereka disetujui oleh Kaisar Wu Jian.
Walau harus membayar satu juta Koin Emas sebagai kompensasinya, ia dan ke empat menteri lainnya menyetujui syarat itu dan berjanji akan menyerahkannya dalam waktu tiga bulan ke depan.
Kelima orang tersebut segera pamit undur diri dari hadapan Kaisar Wu Jian dengan wajah yang terlihat lebih ceria dari sebelumnya.
Yao Chan hanya tersenyum saat Kaisar Wu Jian memperingatkan mereka bahwa jika mereka nanti mengingkari perjanjian ini, maka Kakaknya, Yao Chan akan mendatangi mereka dan meratakan Istana Song seorang diri.
Mereka sempat terkejut setelah mengetahui bahwa pemuda yang mengalahkan Sosok Luo San yang diketahui mereka sangat tinggi kemampuannya, adalah Kakak ipar Kaisar Wu Jian.
**
Dua hari setelah pertempuran besar di Benteng Xiangjin, terjadi keharuan di rumah Yu Ma. Hal ini karena disebabkan oleh Yao Chan yang akan segera berangkat ke Dunia Moxian.
Sehari sebelumnya Yao Chan kembali ke Lembah Dewa mengantarkan Guo Jin dan menghadap Dewa Naga.
Yao Chan menyerahkan dua pusaka Iblis lain yang berhasil ia dapatkan yaitu Golok Iblis milik Iblis Ren Xian dan Cakram Emas milik Iblis Kuning.
Selain itu Yao Chan meminta petunjuk kepada Dewa Naga tentang bagaimana cara untuk dirinya bisa memasuki dunia Moxian untuk mengejar Iblis Hitam dan merebut kembali Mustika Hati Iblis.
Yao Chan terkejut saat mendapati petunjuk itu berkaitan dengan kemampuan khusus Mutiara Jiwa Naga yang berada di pusarnya.
Setelah menerima arahan dan memahami cara menggunakan Mutiara Jiwa Naga untuk membuat Gerbang Teleportasi serta menghafal manteranya, Yao Chan pun segera pamit undur diri dari hadapan Sang Dewa Naga.
Hingga tiba akhirnya di hari ini, dimana Yao Chan menyampaikan hal tersebut kepada Ibunya Lin Hua tentang rencananya untuk berangkat ke Dunia Moxian.
Lin Hua sudah mengetahui perihal puteranya yang akan menikahi empat orang gadis dari tiga dunia yang berbeda, Ia bahkan sempat berbincang lama dengan Xian Mey.
Dari Xian Mey lah Lin Hua mengetahui bagaimana kerasnya kehidupan di dunia Moxian, walau tidak sekeras kehidupan di dunia Kultiva yang ia ketahui saat berbincang dengan Roh Gadis Suci, Gong Li.
Keharuan lain terjadi antara Dewa Obat dan Qing Mi. Kakek dan cucu itu terlihat sedang meneteskan air mata.
Air mata itu karena kesedihan akan perpisahan mereka berdua dan juga air mata kebahagiaan karena Dewa Obat telah berbincang dan sepakat dengan Yu Ma dan Lin Hua untuk menikahkan Yao Chan dan Qing Mi, sekembalinya mereka dari Dunia Moxian.
Selain itu Yu Ma juga akan melakukan perjalanan Kekaisaran Ming bersama Guo Jin untuk menemui Kakak Zhu Yin dan menyampaikan pinangan mereka kepada keluarga Leluhur Sekte Lembah Dewa itu.
Setelah semua selesai di persiapkan akhirnya mereka segera menuju Alun-alun Istana Wu dimana Kaisar Wu Jian dan Yu Lian serta Wu Mei dan Yao Fu, telah berada di sana saat mereka tiba di alun-alun tersebut.
Dewa Obat Fu Mao dan Gui Han juga terlihat disana, mereka juga ingin mengantar kepergian Yao Chan sebelum kembali ke Negeri Song.
