
Keesokan harinya, di pagi saat alam masih berselimutkan embun, tiga sosok melesat kearah barat gunung Huashan yang menjulang seolah menantang langit.
Zhu Yin terlihat senang karena kini ia bisa melayang bersama kedua rekannya itu. Dimana sehari sebelumnya ia hanya merasa menjadi beban mereka berdua.
Dengan tenaga dalamnya sebanyak delapan ribu simpul, Zhu Yin kini berada di tingkat Pendekar Suci tahap Menengah. Sementara Yu Lian telah memasuki Tingkat Pendekar Suci tahap Akhir dengan sepuluh ribu simpul tenaga dalam dan memiliki dua puluh kristal qi.
Yao Chan pun telah berhasil mengumpulkan sebanyak enam ratus kristal qi dari meditasinya selama sehari semalam. Namun ia belum mendapatkan tanda-tanda memasuki Tingkat Pendekar Langit
Dengan menggunakan teknik Nafas Naga, Yao Chan dan Yu Lian dapat langsung mengolah udara menjadi qi tanpa mengubahnya terlebih dahulu menjadi tenaga dalam.
"Chan Gege ... tunggu berhenti dulu!"
Suara Zhu Yin mengejutkan Yao Chan dan Yu Lian. Seketika mereka bertiga menghentikan laju terbangnya. Saat itu mereka telah mendekati tujuan mereka yang tertera dalam peta.
"Ada apa Yin'er, apakah ...?"
Kata-kata Yao Chan terputus saat tiba-tiba ribuan ekor kelelawar dengan ukuran tak biasa melesat menuju ke tempat mereka berada dengan kecepatan luar biasa.
Kelelawar seukuran kuda bunting itu, memiliki mata merah menyala dan suara yang memekakkan telinga.
"Awas itu Siluman Kelelawar Api.!"
Zhu Yin berteriak memperingatkan Yao Chan saat kelelawar tersebut kurang dari seratus meter lagi dihadapan mereka.
Yao Chan segera mengeluarkan Gelang Giok Hijau dari Gelang Ruang Dimensinya, lalu melemparkan gelang tersebut ke bawah kaki mereka setelah mengalirkan sejumlah tenaga dalam.
Gelang tersebut seketika melebar dan membentuk kubah energi transparan yang mengurung mereka bertiga. Gelang dengan garis tengah sepanjang lima meter tersebut, kini terkepung oleh ribuan Siluman kelelawar Api.
Siluman-siluman itu mengerumuni dan menyemburkan api dari mulut mereka ke arah Yao Chan dan lainnya. Namun Kubah energi transparan itu menahan bahkan memantulkan api yang mereka semburkan.
Beberapa siluman kelelawar jatuh dengan tubuh terbakar akibat api mereka yang memantul kembali kearah dirinya.
Tiba-tiba ribuan Siluman kelelawar itu bergerak mundur saat terdengar suara lengkingan yang memekakkan telinga Yao Chan dan lainnya.
Sontak mereka melindungi telinga masing-masing dengan tenaga dalam untuk meredam rasa sakit akibat energi suara Ultra Supersonik yang di lepaskan oleh seekor Siluman Kelelawar dengan ukuran tubuh lima kali lipat dari yang lainnya.
"Itu Raja Siluman Kelelawarnya, Chan Gege, cepat kau bunuh dia sebelum menyerang dengan suara lagi, aku tak kuat menahannya."
Yao Chan yang memahami hal tersebut segera mengerahkan qi nya sebanyak empat kristal. Ia membuat empat Cakram energi dan Qi tersebut, lalu menembakkannya ke arah Raja Siluman Kelelawar yang tengah bersiap menyemburkan apinya.
Empat Cakram energi melesat dengan cepat ke arah Raja Siluman yang juga menyemburkan apinya yang sepuluh kal lipat Lebih besar dari Siluman Kelelawar lainnya.
BUUM
Sebuah ledakan besar terjadi saat kedua energi itu berbenturan. Raja Siluman Iblis itu kembali memekik keras saat api yang ia semburkan ke arah ketiga manusia itu berbalik ke arahnya akibat benturan dengan cakram energi.
Raja Siluman itu tampak marah mendapati serangannya gagal. Ia pun segera mengepakan kedua sayapnya dengan kuat dan kencang.