Dewa Obat tertegun saat Dewa Racun Barat menghampiri dirinya dan mengucapkan terimakasih yang tulus atas obat kuat yang ia buat dan dititipkan kepada Yao Chan.
Dewa Obat hanya tersenyum saja, dan bertanya dalam benaknya, obat apa yang Yao Chan berikan kepada Dewa Racun Barat hingga ia terlihat begitu senang. Seingatnya Yao Chan tidak jadi meminta obat itu darinya dan akan membuatnya sendiri.
Sementara Yao Chan tersenyum kecut saat melihat Dewa Obat dan Dewa Racun Barat sedang berbincang. Ia hanya berharap Dewa Obat tidak mengatakan jika pil itu bukan pil buatannya.
Yao Chan sendiri yang membuat Pil itu, namun ia juga membuat pil serupa yang berbeda khasiatnya. ia memberi nama Pil racikannya itu Pil Kuat Tidur Dua Hari.
**
Tiga Orang segera bersiap di tengah Alun-alun Istana Wu, mereka adalah Qing Mi, Zhu Yin dan Yao Chan yang berada di tengah kedua Gadis cantik itu.
Sementara Xian Mey bersemayam dalam Tongkat Sakti Giok Merah yang berada dalam genggaman tangan Qing Mi.
Sedangkan Gong Li bersemayam dalam Pedang Gadis Suci yang kini disarungkan di pinggang Zhu Yin atas permintaan Gong Li sendiri. Karena dengan begitu mudah baginya untuk keluar dari pedang jika terjadi sesuatu saat dalam perjalanan mereka melewati Gerbang Teleportasi nanti.
Kedua Gadis itu masih bertanya-tanya bagaimana Yao Chan akan membuat Gerbang Teleportasi. Demikian juga dengan semua orang yang hadir menghantar kepergian mereka bertiga.
Sesaat kemudian Mata semua orang melotot ke arah Yao Chan yang sedang menyingkapkan jubahnya pada bagian perut.
Yao Chan membaca mantera yang diberikan oleh Sang Dewa Naga, lalu sesaat kemudian sebuah sinar keemasan melesat dari pusar Yao Chan yang kini tubuhnya melayang dan sedang menghadap langit.
Sinar tersebut berhenti setelah melesat setinggi dua puluh meter dari tanah. Sesaat kemudian kilatan petir kecil terlihat di udara yang tiba-tiba saja memiliki lubang yang semakin membesar hingga berdiameter tiga meter.
Mereka yang menghantar kepergian Yao Chan dan Kedua gadis itu menatap Takjub akan apa yang terjadi dihadapan mereka saat ini.
"Semuanya! Kami berangkat dulu ke Dunia Moxian!!"
Yao Chan berteriak dan melambaikan tangan kepada mereka semua seraya mengajak kedua kedua gadis cantik itu melesat ke arah Gerbang Teleportasi yang telah selesai ia buat.
Ketiganya melambaikan tangan dan melesat perlahan ke Gerbang Teleportasi tersebut. Sesaat kemudian ketiganya menghilang setelah memasuki Gerbang Teleportasi bersama dengan mengecilnya gerbang tersebut secara perlahan-perlahan.
Yao Chan pun meninggalkan dunia manusia untuk waktu yang entah berapa lama ia akan kembali lagi ke dunia ini.
Yao Chan berharap semuanya tetap baik-baik saja saat dirinya kembali dari Dua Dunia Lain di alam semesta ini.
Tanpa Yao Chan ketahui ia mungkin tidak bisa bertemu dengan mereka lagi, seandainya ia terlambat menyadari sesuatu berkait dengan janji yang terlupa untuk ia tepati.
*****
Arc 2 yaitu Petualangan Sang Pendekar telah selesai di Chapter ini. Author berencana untuk beristirahat terlebih dahulu 1 hari saja untuk melanjutkan ke Arc 3 yang berjudul:
Mendamaikan Kekacauan di Dunia Moxian
🙏🙏🙏🙏