Mendapati serangan anginnya gagal, Raja Siluman Kelelawar tersebut segera melesat untuk mencengkram Gelang Giok Hijau namun Yao Chan dengan cepat menghadangnya sembari mengeluarkan Pedang Pelangi.
Yao Chan segera menebaskan pedang itu ke arah Raja Siluman Kelelawar setelah mengalirkan seribu simpul tenaga dalamnya ke pedang tersebut.
Tujuh berkas sinar pelangi menderu ke arah Raja Siluman yang terkejut melihat hal itu. Ia pun secepat mungkin melesat keatas untuk.menghindarinya namun alangkah terkejutnya saat menemukan sosok Yao Chan telah berada diatasnya, dengan empat cakram energi di kedua tangan.
Raja Siluman Kelelawar itu segera menyemburkan api dari mulutnya kearah Yao Chan yang dalam waktu bersamaan melemparkan tiga Cakram energi itu yang dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya.
BUUUM
Benturan dua energi besar itu kembali bergema di sekitar lembah. Raja Siluman Kelelawar bersiap menerjang ke arah Yao Chan.
Namun sebuah cakram energi melesat dengan cepat ke arah tubuhnya tanpa bisa ia hindari.
BLAAAAR
Suara ledakan kembali terdengar saat tubuh Raja siluman itu meledak akibat terkena serangan cakram Energi qi milik Yao Chan.
Ribuan Siluman Kelelawar yang lebih kecil berteriak kencang hingga suasana menjadi begitu bising saat melihat tubuh raja mereka hancur berkeping-keping.
Zhu Yin segera melesat keluar dari Gelang Giok Hijau saat melihat mutiara berwarna merah darah sebesar kepala manusia melayang jatuh bersama kepingan tubuh Raja Siluman Kelelawar itu.
Sementara itu Yu Lian terlihat sangat emosi dengan suara berisik dari para Siluman Kelelawar, ia mengeluarkan Cambuk Naga Api dan segera mengalirkan satu kristal qi sehingga membuat Cambuk Naga Api itu menyala.
Yu Lian segera melompat keluar dari Gelang Giok Hijau dan menyerang ribuan Siluman Kelelawar itu. Aura Dewa Naga Api yang keluar dari cambuk membuat siluman kelelawar itu bergidik dan satu persatu berbalik arah untuk melarikan diri.
Namun Yao Chan dengan cepat menghadang dan mengejar mereka. Ketiga pendekar Suci tahap akhir itu pun bekerjasama berjibaku membunuhi ribuan Siluman Kelelawar. Hingga setengah jam kemudian, tak satupun Siluman Kelelawar yang masih hidup atau berhasil lolos melarikan diri.
Ketiganya pun kembali melayang mendekati Gelang Giok Hijau. Suara Zhu Yin menghentikan langkah Yao Chan saat akan menarik kembali Gelang pusaka tersebut.
"Chan Gege ... sebaiknya kita memasuki Gua itu dengan menaiki Gelang Pusaka ini."
Zhu Yin menjelaskan lebih lanjut bahwa yang ia ketahui kelelawar yang menjaga gua itu bukanlah dari jenis siluman, tetapi jenis kelelawar pemakan daging.
Mendapati kenyataan yang berbeda itu maka Zhu Yin meminta Yao Chan untuk tetap menggunakan Gelang Giok Hijau saat mereka memasuki Gua tersebut untuk menjaga segala kemungkinan yang diluar pengetahuan Zhu Yin.
Yao Chan pun menyetujui rencana Zhu Yin dan mereka bertiga segera memasuki kembali Kubah Gelang Giok Hijau itu.
Kubah Gelang Giok Hijau kembali melayang mendekati sebuah tebing yang panjangnya memcapai setidaknya satu kilometer.
Hutan lebat dengan pepohonan yang menjulang tinggi, terhampar menghijau dan terlihat begitu indah saat memandangnya dari ketinggian. Pemandangan Indah yang menyembunyikan ribuan Siluman ganas didalamnya.
Mereka pun segera menelusuri tebing panjang tersebut berharap menemukan apa yang mereka cari. Hingga akhirnya mereka menemukan sesuatu yang membuat dahi mereka mengerut.
******